Analisis Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode AASHTO 1993 (studi kasus ruas jalan simpang tanah kuning desa apung)
Jalan merupakan prasaran transportasi darat yang meliputi segala bagian area darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntuhkan bagi lalulintas, yang berada pada permukaan tanah. Sehingga perlu adanya jalan baik untuk menunjang jalur transportasi yang lancar dan nyaman. Apabila kondisi jalan rusak dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, yang memberikan dampak waktu tempu perjalanan menjadi lebih lama. Jalan yang baik membutuhkan struktur perkerasan yang baik, sehingga dapat mendukung jalan tersebut untuk menompang berat kendaraan yang melintasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tebal perkerasan lentur dengan menggunakan metode AASHTO 1993 Dari hasil analisa menggunakan metode AASHTO 1993 didapatkan volume lalulintas sebesar 3,0 x 〖10〗^4 dan beban gandar tunggal standar komulatif (Wt) sebesar 3,78 x 〖10〗^6. Bahan lapis permukaan menggunakan laston 744 kg. bahan lapis pondasi atas menggunakan agregat kelas A dan bahan lapis pondasi bawah menggunakan agregat kelas B. dari material tersebut kemudian didapatkan hasil perhitungan tebal lapis perkerasan sebesar 10 cm untuk lapis permukaan, 15 cm untuk lapis pondasi atas, 20 cm untuk lapis pondasi bawah.