ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI DESA PEJALIN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN Oleh: Betris Farida NPM. 201751038 Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pemerintah Desa dalam pemberdayaan kelompok tani di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran Pemerintah desa dalam Pemberdayaan kelompok tani di Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari informan yang terkait terhadap judul. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan di lapangan serta teknik wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pihak yang terkait yakni Pemerintah Desa Pejalin, ketua kelompok tani dan masyarakat Desa Pejalin yang berjumlah 20 orang. Dari hasil penelitian ini diketahui peran Pemerintah desa sebagai regulator pemerintah desa pejalin tidak mampu menjelaskan aturan/kebijakan yang berlaku dalam pemberdayaan kelompok tani, peran Pemerintah desa sebagai dinamisator pemerintah desa tidak mampu menjadi agen yang memberikan bimbingan dan arahan dalam pemberdayaan kelompok tani, peran Pemerintah Desa sebagai fasilitator pemerintah desa belum mampu untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan kelompok tani, sedangkan faktor pendukung dalam peran pemerintah desa dalam pemberdayaan kelompok tani ini yakni peran serta masyarakat yang ikut terlibat dalam kelompok tani dan faktor penghambat terdiri atas kurangnya pendampingan pemerintah desa kepada kelompok tani dan anggaran untuk pemberdayaan yang terbatas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Irene Anggreani Lang Angit 201841046. Peranan Kelompok Tani terhadap Peningkatan Produksi Hasil Padi Sawah di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Dibimbing oleh Dedik Wiryawan, ST.MM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelompok tani dalam meningkatkan hasil produksi padi sawah di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan mengetahui apa saja hambatan yang dihadapi kelompok tani terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2022 di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Jumlah petani yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) sebagai responden sebanyak 18 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara dengan responden menggunakan daftar pertanyaan serta data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriktif dengan menggunakan sistem skoring yaitu memberikan skor pada setiap item pertanyaan yang digunakan untuk melihat peranan kelompok tani. Peranan kelompok tani terhadap peningkatan produksi tergolong sedang. Di mana dari kelima peranan kelompok 3 diantaranya tergolong rendah, 2 tergolong tergolong tinggi. Peranan yang dikategorikan rendah adalah peranan kelompok tani dalam penyediaan fasilitas dan sarana produksi, penerapan teknologi panca usahatani, kerjasama dengan lembaga pemerintah atau KUD. Sedangkan peranan yang dikategorikan tinggi yaitu peranan kelompok tani dalam penyebarluasan informasi, dan peranan kelompok tani dalam perencanaan kegiatan. Dan hambatan-hambatan yang di hadapi kelompok tani dalam peningkatan produksi padi yaitu kurangnya fasilitas dan sarana produksi, kurangnya penerapan teknologi panca usahatani serta kurangnya lembaga-lembaga/KUD . terhadap peningkatan produksi kelompok tani di Desa Mara Satu.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENDAPATAN ANGGOTA TANI DI BATO LAGA KM.57 PERBATASAN BULUNGAN-BERAU.
ABSTRAK
JESICA, 2016. Produktivitas Kelompok Tani Padi Terhadap Pendapatan Anggota Kelompok Tani Di Bato Laga Km.57. Perbatasan Bulungan-Berau. Skripsi Program Studi Ekonomi Universitas Kaltara Tanjung Selor, Pembimbing : Aslan S.E.Mec.Dev.
Pembangunan pertanian ini pun tidak dapat berjalan sebagaimana yang diimpikan oleh bangsa indonesia karena adanya berbagai persoalan yang dihadapi dari waktu ke waktu. Persoalan tersebut diantaranya yaitu pengetahuan serta kemampuan masyarakat yang masih kurang sehingga dibutuhkan bantuan dari pemerintah, dalam hal ini kelompok tani dari masyarakat tani inilah yang akan dikembangkan agar produktivitas menjadi lebih efektif dan efisien.
Pokok Masalah Dari Penelitian Ini Yaitu : (1)Bagaimana produktivitas kelompok tani padi di Batolaga? (2)Bagaimana hubungan antara produktivitas dan pendapatan kelompok tani di batolaga?
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui : (1)Mengetahui produktivitas kelompok tani padi di batolaga. Dan (2)Untuk mengetahui hubungan antara produktivitas dan pendapatan kelompok tani dibatolaga.
Metode Pengambilan Sample yang Digunakan Adalah Teknik Sampling Acak. Total Sample Petani di Kelompok Tani Bato laga Km.57 Sebanyak 50 Petani. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan skunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada para anggota kelompok tani Bato laga Km.57. data skunder diperoleh dari hasil wawancara kepada ketua kelompok tani bato laga Km.57. data kemudian ditampilkan dalam tabel frekuensi tabulasi silang, yang kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi Square (X²) pada taraf uji 0,05 dan ditambah dengan informasi kualitatif yang disajikan secara deskriptif.
Hasil dari penelitian menunjukan produktivitas kelompok tani di Bato Laga Km.57 sudah termasuk dalam kategori tinggi, kemudian tingkat produktivitas petani di Bato Laga Km.57 dominannya masih tergolong rendah. Sehingga pendapatan kelompok tani di Bato Laga Km.57 juga termasuk rendah dikarenakan tidak imbangnya produktivitas petani dan pendapatan. Luas lahan yang terbatas mempengaruhi tingkat produktivitas para petani. Sedangkan petani dengan pendapatan tambahan hanya berjumlah 5 KK dan 45 hanya berprofesi sebagai petani saja.