ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kabupaten Bulungan, khususnya wilayah hilir Sungai Selor di Dusun Buluh Perindu, memiliki risiko banjir yang tinggi akibat topografi dataran rendah, kondisi tanah lempung lunak, serta pengaruh pasang surut air laut. Faktor penyebab banjir meliputi curah hujan tinggi, penyempitan penampang sungai akibat sedimentasi, serta infrastruktur pengendali banjir yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir pada Sungai Selor dengan periode ulang 25 tahun (Q25th) serta menentukan metode penanggulangan banjir yang paling efektif untuk wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis hidrolika berbasis komputasi. Pemodelan matematis dilakukan menggunakan perangkat lunak Hydrologic Engineering Center's River Analysis System (HEC-RAS) untuk mensimulasikan aliran sungai secara efisien dan akurat. Analisis difokuskan pada evaluasi kapasitas penampang sungai eksisting terhadap debit rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampang eksisting Sungai Selor dengan lebar rata-rata 32,77 m, dan kedalaman rata-rata 2,05 m, sebelum dilakukannya normalisasi, terjadi luapan banjir pada STA. 0+050 hingga STA. 0+400 berdasarkan simulasi yang dilakukan menggunakan software HEC – RAS v.6.3.1 dengan debit rencana periode Q25 tahun sebesar 16,146 m3/detik. Dan dengan diterapkannya metode perbaikan berupa normalisasi penampang sungai dengan lebar galian 40 meter, kedalaman 3 meter, serta kemiringan 1:3, maka Sungai Selor sudah dapat berfungsi dengan normal dan baik dalam menampung debit banjir pada kala ulang 25 tahun (Q25th).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUngai Selor sangat penting dalam sistem penata air di area Kelurahan Tanjung Selor Hilir di mana panjang sungai tersebut 6.7 km yang melewati daerah Bulu Perindu sampai Tanjung Rumbia. Dengan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat memprihatinkan akibat penumpukan sedimen, menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu dibuatlah Analisis Debit Sedimen Melayang di sungai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara untuk mengetahui debit sedimen melayang yang ada di Sungai tesebut. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pemgambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini juga menggunakan prosedur pengambilan sapen menurut Tata cara pengambilan sampel muatan sedimen melayang menurut SNI 3414:2008, yang berjudul "Tata Cara Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit". Standar ini menjelaskan prosedur untuk mengumpulkan sampel sedimen yang tersuspensi dalam air sungai, dengan mempertimbangkan kedalaman air dan pembagian debit sungai. Dengan melalui proses pengambilan data dari hasil observasi lapangan dan hasil penelitian melalui laboratorium serta perhitungan Debit sedimen melayang, diperoleh hasil rata-rata debit sedimen melayang yaitu sebesar 0.106 kg/s, dengan debit sedimen melayang dalam jangka waktu 1 hari yaitu sebesar 144 kg/hari. Dan dalam jangka waktu 1 bulan 4.808.160 kg/ bulan sedangkan untuk 10 tahun yaitu sebesar 228.268.800 kg/tahun.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada ruas Jalan Lembasung yang panjang jalannya ± 557 m memiliki saluran drainase yang belum berfungsi dengan baik untuk menampung aliran air yang masuk kesaluran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah saluran drainase eksisting di Jalan Lembasung Tanjung Selor masih mampu menampung debit air limpasan atau tidak, mengevaluasi dimensi saluran eksisting, dan mencari tindakan penyelesaian permasalahan yang tepat, untuk mengatasi permasalahan yang ada pada saluran eksisting.
Penelitian ini menggunakan data hujan yang diperoleh dari BMKG Tanjung Harapan dan data primer hasil survey lapangan. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual dengan Metode Rasional untuk debit banjir dan rumus Manning untuk debit saluran.
Saluran drainase eksisting di Jalan Lembasung Tanjung Selor tidak mampu menampung debit air limpasan (Ql), dimana hasil yang didapatkan saluran sebelah kanan Ql : -2,029 dan saluran sebelah kiri Ql : -1,976. Dari hasil evaluasi didapatkan dimensi saluran eksisting perlu diperbesar agar mampu menampung debit air limpasan, dikarenakan debit saluran (Qs) lebih kecil dari debit rencana (Qr) eksisting yang ada, dimana saluran sebelah kanan Qs : 0,988 < Qr : 3,076 dan saluran sebelah kiri Qs : 1,100 < Qr : 3,076. Untuk mengatasi permasalahan pada saluran eksisting dilakukan perencanaan ulang menggunakan penampang saluran persegi empat dengan ukuran dimensi lebar bawah (b) : 1,20 m dan tinggi saluran (h) : 1,50 m.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Langsat merupakan daerah yang sering digenangi banjir, dimana genangan ini terjadi ketika intensitas hujan tinggi sehingga debit air dari hulu Sungai Kayan lebih banyak dari biasanya, yang menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu disebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat, selain itu dikarenakan saluran drainase mengalami pendangkalan sebab banyaknya sampah dan sedimen yang mengendap di saluran darainase. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas saluran drainase eksisting dalam menampung dan mengalirkan debit air hujan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data yaitu pengumpulan data primer dan sekunder dan analisis data dengan empat metode yaitu metode distribusi Normal, Log Normal, Log Person III dan Gumbel. Perhitungan yang diambil untuk mengetahui intensitas curah hujan rencana yaitu distribusi Log Normal dengan periode ulang 10 tahun sebesar 527.228 mm/jam, untuk perhitungan intensitas curah hujan digunakan rumus Mononnobe sedangkan untuk evaluasi kapasitas saluran mengunakan metode evaluatife dengan membandingkan kapasitas saluran dengan debit rencana. Dari hasil evaluasi kapasitas saluran drainase terdapat 23 saluran yang di tinjau, 15 saluran yang tidak aman dan 8 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi saluran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jalan Semangka terletak di hilir sungai yang merupakan daerah yang rawan di genangi banjir hal ini diketahui berdasarkan peta garis kontur wilayah tersebut merupakan daratan rendah.Dimana banjir dan genangan sering terjadi karena saluran drainase yang berfungsi untuk menampung aliran air yang masuk ke saluran tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu di sebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat. Hasil evaluasi saluran drainase terdapat 20 saluran yang di tinjau, 18 saluran yang tidak aman dan 2 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi yaitu dimana bentuk penampang sebelumnya sebagian besar penampang trapesium, direncanakan menggunkan penampang persegi empat dengan ukuran dimensi tinggi (H) adalah 1,50 m dan lebar bawah (b) adalah 1,20 m