TRIFENA WING JAIS
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh integrated marketing communication terhadap keputusan pembelian studi kasus pada UMKM produk souvenir Herlita di Desa Mara 1. Jumlah sampel penelitian yang digunakan adalah 60 responden yang membeli produk UMKM Souvenir Herlita. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan data tersebut dianalisis dengan menggunakan Program SPSS 23. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa promosi penjualan, penjualan personal dan pemasaran langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sementara periklanan dan hubungan masyarakat tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai adjust R square sebesar sebesar 0,613 atau 61,3% yang menunjukan bahwa variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan personal, hubungan masyarakat dan pemasaran langsung berpengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 61,3% sementara sisanya 38,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
IMAN RACHMAN HIDAYAH
2024 · Thesis · Open Access
IIntegrated terminal and port planning in Tanjung Selor as a means of infrastructure supports a region that can develop with a vernacular architectural approach. Vernacular architecture is architecture from and by the people, which grows and develops in a society with a particular culture. In order to achieve good transportation facilities, terminal public transportation modes will be synergized with port water transportation modes. This planning has the benefit of being a reference for the community and government agencies in designing an integrated building plan. The method used is descriptive analysis which is very appropriate for use in the planning flow described above. Output: Planning output in the form of reports and working drawings which can later be used as references for planning buildings that have the same theme
TEGUH RAHMAT NANDY
2024 · Thesis · Open Access
Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui persepsi pengguna terhadap pelayanan pengguna di perpustakaan SD Negeri 007 Tanjung Palas Hulu kabupaten bulungan.Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan membahas obyek yang diteliti secara mendalam. Pada penelitian kualitatif ini pemilihan informan atau subjek penelitian menggunakan criterion based selection, yaitu pemilihan informan atau subjek penelitian yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian yang diajukan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah teknik analisa deskriptif.Pelayanan sirkulasi adalah kegiatan melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan sekolah. Pelayanan sirkulasi di perpustakaan merupakan salah satu kegiatan yang bersifat langsung dengan pengguna perpustakaan.bagian dalam pelayanan sirkulasi ialah melayani peminjaman buku dan pengembalian Buku . Pelayanan teknis di perpustakaan adalah seluruh kegiatan yang berhubungan dengan persiapan penyajian bahan pustaka kepada pengguna seperti kegiatan pengadaan dan pengelolaan bahan pustaka. Pelayanan teknis perpustakaan merupakan layanan yang tidak langsung berhubungan dengan pembaca (technical servis) pengerjaannya meliputi Klasifikasi bahan-bahan pustaka dan Penyusunan Buku.Pelayanan Sirkulasi berjalan dengan cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan pelayanan sirkulasi yang meliputi melayani peminjaman buku yang terdapat pada dua sistem yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup.Pada pelayanan ini petugas perpustakaan berhubungan langsung dengan pengguna perpustakaan dalam hal membantu pengguna menemukan buku yang diinginkan. Melayani pengembalian buku, petugas perpustakaan memberikan denda apabila siswa tidak mengembalikan buku pada waktu yang telah ditentukan. Pelayanan Teknis berlangsung cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari kegiatan pelayanan teknis di sekolah meliputi Klasifikasi bahan-bahan pustaka menggolongkan bahan pustaka sesuai dengan jenis dan subjeknya dan penyusunan buku-buku dilakukan sesuai dengan sistem tertentu.
JADI PASLION PETRA SIHITE
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Salah satu rekayasa lalu lintas yang berfungsi sebagai alat pengendali kecepatan lalulintas adalah jendulan melintang jalan. Jendulan melintang adalah peninggian melintang permukaan jalan yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan kendaraan. Fasilitas ini dikenal dengan berbagai jenis, diantaranya Speed Bump,Speed Hump, dan Speed Tables. Jendulan melintang (Speed Bumps) adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan kendaraannya, kelengkapan tambahan antara lain berupa peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan dengan lebar, tinggi dan kelandaian tertentu yang dikenal sebagai polisi tidur. Pemasangan speed bumps diperkotaan dapat mengurangi kecepatan, namun disisi lain ada juga ketidaknyamanan bagi masyarakat, seperti polusi udara dan polusi kebisingan. Kebisingan ditimbulkan oleh lalulintas yang melewati speed bumps tersebut. Yang untuk melewatinya harus mengadakan perlambatan dan percepatan, bisa pula tingkat kebisingan bertambah karena bentuk dan ukuran speedbumps itu sendiri. Dalam penelitian ini akan dianalisa pengaruh speedbumps terhadap penurunan kecepatan. Penelitian dilakukan pada Jalan Kolonel Soetadji depan SMA Negeri 1 Tanjung Selor. Pada ruas jalan tersebut dibagi dua titik lokasi penelitian untuk membedakan data kecepatan pada lokasi terdapat fasilitas polisi tidur dengan yang tidak terdapat fasilitas polisi tidur. Metode penelitian ini meggunakan metode survei kecepatan setempat yaitu dengan mengukur kecepatan kendaraan roda empat (mobil penumpang) dan roda dua (sepeda motor) sebelum dan setelah melewati polisi tidur (Speed Bump). Dalam hasil penelitian ini di ketahui bahwa kecepatan kendaraan berupa kendaraan ringan pada Jalan Kolonel Soetadji depan SMA N 1 Tanjung Selor, berkurang dari 41,48 km/jam manjadi 25,32 km/jam sedangkan kecepatan sepeda motor berkurang dari 46,36 km/jam menjadi 30,70 km/jam.
MUHAMMAD ARDANS
2024 · Thesis · Open Access
Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program yang diberi nama Zona Selamat Sekolah (ZoSS) Sebagai salah satu syarat untuk mengurangi kecepatan kendaraan di lokasi sekitar sekolah. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah di SDN 002 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan observasi fasilitas perlengkapan ZoSS seperti dimensi, zebra cross, rambu dan marka jalan yang selanjutnya dibandingkan dengan peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat No. SK3582/AJ/DRJD/2018. Berdasarkan hasil analisis, pemenuhan fasilitas kelengkapan zona selamat sekolah berupa dimensi (panjang ZoSS), zebra cross rambu lalu lintas dan marka jalan, beberapa fasilitas belum sesuai dengan standar yang ada. Kecepatan kendaraan saat melewati ZoSS masih lebih besar jika dibandingkan dengan batas kecepatan maksimum yang diijinkan di lokasi ZoSS yaitu (30 km/jam). Rata-rata kecepatan kendaraan di lokasi ZoSS yaitu 43.41 km/jam, sehingga penerapan ZoSS belum efektif. Diperlukan adanya perbaikan pada ZoSS dan marka jalan untuk meningkatkan optimalisasi kinerja Zona Selamat Sekolah.
KHAIRIL ANWAR
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK UPT Puskemas ini memiliki dua ruang parkir, yaitu Parkir Karyawan dan Parkir Umum.Tempat parkir yang tidak memadai terkhusus pada tempat parker karyawan. Akibatnya, banyak kendaraan motor karyawan yang tidak tertata dengan rapi sesuai dengan ruang parkir yang telah disediakan oleh pihak UPT Puskesmas Tanjung Palas. Rumusan masalah yaitu Berapa kapasitas ruang parkir untuk menampung kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan luasannya, Berapa kapasitas ruang parkir kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan kondisi Existing dengan menggunakan tipe sudut 90°. Tujuannya adalah Mengetahui kapasitas ruang parkir untuk menampung kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan luasannya. Mengetahui kapasitas ruang parkir kendaraan UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan kondisi Existing dengan menggunakan tipe sudut 90°. Penelitian di lakukan di ruang parkir pada UPT Puskesmas Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kecamatan Tanjung Palas Provinsi Kalimantan Utara Jalan M. Tayib. Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini, data yang ingin dikumpulkan diklasifikasikan menjadi 2 (dua) yaitu data primer dan data sekunder. Dimana untuk memperoleh data primer dilakukan dengan survei langsung lokasi penelitian tersebut, sedangkan untuk mendapatkan data sekunder diperoleh dari pihak instansi yang terkait dengan studi penelitian. Dari hasil penelitian pada kapasitas ruang parkir UPT Puskesmas Tanjung palas, dapat disimpulkan bahwa Kapasitas Ruang Parkir UPT Puskesmas Tanjung Palas adalah 78 kendaraan, dengan 70 kendaraan sepeda motor dan 8 kendaraan mobil dengan luasan total 210 m2. Mampu menampung kendaraan mobil karyawan, sepeda motor untuk umum, dan mobil untuk umum. Untuk kapasitas ruang parkir Motor Karyawan dengan luasan 42 m2 tidak dapat menampung 40 kendaraan Motor Karyawan yang parkir karena hanya dapat menampung 28 kendaraan saja. Selain Kapasitas Ruang Parkir juga terdapat perhitungan untuk Akumulasi Parkir Maksimal, Volume Parkir Maksimal, Parking Turn Over, Indeks Parkir, dan Kebutuhan Ruang Parkir. Kapasitas Ruang Parkir UPT Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan kondisi Existing dengan menggunakan tipe sudut 90° adalah 52 kendaraan, dengan 47 kendaraan sepeda motor dan 5 kendaraan mobil.
SUDIOMO HASUGIAN
2024 · Thesis · Open Access
Perancah adalah konstruksi dari batang kayu, atau pipa baja yang didirikan ketika suatu gedung sedang dibangun untuk menjamin tempat kerja yang aman bagi pekerja yang membangun suatu gedung, memasang sesuatu, atau mengadakan pekerjaan pemeliharaan. Dalam penelitian ini jenis bahan perancah yang akan diteliti untuk perbandingan adalah jenis bahan perancah konvensional kayu dan jenis bahan perancah dari baja (scaffolding). Perhitungan biaya material untuk jenis bahan perancah konvensional (kayu) berdasarkan harga dari material tersebut, sedangkan perancah dari baja (scaffolding) berdasarkan harga sewa. Adapun rumusan masalahnya bagaimana hasil dari perbandingan biaya dan waktu antara scaffolding (steiger) dengan perancah konvensional (kayu) pada pekerjaan struktur plat dan balok beton Pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pembendaharaan Kalimantan Utara. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari perbandingan biaya dan waktu antara penggunaan Scaffolding (Steiger) dengan perancah konvensional (kayu) pekerjaan struktur plat dan balok beton pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pembendaharaan Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode komparatif, kemudian sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara langsung. Dengan menggunakan dua perbandingan yaitu dari segi waktu dan biaya maka dihasilkan data menggunakan perbandingan perhitungan waktu dari dua penggunaan perancah yang pertama scaffholding (steiger) durasi waktu pemasangan scaffolding (steiger) lantai 1 Pembangunan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kalimantan Utara dari hasil perhitungan di atas di peroleh ± 9 hari kerja. dan kedua konvensional (kayu) durasi waktu pemasangan konvensional (kayu) lantai 1 Pembangunan Kantor Wilayah) Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kalimantan Utara dari hasil perhitungan di atas di peroleh ±11 hari kerja, dan juga menggunakan perbandingan perhitungan biaya dari dua penggunaan perancah, pertama menggunakan Scaffholding (Steiger) dengan biaya Rp 94.080.000 sedangkan yang kedua menggunakan perancah kayu dengan biaya Rp 104.346.000,-.
MUHAMMAD AL-IQBAL
2024 · Thesis · Open Access
Konsep nilai hasil (Earned Value) merupakan suatu metode pengelolaan proyek yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan waktu. Metode ini memberikan informasi tentang Varian Biaya (Cost Varian), Varian Jadwal (Schedule Varians), Indeks Kinerja Biaya (Cost Performance Index), Indeks Kinerja Jadwal (Schedule Perfomance Index) proyek dalam laporan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan earned value dalam memperkirakan biaya dan waktu pengerjaan proyek, apakah pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu dan biaya yang direncanakan. Metode nilai hasil ini mencakup rencana anggaran biaya (RAB), analisa harga satuan serta laporan kemajuan proyek diolah untuk mendapatkan BCWS (Bidgeted Cost of Work Schedule), ACWP (Actual Cost of Work Perfomance), dan BCWP (Budgeted Cost of Work Perfoemance). Dari hasil penerapan metode nilai hasil diketahui sampai hasil tinjauan pada bulan November didapatkan BCWS = Rp. 1.076.846.259,73; ACWP = Rp. 902.787.728,18; BCWP = 1.062.152.074,42; Dan dapat diketahui perkiraan biaya akhir proyek EAC (Estimate At Complete) adalah Rp. 1.265.612.958,53 dengan anggaran rencana sebesar Rp. 1.483.200.000,00 dan Estimate Date Complete (EDC) diketahui pekerjaan selesai selama 56 hari. Dari hasil tersebut pekerjaan mengalami keterlambatan selama 28 hari
EDUARDUS DEDEO
2024 · Thesis · Open Access
edo
MUHAMMAD IHSAN JAYA RABBANI
2024 · Thesis · Open Access
Proyek konstruksi dapat diukur dari biaya yang menguntungkan dan waktu penyelesaian yang tepat sebagai salah satu faktor keberhasilan suatu proyek. Untuk mengantisipasi resiko seperti keterlambatan yaitu dengan mengoptimalkan biaya dan waktu pada proyek. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui waktu dan biaya serta alternatif percepatan yang paling optimum pada proyek Revitalisasi Tugu Cinta Damai setelah dilakukan percepatan. Metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pengelolaan biaya dan waktu pada proyek tersebut adalah metode Time Cost Trade Off (TCTO) yang memungkinkan manajer proyek untuk memilih alternatif waktu dan biaya terbaik dengan menganalisis penambahan biaya proyek akibat pengurangan durasi pelaksanaan, sehingga didapatkan kondisi biaya dan waktu optimum. Pada metode ini dibantu dengan Microsoft Project untuk mencari lintasan kritis dengan menentukan hubungan antar kegiatan pekerjaan (Predecessors & Successors) dan Microsoft Excel untuk membantu dalam perhitungan data maupun percepatan pada metode ini. Pada alternatif penambahan jam kerja 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, didapatkan alternatif yang paling optimum yaitu penambahan jam kerja 2 jam dengan total durasi proyek adalah 63 hari kerja dengan total biaya sebesar Rp711.959.216,54, menghasilkan efisiensi waktu proyek sebanyak 35 hari (35,71%) dan efisiensi biaya proyek sebesar Rp12.137.717,90 (1,68%). Jadi, dari ketiga alternatif percepatan tersebut, alternatif yang paling optimum adalah penambahan jam kerja 2 jam, dengan selisih durasi 35 hari.
SHAFA AQILLA CALLISTA
2024 · Thesis · Open Access
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE JALUR KRITIS/CPM (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG OLAHRAGA DESA TENGKAPAK)
KAHARUDDIN
2024 · Thesis · Open Access
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dengan pola hidup yang semakin konsumtif sudah tentu diikuti dengan meningkatnya produksi sampah. Sampah yang dibuang secara open dumping berpotensi menimbulkan berbagai jenis penyakit dan sebagai tempat berkembang-biaknya sumber penyakit untuk mengantisipasi permasalahan sampah dan bahaya pencemaran lingkungan yang semakin parah dikemudian hari. Maka dari itu perlu dikembangkan desain bangunan tempat pengelolaan sampah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui volume timbulan sampah di Desa Sajau Hilir, mendapatkan desain Tempat Pengelolaan Sampah (TPS3R) di Desa Sajau Hilir, mendapatkan biaya pembuatan desain Tempat Pengelolaan Sampah (TPS3R). Peneliti selanjutnya menggunakan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah. Dari penelitian tersebut diperoleh Hasil Pengukuran timbulan, komposisi dan Berat jenis sampah di Desa Sajau Hilir,sampah per orang sebesar 2,94 liter/orang/hari dan untuk keseluruhan sebanyak 393,58 liter/hari, luas desain tempat pengolahan sampah 3R (TPS3R) di Desa Sajau Hilir ialah sebesar 200m2 dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah 3R di Desa Sajau Hilir adalah Rp. 558.597.000.
ANJASMAN
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pemanfaatan prasarana jalan yang baik sesuai dengan perencanaan pembangunan jalan, perlu dilakukan usaha-usaha perawatan dan penyelesaian yang mesti direncanakan secara efektif pada ruas jalan yang ada, sehingga dapat berfungsi lebih optimal dan mempermudahkanarus transportasi. Untuk memperoleh fungsi jalan yang optimaldiharapkan kualitas kontruksi perkerasan jalan selalu memberikan lapis permukaan yang rata sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan dan dapat menjamin kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini berlokasi di Jalan Merak Selimau I Jalur IV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode Bina Marga. Dengan menggunakan metode ini kita dapat mengetahui jenis jenis kerusakan yang ada serta kelas kerusakannya serta upaya penanganannya. Dari hasil perhitungan diperoleh Jenis kerusakan di Jalan Merak Selimau I Jalur IV antara lain : Pelepasan Butir, alur, lubang, retak buaya, retak memanjang, retak melintang, dan disintegration. serta diperoleh nilai kondisi jalan 8 dengan angka nilai prioritas 6 menandakan bahwa jalan harus dimasukkan kedalam program pemeliharaan secara berkala
MARDHAWIAH NUR
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Sungai Selor sangat penting dalam sistem penata air di area Kelurahan Tanjung Selor Hilir di mana panjang sungai tersebut 6.7 km yang melewati daerah Bulu Perindu sampai Tanjung Rumbia. Dengan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat memprihatinkan akibat penumpukan sedimen, menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat sekitar. oleh sebab itu dibuatlah analisis besar muatan sedimen dasar dengan mengunakan metode Mayer Petter Muller. Metode M-P-M ini menggunakan data yang diambil dari suatu pengukuran pada satu penampang basah, kedalaman air rata-rata, kecepatan rata-rata, kemiringan dasar sungai dan diameter butiran sedimen dasar (bed load)hasil perhitungan sedimen dasar (bed load). Dengan pengambilan sampel sedimen dasar dan pengujian sampel di laboratorium, diperoleh data kadar air sedimen, berat jenis sedimen dan analisa saringan, maka besarnya sedimen dasar dapat diketahui sebesar dengan diameter butiran D90 Dari perhitungan analisa saringan lolos saringan No.4 (4,750 mm) adalah 98,4% sedangkan pada lolos saringan No.90 (0,175) adalah 23,33%,maka besar muatan angkutan sedimen dasar pada sungai Selor dengan Lokasi Jembatan Meranti menggunakan pendekatan Mayer Petter Muller yaitu debit sedimen dasar dalam jangka waktu satu hari sebesar 5,9616 ton/hari, debit sedimen dasar dalam jangka waktu satu tahun sebesar 2.175,984 ton/tahun, dan debit sedimen dasar pada jangka waktu 15 tahun sebesar 32.639,76 ton.
NOVI ANISYAH BUDI ARTI
2024 · Thesis · Open Access
Gedung Gabungan Dinas dengan tinggi bangunan gedung 19,95 meter yang terdiri dari basement dan lima lantai di atasnya merupakan salah satu gedung yang didirikan dengan tujuan sebagai wadah juga sarana bagi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki bangunan sendiri. Oleh karena itu penerapan sistem proteksi kebakaran sangat penting sebab kebakaran menimbulkan berbagai macam kerugian. Dengan adanya ketertarikan penelitian pada Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kalimantan Utara maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) yang mengacu pada Pedoman Teknis Pemeriksaan Keselamatan Bangunan Terhadap Bahaya Kebakaran yang dikeluarkan oleh Badan Litbang PU Departement Pekerjaan Umum Tahun 2005. Dari hasil pemeriksaan komponen proteksi kebakaran pada Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kalimantan Utara, Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) sebesar 91,30 % dari nilai 100% yang berarti masuk dalam kategori Baik.
HUDA NUR ROCHIM
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Kondisi lereng dengan beban yang besar dan kemiringan yang curam dapat menyebabkan terjadinya kelongsoran sehingga diperlukan sebuah perkuatan lereng, salah satunya yaitu dengan geotekstil. Geotekstil sering digunakan karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dalam pelaksanaan, murah, dan dapat meningkatkan stabilitas lereng secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak vertikal antar geotekstil (Sv) terhadap angka keamanan lereng yang dilakukan dengan membandingkan dua perhitungan yaitu perhitungan manual dan program Geoslope. Analisis yang dilakukan dengan perhitungan manual, yaitu stabilitas lereng dengan perkuatan, serta stabilitas lereng dengan perkuatan dan tanpa perkuatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh besarnya nilai SF akibat dari variasi jarak vertikal antar geotekstil, nilai SF lereng dalam kondisi eksisting sebesar 1.12, kemudian dari hasil nilai SF tersebut dilakukan penggalian pada lokasi lereng tanah lalu diganti dengan tanah timbunan, kemudian dianalisis nilai SF tanah timbunan tanpa perkuatan geotekstik didapatkan sebesar 1.42, kemudian diperlukan analisis perhitungan nilai beban merata yang bekerja diatasnya dan jika tidak menggunakan perkuatan geotekstil didapatkan nilai SF sebesar 0.358, dari nilai SF tersebut dapat disimpulkan perlu ditambakan perkuatan geotekstil pada tanah timbunan tersebut, pada analisa selanjutnya, menghitung manual pada lereng tanah menggunakan dua variasi jarak vertikal antar geotekstil (Sv) dengan variasi 1 m dan 1.5 m, dari analisa perhitungan manual didapatkan nilai SF variasi Sv 1 m didapatkan sebesar 1.60 dan nilai SF pada variasi Sv 1.5 m didapatkan sebesar 1.242, kemudian dilakukan analisis lereng tanah dengan menggunakan Geoslope, didapatkan nilai SF pada variasi Sv 1 m didapatkan sebesar 1.764, dan pada nilai SF pada variasi Sv 1.5m didapatkan sebesar 1.255.
ALMA MELANDA
2024 · Thesis · Open Access
Manajemen risiko dapat menghandle risiko sebelum proyek berjalan atau ketika risiko terjadi, dapat meminimalkan biaya, penundaan, tekanan, dan ketidaktahuan suatu proyek sehingga akan menjamin proyek berjalan dengan sesuai dengan yang diharapkan Pada Proyek Pembangunan Ruang laboratorium Fisika SMA 1 Sekatak menghadapi risiko-risiko yang kemungkinan terjadi yang dapat mempengaruhi proses pekerjaan proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek pembangunan ruang laboratorium fisika SMA Negri 1 Sekatak. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi risiko dan analisis risiko pada pelaksanaan proyek pembangunan ruang laboratorium fisika SMA Negri 1 Sekatak. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara survey menyebarkan kuesioner faktor risiko kepada responden yang merupakan penilaian rangking dari kuesioner faktor risiko dan Tindakan terhadap faktor risiko menggunakan Indeks Kepentingan Relatif (IKR). Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan Terdapat 12 risiko yang sangat berpengaruh dan berpengaruh pada pelaksanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Ruang Laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Sekatak. Adapun risiko yang termasuk dalam kategori sangat berpengaruh yaitu kurangnya tanda atau rambu peringatan daerah berbahaya yang dapat membahayakan tenaga kerja dan risiko yang masuk dalam kategori berpengaruh yaitu Perselisihan antara Owner dan Kontraktor, Kurang disiplinnya pekerja menggunakan APD, Cuaca Tidak Menentu, Adanya perubahan desain, Birokrasi yang berbelit-belit dalam pengurusan ijin pelaksanaan proyek, Banjir, Kebangkrutan yang dialai kontraktor, sub-kontraktor dan supplier saat berlangsungnya proyek, Kesulitan pengiriman material dan peralatan ke lokasi, Gempa Bumi, Kesulitan dalam mencari material yang sama atau sejenis pada pekerjaan perbaikan dan Kerusakan atau kehilangan (pencurian).
JENI PARITA
2024 · Thesis · Open Access
Bertambahnya perusahaan jasa transportasi dan jumlah penduduk, yang ada di wilayah Kalimantan Utara khususnya di Tanjung Selor semakin banyaknya kebutuhan hidup masyarakat, dimana masyarakat memiliki tingkat mobilitas, telah menyebabkan kebutuhan jasa transportasi. Sehingga perusahaan jasa transportasi memiliki peluang yang besar dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja pelayanan Bus DAMRI serta mengetahui indikator yang mempengaruhi kepuasan pengguna jasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Imfortance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja pelayanan Bus DAMRI belum terpenuhi, hal tersebut dapat lihat dari perhitungan Imfortance – Performance Analysis (IPA) berdasarkan rekapitulasi nilai GAP (-0,07) yang berdasarkan pernyataan atau indikator tergolong dalam kriteria tidak puas karena nilai GAP menujukan terdapat angka minus (-) dibelakang koma yang artinya bahwa terjadi ketidak kepuasan antara penumpang dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Bus DAMRI. Oleh karena itu pihak Bus DAMRI harus memperbaiki kinerja pelayanan karena masih terdapat beberapa atribut yang kinerja pelayanan nya kurang salah satunya adalah variabel Reliability pernyataan 1 pendapat anda terhadap kecepatan perjalanan.
SUHAIL TUSTARI
2024 · Thesis · Open Access
Parkir merupakan kebutuhan bagi masyarakat, terutama pada temmpat-tempat perbelanjaan, perttokoan, perkantoran, dan tempat wisata. Tujuan awal dari pembuatan tempat parkir adalah untuk merapihkan kendaraan yang di parkirkan di sembarang tempat, agar tata letak tidak mengganggu lalu lintas dan jalan umum maka terciptalah tempat parkir. Proses pembuatan didasarkan pada tinjauan terhadap kapasitas ruang parkir dan penataan pola ruang parkir. Ruang parkir yang digambarkan dengan layout menggunakan autocad, berdasarkan gambar dari layout kita dapat mengetahui dengan spesifik kebutuhan ruang parkir dan penataannya. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan akumulasi parkir, volume parkir, turnover, indeks, kebutuhan ruang parkir, dan perencanaan ruang parkir. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah suvey pendahuluan, peninjauan lokasi, survey dan data primer serta wawancara langsung kepada pihak pengelola lahan parkir tersebut. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa kapasitas ruang parkir di Kulteka Tanjung Selor adalah 146 kendaraan sepeda motor dan 44 kendaraan mobil dengan parkir motor dan mobil tertinggi yaitu 40 kendaraan sepeda motor dan 32 kendaraan mobil dengan luas 322 m2 dimana mampu menampung kendaraan dengan perencanaan ruang parkir yang dapat menangani kemacetan di jalan Kulteka dan dapat di pindah ke area parkir dengan pola parkir kombinasi yang terdiri dari pola parkir sudut 900 dan sudut 450 .
RAHMAT YUSUF
2024 · Thesis · Open Access
yusuf