ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fokus penelitian ini adalah evaluasi program pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pelayanan administrasi kependudukan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang penting bagi masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan seperti KK, KTP, Akta Kelahiran, dan dokumen kependudukan lainya. Dalam pelaksanaanya, masih di temukan beberapa permasalahan, seperti proses pelayanan yang belum optimal , kendala jaringan dan sistem, keterbatasan akses masyarakat dari wilayah yang jauh, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur pelayanan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan Tanjung Palas serta mengetahui faktor faktor yang memengaruhi pelaksanaan pelayanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan evaluasi program menggunakan teori William N. Dunn dengan indikator efektifitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan sudah berjalan, tetapi belum optimal. Masih terdapat kendala pada kecepatan layanan, jaringan sistem, pemerataan akses,serta jangkauan pelayanan bagi masyarakat di wilayah jauh. Meskipun demikian, petugas cukup responsif dan pelayanan sudah sesuai kebutuhan masyarakat. Kesimpulanya, program pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Tanjung Palas perlu di tingkatkan, terutama pada aspek sarana prasarana,kualitas petugas, jaringan sistem, serta pemerataan akses pelayanan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perumahan Borneo Residence merupakan kawasan permukiman di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara yang telah beroperasi sejak April 2022 dan terdiri dari 245 unit rumah. Jaringan distribusi air bersih di perumahan ini bersumber dari PDAM Kabupaten Bulungan, namun sejak pertama beroperasi belum pernah dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrolis jaringan pipa distribusi air bersih eksisting dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar pelayanan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007 berdasarkan parameter tekanan, debit, dan kecepatan aliran air. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari PDAM Kabupaten Bulungan, meliputi gambar as-built jaringan pipa, data teknis pipa, data elevasi, dan data base demand. Pemodelan dan simulasi hidrolis dilakukan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 pada jaringan yang terdiri dari 29 Junction, 29 segmen pipa berbahan PVC dengan variasi diameter 110 mm, 90 mm, dan 63 mm, serta 1 reservoir dengan total debit pasokan sebesar 12,8 LPS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa parameter tekanan air pada seluruh 29 Junction memenuhi standar 100%, dengan nilai tekanan terendah sebesar 8,83 mka pada Junction 9 dan tertinggi sebesar 24,95 mka pada Junction 1. Parameter debit air juga terpenuhi seluruhnya, di mana seluruh base demand pada 29 Junction terlayani dengan baik. Namun, parameter kecepatan aliran air tidak memenuhi standar secara menyeluruh, di mana hanya 7 dari 29 segmen pipa yang memenuhi standar minimum 0,3 m/s, sementara 22 segmen pipa lainnya memiliki kecepatan di bawah standar akibat kondisi over-dimension. Rekomendasi teknis berupa reduksi diameter pipa pada 22 segmen pipa tersebut menjadi 50 mm terbukti efektif meningkatkan kecepatan aliran pada pipa distribusi primer, namun pada pipa pelayanan blok perumahan kecepatan masih berada di bawah 0,3 m/s dan dinyatakan sebagai kondisi acceptable margin velocity yang dapat ditoleransi demi mempertahankan keamanan tekanan dan kontinuitas pasokan air bersih kepada konsumen.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program yang diberi nama Zona Selamat Sekolah (ZoSS) Sebagai salah satu syarat untuk mengurangi kecepatan kendaraan di lokasi sekitar sekolah. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah di SDN 002 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan observasi fasilitas perlengkapan ZoSS seperti dimensi, zebra cross, rambu dan marka jalan yang selanjutnya dibandingkan dengan peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat No. SK3582/AJ/DRJD/2018. Berdasarkan hasil analisis, pemenuhan fasilitas kelengkapan zona selamat sekolah berupa dimensi (panjang ZoSS), zebra cross rambu lalu lintas dan marka jalan, beberapa fasilitas belum sesuai dengan standar yang ada. Kecepatan kendaraan saat melewati ZoSS masih lebih besar jika dibandingkan dengan batas kecepatan maksimum yang diijinkan di lokasi ZoSS yaitu (30 km/jam). Rata-rata kecepatan kendaraan di lokasi ZoSS yaitu 43.41 km/jam, sehingga penerapan ZoSS belum efektif. Diperlukan adanya perbaikan pada ZoSS dan marka jalan untuk meningkatkan optimalisasi kinerja Zona Selamat Sekolah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gedung Gabungan Dinas dengan tinggi bangunan gedung 19,95 meter yang terdiri dari basement dan lima lantai di atasnya merupakan salah satu gedung yang didirikan dengan tujuan sebagai wadah juga sarana bagi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki bangunan sendiri. Oleh karena itu penerapan sistem proteksi kebakaran sangat penting sebab kebakaran menimbulkan berbagai macam kerugian. Dengan adanya ketertarikan penelitian pada Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kalimantan Utara maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) yang mengacu pada Pedoman Teknis Pemeriksaan Keselamatan Bangunan Terhadap Bahaya Kebakaran yang dikeluarkan oleh Badan Litbang PU Departement Pekerjaan Umum Tahun 2005. Dari hasil pemeriksaan komponen proteksi kebakaran pada Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kalimantan Utara, Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) sebesar 91,30 % dari nilai 100% yang berarti masuk dalam kategori Baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dalam pesatnya perkembangan transportasi lalu lintas, tentu akan meningkatkan kepadatan arus lalu lintas. Fenomena rumble strips pada masyarakat Indonesia sudah lama dikenal. Maksud pembuatan rumble strips pada mulanya sebagai pengendali kecepatan bagi kendaraan yang lewat, sedangkan tujuannya untuk keselamatan bagi warga dan juga si pengendara. Metode Statistik diperlukan untuk mengetahui seberapa signifikan perbedaan antara kecepatan sebelum rumble strips dan sesudah rumble strips. Elemen yang perlu diketahui adalah karakteristik lalu lintas, Kapasitas Jalan dan mengetahui Pengaruh Pemasangan Rumble Strips terhadap Kecepatan Lalu Lintas pada Jalan Kolonel H Soetadji Tanjung Selor Kabupaten Bulungam. Dan juga untuk mengetahui berapa kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas pada jalan dengan rumble strips dan tanpa rumble strips, serta mengetahui jenis dan fungsi yang ada pada Jalan Kolonel H Soetadji Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Pada akhirnya didapatkan hasil akhir yang membuktikan bahwa besar pengaruh rumble strips dalam mereduksi kecepatan lalu lintas pada ruas Jalan di Kota Tanjung Selor yaitu rumble strips pada Jalan Kolonel H Soetadji lajur kiri mampu mereduksi kecepatan mobil penumpang sebesar 36,95%, sedangkan untuk kecepatan sepeda motor sebesar 40,41%. rumble strips pada Jalan Kolonel H Soetadji lajur kiri mampu mereduksi kecepatan mobil penumpang sebesar 53,04%, sedangkan untuk kecepatan sepeda motor sebesar 55,72% dan rumble strips ini diterapkan di tempat - tempat keramaian seperti sekolah, kantor, pom bensin maupun tempat tempat lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada ruas Jalan Lembasung yang panjang jalannya ± 557 m memiliki saluran drainase yang belum berfungsi dengan baik untuk menampung aliran air yang masuk kesaluran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah saluran drainase eksisting di Jalan Lembasung Tanjung Selor masih mampu menampung debit air limpasan atau tidak, mengevaluasi dimensi saluran eksisting, dan mencari tindakan penyelesaian permasalahan yang tepat, untuk mengatasi permasalahan yang ada pada saluran eksisting.
Penelitian ini menggunakan data hujan yang diperoleh dari BMKG Tanjung Harapan dan data primer hasil survey lapangan. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual dengan Metode Rasional untuk debit banjir dan rumus Manning untuk debit saluran.
Saluran drainase eksisting di Jalan Lembasung Tanjung Selor tidak mampu menampung debit air limpasan (Ql), dimana hasil yang didapatkan saluran sebelah kanan Ql : -2,029 dan saluran sebelah kiri Ql : -1,976. Dari hasil evaluasi didapatkan dimensi saluran eksisting perlu diperbesar agar mampu menampung debit air limpasan, dikarenakan debit saluran (Qs) lebih kecil dari debit rencana (Qr) eksisting yang ada, dimana saluran sebelah kanan Qs : 0,988 < Qr : 3,076 dan saluran sebelah kiri Qs : 1,100 < Qr : 3,076. Untuk mengatasi permasalahan pada saluran eksisting dilakukan perencanaan ulang menggunakan penampang saluran persegi empat dengan ukuran dimensi lebar bawah (b) : 1,20 m dan tinggi saluran (h) : 1,50 m.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka terletak di hilir sungai yang merupakan daerah yang rawan di genangi banjir hal ini diketahui berdasarkan peta garis kontur wilayah tersebut merupakan daratan rendah.Dimana banjir dan genangan sering terjadi karena saluran drainase yang berfungsi untuk menampung aliran air yang masuk ke saluran tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu di sebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat. Hasil evaluasi saluran drainase terdapat 20 saluran yang di tinjau, 18 saluran yang tidak aman dan 2 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi yaitu dimana bentuk penampang sebelumnya sebagian besar penampang trapesium, direncanakan menggunkan penampang persegi empat dengan ukuran dimensi tinggi (H) adalah 1,50 m dan lebar bawah (b) adalah 1,20 m
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ruas jalan di Kabupaten Bulungan saat ini sebagian besar belum teruji Laik Fungsi salah satunya yaitu Ruas jalan di desa Gunung Seriang-Long Beluah Kabupaten Bulungan. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada pengendara maka di butuhkan Evaluasi Laik Fungsi Jalan : Dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Republik Indonesia No.11/PRT/M/2010. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui laik fungsi jalan pada ruas jalan poros Gunung Seriang-Long Beluah Kabupaten Bulungan, (2) Mendeskripsikan tindak lanjut dari ruas jalan poros Gunung Seriang –Long Beluah Kabupaten Bulungan, Jika tidak memenuhi Laik Fungsi Jalan. Pengambilan data di lokasi menggunakan metode Uji dengan cara pengamatan dan pengukuran kondisi di ruas jalan Kabupaten di desa Gunung Seriang-Long Beluah Kabupaten Bulungan yang meliputi : (1) Teknis Struktur Bangunan Perlengkapan Jalan (2) Teknis Pemanfaatan Bagian-Bagian Jalan (3) Teknis Perlengkapan Terkait langsung dengan pengguna jalan. Dari hasil uji di lapangan di lakukan analisis Laik Fungsi Jalan secara Teknis menggunakan parameter Perencanaan Laik Fungsi Jalan ( Peraturan Menteri Republik Indonesia No.11/PRT/M/2010 ), Hasil analisis kelaikan Fungsi Jalan pada ruas jalan Kabupaten Bulungan, yaitu di kategorikan Tidak Laik dengan Rekomendasi (TL), Tindak lanjut yang di lakukan pada ruas jalan Kabupaten yang berada di desa Gunung Seriang-Long Beluah yaitu dengan memberikan rekomendasi sesuai dengan kondisi fisik lingkungan jalan yang dapat memenuhi ketentuan keselamatan,kelancaran dan rasa aman bagi pengguna jalan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program bantuan operasional sekolah (bos) di SD Negeri 004 Tanjung Palas, dengan menggunakan metode pendekatan penelitian bersifat deskriptif kualitatif yaitu peneliti berusaha menjelaskan gambaran nyata terkait evaluasi program bantuan operasional sekolah (bos) di SD Negeri 004 Tanjung Palas . Untuk mendapatkan data yang komprehensif, maka dilakukan ofservasi, dokumentasi dan wawancara secara mendalam kepada informan sebagai sumber data primer. Dokumen-dokumen dan litelatur sebagai sumber data sekunder dalam penelitian ini. Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa penggunaan dana bantuan operasional sekolah di SD Negeri 004 Tanjung Palas tidak dapat keseluruhan dikategorikan baik dapat dilihat secara khusus dalam indicator kriteria evaluasi program yang digunakan yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas dan ketepatan. Dalam hal tersebut terdapat dua indicator yang belum dinilai optimal pelaksanaannya yaitu segi efektivitas karena sekolah tidak memprioritaskan kebutuhan siswa sedangkan lebih fokus pada peralatan penunjang sekolah dan dari segi pemerataan juga belum dapat dikatakan baik karena penyediaan kebutuhan belajar yaitu buku-buku pelajaran tidak dapat dirasakan oleh seluruh siswa dan harus melengkapi secara mandiri. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi Sekolah. Pelaporan penggunaan dana BOS di Sekolah Dasar Negeri 004 Tanjung Palas sudah berjalan dengan baik dan berdasarkan standar prosedur yang ditentukan, dan juga proses pengawasan dari penggunaan dana BOS di SD Negeri 004 Tanjung Palas sejauh ini dapat dikategori kan baik. Karena pengawasaannya menggunakan mekanisme yang berlaku dan mampu melibatkan banyak pihak sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Kata Kunci : Evaluasi, Bantuan Operasional Sekolah
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Desa Tanjung Buka terletak di dalam wilayah Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan dengan : - Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Salimbatu dan Laut Tarakan. - Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makassar - Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tanah Kuning Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. - Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Salimbatu, dan Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor. Luas wilayah Desa Tanjung Buka adalah +28.860 Ha dimana 50% berupa wilayah Pertanian Pasang surut dan yang sebagian 50 % dimanfaatkan sebagai lahan Pertambakan yang dimanfaatkan oleh orang luar Desa Tanjung Buka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem jaringan irigasi yang terdapat di daerah irigasi Tanjung Buka dan menganalisis kebutuhan air irigasi pada kondisi normal dengan tujuan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum pada daerah irigasi Tanjung Buka. Penelitian ini menganalisa kebutuhan air irigasi pada kondisi normal dengan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi pada pola tanam Padi-Padi yang dimulai awal bulan November maka pada kebutuhan air irigasi maksimum didapat sebesar 2,30 m³/dtk, sedangkan untuk kebutuhan air irigasi minimum 0.20 m³/dtk. Kebutuhan maksimum terjadi pada bulan kedua Januari sedangkan untuk yang minimum terjadi pada awal bulan Juni. Analisa ini didapatkan berdasarkan dari data 10 tahun terakhir. Dari penelitian ini sistem jaringan irigasi pada daerah Tanjung Buka menyatakan bahwa system jaringan irigasi masih dalam keadaan baik. Dimana kebutuhan air irigasi sebelumnya sebesar 2,76 l/dt/ha, menunjukkan bahwa tidak ada penurunan kebutuhan air irigasi yang signifikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi Kelas Kesesuaian Lahan untuk pengembangan tanaman Jagung (Zea mays L) dengan Sistem Informasi Georgafis (SIG) dikecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian yang membahas mengenai evaluasi (penilaian) hasil kerja dari pegawai pada institusi Pemerintahan. Pada dasarnya institusi Pemerintahan memiliki tujuan yaitu memberikan pelayanan Prima kepada masyarakat, yang dalam hal ini menekankan pada penilaian kinerja pegawai dalam memberikan layanan administrasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja pelayanan yang diberikan pegawai Pemerintah kepada Masyarakat. Dalam hal ini penulis menggunakan deskriptif Kualitatif menggunakan tipe penelitian deskriptif (gambaran). Penelitian ini juga diperoleh dari hasil wawancara dan diperkuat dengan dokumentasi, sesuai dengan fokus permasalahan dengan menggunakan teori pengukuran kinerja. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pegawai Kelurahan yang kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khusunya pelayanan pada bidang administrasi sudah cukup baik walaupun dalam pelayanan pada bidang tertentu bekerja masih kurang maksimal. Adapun saran yang diberikan penulis terhadap pegawai kelurahan Tanjung Selor Hulu agar menepati waktu bekerja sehingga pelayanan yang diberikan lebih maksimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sulistyowati. 2018. “Evaluasi Status Unsur Hara Tanah Ultisol Dengan Tanaman Uji Kembang Kol (Brassica Oleracae Var Botrytis L)“. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : Rina Lesmana, SP., MM.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status unsur hara tanah ultisol dengan tanaman uji kembang kol (brassica oleracae var botrytis l). Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Glatik Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara dan sampel penelitian di ambil di Desa Tanjung Palas Tengah Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian dimulai pada bulan November sampai dengan bulan Februari 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu menggunakan tanah lapisan atas yang tergolong tipe tanah ultisol dengan menambahkan beberapa pupuk anorganik pada tiap perlakuan kecuali perlakuan tanpa unsur atau kontroldan menambahkan dosis yang berbeda-beda dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali.Adapun tanaman kembang kol merupakan sebagai tolak ukur pertumbuhan tanaman. Adapun dosis penambahan pupuk yang diberikan yaitu pemberiandosis pupuk Urea 46% kandungan N nya pertiap polybag sebanyak 0.6 gram/polybag, dosis kandungan pupuk SP-36 36% kandungan P nya sebanyak 1.6 gram/polybag, dan dosis KCl 60% kandungan K nya pertiap polybag sebanyak 0.5 gram/polybag. Adapun perlakuan yang diberikan pada setiap perlakuan yaitu Tanpa Unsur (Kontrol), Lengkap+NPK (Lengkap dengan penambahan unsur N, P, dan K, Lengkap-N (Lengkap penambahan unsur P dan K tetapi tanpa penambahan unsur N),Lengkap-P (Lengkap penambahan unsur N dan K tetapi tanpa penambahan unsur P), Lengkap-K (Lengkap penambahan unsur N dan P tetapi tanpa penambahan unsur K). Benih kembang kol yang digunakan adalah Varietas PM 126 F1. Parameter tanaman kembang kol yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter buah, dan berat buah. Pengamatan dilakukan pada setiap minggunya 1, 2, 3, dan sampai minggu ke-9 saat panen. Perlakuan dosis pupuk yang diberikan pada tanaman kembang kol tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 1 minggu, 2, 3, dan minggu ke-7 hari setelah tanam, dan berpengaruh nyata terhadap Tinggi tanaman, jumlah daun, pada umur 8 minggu sampai minggu ke-9,diameter buah pada perlakuan Lengkap+NPK, Lengkap-N dan berat buah. Dari hasil analisis sidik ragam yang diperoleh bahwa pengaruh terbaik terhadap pemberian dosis pupuk adalah perlakuan Lengkap+NPK dengan dosis pupuk N (0.6 gr/polybag), P (1.6 gr/polybag), dan K (0.5 gr/polybag). Pada perlakuan Tanpa unsur atau kontrol tidak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi buah kembang kol.