ANALISIS KINERJA JALAN DITINJAU DARI ASPEK KARAKTERISTIK LALU LINTAS (Studi Kasus : Jln. Durian Tanjung Selor)
ABSTRAK Jalan Durian merupakan salah satu jalan di Kota Tanjung Selor yang menunjang akses infrastruktur pemerintahan, akses menuju area gedung kampus, area sekolahan, area perhotelan dan permukiman warga. Dengan kondisi existing sering terjadinya kemacetan di waktu – waktu tertentu yang disebabkan kondisi lalu lintas yang cukup tinggi dan hambatan samping yang cukup tinggi seperti adanya pedagang kaki lima dan kondisi existing yang tidak mempunyai bahu jalan sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di beberapa tempat. Maka perlu dilakukan analisis data yang ditinjau dari aspek karakteristik lalu lintas menggunakan metode MKJI 1997. Pada penelitian ini, pengambilan data diperoleh dengan melakukan survei selama 2 hari di jam – jam sibuk selama 6 jam per hari di satu titik pengamatan seperti survei volume lalu lintas,kecepatan lalu lintas,hambatan samping, dan geometri jalan. Selain itu, data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Dari hasil penelitian diperoleh volume kendaraan yang tercatat di titik lokasi pengamatan sebanyak 8.280 kendaraan. Survei volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari senin sebanyak 4.773 kendaraan. Volume jam puncak terjadi pada pagi hari pukul 07.00 - 08.00 Wita sebanyak 1.492 kendaraan. Hambatan samping sebesar 170,1 jumlah kejadian per 200 m/jam dan termasuk kategori kelas hambatan samping L (rendah). Untuk analisis kecepatan arus bebas (FV) sebesar 44,64 km/jam dan analisis kapasitas ruas jalan (C) sebesar 6.003 smp/jam. Dari perhitungan diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,14 smp/jam dengan kecepatan dan waktu tempuh rata – rata kendaraan sebesar 34,69 km/jam dan kecepatan rata – rata (V) yaitu : HV sebesar 31,25 km/jam, LV sebear 33,33 km/jam serta MC sebesar 38,46 km/jam. Analisis kepadatan didapatkan sebesar 43,01 smp/jam dan tingkat pelayanan jalan (LOS) termasuk kategori tingkat pelayanan B sebesar 0,249 yang artinya arus stabil tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan.