ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IIntegrated terminal and port planning in Tanjung Selor as a means of infrastructure supports a region that can develop with a vernacular architectural approach. Vernacular architecture is architecture from and by the people, which grows and develops in a society with a particular culture. In order to achieve good transportation facilities, terminal public transportation modes will be synergized with port water transportation modes. This planning has the benefit of being a reference for the community and government agencies in designing an integrated building plan. The method used is descriptive analysis which is very appropriate for use in the planning flow described above. Output: Planning output in the form of reports and working drawings which can later be used as references for planning buildings that have the same theme
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara berupaya meningkatkan nilai ekonomi yang berdaya saing dengan mengurangi kesenjangan antar wilayahnya yang didukung oleh pengembangan infrastruktur dan peningkatan konektivitas. Guna mendukung hal tersebut khususnya konektivitas pada moda darat, maka perlu adanya fasilitas Terminal Tipe A di ibukota Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dimanakah lokasi di Tanjung Selor yang memiliki potensi sebagai lokasi Terminal Tipe A jika ditinjau berdasarkan kinerja lalu lintasnya. Pendekatan penelitian menggunakan metode pendekatan campuran kuantitatif, eksperimen, dan kualitatif, dengan 3 (tiga) alternatif lokasi yang secara berurutan yaitu Kawasan Kota Baru Mandiri, Pool DAMRI, dan jalur AKAP (Kilo dua) yang telah ditentukan berdasarkan pengumpulan data sekunder. Penelitian melibatkan data primer hasil survey pencacahan lalu lintas, survey inventarisasi jalan, dan survey kecepatan titik. Pengambilan sampel menggunakan teknik Krejcie dan Morgan (1970). Teknik analisis data menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tingkat pelayanan jalan pada setiap alternatif lokasi, dimana lokasi ketiga memiliki nilai “B” sedangkan alternatif lokasi kesatu dan kedua memiliki nilai “A”, namun lokasi kedua menunjukkan kinerja lalu lintas yang lebih baik dengan kecepatan kendaraan rerata 67,71 Km/Jam.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Kualitas infrastruktur serta sarana dan prasarana transportasi darat yang memadai, merupakan aspek kelancaran pembangunan. Salah-satunya adalah terminal, terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia berkaitan dengan transportasi darat. Sebagai ibukota dari provinsi baru, Tanjung Selor tidak lepas dari kebudayaan yang berlimpah, suku-suku serta adat-istiadat yang beragam, menjadikan kota ini kaya akan kebudayaan. Bisa ditinjau dari beragamnya tradisi, budaya, hingga bangunan yang mencirikan setiap suku yang ada. Berdasarkan hal itu, konsep Neo Vernakular merupakan konsep yang cocok diusung pada perancangan ini karena sesuai dengan perkembangan dan kemajuan pada zaman sekarang, serta tidak melupakan unsur kebudayaan setempat. Metode yang dipilih adalah metode penulisan deskriptif analitis, dan metode perancangan C.J Jones. Merupakan suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Dari segi perancangan, semua informasi di analisis, lalu di sintesiskan untuk menghasilkan konsep-konsep tertentu sesuai gagasan awal dan kemudian di evaluasi. Tahap evaluasi akan menjadi pijakan untuk melakukan optimalisasi hingga ke desain perancangan. Tujuan dari karya tulis ini adalah bagaimana menyelesaikan masalah dalam sudut pandang arsitektur. Dapat ditinjau dari isu diperlukan nya sarana dan prasarana transportasi darat. Disisi lain juga unsur kebudayaan juga tidak bisa di lewatkan begitu saja, maka dari itu, hasil akhir karya tulis ini adalah merencanakan dan merancang terminal bus karena merupakan aspek utama pembangunan dari segi transportasi darat, dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular agar sesuai dengan perkembangan zaman serta tidak melupakan unsur kebudayaan yang ada.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP SARANA PRASARANA TERMINAL BANDAR UDARA DI BANDAR UDARA TANJUNG HARAPAN DI TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor dan faktor pendukung dan penghambat yang dapat mempengaruhi pelayanan publik di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan dan menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta- fakta atau fenomena yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi sumber untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan publik di di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor sudah diterapkan dimensi Tangibel, Realiability, Responsiviness, Assurance dan Emphaty beserta indikatornya. Namun ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat, antara lain ketidaknyamanan tempat pelayanan termasuk sarana dan prasarana yang belum lengkap, ahlinya petugas dalam proses pelayanan. Faktor penghambat pelaksanaan pelayanan publik di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor adalah kurangnya sumber daya petugas dan masih kurangnya sarana prasarana. Sedangkan faktor pendukungnya adalah kedisiplinan, mengadakan rapat koordinasi atau semacam evaluasi setahun sekali yang di adakan di akhir tahun kemudian memberikan penanaman kesadaran melayani masyarakat dengan aman, nyaman dan selamat. Faktor pendukung lain adalah adanya fasilitas berupa alat bantu untuk memudahkan proses pelayanan. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Publik, Sarana, Prasarana, Terminal Bandar Udara.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RIDWAN PRATAMA, Program Sarjana Strata 1 Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara, Tanjung Selor, 2019. Perencanaan dan Perancangan Terminal Tipe B dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular. Dosen Pembimbing : Ir. H. Kurniadi, M.T. Terminal Umum adalah fasilitas umum, yaitu bangunan masa banyak yang menekankan aspek kenyamanan penumpang, kenyamanan pengunjung dan serta kenyamanan fasilitas dari segi insfrastrukur yang di bangun untuk memudahkan masyarakat untuk berpergian menggunakan fasilitas kendaraan yang berupa bus sebagai saranana untuk berpergian ke suatu tempat ke tempat lain melalui jalur darat. Dalam proses perencanaan dan perancangan ini menggunakan metode : Brifing, Analisis Sintesis, Evaluasi, Developing Arsitektur Neo Vernakuler merupakan suatau pendekatan yang mengarakan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungan dalam kaitanya iklim di suatu daerah tersebut. Penerapan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular pada desain bangunan yang sesuai lebih ditunjukan pada penggunaan gaya rumah adat dayak setempat yaitu rumah lamin. seperti pada atap bangunan terminal dan juga ukiran khas dayak pada bangunan tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terminal penumpang bandar udara adalah prasarana transportasi di kawasan lapangan terbang di daratan dan/ atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang dan/ atau pos, dan tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Tujuan dari penulisan in diharapkan dapat terwujudnya perencanaan dan perancangan terminal penumpang bandar udara yang sesuai dengan standar dan fungsinya, serta dapat mengaplikasikan konsep arsitektur metafora yang mempunyai daya tarik dan keindahan tersendiri bagi pengguna. Dengan harapan agar dapat meningkatakan standar fasilitas sarana dan prasarana terminal penumpang dengan skala domestik. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan terminal penumpang bandar udara yaitu metode deskriptif adalah metode penulisan yang digunakan untuk membahas suatu permasalahan, menginterprensikan, hal yang ditulis dengan pembahasan yang teratur sistematis, ditutup dengan kesimpulan dan pemberian saran sesuai kebutuhan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanjung Selor merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki satu Bandar udara Kelas III yaitu Bandar udara Tanjung Harapan, dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU). Terminal bandar udara Tanjung Harapan dioperasikan seluas 720 m2 dengan kapasitas penumpang 150 orang. Pergerakan penumpang waktu sibuk kondisi eksisting yaitu sebanyak 76 penumpang datang dan 78 penumpang berangkat. Setelah dilakukan analisa diperoleh sebanyak 2 buah check – in counter dan check – in area dengan luas 23,6 m2. Untuk luas ruang tunggu kondisi eksisting 80 m2 sedangkan yang diperoleh dari analisa yaitu 111,57 m2, dapat disimpulkan untuk check – in counter dan check – in area kondisi eksisting masih mampu untuk melayani jumlah penumpang pada waktu sibuk, untuk luas ruang tunggu tidak memenuhi standar SKEP/77/VI/2005 dan SNI 03-7046-2004. Untuk hasil analisa forecasting 10 tahun kedepan yaitu pada tahun 2027 diperoleh jumlah total penumpang sebanyak 79.449 penumpang, dengan penumpang waktu sibuk sebanyak 9.534 penumpang dan luas terminal penumpang sebesar 32.225 m2.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUMMARY INDRA SAPRI, Strata 1 Architecture Program, Faculty of Engineering, Kaltara University, Tanjung Selor, 2019. Planning and Designing Public Transport Terminals in Cities with Vernacular Architecture Approaches. Tanjung Selor, North Kalimantan Province Is the Youngest Province in Indonesia Inaugurated on October 25, 2012 In the DPR Plenary Meeting Based on Law Number 20 of 2012, In the Long-Term Aspect of Tanjung Selor, the Province of North Kalimantan Will Become the Center for All Activities That Are Good for Tourism And Other Activities. In Improving Services For Tanjung Selor Community In Using Public Transportation Facilities Where Tanjung Selor Has Been Officially Becoming A North Kalimantan Province So The Service Side Of Public Transportation Is Increased More Where Tanjung Selor Province Of North Kalimantan Does Not Have A Transport Terminal To Operate With Adequate Services Equipped With Other Supporting Facilities And Facilities. Planning and Designing Public Transport Terminals in the City Using Concepts with the Approach of Vernacular Architecture by Applying Local Wisdom as Local Community Cultural Identities.