ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI MASYARAKAT DESA TANAH KUNING TERHADAP PEMBANGUNAN KALIMANTAN INDUSTRIAL PARK INDONESIA (KIPI) DI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengtahui persepsi masyarakat Desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Metode kuantitatif adalah metode penelitian untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel yang diukur dengan instrumen-instrumen penelitian sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statistik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu persepsi masyarakat desa tanah kuning terhadap pembangunan Kalimantan Industrial Park Indonesia (Kipi) di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan yaitu 1)Persepsi masyarakat desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI dari aspek kognitif yaitu 80% mengatakan Sangat Setuju, 15,66 % mengatakan Setuju, 4,33% mengatakan Cukup.2). Persepsi masyarakat desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI dari aspek afektif berkaitan dengan rasa senang masyarakat yaitu 29,33% mengatakan Sangat Setuju, 27,33 % mengatakan Setuju, 14,66% mengatakan Cukup, 17% mengatakan tidak setuju, dan 11,66% mengatakan sangat tidak setuju.3.)Persepsi masyarakat desa Tanah Kuning terhadap pembangunan KIPI dari aspek konatif atau dukungan masyarakat yaitu 13% mengatakan Sangat Setuju, 17,33 % mengatakan Setuju, 24% mengatakan Cukup, 24,33% mengatakan tidak setuju, dan 24,66% mengatakan sangat tidak setuju.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fokus penelitian ini adalah masalah pengelolaan parkir di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Permasalahan ini dicirikan oleh fasilitas parkir yang tidak memadai, penempatan kendaraan yang tidak teratur, dan kurangnya petugas yang mengawasi. Kondisi ini menyebabkan kemacetan dan tidak nyaman bagi pengunjung, jadi penting untuk melihat bagaimana masyarakat melihat layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mempelajari bagaimana masyarakat melihat pengelolaan parkir. Selain itu, penelitian ini berfungsi sebagai referensi bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Studi ini sangat penting karena penataan parkir sebagai bagian dari sistem transportasi dan pelayanan publik sangat penting karena berdampak langsung pada ketertiban dan kenyamanan di pasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data. Teori persepsi masyarakat (Liliweri) dengan indikator tanggapan, pendapat, dan penilaian digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang pengelolaan parkir cukup negatif. Dari segi tanggapan, pengelolaan dianggap sudah berjalan tetapi belum optimal. Dari segi pendapat, masyarakat mengeluhkan keterbatasan lahan, tidak adanya rambu dan marka parkir, dan kurangnya petugas. Dari segi penilaian, pengelolaan dianggap belum memenuhi harapan masyarakat, terutama dalam hal fasilitas dan ketertiban. Pembicaraan menunjukkan bahwa ada perbedaan antara keadaan sebenarnya dan harapan masyarakat, yang dipengaruhi oleh kekurangan infrastruktur, kurangnya pengawasan, dan kurangnya kesadaran pengguna. Akibatnya, diperlukan perbaikan dengan menyediakan fasilitas yang memadai, meningkatkan kinerja petugas, dan menata sistem parkir dengan lebih baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Long Pelban dan Long Lejuh terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari informan yang terkait terhadap judul. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan di lapangan serta teknik wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pihak yang terkait yakni Pemerintah Desa Long Pelban dan Long Lejuh, dan masyarakat Desa Long Pelban dan Long Lejuh yang berjumlah 30 orang. Dari hasil penelitian ini diketahui persepsi masyarakat dalam komponen kognitif dimana masyarakat kedua desa telah mengetahui dan mendukung kegiatan pembangunan yang akan dilakukan, dalam komponen afektif tanggapan dari masyarakat kedua desa sangat menerima program pembangunnan ini, dalam komponen konatif masyarakat dari kedua desa telah siap dengan keadaan kedepannya baik dalam kegiatan relokasi hingga menyesuaikan dengan kehidupan dilokasi pemukiman baru, sedangkan faktor pendukung dalam pembangunan ini yakni pengawasan dan sumber daya alam, dan faktor penghambat terdiri atas pembebasan lahan dan akses transportasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap keberadaan pasar sore di Tanjung selor dan untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang membuat pasar sore sampai sekarang masih dipertahankan keberadaan nya . Informan kunci dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar area pasar sore, sedangkan informan pendukung terdiri dari pejabat Dinas Disperindagkop, serta beberapa masyarakat umum yang tidak bertempat tinggal di area pasar sore. Menurut jenis data yang digunakan serta tingkat eksplanasinya, maka penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalsis data, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa secara umum, mayoritas masyarakat tidak keberatan ataupun terganggu dengan keberadaan pasar sore. Hal tersebut dapat dilihat dari data-data yang ada serta hasil wawancara dengan berbagai informan..Kemudian adapun faktor – faktor yang membuat pasar sore masih dipertahankan keberadaannya sampai saat ini adalah belum tercapainya kesepakatan antara pedagang dengan pemerintah terkait penempatan lokasi baru serta kedisiplinan pengelola pasar serta aturan terkait kebersihan pasar yang dinilai cukup baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Tanjung Selor Terhadap Fenomena Perilaku Pedagang Bensin Eceran agar dapat mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap fenomena ini. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan tehnik Observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta tehnik Wawancara.Populasi penelitian adalah karyawan SPBU, Masyarakat Tanjung Selor, Pedagang Bensin Eceran dan instansi terkait. pengelolaan Data dilakukan dengan Analisis Kualitatif melalui tahapan pengumpulan Data, reduksi data,penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini diketahui Bahwa persepsi masyarakat tanjung selor tebagi menjadi dua yaitu setuju dengan adanya pedagang bensin eceran dan tidak setuju dengan adanya pedagang bensin eceran serta prilaku dan karakteristik orang lain, Peroses kognitif, faktor lingkungan dan latar budaya menjadi peran dalam membentuk pola prilaku bagi pedagang bensin eceran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bulungan. Persepsi merupakan persepsi dapat dilihat dalam arti sempit yaitu penglihatan bagaimana cara seseorang melihat sesuatu. Manusia tidak lepas dari kegiatan berpresepsi, hampir setiap hari manusia berpresepsi seperti persepsi ketika berkomunikasi dengan masyarakat, mengenai dengan perizinan, bertemu dengan petugas instansi, dan sebagainya. Jenis metode yang di lakukan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif kualitatif. Fokus penelitian yang dilakukan berfokus kepada Persepsi masyarakat terhadap Pelayanan PDAM Kabupaten Bulungan dengan memilih informan yaitu Kepala PDAM, Pegawai PDAM dan Masyarakat pelanggan PDAM Kabupaten bulungan. Dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap pelayanan PDAM Kabupaten bulungan adalah sejauh ini dari tahun ketahun kualitas pelayanan sudah cukup baik dalam pelayanan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap layanan pengadaan barang/jasa pada LPSE Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang dilakukan apabila ditinjau menurut pendekatan yang digunakan merupakan jenis penelitian naturalistik. Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 13 orang yang diperoleh dengan teknik sampling purposive. Data penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi pemeran serta, wawancara, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif dari dari Miles dan Huberman (1992) yang terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Komponen pengukuran layanan pengadaan barang/jasa secara elektronik pada LPSE Provinsi Kalimantan Utara terdiri dari : Persyaratan pelayanan, Sistem, mekanisme, dan prosedur, Jangka waktu penyelesaian, Biaya, Produk pelayanan, dan Penanganan pengaduan, saran dan masukan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap layanan pengadaan barang/jasa secara elektronik pada LPSE Provinsi Kalimantan Utara secara keseluruhan tergolong baik dengan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi khususnya pada komponen biaya pelayanan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
James Ronaldy, Persepsi Masyarakat Suku Dayak Uma Lasan Terhadap Praturan Pemerintah Tentang Larangan Pembakaran Lahan (Studi Khasus Tentang Ladang Berpinda Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan). Dibawah Burhanuddin, M.Si. Tujuan penlitian yaitu Untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat suku Dayak Uma Lasan di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan terhadap larangan pemerintah tentang pembakaran hutan dalam sistem ladang berpindah dan untuk menhetahui pemahaman suku Dayak Uma Lasan di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas terhadap peraturan pemerintah tentang larangan pembakaran hutan yang membatasi ladang berpindah. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, informan yaitu Kepala Desa, Wakil, Ketua Adat, ketua RT, dan Tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: pengumpulan data, reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Persepsi masyarakat Suku Dayak Uma Lasan terhadap larangan pemerintah tentang ladang berpindah di Desa Antutan tidak sesuai dengan tradisi suku Dayak Uma Lasan di Desa Antutan dalam mencari dan memenuhi kebutuhan dengan cara sistem ladang berpindah yang harus melalui proses penebasan hutan, penebang dan dibakar. Masyarakat Dayak Uma Lasan peduli terhadap hutan, tidak membakar hutan dengan sembarangan, dan dalam sistem ladang berpindah, lahan yang dibakar merupakan hutan yang sudah dibersikan dan ditebang. Dalam pembuatan ladang berpindah Dayak Uma Lasan mencega dan menanggulangi jika terjadinya kebakaran hutan dan berupaya menjaga dan melestarikan hutan supaya hutan tersebut dapat digunakan kembali. Pemahaman suku Dayak Uma Lasan di Desa Antutan terhadap peraturan pemerintah tentang larangan pembakaran hutan yang membatasi ladang berpindah dipahami bahwa membakar huatan dengan sembarangan merupakan suatu tindakan yang tidak benar dan bertentangan dengan peraturan pemerintah. Dalam sistem ladang berpindah salah satu kegiatan yang harus dilakukan yaitu membakar lahan yang sudah ditebas dan ditebang, itu merupakan suatu tradisi atau adat istiadat dalam pembuatan ladang berpindah. Sebagai masyarakat adat, masyarakat memahami untuk berkewajiban mencega kerusakan dan atau pencemaran lingkungan yang diakibatkan kebakaran hutan dan tidak membakar hutan sembarangan tanpa melihat kondisi alam dan izin dari kepala adat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap terhadap pembangunan desa di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang dilakukan jika ditinjau dari tingkat eksplanasinya merupakan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi pemeran serta, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992) terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pada penelitian ini indikator pembangunan desa yang digunakan meliputi bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan desa, dan bidang pemberdayaan masyarakat desa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap pembangunan desa di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor secara keseluruhan dapat dikatakan sudah baik khususnya pada bidang pelaksanaan pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat desa. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan desa di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor terdiri dari faktor dana desa, partisipasi masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan kinerja pemerintahan desa. Kata Kunci : Persepsi masyarakat, Pembangunan desa, dan Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor. THE PERCEPTION OF THE COMMUNITY TO VILLAGE DEVELOPMENT (Study on Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor Sub-District, Bulungan District) ABSTRACT This study aims to determine the public perception of the village development in Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor District, Bulungan District, and the factors that influence the implementation of development in Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor Sub-District, Bulungan District. Type of research conducted when viewed from the level eksplanasinya is a descriptive research type. The research data were obtained by observation technique of the cast, questionaire, interview, and documentation. While the analysis of research data using interactive analysis of Miles and Huberman (1992) consists of three stages of analysis of data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions / verification. In this study the indicators of village development that are used include the field of administration of village administration, the field of implementation of village development, the field of village community development, and the empowerment of village communities. Based on the results of research and discussion is known that the perception of the community on the development of villages in Bumi Rahayu Village Tanjung Selor District as a whole can be said to have been good, especially in the field of village development and empowerment of village communities. Factors influencing the implementation of village development in Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor District consists of village funding factors, community participation, human resource quality, and village government performance. Keywords : Public perception, Village development, and Bumi Rahayu Village, Tanjung Selor District.