Abstrak
Desa Long Sam yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Barat Provinsi Kalimantan Utara adalah salah satu Desa dengan potensi sumber air bersih yang ada. Namun Desa Long Sam adalah salah satu dari sekian banyak desa yang mengalami minimnya pelayanan untuk air bersih . Oleh sebab itu dibuatlah analisa jaringan pipa distribusi air bersih di Desa Long Sam dengan menggunakan metode EPANET 2.0. Dari hasil analisa penelitian yang telah dilakukan pada proyeksi pertumbuhan penduduk 10 tahun mendatang menggunakan metode Geometrik dan Aritmatik diketahui jumlah air bersih yang dibutuhkan pada tahun 2030 adalah sebesar 0,796 ltr/dtk. Sehingga dengan menggunakan EPANET 2.0 untuk menganalisa kebutuhan dasar pada tiap junction didapatkan base demand nya sebesar 0,705 ltr/dtk pada tahun 2020. Sehingga Output data yang dihasilkan dari hasil analisa jaringan perpipaan menggunakan metode EPANET 2.0 Pada jaringan pipa berwarna merah flow yang dihasilkan diatas >100 LPS,sedang pada pipa berwarna kuning flow yang dihasilkan >75 LPS, pipa berwarna hijau menghasilkan flow >50 LPS atau cukup,sedang untuk pipa berwarna biru muda flow yang dihasilkan >25 LPS atau Rendah,dan untuk pipa berwarna biru tua flow yang dihasilkan 25 LPS atau kurang. Pada penelitian in terdapat perbedaan flow yang dihasilkan pada tiap-tiap pipa dengan menggunakan metode EPANET 2.0 hal ini dikarenakan faktor kondisi lingkungan yang berbeda pada tiap-tiap pipa seperti Elevasi pada tiap junction, lenght pada pipa dan head serta pressure yang dihasilkan pada tiap node yang ada pada metode EPANET 2.0 .