ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Kepala Dinas dalam meningkatkan kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bulungan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah menganalisis Peran Kepala Dinas dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kepemudaan,Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bulungan. Penelitian ini difokuskan pada peran Kepala Dinas dalam mengelola pegawai, memberikan motivasi kerja, mendukung pengembangan kompetensi ASN, mendayagunakan sumber daya yang tersedia, serta mengambil keputusan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi peran Kepala Dinas dalam meningkatkan kinerja ASN, baik yang berasal dari faktor internal organisasi maupun faktor eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Dinas telah menjalankan perannya dengan cukup baik melalui pengelolaan pegawai, pemberian motivasi, dukungan terhadap pengembangan ASN, pendayagunaan sumber daya, dan pengambilan keputusan yang melibatkan pegawai terkait. Peran tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Adapun faktor yang memengaruhi peran Kepala Dinas terdiri dari faktor internal, yaitu kualitas sumber daya manusia, disiplin kerja, motivasi, komunikasi, dan sarana prasarana, serta faktor eksternal berupa kebijakan pemerintah, tuntutan masyarakat, kerja sama dengan instansi lain, perkembangan teknologi, dan keterbatasan anggaran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transformasi digital merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Keberhasilan transformasi digital sangat dipengaruhi oleh kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelaksana utama pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan ASN dalam menghadapi transformasi digital serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambatnya di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASN di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Hulu telah memiliki kesiapan yang cukup baik dalam menghadapi transformasi digital. Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui penerapan indikator SPBE yang meliputi efektivitas, keterpaduan, kesinambungan, efisiensi, akuntabilitas, interoperabilitas, dan keamanan. Faktor pendukung dalam penerapan transformasi digital meliputi ketersediaan anggaran, kemampuan ASN, sarana dan prasarana, serta dukungan dari kecamatan dan instansi terkait. Adapun faktor penghambat meliputi gangguan jaringan internet, penyesuaian terhadap aplikasi baru, ketergantungan terhadap instansi lain dalam pengembangan sistem, serta gangguan server atau kendala teknis. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi ASN dan penguatan sarana pendukung masih diperlukan agar transformasi digital dapat berjalan lebih optimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meisita Dwinanda, 2023 Pengaruh Penerapan E-Kinerja Terhadap Motivasi Kerja Yang Dampaknya Pada Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bulungan, dibawah bimbingan Ibu Dewi Qomariah Imelda, SE., MM., Ak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan E-Kinerja Terhadap Motivasi Kerja Yang Dampaknya Pada Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bulungan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bulungan. Teknik pengambilan sempel menggunakan probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM). Seluruh instrumen telah diuji reliabilitas (hasilnya > 0,06), dan validitas (hasilnya > 0,03) sehingga seluruhnya dinyatakan reliabel dan valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan E-Kinerja (X) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja ASN (Y), hal ini terlihat dari p-value sebesar 0.028 ≤ alfa (0.05). (2) Penerapan E-Kinerja (X) berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Kerja (Z), hal ini terlihat dari P-Value, sebesar 0.000* ≥ alfa (0.05). (3) Motivasi Kerja (Z) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja ASN (Y). Hal ini terlihat dari P-Value, sebesar 0.016 ≥ alfa (0.05). (4) Penerapan E-Kinerja (X) terhadap Kinerja ASN (Y) melalui Motivasi Kerja (Z), diperoleh koefisien pengaruh tidak langsung sebesar (0.259ns). Karena pengaruh langsung antara Penerapan E-Kinerja (X) ke Motivasi Kerja (Z) signifikan sedangkan pengaruh langsung antara Motivasi Kerja (Z) ke Kinerja ASN (Y) signifikan, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh tidak langsung yang tidak signifikan antara Penerapan E-Kinerja terhadap Kinerja ASN melalui Motivasi Kerja, variabel Penerapan E-Kinerja (X) Terhadap Motivasi Kerja (Z) memiliki pengaruh sebesar 0,09%, yang artinya adalah masih terdapat 0,91% Variabel lain di luar dari Variabel Penerapan E-Kinerja. Lalu variabel Penerapan E-Kinerja (X) dan Motivasi Kerja (Z) Terhadap Kinerja ASN (Y) di dapati pengaruh sebesar 0.02%, yang artinya adalah masih terdapat 0,98% variabel lain di luar dari Variabel Penerapan E-Kinerja (X) dan Motivasi Kerja (Z) yang dapat mempengaruhi Variabel Kinerja ASN (Y).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja Inspektorat Kabupaten Bulungan dalam menerapkan sistem pengendalian internal di bidang aparatur sipil negara, danfaktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja Inspektorat Kabupaten Bulungan dalam menerapkan sistem pengendalian internal di bidang aparatur sipil negara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui kinerja Inspektorat KabupatenBulungan dalam menerapkan sistem pengendalian internal bidang aparatur sipil Negara telah terlaksana secara efektif. Faktor pendukung efektivitas kinerja Inspektorat Kabupaten Bulungan adalah adanya kebijakan pemerintah daerah yang mendukung pelaksanaan tugas danfungsi Inspektorat KabupatenBulungan, dan telah terpenuhinya Anggaran penunjang pengawasan sebesar 1 % dari APBD Kabupaten Bulungan sesuai kebijakan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah Departemen Dalam Negeri. Sedangkan factor penghambatnya adalah belum seimbangnya rasio antara tenaga pengawasan dengan obyek pemeriksaan, sarana prasarana penunjang pelaksanaan pengawasan yang belum representatif, masih kurangnya bidang kompetensi pendidikan sesuai dengan PKPT atau Daftar Materi Pemeriksaan (DMP), danmasih rendahnya partisipasi dari SKPD dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja Inspektorat Kabupaten Bulungan dalam menerapkan sistem pengendalian internal di bidang aparatur sipil negara, danfaktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kinerja Inspektorat Kabupaten Bulungan dalam menerapkan sistem pengendalian internal di bidang aparatur sipil negara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui kinerjaInspektoratKabupatenBulungandalammenerapkansistempengendalian internal bidangaparatursipilnegaratelahterlaksanasecaraefektif. FaktorpendukungefektivitaskinerjaInspektoratKabupatenBulunganadalahadanyakebijakanpemerintahdaerah yang mendukungpelaksanaantugasdanfungsiInspektoratKabupatenBulungan, dan telah terpenuhinya Anggaran penunjang pengawasan sebesar 1 % dari APBD Kabupaten Bulungan sesuai kebijakan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah Departemen Dalam Negeri.Sedangkanfaktorpenghambatnyaadalahbelum seimbangnya rasio antara tenaga pengawasan dengan obyek pemeriksaan, saranaprasaranapenunjangpelaksanaanpengawasan yang belumrepresentatif, masih kurangnya bidang kompetensi pendidikan sesuai dengan PKPT atau Daftar Materi Pemeriksaan (DMP), danmasih rendahnya partisipasi dari SKPD dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan yang baik.