Pengaruh program Kesehatan dan keselamatan kerja (k3) terhapad kinerja karyawan pada proyek konstruksi pembangunan gedung PLN UP3 Tanjung Selor
-
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
-
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari beban berlebih (overloading) terhadap umur rencana perkerasan jalan. Beban berlebih adalah kondisi di mana kendaraan mengangkut muatan melebihi batas standar yang ditetapkan dalam desain perkerasan jalan, yang dapat menyebabkan kerusakan dini pada jalan. Kerusakan ini sering kali disebabkan oleh pelaksanaan jalan yang tidak memenuhi standar kualitas dan kendaraan yang membawa muatan berlebih seperti muatan sawit, yang berakibat pada penurunan umur rencana perkerasan jalan sebelum waktu yang direncanakan tercapai. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menghitung sisa umur perkerasan adalah Metode AASHTO 1993, yang mempertimbangkan nilai Vehicle Damage Factor (VDF) untuk menentukan penurunan umur rencana jalan akibat beban berlebih. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup survei lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang dilakukan selama satu minggu, serta analisis dampak dari kondisi jalan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan pada badan jalan dapat terjadi akibat beberapa faktor, termasuk retak yang tidak segera ditangani, kendaraan yang membawa muatan berlebih, dan lapisan permukaan yang tipis. Semua faktor ini berkontribusi pada terjadinya lubang dan kerusakan lainnya pada perkerasan jalan, yang dapat memperburuk keselamatan berkendara dan meningkatkan kemacetan. Dari hasil perhitungan menunjukan peresentase muatan normal dapat menurunkan umur rencana selama 10 tahun yaitu sebesar 167274584,1 ESAL dan untuk muatan berlebih selama umur rencana 10 tahun yaitu sebesar 33.061.345,62 ESAL. Sehingga nilai lalu lintas diperkirakan akan berakhir pada tahun ke 8 dikareranakn dari awal perhitungan umur rencana sudah menunjukan penurunan umur.
Gilang Restu Ageng
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sebauah prilaku Masyarakat Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Dalam Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik yang mana terdapat permasalahan di Desa tersebut yakni seringnya Masyarakat yang membuang sampah di Sungai dan menimbun sampah disamping hutan yang ada di Desa tersebut. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini antara lain dalam mengelola sampah organik dan anorganik menimbulkan perilaku yang bermacam-macam antara lain melakukan pembakaran sampah-sampah kering, kemudian melakukan pegomposan terhadap sampah organik, serta pemanfaatn Kembali sampah dan pemisahan sampah yang tidak dilakukan secara pengelolaan dengan baik bahkan bisa dikatakan tidak dilaksanakan secara terstruktur. Hanya kesadaran secara mendiri yang mengelola sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan Kembali seperti pupuk organik untuk sampah basah dan kerajinan tangan untuk sampah kering tersebut. Serta terdapat faktor pendukung yakni faktor aspek sosial dan faktor geografis serta terdapat faktor penghambat yakni faktor individu, faktor lingkungan dan faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedianya tong sampah untuk memisahkan sampah, tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara dan tidak adanya angkutan untuk mengangkut sampah di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, khususnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjung Palas Barat, serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Kepala Dinas, pegawai bidang sarana dan prasarana, kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah mencakup tiga bentuk utama, yaitu: (a) bantuan dropping dari pemerintah, (b) pengadaan sarana dan prasarana pendidikan seperti pembangunan ruang kelas, perpustakaan, serta pembelian meja, kursi, dan perlengkapan lainnya, serta (c) rehabilitasi sarana prasarana berupa perbaikan gedung sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan kebijakan antara lain adanya dukungan anggaran pemerintah, koordinasi yang baik antar pihak terkait, serta perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan dana, kurangnya koordinasi antar instansi, serta perencanaan yang belum sesuai dengan kebutuhan riil sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di daerah.
Hutan mangrove merupakan salah satu komunitas tumbuhan yang hidup di kawasan pinggiran pantai. Ekosistem mangrove, baik sebagai sumber daya alam maupun sebagai pelindung lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam aspek ekonomi dan ekologi bagi lingkungan sekitarnya. Mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa liar, seperti primata, reptilia dan aves. Selain sebagai tempat berlindung dan mencari makan, mangrove juga merupakan tempat berkembang biak bagi burung air. Badan Usaha Milik Desa Di Desa Tidung Pale Timur sebagai badan yang mengelola dan melestarikan hutan manggrove di wilayah Desa Tidung Pale Timur tersebut guna menjaga ekosisem biota laut baik biotik maupun abiotik. Selain itu dapat juga dimanfaatkan sebagai salah satu objek wisata bagi Desa Tidung Pale Timur untuk menambah pendapatan daerah. Namun dalam upaya pelestarian hutan manggrove di Desa Tideng Pale Timur Sangat terbatas. Dilihat dari kerusakan yang terjadi terdapat beberapa hambatan dan kemudian menjadi problema Badan Usaha Milik Desa dalam pengelolaannya. Berdasarkan observasi kawasan hutan mangrove di Desa Tidung Pale Timur terlihat sudah tidak terjaga dan kurangnya pengunjung yang datang.
- Pemanfaatan kulit kakao (mesocarp) sebagai bahan pembuatan kerupuk merupakan alternatif untuk pengurangan limbah kulit kakao khususnya di daerah Kalimantan Utara Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling disukai masyarakat dalam pembuatan kerupuk dengan menggunakan bahan tepung kulit kakao. Rancangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan. Perlakuan A1 (80% tepung tapioca + 20% tepung terigu), A2 (50% tepung tapioka + 20% tepung terigu + 30% tepung kulit kakao), A3 ( 40% tepung tapioka + 20% tepung terigu + 40% tepung kulit kakao), A4 (50% tepung kulit kakao). Pengamatan yang dilakukan meliputi uji organoleptik. Di analisis dengan menggunakan sidik ragam anova dengan microsoft excel dan aplikasi spss untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pada setiap perlakuan jika berpengaruh nyata maka di lanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian pada uji organoleptic tidak berbeda nyata di perlakuan A2,A3,A4. Tetapi berbeda nyata pada perlakuan A1 dikarenakan pengaruh tidak ada penambahan tepung kulit kakao dalam perlakuan. Formulasi kerupuk kulit kakao yang di sukai panelis pada perlakuan A2 dengan parameter uji kesukaan dan uji deskriptif pada kerupuk kulit kakao dengan nilai rata-rata 3,53 suka, dengan karakteristik warna coklat, rasa asin, beraroma kakao, dan tekstur renyah.
PROSES
Dalam penelitian ini penelitian terapan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menerapkan, menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis di dalam Peningkatan Kemampuan Aparat Desa dan Pelaksanaan Tugas Administrasi Pemerintah di Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui upaya peningkatan kemampuan aparat desa dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan di Desa Jelarai Selor dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan kemampuan aparat Desa dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan di Desa Jelarai Selor. Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif, model interaktif ini terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasis. Berdasarkan dari hasil pembahasan dikaitkan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka dapat ditarik beberapa Kesimpulan pokok sebagai berikut : Upaya peningkatan kemampuan aparat Desa Jelarai Selor dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan, khususrnya administrasi pemerintahan desa yang meliputi antara lain Pembinaan disiplin Aparat, Pendidikan dan pelatihan, Motivasi kerja, dan Pengembangan karir. Upaya peningkatan kemampuan aparat Desa Jelarai Selor dikarenakan kondisi pelaksanaan tugas pemerintahan desa disebabkan oleh beberapa faktor yang melingkupi Aparat desa. Faktor-faktor yang dimaksud adalah minimnya keterampilan/kemampuan setiap Aparat desa sehubungan dengan tugas-tugas tersebut, masih rendahnya disiplin kerja ditinjau dari aspek waktu, minimnya pemberian bimbingan terhadap aparat, pengawasan dan, pengendalian yang tidak efektif, serta kondisi kerja yang kurang mendukung.
-Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari sari-sari buah, dengan tekstur yang kenyal karena mengandung bahan pembentuk gel, baik alami maupun pengenyal tambahan seperti gelatin, karagenan, CMC (Carboxy Methyl Cellulosa) dan agar. Ubi jalar orange dan rosella berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan permen jelly, dikarenakan mengandung pektin yang berfungsi sebagai pembentuk gel alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan dan bungan rosella terhadap sifat organoleptik dan juga ingin mengetahui formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan bunga rosella yang disukai oleh konsumen. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan, dengan 3 kali pengulangan. Formulasi permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella terhadap pH dan kadar air 5% (p>0,05). Namun tidak memberikan pengaruh terhadap sifat organoleptik, melalui 4 (empat) perlakuan kkarakteristik tekstur, warna, aroma dan rasa secara organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi pembuatan permen jelly berbahan dasar ubi jalar orange dan ekstrak rosella formulasi yang disukai oleh konsumen adalah pada perlakuan U1R4 dengan campuran 20% bubur ubi jalar orange dan 80% ekstrak rosella, dengan karakteristik tekstur agak kenyal, warna agak kuning, aroma cukup khas ubi, dan rasa agak manis
Pembangunan infrastruktur jalan raya berperan penting dalam memperlancar transportasi barang dan orang, serta mendukung perkembangan ekonomi dan daya saing suatu negara. Salah satu komponen penting dalam konstruksi jalan adalah pengendalian mutu aspal (AC-BC), yang mempengaruhi kinerja lapisan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian mutu pelaksanaan aspal pada proyek preservasi jalan Batas Bulungan – Tanjung Selor di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini berfokus pada penerapan standar mutu aspal (AC-BC) melalui pengumpulan data berupa Job Mix Formula (JMF), pengujian core drill, dan evaluasi laboratorium. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data primer dan sekunder dari lapangan dan laboratorium. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Marshall untuk mengukur kepadatan, kestabilan, dan fleksibilitas campuran aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel aspal memenuhi spesifikasi teknis, namun beberapa sampel menunjukkan kepadatan yang kurang optimal, yaitu di bawah 98%, sehingga memerlukan perbaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah dan pihak terkait dalam memperbaiki pengendalian mutu pekerjaan jalan, khususnya dalam penerapan standar mutu aspal pada proyek preservasi jalan, serta sebagai referensi akademik dalam pengembangan ilmu teknik sipil, khususnya dalam pengendalian kualitas bahan konstruksi jalan.
-
ABSTRAK Pembangunan gedung perkantoran di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan wilayah sebagai pusat pemerintahan. Namun, pada tahap awal perencanaan, estimasi biaya konstruksi sering kali menghadapi ketidakpastian akibat keterbatasan informasi desain dan teknis. Oleh karena itu, estimasi biaya pada tahap konseptual menjadi aspek penting karena berperan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan perencanaan anggaran proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel dominan yang memengaruhi biaya konstruksi serta membangun model estimasi biaya tahap konseptual pada proyek gedung perkantoran di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fuzzy Logic Mamdani yang mampu memodelkan data tidak pasti dan ambigu secara adaptif. Berdasarkan hasil penelitian, data diperoleh melalui kuesioner kepada pakar dan survei data historis terhadap 24 proyek gedung perkantoran, dengan variabel yang dianalisis meliputi luas total bangunan, jumlah tingkat bangunan, ketinggian bangunan, durasi proyek, serta variabel lokasi proyek dan tahun pembangunan yang digunakan dalam proses normalisasi data. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan bahwa luas total bangunan, durasi proyek, jumlah tingkat bangunan, dan ketinggian bangunan merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap biaya konstruksi. Model estimasi biaya dikembangkan melalui tiga tahap iterasi menggunakan perangkat lunak MATLAB R2021a untuk mengoptimalkan fungsi keanggotaan dan aturan IF– THEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Fuzzy Logic MATLAB memiliki tingkat akurasi yang baik dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 12,34% pada data pembentuk model dan sebesar 1,45% pada tahap validasi. Tingkat akurasi tersebut memenuhi standar estimasi biaya konseptual menurut American Association of Cost Engineers (AACE) kelas 4–5 dengan rentang akurasi −20% hingga +30%, sehingga model yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam perencanaan anggaran proyek konstruksi di wilayah Kalimantan Utara.
Peneliti memfokuskan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pemerintah desa. Serta apa saja kendala dan upaya pemerintah desa salimbatu dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dengan teknik wawancara dengan informan yang telah ditetapkan secara mendalam (Deep Interview). Analisis data menggunakan data primer dan sekunder dengan pendekatan model interaktif triangulasi Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran pemerintah desa dalam pemberdayaan dan perlindungan nelayan belum berkelanjutan dan masih berorientasi proyek. Hal ini terlihat pada pendanaan terhadap pengembangan dan perlindungan terhadap nelayan yang masih minim. Adapun kendala yang dihadapi berupa : Sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, ketiadaan regulasi yang mengatur tata laksana secara terperinci, ketidakjelasan pemberian modal usaha. Sedangkan upaya yang telah dilakukan antara lain : Melakukan sosialisasi keselamatan kerja, penggunaan alat tangkap, dan pemanfaatan sumber daya laut, memberikan bantuan modal dan fasilitas seperti sarana dan prasarana, mengembangkan usaha produktif, dan menyediakan informasi tepat guna.
Hutan mangrove di Desa Tidung Pale Timur, yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies, mengalami degradasi akibat kegiatan berlebihan seperti pengambilan kayu dan pembuatan tambak. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berperan dalam pelestarian, namun terbatas oleh kerusakan dan kurangnya pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pelestarian mangrove oleh BUMDes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data menggunakan model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian mangrove oleh BUMDes di Desa Tidung Pale Timur telah memberikan hasil positif. Keterlibatan berbagai pihak, terutama masyarakat, menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya mangrove secara ekologis dan ekonomi. Penanaman mangrove berhasil dengan partisipasi aktif masyarakat. Meskipun pemahaman lebih mendalam tentang kebijakan dan manfaat mangrove masih perlu ditingkatkan, perizinan usaha perlu mempertimbangkan prinsip konservasi agar pengembangan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi.Peningkatan pengetahuan konservasi melalui kearifan lokal didukung oleh BUMDes, pemerintah desa, dan pengelola kawasan. Pendapatan masyarakat pesisir berpotensi meningkat, meskipun tantangan dalam merata-manfaatkan program masih ada. Program komunikasi konservasi berhasil mengedukasi dan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Penegakan hukum melibatkan kerjasama antara BUMDes, aparat desa, pemerintah kabupaten, dan masyarakat. Perbaikan ekosistem pesisir secara terpadu efektif menangani abrasi, rehabilitasi, dan kualitas air dengan dukungan dari pemerintah dan LSM. Faktor pendukung meliputi kesadaran masyarakat, dukungan pemerintah, kerjasama dengan LSM, dan bantuan pelatihan, bibit, serta pendanaan, sedangkan penghambat meliputi kurangnya pemahaman, keterbatasan dana, dan partisipasi terbatas. Kata Kunci : Upaya, Pelestarian, Hutan Mangrove
Peneliti memfokuskan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pemerintah desa. Serta apa saja kendala dan upaya pemerintah desa salimbatu dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif, dengan teknik wawancara dengan informan yang telah ditetapkan secara mendalam (Deep Interview). Analisis data menggunakan data primer dan sekunder dengan pendekatan model interaktif triangulasi Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran pemerintah desa dalam pemberdayaan dan perlindungan nelayan belum berkelanjutan dan masih berorientasi proyek. Hal ini terlihat pada pendanaan terhadap pengembangan dan perlindungan terhadap nelayan yang masih minim. Adapun kendala yang dihadapi berupa : Sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, ketiadaan regulasi yang mengatur tata laksana secara terperinci, ketidakjelasan pemberian modal usaha. Sedangkan upaya yang telah dilakukan antara lain : Melakukan sosialisasi keselamatan kerja, penggunaan alat tangkap, dan pemanfaatan sumber daya laut, memberikan bantuan modal dan fasilitas seperti sarana dan prasarana, mengembangkan usaha produktif, dan menyediakan informasi tepat guna.
Penelitian ini dilakukan di desa salimbatu kecamatan tanjung palas tengah kabupaten bulungan yang berlangsung pada bulan juni 2024 hingga selesai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Salimbatu dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa di desa salimbatu kecamatan tanjung palas tengah kabupaten bulungan. Dalam penelitian ini peniliti melakukan wawancara langsung kepada beberapa masyarakat. Peneliti menggunakan metode penelitian secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa tingkat partisipasi Masyarakat di Desa Salimbatu terbilang baik. Dari indikator pengambilan keputusan, masyarakat memberikan pendapat pada setiap rapat yang dilakukan, dalam pelaksanaan, masyarakat berpartisipasi secara materi maupun tenaga, dalam pengambilan manfaat, masyarakat dapat terbantu dengan adanya pembangunan yang sudah terlaksana seperti akses ke sawah, dan dalam evaluasi, masyarakat langsung melihat apa yang menjadi kekurangan dari kegiatan pembangunan. Faktor yang menghambat Masyarakat dalam berpartisipasi karena adanya faktor usia, jenis kelamin, Pendidikan, pekerjaan/penghasilan dan lamanya tinggal sehingga membatasi mereka ikut berpartisipasi.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sebauah prilaku Masyarakat Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Dalam Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik yang mana terdapat permasalahan di Desa tersebut yakni seringnya Masyarakat yang membuang sampah di Sungai dan menimbun sampah disamping hutan yang ada di Desa tersebut. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini antara lain dalam mengelola sampah organik dan anorganik menimbulkan perilaku yang bermacam-macam antara lain melakukan pembakaran sampah-sampah kering, kemudian melakukan pegomposan terhadap sampah organik, serta pemanfaatn Kembali sampah dan pemisahan sampah yang tidak dilakukan secara pengelolaan dengan baik bahkan bisa dikatakan tidak dilaksanakan secara terstruktur. Hanya kesadaran secara mendiri yang mengelola sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan Kembali seperti pupuk organik untuk sampah basah dan kerajinan tangan untuk sampah kering tersebut. Serta terdapat faktor pendukung yakni faktor aspek sosial dan faktor geografis serta terdapat faktor penghambat yakni faktor individu, faktor lingkungan dan faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedianya tong sampah untuk memisahkan sampah, tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara dan tidak adanya angkutan untuk mengangkut sampah di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.
MASIH PROSES