PENGELOLAAN PENGARSIPAN SURAT MASUK DAN KELUAR DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 TANJUNG PALAS TIMUR DESA PURA SAJAU KECEMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengelolaan pengarsipan surat masuk dan keluar disekolah SMP Negeri 3 Tanjung Palas Timur dan untuk mengetahui pendukung dan faktor penghambat pengelolaan surat masuk dan keluar disekolah SMP Negeri 3 Tanjung Palas Timur.. Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Dengan informan yaitu Kepala Sekolah ,Kurikulum , Tata Usaha (TU) di sekolah SMP Negeri 3 Tanjung Palas Timur. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, Observasi, dan dokumentasi/Catatan Lapangan. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian yaitu pengelolaan pengarsipan surat masuk dan keluar di Sekolah SMP Negeri 3 Tanjung Palas Timur yaitu adanya kegiatan penciptaan yang meliputi kegiatan pembuatan arsip dan penerimaan arsip. Kegiatan penciptaan kearsipan sangat sederhana dilakukan manual dan tidak berdasarkan prosedur ataupun metode, diantaranya yaitu sistem abjad, sistem nomor, dan sistem tanggal. Kegiatan penyimpanan dan penemuan arsip di sekolah SMPN3 Tanjung Palas Timur sifatnya manual dan tinggal dimasukkan dalam map bantek.Arsip surat masuk dan surat keluar di sekolah SMP Negeri 3 Tanjung Palas Timur belum dapat menjamin ketersediaan arsip berdasarkan suatu sistem yang andal, sistematis, utuh, menyeluruh, dan sesuai dengan prosedur atau kriteria. Pengarsipan yang baik pada umumnya harus memiliki pengkodean khusus seperti dengan memakai abjad, numerik / nomor, sehingga mempermuda untuk menemukan kembali. Kegiatan penyelamatan arsip meliputi menjaga kerasiaan arsip, menyimpan di tempat yang aman. Penyusutan dilakukan dengan cara pemusnahan arsip dengan dibakar, dicacah, dan dilebur yang retensinya di bawah 10 (sepuluh). Faktor pendukung mencakup tersedianya peralatan dan perlengkapan dalam pengelolaan pengarsipan surat masuk dan surat keluar dan adanya pegawai kusus yang menangani arsip. Faktor penghambat mencakup kemampuan pegawai masih terbatas dalam pengelolaan arsip, tidak adanya kegiatan pelatihan, dan belum pernah mengadakan kegiatan evaluasi pengelolaan arsip.