ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam
meningkatkan kedisiplinan guru di SD Negeri 017 Tanjung Palas serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi langsung, dan studi dokumentasi. Sumber data utama melibatkan kepala
sekolah dan guru-guru di SD Negeri 017 Tanjung Palas. Analisis data dilakukan
melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran kepala sekolah sebagai
supervisor dilakukan melalui pengawasan langsung (school walkaround) dan
pemeriksaan RPP di awal semester, namun masih memiliki kelemahan yuridis
karena belum tersedianya tata tertib tertulis. Sebagai inovator, kepala sekolah
menerapkan terobosan berupa apresiasi verbal non-material di forum rapat untuk
menyiasati keterbatasan anggaran. Sebagai pemimpin, kepala sekolah menerapkan
strategi keteladanan nyata (lead by example) dengan konsisten hadir pukul 06.50
WITA, memimpin apel, dan membunyikan bel masuk yang terbukti memberikan
implikasi psikologis berupa rasa “malu” dan “sungkan” pada guru jika terlambat.
Sebagai motivator, pembinaan dilakukan melalui pengarahan kolektif dan
konseling personal secara tertutup di ruang kerja. (2) Faktor penghambat utama
bersifat internal, yaitu lemahnya kesadaran diri dan manajemen waktu guru, yang
dibuktikan secara empiris di mana guru yang berdomisili dekat justru mencatatkan
frekuensi keterlambatan sangat tinggi. Faktor eksternal seperti kondisi geografis
dan beban ganda (double burden) guru perempuan bertindak sebagai kendala
situasional. Sebaliknya, faktor pendukung utama digerakkan oleh konsistensi
keteladanan fisik kepala sekolah, pengawasan melekat yang humanis, serta
pemberian apresiasi verbal yang menyentuh aspek afektif guru.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAYAN JALAN SABANAR LAMA KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN Oleh : Oktaviani Nurhasanah NPM. 202251004 Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara ABSTRAK Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tanjung Selor, khususnya di kawasan Tepian Sungai Kayan Jalan Sabanar Lama, sering menimbulkan permasalahan seperti terganggunya ketertiban umum, kebersihan lingkungan, dan penggunaan ruang publik yang tidak sesuai aturan. Dalam hal ini, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan berperan dalam menegakkan peraturan daerah melalui penertiban PKL. Namun, efektivitas pelaksanaan penertiban masih menjadi perhatian karena masih banyak PKL yang kembali berjualan setelah dilakukan penertiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja Satpol PP dalam penertiban PKL serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Satpol PP tergolong cukup baik, namun belum optimal. Penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif melalui pemberian peringatan sebelum tindakan lebih lanjut. Faktor pendukung meliputi adanya sarana prasarana dan koordinasi antar instansi, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran PKL, kebiasaan kembali berjualan, serta belum tersedianya lokasi relokasi yang memadai. Kinerja Satpol PP sudah berjalan cukup baik, namun perlu peningkatan dalam konsistensi penertiban dan penyediaan solusi bagi PKL.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan utama penelitian ini mengetahui sejauhmana ProsesPengurusan Tanah (Segel)Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Serta mengetahui Faktor penghambat dalam proses pengurusan penguasaan tanah (segel) di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan penelitian ini menggunakan Metode Pendekatan Deskriptif Kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah stakeholders Proses Pengurusan Tanah (Segel) Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, yaitu Kepala Desa, Ketua RT, dan masyarakat Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan . Maka analisis data ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisisdata yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikakan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa peraturanProses Pengurusan Tanah (Segel) Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungandimana dapat dilihat Masyarakat sudah mengikuti peraturan yang di terapkan oleh Pemerintah Desa,Faktor penghambat tidak tertibnya administrasi, Kurang kesadaran dari Msyarakat itu sendiri.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemekaran Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 25 Oktober 2012 memiliki Dampak Negatife dan Positif dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Utara. Penelitian dengan judul “Studi tentang Dampak Pasca Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Studi tentang Tingkat Kesejahteraan Masyarakat)" memiliki rumusan masalah untuk mengetahui apa Dampak yang dirasakan pasca terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara terkhususnya bidang Kesejahteraan Sosial serta Faktor apa saja yang menjadi penghambat dari usaha peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Kualitatif. Adapun data yang diambil berasal dari Penelitian Kepustakaan dan Penelitian Lapangan melalui Observasi dan Wawancara. analisis data yang digunakan adalah Analisis Data Interaktif. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan didapatkan Fakta setelah terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara, Program Pemerintah semakin banyak dalam hal Kesejehteraan Sosial dan memang terlihat bahwa jumlah Penduduk Miskin menurun setiap tahunnya dilihat dari persentase yang berarti bahwa Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Meningkat sejak dibentuknya Provinsi Kalimantan. Faktor yang menghambatnya sendiri adalah Kurangnya Media Informasi dan Partisipasi Masyarakat untuk ikut berkerjasama dengan Pemerintah dalam hal Kesejehteraan Sosial.