ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ( BOK ) TRAYEK TANJUNG SELOR - MANLINAU
Biaya operasional kendaraan adalah biaya yang di keluarkan untuk pengelolaan kendaraan angkutan setiap tahunnya, menurut (Widari S, 2010) menyatakan pembicaraan suatu biaya tidak lepas membahas dua hal pokok yaitu sumber yang harus menanggung biaya baik secara langsung maupun tidak langsung dan jumlah yang harus ditanggung. Biaya operasional kendaraan adalah biaya yang di keluarkan untuk pengelolaan kendaraan angkutan setiap tahunnya. Dengan diketahuinya biaya operasional suatu angkutan setiap tahunnya maka dapat ditentukan berapa tarif yang harus dibayarkan oleh pengguna jasa angkutan umum per penumpang. Besarnya tarif angkutan umum berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan yaitu sebesar Rp 5.941,88/km. untuk sekali berangkat dari Tanjung Selor ke Malinau damri mengeluarkan biaya sebanyak Rp 1.970.153. dengan harga tiket yang ditetapkan dari Perum Damri dengan trayek Tanjung Selor ke Malinau sebesar Rp. 150.000/orang dengan jumlah penumpang rata – rata sebanyak 8 orang maka pendapatan dari bus sekali berangkat yaitu Rp. 1.200.000. maka Perum Damri mengalami kerugian sebesar Rp. 770.153 untuk sekali berangkat dari Tanjung Selor ke Malinau. Apabila damri ingin mengurangi kerugian maka pihak damri harus mencari 6 penumpang sehingga total penumpang sebanyak 14 orang untuk sekali berangkat dari tanjung selor ke malinau dengan pendapatan sebesar Rp. 2.100.000 untuk sekali jalan dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 129.847.untuk sekali berangkat dari Tanjung Selor ke Malinau. Tarif per Km/orangnya sebesar Rp. 666,67, load faktor 34,78% yang didapat dari jumlah penumpang dibagi dengan jumlah tempat duduk dikali dengan 100% .