PERBAIKAN STRUKTUR BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SERAT KARBON (CARBON FIBER REINFORCEMENT POLYMER) TERHADAP KUAT LENTUR BETON
Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan suatu struktur beton bertulang dalam memikul beban-beban adalah dengan meningkatkan daktilitas struktur. Peningkatan daktilitas yang dimaksud dapat dilakukan dengan memberikan tulangan pengikat, pengekang (confinement) dari dalam beton dan kekangan yang dari luar beton (externally wrap) oleh CFRP yang dapat memberikan ikatan dan kekangan terhadap beton maupun tulangan lentur. Pada saat ini bahan yang dapat digunakan sebagai perbaikan struktur balok beton bertulang adalah jenis FRP (Fiber Reinforcemt Polymer) yang terbagi menjadi 3 (tiga) jenis antara lain GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan kaca, ARFP (Aramid Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan serat aramit, dan CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan serat karbon. Balok beton bertulang normal memperoleh kuat lentur rata-rata sebesar 138,28 (kg/cm²), beton bertulang dengan perbaikan dengan carbon fiber 1 lapis arah vertikal meningkat sebesar (1,81%) dari balok beton normal dengan nilai kuat lentur sebesar 141,10 kg/cm2 , perbaikan balok beton bertulang dengan carbon fiber 1 lapis arah horisontal meningkat sebesar (10,88 %) dengan nilai kuat lentur sebesar 150,16 kg/cm2 , perbaikan balok beton bertulang dengan carbon fiber 1 lapis dengan pola selimut terjadi peningkatan sebesar (24,17%) dengan nilai kuat lentur sebesar 163,45 kg/cm2. Peningkatan kuat lentur dihasilkan dari perbaikan (repair) dengan carbon fiber mampu menahan gaya tarik yang terjadi pada daerah tarik beton bertulang pada kodisi beton dengan rusak masih dalam kondisi elastis. Perbaikan balok beton bertulang dengan menggunakan carbon fiber memberikan dampak keretakan pada balok, dilihat dari pola penempelan carbon fiber, pola yang cocok pada penelitian ini adalah dengan dengan pola selimut.