Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Penulis: JUMEDI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA DAN BIAYA PELAKSANAAN PEMBUATAN PELAT LANTAI BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELAT BOUNDECK DAN METODE PELAT KONVENSIONAL (Studi Kasus Rehab Gedung Kantor BMKG Tanjung Harapan).

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jumedi Dosen Pembimbing NPM : 201512040 Enny Harviyanti S.T., M.T. Departemen Teknik Sipil ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA DAN BIAYA PELAKSANAAN PEMBUATAN PELAT LANTAI BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELAT BOUNDECK DAN METODE PELAT KONVENSIONAL (Studi Kasus Rehab Gedung Kantor BMKG Tanjung Harapan) ABSTRAK Tanjung Selor sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara termuda di Indonesia, kedepannya tak akan bisa lepas dari pembangunan gedung-gedung besar bertingkat. Kehadiran pelat boundeck, bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat dalam pelaksanaan pembuatan pelat lantai beton pada gedung bertingkat, dimana pelat boundeck memiliki fungsi ganda yaitu sebagai bahan pengganti bekisting kayu (bekisting tetap) sekaligus pengganti besi tulangan positif. Untuk mengetahui apakah penggunaan metode boundeck ini lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan pelat konvensional yang selama ini banyak digunakan. Oleh karena itu, perlu adanya analisis perbandingan mengenai efektifitas metode kerja dan efisiensi biaya dari kedua metode tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan metode kerja dan biaya pelaksanaan pembuatan pelat lantai beton dengan menggunakan metode pelat boundeck dan metode pelat konvensional. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah memberikan informasi tentang pelat boundeck dan pelat konvensional serta metode-metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton, sehingga dapat dijadikan referensi kedepannya dalam memilih metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton sesuai dengan fungsi bangunannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana analisis penyelidikan dilakukan secara mendalam terhadap metode kerja dan biaya pelaksanaan pekerjaan pelat lantainya yang berpatokan kepada AHS Cipta Karya Kementrian PUPR No 28 Tahun 2016, dengan asusmsi adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton seluas 216,5 m² pada rehab gedung BMKG Tanjung Harapan bahwa metode/cara pelaksanaan pekerjaan pembuatan pelat lantai beton dengan menggunakan metode boundeck memang lebih efektif, hal ini dilihat dari kemudahan tahap pembuatan perancah sampai pembongkarang bekisting pendukung, begitupun analisis perbandingan biaya pelaksanaan, juga diperoleh hasil bahwa metode boundeck jauh lebih efisien, dimana jumlah biaya pelat boundeck hanya Rp 145.185.589,13 sedangkan jumlah biaya pelat konvensional jauh lebih tinggi sebesar Rp 201.474.026,03. Perbedaan efisiensi biayanya mulai dari pekerjaan tulangan ( wiremesh / ulir biasa ), bekisting/boundeck, pembetonan, dan pembongkaran bekisting pendukung. Dengan demikian menggunakan pelat boundeck efisiensi biaya per m² terhadap pelat konvensional sebesar Rp. 259.992,78 , atau efisiensi 27,94 %.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail