Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Kecepatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Debit Sedimen Melayang Di sungai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SUngai Selor sangat penting dalam sistem penata air di area Kelurahan Tanjung Selor Hilir di mana panjang sungai tersebut 6.7 km yang melewati daerah Bulu Perindu sampai Tanjung Rumbia. Dengan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat memprihatinkan akibat penumpukan sedimen, menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu dibuatlah Analisis Debit Sedimen Melayang di sungai Selor Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara untuk mengetahui debit sedimen melayang yang ada di Sungai tesebut. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pemgambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini juga menggunakan prosedur pengambilan sapen menurut Tata cara pengambilan sampel muatan sedimen melayang menurut SNI 3414:2008, yang berjudul "Tata Cara Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit". Standar ini menjelaskan prosedur untuk mengumpulkan sampel sedimen yang tersuspensi dalam air sungai, dengan mempertimbangkan kedalaman air dan pembagian debit sungai. Dengan melalui proses pengambilan data dari hasil observasi lapangan dan hasil penelitian melalui laboratorium serta perhitungan Debit sedimen melayang, diperoleh hasil rata-rata debit sedimen melayang yaitu sebesar 0.106 kg/s, dengan debit sedimen melayang dalam jangka waktu 1 hari yaitu sebesar 144 kg/hari. Dan dalam jangka waktu 1 bulan 4.808.160 kg/ bulan sedangkan untuk 10 tahun yaitu sebesar 228.268.800 kg/tahun.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PENGGUNAAN "SPEED BUMP" TERHADAP PERUBAHAN KECEPATAN KENDARAAN PADA JALAN KOL.SOETADJI STUDY KASUS SMA N 1 TANJUNG SELOR

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Salah satu rekayasa lalu lintas yang berfungsi sebagai alat pengendali kecepatan lalulintas adalah jendulan melintang jalan. Jendulan melintang adalah peninggian melintang permukaan jalan yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan kendaraan. Fasilitas ini dikenal dengan berbagai jenis, diantaranya Speed Bump,Speed Hump, dan Speed Tables. Jendulan melintang (Speed Bumps) adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan kendaraannya, kelengkapan tambahan antara lain berupa peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan dengan lebar, tinggi dan kelandaian tertentu yang dikenal sebagai polisi tidur. Pemasangan speed bumps diperkotaan dapat mengurangi kecepatan, namun disisi lain ada juga ketidaknyamanan bagi masyarakat, seperti polusi udara dan polusi kebisingan. Kebisingan ditimbulkan oleh lalulintas yang melewati speed bumps tersebut. Yang untuk melewatinya harus mengadakan perlambatan dan percepatan, bisa pula tingkat kebisingan bertambah karena bentuk dan ukuran speedbumps itu sendiri. Dalam penelitian ini akan dianalisa pengaruh speedbumps terhadap penurunan kecepatan. Penelitian dilakukan pada Jalan Kolonel Soetadji depan SMA Negeri 1 Tanjung Selor. Pada ruas jalan tersebut dibagi dua titik lokasi penelitian untuk membedakan data kecepatan pada lokasi terdapat fasilitas polisi tidur dengan yang tidak terdapat fasilitas polisi tidur. Metode penelitian ini meggunakan metode survei kecepatan setempat yaitu dengan mengukur kecepatan kendaraan roda empat (mobil penumpang) dan roda dua (sepeda motor) sebelum dan setelah melewati polisi tidur (Speed Bump). Dalam hasil penelitian ini di ketahui bahwa kecepatan kendaraan berupa kendaraan ringan pada Jalan Kolonel Soetadji depan SMA N 1 Tanjung Selor, berkurang dari 41,48 km/jam manjadi 25,32 km/jam sedangkan kecepatan sepeda motor berkurang dari 46,36 km/jam menjadi 30,70 km/jam.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EVALUASI PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 002 TANJUNG SELOR

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program yang diberi nama Zona Selamat Sekolah (ZoSS) Sebagai salah satu syarat untuk mengurangi kecepatan kendaraan di lokasi sekitar sekolah. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah di SDN 002 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan observasi fasilitas perlengkapan ZoSS seperti dimensi, zebra cross, rambu dan marka jalan yang selanjutnya dibandingkan dengan peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat No. SK3582/AJ/DRJD/2018. Berdasarkan hasil analisis, pemenuhan fasilitas kelengkapan zona selamat sekolah berupa dimensi (panjang ZoSS), zebra cross rambu lalu lintas dan marka jalan, beberapa fasilitas belum sesuai dengan standar yang ada. Kecepatan kendaraan saat melewati ZoSS masih lebih besar jika dibandingkan dengan batas kecepatan maksimum yang diijinkan di lokasi ZoSS yaitu (30 km/jam). Rata-rata kecepatan kendaraan di lokasi ZoSS yaitu 43.41 km/jam, sehingga penerapan ZoSS belum efektif. Diperlukan adanya perbaikan pada ZoSS dan marka jalan untuk meningkatkan optimalisasi kinerja Zona Selamat Sekolah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Evaluasi Penerapan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) Pada SMP Negeri 1 Tanjung Selor dan SMK Negeri 1 Tanjung Selor

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di Kota Tanjung Selor belum di patuhi secara keseluruhan. Rumusan masalah yaitu apakah rambu batas kecepatan maksimum sudah dipatuhi oleh pengendara, apakah ZOSS sudah berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas, bagaimana tingkat keselamatan perilaku penyeberang jalan pada ZOSS dan bagaimana tingkat keselamatan perilaku pengantar. Tujuan penelitian yaitu, untuk mengetahui apakah rambu batas kecepatan maksimum sudah dipatuhi oleh pengendara, untuk mengetahui apakah ZOSS sudah berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas, untuk mengetahui tingkat keselamatan perilaku penyeberang jalan pada ZOSS dan mengetahui tingkat keselamatan tingkat keselamatan perilaku pengantar. Lokasi pada penelitian ini berada di jalan skip I pada ZOSS SMP Negeri 1 Tanjung Selor dan SMK Negeri 1 Tanjung selor. Dalam penelitian ini menggunakan metode perhitungan kecepatan dan analisis data perilaku penyeberang dan analisis data perilaku pengantar dengan menggunakan statistik uji normal. Berdasarkan hasil perhitungan apakah rambu batas kecepatan maksimum sudah dipatuhi oleh pengendara maka, di peroleh kecepatan kendaraan melintas 38,80 km/jam yaitu melebihi batas maksimum pada ZoSS 30 km/jam. Berdasarkan hasil perhitungan apakah ZoSS sudah berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas maka, di peroleh kecepatan kendaraan melintas 41,60 km/jam maka ZoSS pada SMP Negeri 1 Tanjung Selor dan SMK Negeri 1 Tanjung Selor belum berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas. Berdasarkan perhitungan tingkat keselamatan perilaku penyeberang dapat di kategorikan belum dikarenakan nilai Ztabel Zhitung dengan nilai 1,645 -5,1695. Tingkat keselamatan perilaku pengantar dapat di kategorikan belum dikarenakan nilai Ztabel Zhitung dengan nilai 1,645 -6,384.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EVALUASI PENGARUH PEMASANGAN RUMBLE STRIPS TERHADAP KECEPATAN LALU LINTAS (STUDI KASUS : JALAN KOLONEL H SOETADJI TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dalam pesatnya perkembangan transportasi lalu lintas, tentu akan meningkatkan kepadatan arus lalu lintas. Fenomena rumble strips pada masyarakat Indonesia sudah lama dikenal. Maksud pembuatan rumble strips pada mulanya sebagai pengendali kecepatan bagi kendaraan yang lewat, sedangkan tujuannya untuk keselamatan bagi warga dan juga si pengendara. Metode Statistik diperlukan untuk mengetahui seberapa signifikan perbedaan antara kecepatan sebelum rumble strips dan sesudah rumble strips. Elemen yang perlu diketahui adalah karakteristik lalu lintas, Kapasitas Jalan dan mengetahui Pengaruh Pemasangan Rumble Strips terhadap Kecepatan Lalu Lintas pada Jalan Kolonel H Soetadji Tanjung Selor Kabupaten Bulungam. Dan juga untuk mengetahui berapa kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas pada jalan dengan rumble strips dan tanpa rumble strips, serta mengetahui jenis dan fungsi yang ada pada Jalan Kolonel H Soetadji Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Pada akhirnya didapatkan hasil akhir yang membuktikan bahwa besar pengaruh rumble strips dalam mereduksi kecepatan lalu lintas pada ruas Jalan di Kota Tanjung Selor yaitu rumble strips pada Jalan Kolonel H Soetadji lajur kiri mampu mereduksi kecepatan mobil penumpang sebesar 36,95%, sedangkan untuk kecepatan sepeda motor sebesar 40,41%. rumble strips pada Jalan Kolonel H Soetadji lajur kiri mampu mereduksi kecepatan mobil penumpang sebesar 53,04%, sedangkan untuk kecepatan sepeda motor sebesar 55,72% dan rumble strips ini diterapkan di tempat - tempat keramaian seperti sekolah, kantor, pom bensin maupun tempat tempat lainnya.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Pengaruh Hambatan samping Terhadap Kecepatan Kendaraan (Studi Kasus : Ruas Jalan Sengkawit Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecepatan kendaraan di perkotaan dapat dipengaruhi oleh adanya hambatan samping (side friction factor). Faktor hambatan samping berupa : kendaraan tak bermotor, bis kota yang berhenti, pejalan kaki, mobil berhenti atau parkir, kendaraan keluar masuk dari jalan-jalan kecil yang bergabung ke jalan umum. Faktor hambatan samping merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu-lintas yang dapat mempengaruhi tingkat kinerja pelayanan suatu jalan. Kecepatan merupakan parameter yang penting khususnya dalam desain jalan, sebagai informasi mengenai kondisi perjalanan, tingkat pelayanan dan kualitas arus lalu lintas dan kelambatan merupakan waktu yang hilang pada saat kendaraan berhenti, atau tidak dapat berjalan sesuai dengan kecepatan yang diinginkan karena adanya sistem pengendali atau kemacetan lalu lintas. Adapun rumusan masalah yang dapat diambil adalah sebagai berikut Bagaimana pengaruh hambatan samping terhadap kepadatan arus lalu lintas di jalan Sengkawit. Bagaimana pengaruh kecepatan terhadap hambatan samping. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu hambatan samping yang berpengaruh terhadap kepadatan arus lalu lintas di jalan Sengkawit adalah kendaraan parkir dengan 927 kend/jam, kendaraan lambat 240 kend/jam dan pejalan kaki 125 kend/jam. Dari hasil perhitutungan analisis kinerja jalan maka telah terjadi penurunan tertinggi disebabkan oleh kendaraan parkir yang mengantri bahan bakar minyak di jalan Sengkawit yaitu dengan nilai V (kecepatan) = 43 km/jam.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KINERJA JALAN DITINJAU DARI ASPEK KARAKTERISTIK LALU LINTAS (Studi Kasus : Jln. Durian Tanjung Selor)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jalan Durian merupakan salah satu jalan di Kota Tanjung Selor yang menunjang akses infrastruktur pemerintahan, akses menuju area gedung kampus, area sekolahan, area perhotelan dan permukiman warga. Dengan kondisi existing sering terjadinya kemacetan di waktu – waktu tertentu yang disebabkan kondisi lalu lintas yang cukup tinggi dan hambatan samping yang cukup tinggi seperti adanya pedagang kaki lima dan kondisi existing yang tidak mempunyai bahu jalan sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di beberapa tempat. Maka perlu dilakukan analisis data yang ditinjau dari aspek karakteristik lalu lintas menggunakan metode MKJI 1997. Pada penelitian ini, pengambilan data diperoleh dengan melakukan survei selama 2 hari di jam – jam sibuk selama 6 jam per hari di satu titik pengamatan seperti survei volume lalu lintas,kecepatan lalu lintas,hambatan samping, dan geometri jalan. Selain itu, data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Dari hasil penelitian diperoleh volume kendaraan yang tercatat di titik lokasi pengamatan sebanyak 8.280 kendaraan. Survei volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari senin sebanyak 4.773 kendaraan. Volume jam puncak terjadi pada pagi hari pukul 07.00 - 08.00 Wita sebanyak 1.492 kendaraan. Hambatan samping sebesar 170,1 jumlah kejadian per 200 m/jam dan termasuk kategori kelas hambatan samping L (rendah). Untuk analisis kecepatan arus bebas (FV) sebesar 44,64 km/jam dan analisis kapasitas ruas jalan (C) sebesar 6.003 smp/jam. Dari perhitungan diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,14 smp/jam dengan kecepatan dan waktu tempuh rata – rata kendaraan sebesar 34,69 km/jam dan kecepatan rata – rata (V) yaitu : HV sebesar 31,25 km/jam, LV sebear 33,33 km/jam serta MC sebesar 38,46 km/jam. Analisis kepadatan didapatkan sebesar 43,01 smp/jam dan tingkat pelayanan jalan (LOS) termasuk kategori tingkat pelayanan B sebesar 0,249 yang artinya arus stabil tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kecepatan Kendaran Pada Ruas Jalan Perkotaan Tanjung Selor

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan maksimum keandaraan di ruas jalan perkotaan tanjung selor serta untuk mengetahui jenis kendaraan apayang bergerak dengan kecepatan maksimum pada saat melintasi ruas jalan perkotaan Tanjung Selor. Sebelum penilitian dilakukan, peneliti melakukan survey terlebih dahulu dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis kendaraan yang melewati lokasi penelitian dan Mengidentifikasi karakteristik jalan. Lokasi penelitian dilakukan diruas jalan sabanar lama, jalan duku, jalan rambutan, dan jalan S Parman yang terletak di tanjung Selor. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan di jalan Sabanar Lama Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 46.52 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 51.48 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 57.52 Km/Jam, kemudian dijalan S Parman Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 26.32 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 40.06 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 46.02 Km/Jam, lalu di jalan Duku Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 25.69 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 43.50 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 46.41 Km/Jam dan di jalan Rambutan Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 37.56 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 42.95 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 55.71 Km/Jam dari hasil perhitungan kecepatan maka jenis kendaraan yang berjalan dengan kecepatan maksimum dijalan Sabanar Lama yaitu Sepeda Motor V (Kecepatan) = 57.52 Km/Jam, Jalan S Parman yaitu Sepeda Motor V (Kecepatan) = 46.02 Km/Jam, Jalan Duku Sepeda Motor 46.41 Km/Jam, Jalan Rambutan yaitu Sepeda Motor V (Kecepatan) = 55.71 Km/Jam. Dan diketahui bahwa jenis kendaraan yang paling bnyak melintasi ruas jalan tersebut adalah kendaraan ringan dan sepeda motor. Dari analisis yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa kecepatan maksimal kendaraan berada di ruas jalan Sabanar Lama dengan kecepatan kendaraan adalah 57.52 Km/Jam. Jenis kendaraan ringan dan sepeda motor adalah kendaraan yang cenderung berjalan menggunakan kecepatan maksimal.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Pengaruh Kerusakan Jalan Terhadap Kecepatan Kendaraan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ruas jalan poros Desa Gunung Seriang merupakan jalan kolektor dengan kelas jalan IIIC, jalan ini juga salah satu alternatif yang digunakan oleh masyarakat sebagai sarana pergerakan lalu lintas untuk melakukan aktifitas dari suatu daerah ke daerah lain.Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Seberapa besar tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan poros Desa Gunung Seriang Kabupaten Bulungan. Bagaimana pengaruh kecepatan kendaraan terhadap kerusakan jalan yang terjadi, menghitung nilai kerusakan jalan dengan metode PCI dan Menghitung Kecepatan Kendaraan akibat kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis tingkat kerusakan jalan poros Desa Gunung Seriang Kecamatan tanjung selor dan untuk mengetahui laju kecepatan kendaraan terhadap kerusakan jalan Dari hasil analisis dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas Jalan Poros Desa Gunung Seriang antara lain: pelepasan butir, alur, lubang , retak buaya, dan amblas. Analisis dengan metode Pavement Condition Index ( PCI ) diperoleh angka kerusakan dengan nila rata – rata 40 yang masuk dalam tingkatan kondisi Jelek (Foor), dan perhitungan kecepatan kendaraan mengalami pengurangan kecepatan yang artinya jalan Poros Desa Gunung Seriang cukup dimasukan dalam program pemeliharaan rutin. Jenis pemeliharaan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat pelayanan jalan antara lain dengan memberi lapis tambahan, serta lapis perkerasan dibongkar dan kemudian dilapis kembali dengan bahan yang sama.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail