ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Palas, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, pada bulan Juni 2024 hingga selesai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara dalam meningkatkan infrastruktur sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Tanjung Palas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Permasalahan berawal dari keterbatasan fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan sarana pendukung lainnya yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan fasilitas penunjang, pengadaan mengajar belajar dan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, optimalisasi Dana BOS untuk pemeliharaan, serta monitoring dan pendampingan teknis. Kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap kenyamanan belajar, ketersediaan sarana praktik, dan motivasi siswa. Namun, pelaksanaan masih terkendala keterbatasan anggaran, hambatan geografis, keterlambatan pencairan dana, dan rendahnya kapasitas teknis pengelola sekolah. Keberhasilan program dipengaruhi oleh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Kesimpulannya, kebijakan Dinas Pendidikan telah mengarah pada peningkatan infrastruktur SMA Negeri 1 Tanjung Palas, namun memerlukan perencanaan berbasis data, koordinasi lintas sektor, dan strategi pembiayaan berkelanjutan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjung Palas Barat, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Kepala Dinas, pegawai bidang sarana dan prasarana, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah mencakup tiga bentuk utama, yaitu: (a) bantuan dropping dari pemerintah, (b) pengadaan sarana dan prasarana pendidikan seperti pembangunan ruang kelas, perpustakaan, serta pembelian meja, kursi, dan perlengkapan lainnya, serta (c) rehabilitasi sarana prasarana berupa perbaikan gedung sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan kebijakan antara lain adanya dukungan anggaran pemerintah, koordinasi yang baik antar pihak terkait, serta perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan dana, kurangnya koordinasi antar instansi, serta perencanaan yang belum sesuai dengan kebutuhan riil sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di daerah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjung Palas Barat, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Kepala Dinas, pegawai bidang sarana dan prasarana, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah mencakup tiga bentuk utama, yaitu: (a) bantuan dropping dari pemerintah, (b) pengadaan sarana dan prasarana pendidikan seperti pembangunan ruang kelas, perpustakaan, serta pembelian meja, kursi, dan perlengkapan lainnya, serta (c) rehabilitasi sarana prasarana berupa perbaikan gedung sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan kebijakan antara lain adanya dukungan anggaran pemerintah, koordinasi yang baik antar pihak terkait, serta perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan dana, kurangnya koordinasi antar instansi, serta perencanaan yang belum sesuai dengan kebutuhan riil sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di daerah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan untuk mendeskripsikan upaya pemerintah desa dalam Pengembangan Prasarana Desa (P2D) di Desa Tengkapak dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung upaya pemerintah desa dalam Pengembangan Prasarana Desa (P2D) di Desa Tengkapak. Penelitian menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa, Sekdes, Kaur. Umum Desa, Kaur. Pelayanan, Ketua RT, BPD, dan masyarakat desa.Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu upaya pemerintah desa dalam Pengembangan Prasarana Desa (P2D) di Desa Tengkapak Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yaitu : sebagai stabilisator dalam Pengembangan Prasarana Desa (P2D) sudah berjalan dengan cara menjaga kestabilan pembangunan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Pemerintah desa sebagai Inovator yaitu merancang dan menerapkan sumber ide baru dalam Pengembangan Prasarana Desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Pemerintah desa sebagai pelopor terlihat saat menjadi pelopor, terdepan dan pengeraka masyarakat dalam Pengembangan Prasarana Desa. Upaya pemerintah desa sebagai moderenisator dalam Pengembangan Prasarana Desa belum berjalan dengan maksimal, mengingat Pengembangan Prasarana Desa yang dikerjakan tergolong biasa-biasa saja atau umum. Salah satu yang menonjol dan bersifat modern yaitu adanya dermaga yang terbuat dari ponton Faktor penghambat dan pendukung pemerintah desa dalam Pengembangan Prasarana Desa di Desa Tengkapak Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan (1) Faktor penghambat yaitu : Keterbatasan dana desa, partisipasi dan dukungan dari masyarakat desa dalam Pengembangan Prasarana Desa belum berjalan dengan baik. (2) Faktor pendukung yaitu : tersedianya dana desa yang direlokasikan dalam Pengembangan Prasarana Desa, adanya kerja sama yang baik antar aparat desa dengan BPD desa Tengkapak, dan pemerintah desa memiliki visi mis dalam pembangunan desa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui implementasi standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendidikan di SMA Agape Tanjung Selor. Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi SPM Sarana dan Prasarana Pendidikan di SMA Agape. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, waka karikulum, dan Orang Tua/Wali Siswa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu implementasi standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendidikan di SMA Agape Tanjung Selor yang sudah terpenuhi yaitu ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang pimpinan, ruang guru, ruang beribadah, ruang UKS, gudang, dan ruang sirkulasi. Standar pelayanan minimum sarana dan prasarana pendidikan di SMA Agape Tanjung Selor yang belum terpenuhi ruang laboratorium IPA, jamban/WC, dan tempat bermain/olahraga. Faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi SPM sarana dan prasarana pendidikan di SMA Agape yaitu (1) Faktor pendukung: kemapuan sumber daya manusia, keberadaan siswa, dan lahan sekolah SMA Agape Tanjung Selor. (2) Faktor penghambat yaitu dana sekolah terbatas dan perhatian pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terhadap sekolah swasta masih kurang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTARAK Skripsi ini di latar belakangi Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.salah satu aspek yang mendapat perhatian utama dari setiap administrator pendidikan adalah sarana dan prasarana pendidikan.Tujuan penelitaian untuk mengetahui efektifitas pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di Sekolah menengah pertama (SMP) Agape Tanjung Selor, Jenis penelitian deskriptif kualitatif.Informan pada penelitian Kepala sekolah, wakil kesiswaan, staf bagian sarana dan prasarana,guru.Teknik pengumpulan data pengamatan,wawancara,dokumentasi Hasil penelitian efektifitas pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Agape tanjung selor, sangat berepengaruh pada perencanaan,pengadaan,inventaris,penggunaan,pemeliharaan, dan kendala yang dihadapi terkait dana dan kurang nya perhatian pemerintah. Kata kunci : Efektifitas, Sarana dan Prasarana pendidiakan SMP Agape
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP SARANA PRASARANA TERMINAL BANDAR UDARA DI BANDAR UDARA TANJUNG HARAPAN DI TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan publik di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor dan faktor pendukung dan penghambat yang dapat mempengaruhi pelayanan publik di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan dan menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta- fakta atau fenomena yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi sumber untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan publik di di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor sudah diterapkan dimensi Tangibel, Realiability, Responsiviness, Assurance dan Emphaty beserta indikatornya. Namun ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat, antara lain ketidaknyamanan tempat pelayanan termasuk sarana dan prasarana yang belum lengkap, ahlinya petugas dalam proses pelayanan. Faktor penghambat pelaksanaan pelayanan publik di Bandar Udara Tanjung Harapan di Tanjung Selor adalah kurangnya sumber daya petugas dan masih kurangnya sarana prasarana. Sedangkan faktor pendukungnya adalah kedisiplinan, mengadakan rapat koordinasi atau semacam evaluasi setahun sekali yang di adakan di akhir tahun kemudian memberikan penanaman kesadaran melayani masyarakat dengan aman, nyaman dan selamat. Faktor pendukung lain adalah adanya fasilitas berupa alat bantu untuk memudahkan proses pelayanan. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Publik, Sarana, Prasarana, Terminal Bandar Udara.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan kendala dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dalam manajemen berbasis sekolah melalui manajemen sarana dan prasarana yang didalamnya terdapat perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan dan pengawasan terhadap sarana dan prasarana dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Sugiyono yaitu melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan mutu sarana dan prasarana dalam manajemen berbasis sekolah melalui manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 1 Tanjung Selor berdasarkan 5 tahap yaitu: (1) Perencanaan berdasarkan usulan kebutuhan dari setiap kepala ruangan dan penentuan skala prioritas (2) Pengadaan dilakukan dengan cara membeli menggunakan dana BOS, bekerja sama dengan komite sekolah dan menerima hibah dari pemerintah. (3) Penggunaan sarana dan prasarana dilakukan oleh setiap guru sesuai bidang studinya dan memiliki aturan jadwal untuk penggunaan beberapa sarana dan prasarana. (4) Pemeliharaan dilakukan oleh semua warga sekolah baik kepala sekolah, guru dan siswa-siswi yang dilakukan secara berkala dan setiap hari. (5) Pengawasan ditanggungjawabi oleh wakil kepala bidang sarana dan prasarana dilakukan untuk mengetahui keadaan sarana dan prasarana apakah masih layak atau tidak. Adapun kendala dalam upaya peningkatan berdasarkan 5 indikator yaitu: (1) Perencanaan adalah tidak semua yang direncanakan dapat dilakukan pengadaan. (2) Pengadaan adalah terbatasnya anggaran. (3) Penggunaan sarana dan prasarana masih belum maksimal. (4) Pemeliharaan adalah kurangnya kepedulian siswa. (5) Pengawasan masih kurang maksimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perkembangan penduduk menimbulkan permasalahan keruangan, salah satunya adalah perumahan dan permukiman. Permasalahan ini terjadi pada permukiman di Buluh Perindu Tanjung Selor yang merupakan permukiman kumuh di Kabupaten Bulungan. Dalam Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) Kabupaten Bulungan 2016, permukiman ini menjadi prioritas penanganan dengan kategori kumuh berat. Permasalahan pada kawasan Buluh Perindu Tanjung Selor terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana seperti jalan lingkungan, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan pengamanan kebakaran yang belum memadai. Tujuan dari penelitian ini mengetahui ketersediaan serta kondisi sarana dan prasarana yang tersedia berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lokasi penelitian, serta penanganan sarana dan prasarana permukiman kumuh dengan pemeliharaan secara berkelanjutan, dan membuat desain perencanaan peningkatan kualitas sarana dan prasarana permukiman kumuh Buluh Perindu Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan Metode analisis Kuantiatif Deskriptif dengan data numerik sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan analisis. Adapun analisis yang dilakukan yaitu, analisis persepsi penghuni kawasan dengan ketersediaan serta kondisi sarana dan prasarana Permukiman kumuh Buluh Perindu Tanjung Selor. Hasil analisis menunjukan kondisi faktual di lapangan yaitu belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai di lokasi penelitian tersebut dengan perhitungan SPM, kondisi jalan lingkungan di lokasi belum tercapai dengan nilai capaian 36,544% sedangkan target SPM jalan sebesar 60%, kondisi drainase lingkungan belum tercapai dengan nilai capaian 0% sedangkan target capaiannya sebesar 50%, kondisi sanitasi masih belum tercapai dengan nilai capaian 44,860% sedangkan target capaian sebesar 60%, kondisi pengelolaan persampahan belum tercapai dengan nilai capaian 0% sedangkan target capaian seharusnya 20%, dan untuk kondisi akses pengamanan kebakaran tidak memadai 100%. Analisis penanganan sarana dan prasarana permukiman kumuh Buluh Perindu dengan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkelanjutan untuk target capaian yang sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selanjutnya target capaian yang belum memenuhi Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui desain perencanaan peningkatan kualitas sarana dan prasarana.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan peneilitan ini yaitu bagaimana pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor dan apa saja kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor. Jenis penelitian adalah deskriptif keualitatif. Informormen penelitian yaitu Kepala Sekola, WK Kurikulum, Guru, Staf TU/Bendahara, Staf/TU bagian Sarana dan Prasarana. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh yaitu pengelolaa sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjug Selor dilaksanakan mulai dari perencanaan sarana dan prasarana pendidikan dengan melibatkan semua guru atau komite sekolah dengan tujuan aga kebutuhan sekolah dapat terpenuhi. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tajung Selor dilakukan untuk menyediakan semua jenis sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Inventarisasi merupakan bagian dari pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengetahui daftar nama, jumlah sarana dan prasarana yang dimiliki. Penggunaan sarana dan prasarana di SMA AGAPE Tanjung Selor dapat digunakan oleh semua warga sekolah. Pemeliharaan yang dilaksanakan dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan barang. Kendala pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor yaitu kurangnya dana untuk pengadaan barang sehingga kebutuhan sekolah akan sarana pembelajaran tidak terpenuhi. SMA AGAPE Tanjung Selor merupakan sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan dan dalam operasionalnya kami sangat keterbatasan dana sehingga kebutuhan sarana dan prasarana tidak terpenuhi dengan baik. Kurangnya perhatian pemerintah membuat sekolah SMA AGAPE Tanjung Selor sering menombok dalam pembiayaan atau gaji guru dan tenaga kependidikan. Perhatian pemerintah terhadap sekolah swasata, khususnya SMA AGAPE Tanjung Selor masih kurang. Hal itu dapat kita lihat di lapangan bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan masih terbatas terutama lapangan olahraga yang tidak diperhatikan dan peralatan laboratorium IPA belum terpenuhi.