Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru di SD Negeri 017 Tanjung Palas serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Sumber data utama melibatkan kepala sekolah dan guru-guru di SD Negeri 017 Tanjung Palas. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran kepala sekolah sebagai supervisor dilakukan melalui pengawasan langsung (school walkaround) dan pemeriksaan RPP di awal semester, namun masih memiliki kelemahan yuridis karena belum tersedianya tata tertib tertulis. Sebagai inovator, kepala sekolah menerapkan terobosan berupa apresiasi verbal non-material di forum rapat untuk menyiasati keterbatasan anggaran. Sebagai pemimpin, kepala sekolah menerapkan strategi keteladanan nyata (lead by example) dengan konsisten hadir pukul 06.50 WITA, memimpin apel, dan membunyikan bel masuk yang terbukti memberikan implikasi psikologis berupa rasa “malu” dan “sungkan” pada guru jika terlambat. Sebagai motivator, pembinaan dilakukan melalui pengarahan kolektif dan konseling personal secara tertutup di ruang kerja. (2) Faktor penghambat utama bersifat internal, yaitu lemahnya kesadaran diri dan manajemen waktu guru, yang dibuktikan secara empiris di mana guru yang berdomisili dekat justru mencatatkan frekuensi keterlambatan sangat tinggi. Faktor eksternal seperti kondisi geografis dan beban ganda (double burden) guru perempuan bertindak sebagai kendala situasional. Sebaliknya, faktor pendukung utama digerakkan oleh konsistensi keteladanan fisik kepala sekolah, pengawasan melekat yang humanis, serta pemberian apresiasi verbal yang menyentuh aspek afektif guru.