ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evapotranspirasi Potensial (ETo) merupakan parameter kunci dalam analisis neraca air, perencanaan irigasi, dan perancangan infrastruktur keairan. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang terletak di garis khatulistiwa memiliki karakteristik iklim tropis basah dengan aktivitas evapotranspirasi yang sangat dinamis. Namun, analisis hidrometeorologi regional di wilayah ini dihadapkan pada tantangan keterbatasan, ketidakberlanjutan (missing data), serta distribusi stasiun pantau cuaca bumi (BMKG) konvensional yang tidak merata di atas luasan wilayah sebesar 75.000 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan memetakan distribusi spasial-temporal nilai ETo bulanan di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara menggunakan integrasi teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan data reanalisis satelit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode empiris standar internasional Penman-Modifikasi (FAO-24). Input parameter klimatologi jangka panjang (periode 10 tahun, 2016–2025) meliputi temperatur udara (T, Tmax, Tmin), kelembapan relatif (RH), kecepatan angin (u2), dan radiasi matahari gelombang pendek bersih (Rs) yang diakuisisi dari data berbasis grid platform NASA POWER (asimilasi model atmosfer global MERRA-2). Visualisasi dan pemetaan distribusi spasial dilakukan memanfaatkan teknik interpolasi berbasis SIG. Hasil penelitian ini menyajikan peta sebaran spasial-temporal ETo kontinu tingkat provinsi yang informatif guna mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kehilangan air permukaan tertinggi di Kaltara. Berdasarkan pemetaan tersebut, nilai ET_0 tertinggi tercatat di Tarakan pada bulan April sebesar 5,23 mm/hari, sedangkan nilai terendah teridentifikasi di Bulungan pada bulan Januari sebesar 3,70 mm/hari. Secara praktis, luaran penelitian ini berkontribusi sebagai basis data hidrometeorologi sekunder yang valid bagi perencana infrastruktur sipil dalam menghitung debit andalan, mendesain kapasitas tampung waduk/bendungan, sistem drainase, serta manajemen alokasi air irigasi regional pada wilayah tropis basah yang minim infrastruktur pemantauan darat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gedung Gabungan Dinas dengan tinggi bangunan gedung 19,95 meter yang terdiri dari basement dan lima lantai di atasnya merupakan salah satu gedung yang didirikan dengan tujuan sebagai wadah juga sarana bagi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki bangunan sendiri. Oleh karena itu penerapan sistem proteksi kebakaran sangat penting sebab kebakaran menimbulkan berbagai macam kerugian. Dengan adanya ketertarikan penelitian pada Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kalimantan Utara maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) yang mengacu pada Pedoman Teknis Pemeriksaan Keselamatan Bangunan Terhadap Bahaya Kebakaran yang dikeluarkan oleh Badan Litbang PU Departement Pekerjaan Umum Tahun 2005. Dari hasil pemeriksaan komponen proteksi kebakaran pada Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kalimantan Utara, Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) sebesar 91,30 % dari nilai 100% yang berarti masuk dalam kategori Baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan seberapa berpengaruhnya penggunaan system informasi akademik (SIAKAD) terhadap kepuasan mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan secara kualitatif. Fokus penelitian yang di lakukan berfokus pada pengaruh system informasi akademik terhadap kepuasan mahasiswa dalam pelayanan administrasi di kampus. Informan penelitian berjumlah 61 orang yang merupakan mahasiswa di Universitas Kaltara. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik angket atau kuesioner Selanjutnya analisis data yang dilakukan secara kuantitatif dengan bantua aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan system informasi akademik dapat berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa dalam pelayanan administrasi kampus. Selain itu pelayanan dan sarana serta fitur yang ada pada website system informasi akademik yang ada di Universitas Kaltara juga masih perlu melakukan perbaikan-perbaikan lagi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AGUS SANTOSO. 201831018. ANALISIS SEBARAN SPASIAL INDEKS POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN BULUNGAN Indeks potensi lahan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi dari suatu lahan. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan berkelanjutan pada lahan, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada pada lahan tersebut. Penentuan indeks potensi lahan ini tentu akan lebih efisien jika disajikan dalam bentuk spasial. Kabupaten Bulungan merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara dengan luas 13.181,92 Km persei. Wilayah administrasi Kabupaten Bulungan terdiri atas 10 (sepuluh) kecamatan. Kecamatan Peso merupakan kecamatan terbesar dengan luas 3.142,79 Km persegi dari total wilayah Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis indeks potensi lahan dengan lima parameter penyusun, yaitu kemiringan lereng, litologi, jenis tanah, dan curah hujan serta faktor pembatas yaitu kerawanan bencana banjir. Parameter yang sudah dilakukan pengskoran kemudian di overlay dan dikelaskan sesuai dengan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas indeks potensi lahan (IPL) di Kabupaten Bulungan terbagi menjadi 4 kelas, yaitu kelas tinggi dengan nilai IPL 14,9 – 18,9, kelas sedang dengan nilai IPL 10,8 – 14,8, kelas rendah dengan nilai IPL 6,7 – 10,7, dan kelas sangat rendah dengan nilai IPL 2,5 – 6,6. Untuk potensi lahan pertanian tingkat tinggi di Kabupaten Bulungan yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah dan masyarakat berada di Kecamatan Bunyu dengan luas 269,8 Ha, Kecamatan Peso Hilir dengan luas 31,7 Ha, Kecamatan Sekatak dengan luas 3.030,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas dengan luas 4,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Barat dengan luas 1.220,8 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Tengah dengan luas 503,2 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Timur dengan luas 4.145,7 Ha, Kecamatan Tanjung Palas Utara dengan luas 997,0 Ha, dan Kecamatan Tanjung Selor dengan luas 562,4 Ha. Kata Kunci : Indeks Potensi lahan, Lahan pertanian, Sistem Informasi Geografis
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan intensi UMKM terhadap penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran berbasis digital di Kabupaten Bulungan. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan untuk menguraikan fenomena tersebut. Teknik yang digunakan berupa triangulasi data yakni dengan menggabungkan sumber data yang didapat dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel penelitian sebanyak 7 UMKM di Kabupaten Bulungan yang telah menggunakan QRIS sebagai proses pembayaran secara digital. Indikator yang digunakan untuk melihat persepsi pada pelaku UMKM ditinjau dari persepsi manfaat, pengaruh eksternal, persepsi hambatan, persepsi kemudahan, dan pemahaman akan QRIS. Adapun intensi pelaku UMKM terhadap QRIS juga dibentuk dari ketiga persepsi tersebut disertai kendala atau pun hambatan dan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Penelitian ini megindikasikan bahwa pelaku UMKM memiliki persepsi positif terhadap QRIS sehingga bisa membentuk intensi yang kuat bagi mereka untuk menerapkan sistem pembayaran secara digital melalui QRIS.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Saat ini kebutuhan pangan masyarakat Indonesia sangat tinggi, salah satunya adalah jagung. Tanaman jagung termasuk dalam komoditas pangan penting setelah padi, karena banyak dibutuhkan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan industry (Kartono dalam andriany,et al, 2013 ). Salah satu penanganan untuk meningkatkan produksi jagung adalah dengan melakukan perencanaan tata guna lahan dan memperhatikan kondisi fisik serta lingkungan. Mendapatkan hasil yang baik dalam budidaya suatu komoditas tentunya perlu upaya evaluasi kelas kesesuaian lahan dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk melakukan budidaya komoditas tersebut. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan aplikasinya yang mendukung yaitu aplikasi Arcview 3.3. Terdapat dua tujuan utama pada penelitian ini yaitu yang pertama untuk Mengetahui Kelas kesesuaian Tanaman Jagung di Kecamatan Tanjung Selor dan yang kedua 2 untuk mengetahui Sebaran Kelas Kesesuaian Tanaman Jagung Secara Spasial. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pedologi, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geogafis (SIG) Universitas Kaltara Tanjung Selor. Setelah melakukan analisis data, maka mendapatkan hasil yaitu sebuah kelas Kesesuaian lahan dimana masing- masing kelas tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis, Kesesuaian Lahan, Jagung
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efisiensi energi merupakan usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan, dalam menggunakan sebuah peralatan atau bahkan sistem yang berhubungan dengan energi. Baloi Buat Suku Dayak Bulusu yang bermukim di Provinsi Kalimantan Utara merupakan bangunan arsitektur tradisional yang memperhatikan keadaan iklim tropis lembab. Sehingga dengan bentukan arsitektur Baloi Buat tersebut, pengguna dapat merasakan penerapan efisiensi energi pada Baloi Buat tersebut. Adapun metode yang dipergunakan adalah metode pengukuran lapangan, dimana temperatur udara, kelembaban udara, pergerakan udara dan intensitas cahaya diukur pada titik-titik ukur yang telah ditentukan. Pengukuran dilakukan pada baloi buat dengan 21 titik ukur, diukur selama 24 jam dengan waktu pengukuran setiap 2 jam sekali dengan kondisi atap terbuka dan tertutup disetiap 2 meter lebar atap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh sistem bukaan pada Baloi Buat (rumah panjang) Suku Dayak Bulusu terhadap penerapan efisiensi energi dan mengetahui seperti apa sistem bukaan pada Baloi Buat (rumah panjang) Suku Dayak Bulusu dalam memanfaatkan pencahayaan alami dan penghawaan alami. Sehingga dapat disimpulkan hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya sistem bukaan yang ada pada Baloi Buat Suku Dayak Bulusu menunjukan bahwa penerapan efisiensi energi terjadi pada Baloi Buat Suku Dayak Bulusu tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Berdasarkan perumusan masalah yang ada, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan publik pada kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Bulungan. Serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik pada kantor SAMSAT Bulungan. Dalam penelitian ini, jenis pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan deskritif kualitatif. Melalui pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data yang berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainya. Penelitian ini dilaksanakan di tanjung selor, kabupaten Bulungan, tepatnya pada kantor SAMSAT Bulungan. Dalam penelitian ini menentukan Informan dengan teknik Purposuve sampling, artinya dengan memilih narasumber yang benar-benar mengetahui kondisi internal dan eksternal kantor SAMSAT Bulungan. Untuk menentukan sampel dari masyarakat menggunakan teknik accidental sampling artinya peneliti mendapatkan informan langsung dari masyarakat yang secara kebetulan ditemui ditempat penelitian. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan publik pada kantor Sistem Administasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Bulungan dapat dikatakan sudah baik. Proses pelayanan sudah sesuai Prosedur pelayanan yang ada, kecepatan waktu penyelesaian dalam proses pelayanan sudah sesuai yang ditetapkan, biaya pelayanan yang dikeluarkan masyarakat sudah sesuai yang ditetapkan dalam STNK, produk pelayanan yang dikeluarkan jelas dasar hukumnya, sarana prasana yang ada sudah cukup memadai, kompetensi petugas pelayananya sudah bekerja sesuai standar oprasional prosedur (SOP) dan sesuai tugas dan fungsinya masing- masing, sehingga pegawai sangat memahami apa yang menjadi bidang tugasnya dan tanggung jawabnya terhadap tugas tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
january 2021. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman padi sawa di desa sp 6b Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Di bawah bimbingan Adymas Putro Utomo .Telah dilakukan Penelitian mengenai Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman padi sawa di desa sp 6b. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesesuaian lahan di desa sp 6b menggunakan analisis spasial maupun non spasial dan pencocokan anatara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman padi sawa. Penelitian ini menggunakan aplikasi GIS yaitu Arcgiz. 3.3, untuk menggolah data baik dalam proses tumpeng susun data (Overlay) maupun pencocokan data (Matching) sampai tahap penyajian berbagai peta tematik, peta karakteristik lahan, dan peta kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawa. Selain itu pengguna dapat mengakses informasi mengenai luas kelas kesesuaian lahan serta informasi karakteristik lahan di desa sp 6 b. Dengan demikian baik pihak pengambilan kebijakan maupun pihak masyarakat dapat menjadikanya salah satu dasar dalam perencanaan tata guna lahan, khususnya di komoditi padi sawa.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pertanian perladangan berpindah pada masyarakat suku Dayak Ga’ai di Desa Long Buang Kecamatan Peso Hulu dan untuk mengetahui pemahaman masyarakat lokal tentang dampak kondisi lingkungan akibat kegiatan perladangan berpindah di Desa Long Buang Kecamatan Peso Hulu
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
On agricultural industries development in Indonesia; festschrift in honor of Bungaran Saragih on his 60th anniversary, Minister of Agriculture of Indonesia, 2000-2004; collection of articles.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Peran pertanian pada pembangunan nasional, memasuki abad 21 visi pembangunan pertanian adalah pertanian modern, tangguh dan efisien. Untuk mencapai visi tersebut misi yang dikembangkan adalah pemberdayaan petani, peternak, nelayan menuju masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan. Buku ini dirancang sebagai pegangan yang membantu dan mempermudah mahasiswa dalam menempuh mata kuliah Agribisnis. Buku ini dipaparkan sejumlah aplikasi analisis berbagai permasalahan usahatani pragmatis dan kritis. Sistem usahatani terpadu tanaman padi, palawija, dan ternak sapi potong dapat menjadi alternatif pemecahan yang sangat relevan. Secara teoritis sistem usahatani terpadu dapat berfungsi mempertahankan kesuburan tanah dan meningkatkan efisiensi. Bab pendahuluan menjelaskan analisis rugi - laba dan kontribusi usaha ternak sapi potong dan usahatani tanaman pangan di lahan sawah pendapatan keluarga. Bab tinjauan pustaka mengkaji proses biologis dan aktivitas pengelolaan sumberdaya untuk memproduksi tanaman dan ternak dari usahatani dengan cara mengendalikan dan memadukan aspek agronomi dan aspek sosial ekonomi dengan memperhatikan aspek lingkungan tertentu. Bab kerangka konsep pembangunan pertanian, Pola pengembangan ternak dengan mengintegrasikan komponen ternak ruminansia besar, khususnya sapi potong ke dalam usahatani tanaman pangan dan palawija, sudah diterapkan dewasa namun belum banyak dilakukan. Usahatani tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan dapat menyediakan bahan yang dapat dipergunakan sebagai sumber pakan, sementara ternak dapat menyediakan bahan baku sumber pupuk organik. Bab metode analisis keberlanjutan model integrasi antara sapi potong dan tanaman pangan menggunakan modifikasi dari metode Rap-SISPOTTA (Rap-SISPOTTA modified) sebagai suatu metode multi-disciplinary rapid appraisal yang baru untuk mengevaluasi keberlanjutan. Dimensi keberlanjutan dalam agribisnis system integrasi ternak sapi potong dengan tanaman hortikultura. Bab hasil usahatani yang dilakukan adalah tanaman padi dan dilanjutkan dengan tanaman jagung, baik tumpang sari maupun secara tunggal. Ternak berfungsi yang dipelihara berarti semakin besar tabungan yang dmiliki petani. Pengembangan peternakan sangat erat kaitannya dengan kehidupan petani di pedesaan yang sebagian besar melakukan kegiatan usahatani tanaman mgan dan hasil limbah pertanian untuk pakan ternak. Bab penutup bahwa perbaikan penyediaan teknologi, infrastruktur, hukum dan kelembagaan di daerah penelitian, agar terintegrasi usaha sapi potong dengan tanaman bisa menjadi dimensi yang berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Buku ini disusun dengan memuat konsep umum dari budidaya tanaman dan kemajuan teknologi budidaya tanaman saat ini termasuk bagaimana pengembangnnya. Perkembangan budidayatanaman saat ini mengharuskan kita berbah pandangan dari konvensional menuju era teknologi menyongsong era revolusi industri 4.0 yang didalamnya penuh dengan teknologi digital. Buku ini disusun dengan tujuan untuk menjadi bahan referensi bagi masyarakat akademik khususnya mahasiswa agar memliki bahan bacaan yang sekaligus menjadi tuntunan dalam melaksanakan kegiatan belajar, menyusun karya ilmiah dan akan memberikan motivasi bagi para tenaga pengajar lainnya dalam menuangkan pikirannya baik yang dilihat, dialami maupun yang dipelajari dalam berbagai literatur mewujudkan teori yang dipelajari selama ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Reformation of economic system and policies of Indonesia; collection of articles.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air sebagai salah satu komponen penting bagi kehidupan manusia secara nyata, air ikut menentukan taraf hidup, baik itu secara individual maupun komunal. Pemenuhan terhadap kebutuhan air yang memadai merupakan kebutuhan dasar manusia. Air minum merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Untuk itu, sejalan dengan pentingnya peranan dan fungsi dari air minum perlu direncanakan suatu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih yang dibutuhkan penduduk Tanjung Buka SP 7 sampai tahun 2025 dan besarnya diameter perencanaan untuk mengalirkan debit air yag telah direncanakan. Metode yang digunakan adalah metode ektstrapolasi trend untuk pengolahan data penduduk , kemudian untuk perencanaan diameter saluran menggunakan metode Hazzen-Willliams. Untuk mengetahui hasil running simulasi digunakan perencanaan jaringan distribusi permodelan SWMM 5.1. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan didapatkan hasil debit kebutuhan air bersih hasil proyeksi penduduk tahun 2025 dengan tingkat pelayanan sebesar 100% dan kebutuhan 100 liter/orang/hari yaitu Kebutuhan air 25189,2 (liter/detik), Kebutuhan harian maksimum 28967,58 (liter/detik), Kebutuhan jam puncak 39295,15 (liter/detik). Perhitungan diameter pipa (Desain saluran) berdasarkan debit kebutuhan rencana dan juga berdasarkan hitungan dengan memakai rumus Hazen - Williams, maka diperoleh diameter pipa distribusi pelayan yaitu untuk mengalirkan air sebesar 16 cm atau 6,29921 inchi. Sedangkan unuk diameter pipa distribusi pelayan yaitu untuk mengalirkan air sebesar 8 cm atau 3,14961 inchi. Hasil simulasi jaringan sistem penyediaan air minum dengan bantuan program SWMM 5.1 di hasil simulasi running yang telah di lakukan Nilai continuity error untuk limpasan (surface run-off) dan penelusuran aliran (flow routing) masing-masing adalah -0,22% dan -0,10% yang menunjukkan bahwa kualitas hasil simulasi adalah sangat baik (kualitas simulasi kurang baik jika continuity error > 5%). Pada halaman Node Depth kedalaman air maksimum (maximum depth) tidak ada yang melebihi batas kedalaman maksimum yaitu 1 meter. Pada halaman Conduit Flow Debit aliran terbesar adalah pada C1 yaitu sebesar 0,009 m/s. Nilai rasio kapasitas saluran terhadap debit maksimum (max/full flow) senilai 60,00 liter.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASusanti,2019. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIS) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai di Kecamatan Peso Hilir. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. di bawah bimbingan Bapak Adymas Putro Utomo Kedelai merupakan salah satu bahan pokok bagi masyarakat yang sulit ditemukan saat ini. Konsumsi kedelai yang sangat besar menyebabkan Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Indonesia melakukan impor kedelai untuk mencukupi kebutuhan kedelai dalam negeri, sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga kedelai. Tujuan penelitian adalah menentukan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai dengan menggunakan analisis spasial atau non spasial, kemudian dicocokan karakteristik lahan dengan data syarat tumbuh yang bersumber dari Permentan No. 79 Tahun 2013 di kombinasi dengan Hasil Penelitian Universitas Sumatera Utara. Aplikasi SIG yaitu Arcview .3.3, adalah aplikasi yang digunakan untuk mengolah dalam proses Overlay maupun Matching sampai dengan penyajian Layout. Dengan Aplikasi ini pengguna dapat menampilkan berbagai peta seperti Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, Peta Suhu Udara, Peta Curah Hujan,Peta Kesesuaian Lahan Aktual, Peta Kesesuaian Lahan Potensial. Selain itu pengguna dapat mengakses informasi luasan kelas kesesuaian lahan serta serta karakteristik lahan di Kecamatan Peso Hilir. Demikian pihak pengambil kebijakan maupun masyarakat dapat menjadikannya dasar dalam perencanaan tata guna lahan, khususnya di komuniti tanaman kedelai.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi Kelas Kesesuaian Lahan untuk pengembangan tanaman Jagung (Zea mays L) dengan Sistem Informasi Georgafis (SIG) dikecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
In the current reform era, Indonesia is required to continue to improve development both in terms of infrastructure and superstructure. To realize an increase in national development, it must begin with an increase in regional development. Furthermore, the Regional RPJM is elaborated in an annual duration plan called the Local Government Work Plan (RKPD) which contains the design of the regional economic framework, regional development priorities, work plans, and funding, both implemented directly by the government and pursued by encouraging community participation. The Tourism Office of North Kalimantan Province is one of the regional apparatus that plays a role in carrying out the tasks of preparing, controlling and evaluating the implementation of regional development plans. The Tourism Office has the task of carrying out government affairs in the tourism sector which are the authority of the region based on the principle of autonomy and co-administration. This research was conducted to determine the role of development and development plans through the 2016-2021 North Kalimantan RPJMD and to find out the factors for Determining Strategic Issues and Problems in preparing the 2016-2021 RPJMD regional mid-term development plans in North Kalimantan Province. The results of the study show that the Strategic Planning of the Tourism Office of North Kalimantan Province provided direction and objectives for improving community welfare. strategic issues regarding the implementation of culture and tourism in the North Kalimantan Province are low tourist visits to North Kalimantan, inadequate accessibility of transportation to tourism objects in North Kalimantan, low availability of infrastructure and facilities on tourism objects in North Kalimantan, tourist attractions and attractions based on ecotourism has not been maximally explored, art and culture as a character of national identity has not been explored optimally, low investment in tourism in North Kalimantan, low marketing of domestic and foreign culture and tourism, low community participation in cultural and tourism development, and Human resources in culture and tourism are inadequate.