ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perumahan Borneo Residence merupakan kawasan permukiman di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara yang telah beroperasi sejak April 2022 dan terdiri dari 245 unit rumah. Jaringan distribusi air bersih di perumahan ini bersumber dari PDAM Kabupaten Bulungan, namun sejak pertama beroperasi belum pernah dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrolis jaringan pipa distribusi air bersih eksisting dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar pelayanan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007 berdasarkan parameter tekanan, debit, dan kecepatan aliran air. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari PDAM Kabupaten Bulungan, meliputi gambar as-built jaringan pipa, data teknis pipa, data elevasi, dan data base demand. Pemodelan dan simulasi hidrolis dilakukan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 pada jaringan yang terdiri dari 29 Junction, 29 segmen pipa berbahan PVC dengan variasi diameter 110 mm, 90 mm, dan 63 mm, serta 1 reservoir dengan total debit pasokan sebesar 12,8 LPS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa parameter tekanan air pada seluruh 29 Junction memenuhi standar 100%, dengan nilai tekanan terendah sebesar 8,83 mka pada Junction 9 dan tertinggi sebesar 24,95 mka pada Junction 1. Parameter debit air juga terpenuhi seluruhnya, di mana seluruh base demand pada 29 Junction terlayani dengan baik. Namun, parameter kecepatan aliran air tidak memenuhi standar secara menyeluruh, di mana hanya 7 dari 29 segmen pipa yang memenuhi standar minimum 0,3 m/s, sementara 22 segmen pipa lainnya memiliki kecepatan di bawah standar akibat kondisi over-dimension. Rekomendasi teknis berupa reduksi diameter pipa pada 22 segmen pipa tersebut menjadi 50 mm terbukti efektif meningkatkan kecepatan aliran pada pipa distribusi primer, namun pada pipa pelayanan blok perumahan kecepatan masih berada di bawah 0,3 m/s dan dinyatakan sebagai kondisi acceptable margin velocity yang dapat ditoleransi demi mempertahankan keamanan tekanan dan kontinuitas pasokan air bersih kepada konsumen.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam dunia proyek konstruksi keberhasilan dan kegagalan dalam sering dikaitkan dengan kurang telitinya pengawasan kinerja pelaksanaan perencanaan dalam melakukan pengendalian suatu proyek kosntruksi menyebabkan kurang efisien dan efektif sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pelaksaan suatu proyek konstruksi berlangsung. Manajemen proyek merupakan sebuah kedisiplinan keilmuan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengelolahan serta pengendalian untuk mencapai tujuan- tujuan dalam pelaksanaan proyek. Untuk meningkatkan suatu perencanaan dan pengendalian waktu dalam sebuah proyek konstruksi digunakan metode yaitu P E R T (Program Evaluation and Review Technique), Pada proyek konstruksi Pembangunan Gedung Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Selor memiliki 3 lantai pembangunan dari pondasi sampai atap. Alat bantu peneliti menggunakan Microsoft project 2007. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yaitu 3 orang yang berpengalaman dalam bidang konstruksi dalam mengasumsikan waktu kegiatan yaitu waktu optimis (a), waktu pesimistik (b), waktu paling mungkin (m). Jaringan kerja disusun berdasarkan urutan pengerjaannya yaitu dimana kegiatan pekerjaan pendahulunya (predeccessor) dan dikuti pekerjaan selanjutnya sampai selesai. Mencari jalur kritis dengan menggunakan rumus Expected Time (te), Standar Deviasi (Sd), dan Varians (V=Sd²) dan probabilitas yang di tunjukan dengan z . Hasil penelitian dalam mencari jalur kritis di uraikan dengan simbol A+ C + E + F + G + I + K + L + M. Dengan total waktu penyelesaian proyek (TE) yaitu jumlah (te) pada kegiatan kritis = 173.48 Hari. Varians (Sd²) dari kegiatan kritis pada uraian pekerjaan simbol A+ C + E + F + G + I + K + L + M, V=Sd² = √ 0.250 + 0.250 + 0.023 + 0.250 + 0.250 +0.250 + 0.250 + 0.250 + 0.028 =1.8 Hari. σ = √1.8 Hari = 1.342 Hari di bulatkan menjadi 2 hari. probabilitas yang di tunjukan dengan z = 8.58 adalah 0.9999 (pada tabel sebaran peluang kumulatif normal z).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Long Sam yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Barat Provinsi Kalimantan Utara adalah salah satu Desa dengan potensi sumber air bersih yang ada. Namun Desa Long Sam adalah salah satu dari sekian banyak desa yang mengalami minimnya pelayanan untuk air bersih . Oleh sebab itu dibuatlah analisa jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Long Sam dengan menggunakan metode EPANET 2.0. Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan pada proyeksi pertumbuhan penduduk 10 tahun mendatang menggunakan metode Geometrik dan Aritmatik diketahui jumlah air bersih yang dibutuhkan pada tahun 2030 adalah sebesar 0,796 ltr/dtk. Sehingga dengan menggunakan EPANET 2.0 untuk menganalisa kebutuhan dasar pada tiap junction didapatkan base demand nya sebesar 0,705 ltr/dtk pada tahun 2020. Sehingga Output data yang dihasilkan dari hasil analisa jaringan perpipaan menggunakan metode EPANET 2.0 Pada jaringan pipa berwarna merah flow yang dihasilkan diatas >100 LPS,sedang pada pipa berwarna kuning flow yang dihasilkan >75 LPS, pipa berwarna hijau menghasilkan flow >50 LPS atau cukup,sedang untuk pipa berwarna biru muda flow yang dihasilkan >25 LPS atau Rendah,dan untuk pipa berwarna biru tua flow yang dihasilkan 25 LPS atau kurang. Pada penelitian in terdapat perbedaan flow yang dihasilkan pada tiap-tiap pipa dengan menggunakan metode EPANET 2.0 hal ini dikarenakan faktor kondisi lingkungan yang berbeda pada tiap-tiap pipa seperti Elevasi pada tiap junction, lenght pada pipa dan head serta pressure yang dihasilkan pada tiap node yang ada pada metode EPANET 2.0 .
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Desa Tanjung Buka terletak di dalam wilayah Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan dengan : - Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Salimbatu dan Laut Tarakan. - Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makassar - Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tanah Kuning Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. - Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Salimbatu, dan Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor. Luas wilayah Desa Tanjung Buka adalah +28.860 Ha dimana 50% berupa wilayah Pertanian Pasang surut dan yang sebagian 50 % dimanfaatkan sebagai lahan Pertambakan yang dimanfaatkan oleh orang luar Desa Tanjung Buka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem jaringan irigasi yang terdapat di daerah irigasi Tanjung Buka dan menganalisis kebutuhan air irigasi pada kondisi normal dengan tujuan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum pada daerah irigasi Tanjung Buka. Penelitian ini menganalisa kebutuhan air irigasi pada kondisi normal dengan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi pada pola tanam Padi-Padi yang dimulai awal bulan November maka pada kebutuhan air irigasi maksimum didapat sebesar 2,30 m³/dtk, sedangkan untuk kebutuhan air irigasi minimum 0.20 m³/dtk. Kebutuhan maksimum terjadi pada bulan kedua Januari sedangkan untuk yang minimum terjadi pada awal bulan Juni. Analisa ini didapatkan berdasarkan dari data 10 tahun terakhir. Dari penelitian ini sistem jaringan irigasi pada daerah Tanjung Buka menyatakan bahwa system jaringan irigasi masih dalam keadaan baik. Dimana kebutuhan air irigasi sebelumnya sebesar 2,76 l/dt/ha, menunjukkan bahwa tidak ada penurunan kebutuhan air irigasi yang signifikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi jaringan akses, kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan di Tanjung selor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel 150 responden. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan dari tiga variabel, yaitu dua variabel independent; jaringan akses dan kualitas pelayanan, satu variabel intervening; kepuasan pelanggan, dengan satu variabel dependent; loyalitas pelanggan. Menggunakan alat analisis jalur dan SEM. Hasilnya, jaringan akses dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan kepuasan pelanggan berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan hasil analisis, koefisien hubungan antara Kualitas Pelayanan (X2) dengan kepuasan pelanggan (Y1) adalah 0.376 dengan p-value sebesar 0.05. Karena nilai p-value > 0.05 mengindikasikan bahwa jaringan akses berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan. koefisien hubungan antara Kualitas pelanggan (X2) dengan kepuasan pelanggan (Y1) adalah 0.004 dengan p-value sebesar 0.05. Karena nilai p-value > 0.05 mengindikasikan bahwa jaringan akses berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan. koefisien hubungan antara kepuasan pelanggan (Y1) dengan loyalitas pelanggan (Y2) adalah 0.008 dengan pvalue sebesar 0.866ns Karena nilai p-value > 0.05 mengindikasikan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas