Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Beton Bertulang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN RUMAH SUSUN DI LAHAN BASAH (Studi Kasus Lahan Kota Baru Mandiri - KBM Provinsi Kalimantan Utara)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perancangan struktur beton bertulang pada bangunan rumah susun di lahan basah kawasan Kota Baru Mandiri, Provinsi Kalimantan Utara, dilakukan untuk menghasilkan sistem struktur yang aman, stabil, dan sesuai dengan kondisi geoteknik setempat. Lahan basah umumnya memiliki daya dukung tanah yang rendah serta berpotensi mengalami penurunan dan deformasi, sehingga diperlukan perencanaan struktur yang tepat dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang struktur atas dan struktur bawah bangunan rumah susun dengan mempertimbangkan karakteristik tanah lunak serta beban-beban yang bekerja pada struktur.Perancangan struktur atas dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 25 untuk memodelkan pembebanan dan respons struktur secara akurat. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa kolom utama dengan identitas K1 direncanakan memiliki dimensi 60 cm × 60 cm. Balok struktur direncanakan dengan dimensi B1 sebesar 35 cm × 60 cm, B2 sebesar 25 cm × 40 cm, dan B3 sebesar 12 cm × 25 cm. Pelat lantai direncanakan memiliki ketebalan 12 cm dengan mutu beton struktur atas sebesar 33 MPa.Struktur bawah bangunan terdiri dari pilecap dan tiang pancang. Pilecap direncanakan berukuran 260 cm × 200 cm × 60 cm, sedangkan tiang pancang direncanakan dengan kedalaman 30 meter untuk menjamin kestabilan bangunan terhadap kondisi tanah lunak. Seluruh perencanaan struktur mengacu pada Standar Nasional Indonesia, yaitu SNI 2847-2019, SNI 1727-2020, SNI 1726-2019, SNI 1729-2020, dan SNI 2052-2017. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan bangunan rumah susun pada lahan basah dengan tingkat keamanan dan keandalan struktur yang memadai.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG SMA N 1 TANJUNG SELOR DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gaya gempa yang merupakan salah satu beban lateral, sehingga struktur di atas tanah yang mengalami gempa juga akan terkena beban lateral tersebut. Tepat di lokasi perencanaan SMA N 1 Tanjung Selor dengan asumsi kelas situs tanah lunak memiliki nilai SDS sebesar 0,47 g dan nilai SD1 sebesar 0,36 g dimana nilai tersebut berada pada rentang 0,330,50 dan SD1> 0,20 g, sehingga termasuk dalam kategori desain seismik D. Maka dari itu struktur gedung yang digunakan akan direncanakan dengan struktur beton bertulang dan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Komponen struktur yang akan direncanakan hanya komponen struktur atas (upper structure) yaitu balok, kolom, pelat. Beban yang akan dihitung dalam perencanaan ini adalah beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Beban gempa akan dianalisis secara dinamik terlebih dahulu menggunakan aplikasi RSA 2019 untuk kemudian dilanjutkan pada perhitungan gempa statik dan dinamik. Pemodelan dan analisis struktur akan memakai program ETABS 18. Berdasarkan hasil analisa dan desain yang telah dilakukan, Simpangan antar lantai maksimal yang terjadi sebesar 27,24 mm lebih kecil dari nilai simpangan izin 45 mm. Sedangkan pada kontrol struktur terhadap P-Delta diperoleh koefisien stabilitas terbesar 0,018 mm lebih kecil dari koefisien stabilitas maksimal sebesar 0,091 mm dan pada uji ketidakberaturan awal, struktur mengalami ketidakberaturan torsi A pada arah Y dan ketidakberaturan berat (massa). Sehingga beban gempa yang diizinkan adalah beban gempa respon spectrum dengan scale factor yang telah diperbesar menjadi 1859,94 Kn. Sesuai hasil yang telah dihitung. Berdasarkan hasil perencanaan yang sudah dilakukan diperoleh dimensi balok induk B1 (300 x 500), balok induk B2 (400 x 600), balok induk BR (250 x 500), balok anak BA (200 x 400), dimensi kolom K1 (400 x 400), kolom K2 (500 x 500), dimensi pelat lantai 150 mm dan pelat atap 125 mm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERBAIKAN STRUKTUR BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SERAT KARBON (CARBON FIBER REINFORCEMENT POLYMER) TERHADAP KUAT LENTUR BETON

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan suatu struktur beton bertulang dalam memikul beban-beban adalah dengan meningkatkan daktilitas struktur. Peningkatan daktilitas yang dimaksud dapat dilakukan dengan memberikan tulangan pengikat, pengekang (confinement) dari dalam beton dan kekangan yang dari luar beton (externally wrap) oleh CFRP yang dapat memberikan ikatan dan kekangan terhadap beton maupun tulangan lentur. Pada saat ini bahan yang dapat digunakan sebagai perbaikan struktur balok beton bertulang adalah jenis FRP (Fiber Reinforcemt Polymer) yang terbagi menjadi 3 (tiga) jenis antara lain GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan kaca, ARFP (Aramid Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan serat aramit, dan CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer) atau balok yang diperkuat dengan serat karbon. Balok beton bertulang normal memperoleh kuat lentur rata-rata sebesar 138,28 (kg/cm²), beton bertulang dengan perbaikan dengan carbon fiber 1 lapis arah vertikal meningkat sebesar (1,81%) dari balok beton normal dengan nilai kuat lentur sebesar 141,10 kg/cm2 , perbaikan balok beton bertulang dengan carbon fiber 1 lapis arah horisontal meningkat sebesar (10,88 %) dengan nilai kuat lentur sebesar 150,16 kg/cm2 , perbaikan balok beton bertulang dengan carbon fiber 1 lapis dengan pola selimut terjadi peningkatan sebesar (24,17%) dengan nilai kuat lentur sebesar 163,45 kg/cm2. Peningkatan kuat lentur dihasilkan dari perbaikan (repair) dengan carbon fiber mampu menahan gaya tarik yang terjadi pada daerah tarik beton bertulang pada kodisi beton dengan rusak masih dalam kondisi elastis. Perbaikan balok beton bertulang dengan menggunakan carbon fiber memberikan dampak keretakan pada balok, dilihat dari pola penempelan carbon fiber, pola yang cocok pada penelitian ini adalah dengan dengan pola selimut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail