Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: SRPMK
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG SMA N 1 TANJUNG SELOR DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gaya gempa yang merupakan salah satu beban lateral, sehingga struktur di atas tanah yang mengalami gempa juga akan terkena beban lateral tersebut. Tepat di lokasi perencanaan SMA N 1 Tanjung Selor dengan asumsi kelas situs tanah lunak memiliki nilai SDS sebesar 0,47 g dan nilai SD1 sebesar 0,36 g dimana nilai tersebut berada pada rentang 0,330,50 dan SD1> 0,20 g, sehingga termasuk dalam kategori desain seismik D. Maka dari itu struktur gedung yang digunakan akan direncanakan dengan struktur beton bertulang dan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Komponen struktur yang akan direncanakan hanya komponen struktur atas (upper structure) yaitu balok, kolom, pelat. Beban yang akan dihitung dalam perencanaan ini adalah beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Beban gempa akan dianalisis secara dinamik terlebih dahulu menggunakan aplikasi RSA 2019 untuk kemudian dilanjutkan pada perhitungan gempa statik dan dinamik. Pemodelan dan analisis struktur akan memakai program ETABS 18. Berdasarkan hasil analisa dan desain yang telah dilakukan, Simpangan antar lantai maksimal yang terjadi sebesar 27,24 mm lebih kecil dari nilai simpangan izin 45 mm. Sedangkan pada kontrol struktur terhadap P-Delta diperoleh koefisien stabilitas terbesar 0,018 mm lebih kecil dari koefisien stabilitas maksimal sebesar 0,091 mm dan pada uji ketidakberaturan awal, struktur mengalami ketidakberaturan torsi A pada arah Y dan ketidakberaturan berat (massa). Sehingga beban gempa yang diizinkan adalah beban gempa respon spectrum dengan scale factor yang telah diperbesar menjadi 1859,94 Kn. Sesuai hasil yang telah dihitung. Berdasarkan hasil perencanaan yang sudah dilakukan diperoleh dimensi balok induk B1 (300 x 500), balok induk B2 (400 x 600), balok induk BR (250 x 500), balok anak BA (200 x 400), dimensi kolom K1 (400 x 400), kolom K2 (500 x 500), dimensi pelat lantai 150 mm dan pelat atap 125 mm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA 5 LANTAI DENGAN METODE SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) (Studi Kasus Bangunan Gedung Perkantoran Bappeda Provinsi Kalimantan Utara)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan salah satu daerah rawan gempa, hampir setiap wilayah di Indonesia berpotensi terjadinya gempa. Kabupaten Bulungan, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara yang akhir-akhir ini rawan terhadap gempa. Oleh karena itu bangunan yang dibuat di daerah ini harus direncanakan kuat terhadap gempa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain elemen struktur beton bertulang tahan gempa dengan mengggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Bangunan direncanakan sebagai gedung perkantoran 5 lantai dengan denah 34.20 x 57.50 m², tinggi setiap lantai bangunan adalah 4 m, pada lokasi gempa di kabupaten Bulungan dengan kondisi tanah lunak (SE). Pemodelan dan analisis gaya dalam dilakukan dengan bantuan program ETABS V18.1.1, dimana yang diambil adalah output dari gaya-gaya dalam Momen, Gaya aksial, Gaya geser, dan Torsi, untuk perhitungan kolom digunakan program bantu SpColumn, dan untuk gambar kerja menggunakan Autocad 2022. Material yang digunakan adalah beton dengan fc' 30 Mpa dan fc' 25 Mpa, baja tulangan dengan fy 420 Mpa. Pembebanan yang digunakan meliputi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) sesuai PPPURG 1987 dan SNI1727:2020 serta beban gempa dinamik respons spektrum sesuai SNI 1726:2019. Perencanaan elemen struktur yang dilakukan meliputi kolom, balok, plat lantai, dan tangga. Berdasarkan hasil analisis dan desain pada gedung Bappeda Provinsi Kalimantan Utara, digunakan dimensi balok B1 500x700 mm, B2 400x600 mm, B3 300x400, B4 350x500, dan Balok Anak 300x500 mm. dimensi kolom K1 600x600 mm dan K2 500x500 mm, tebal plat lantai 130 mm dan plat atap 125 mm, untuk plat bordes tangga digunakan tebal 150 mm, telah memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus dan sudah mengakomodir percepatan gempa 0.359 g untuk periode 0.2 detik dan 0.330 g umtuk periode 1.0 detik, karena secara teori telah memenuhi syarat-syarat yaitu : Strong Column Weak Beam, tahan terhadap geser dan telah memenuhi syarat-syarat pendetailan setiap komponen-komponen rangka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perencanaan Struktur Portal Gedung Tahan Gempa Dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebagian besar wilayah di Indonesia mempunyai tingkat rawan gempa yang sangat tinggi, tercatat ada 4 wilayah di Indonesia yang mengalami kejadian gempa bumi dengan magnitudo yang sangat besar menurut katalog United States Geological Survey (USGS) yaitu antara lain gempa bumi Banda tahun 1983, gempa bumi Sumatra – Andaman tahun 2004, gempa bumi Sumatra Utara (Nias) tahun 2005, dan gempa bumi Pantai Barat Sumatra tahun 2012. Di Kalimantan Utara, zona gempa di wilayah ini masih cukup aman namun akan berubah dalam beberapa tahun kedepan dikarenakan beberapa wilayah di Indonesia mengalami gempa yang cukup besar dimana akan berpengaruh pada pergerakan zona gempa di Indonesia, khususnya di Kalimantan Utara yang pada tahun ini telah terjadi gempa di kota Tarakan dengan magnitudo menurut BMKG yaitu 4,1 SR. Guncangan yang disebabkan oleh gempa dapat menyebabkan kerusakan parah pada bangunan bertingkat, oleh karena itu digunakanlah metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) untuk merancang bangunan tahan gempa, khususnya pada gedung bertingkat. Untuk memenuhi kriteria struktur tahan gempa maka kinerja yang diharapkan dari struktur tersebut adalah “struktur boleh rusak tapi tidak boleh rubuh”. Dan dari situlah muncul konsep bilangan R (faktor reduksi gempa) yang mengandalkan sistem pengekangan lateral dengan metode perhitungan Sistem rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dalam tugas akhir ini akan direncanakan struktur portal gedung beton bertulang tahan gempa dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dimana struktur yang direncanakan adalah gedung ruko 3 lantai dan mengikuti wilayah zona gempa terbaru yaitu wilayah gempa 3. Adapun tahapan perhitungan dan perencanaan dimulai dari pembuatan struktur bangunan, analisa beban rencana, cek kekuatan, hingga perhitungan desain. Perencanaan dan perhitungan dibantu dengan program SAP2000. Dari tahapan perhitungan dan perencanaan dengan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dengan mengasumsikan dimensi balok 40 / 50 cm, dimensi balok 30 / 40 cm dan dimensi kolom 40 / 40 cm, diperoleh hasil untuk penulangan dimensi balok 40 / 50 cm digunakan tulangan 4 D 20, penulangan dimensi balok 30 / 40 cm digunakan tulangan 2 D 20, dan penulangan dimensi kolom 40 / 40 cm digunakan tulangan 12 D 20.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail