SISILIA TOMBI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap keputusan membeli perumahan Sultan Bayangkara Residence yang ada di jalan poros bulungan berau kilo meter 4 kabupaten bulungan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen perumahan sultan bayangkara residence berjumlah 20 orang dan seluruhnya menjadi sampel atau populasi jadi sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis dilakukan secara deskriktif kuantitatif dengan mengunakan program SPSS. Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikoliniearitas, uji heteroskedastisitas, uji hipotesis yaitu uji F simultan dan uji t serta analisis regresi linier berganda. Lokasi perumahan berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen membeli perumahan sultan bayangkara residence, diperoleh hasil uji t yaitu thitung 2,156 > ttabel 2,119 dengan nilai signifikansi untuk variabel lokasi perumahan sebesar 0,047 0,05, Harga perumahan tidak berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen membeli perumahan sultan bayangkara residence, diperoleh hasil uji t yaitu thitung 1,222 ttabel 2,119 dengan nilai signifikansi untuk variabel harga perumahan 0,239 > 0,05. Sarana prasarana perumahan tidak berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen membeli perumahan sultan bayangkara residence, diperoleh hasil uji t yaitu thitung 1,685 ttabel 2,119 dengan nilai signifikansi untuk variabel harga perumahan sebesar 0,111 >0,05.
TIAN
2021 · Thesis · Open Access
Kecepatan kendaraan di perkotaan dapat dipengaruhi oleh adanya hambatan samping (side friction factor). Faktor hambatan samping berupa : kendaraan tak bermotor, bis kota yang berhenti, pejalan kaki, mobil berhenti atau parkir, kendaraan keluar masuk dari jalan-jalan kecil yang bergabung ke jalan umum. Faktor hambatan samping merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu-lintas yang dapat mempengaruhi tingkat kinerja pelayanan suatu jalan. Kecepatan merupakan parameter yang penting khususnya dalam desain jalan, sebagai informasi mengenai kondisi perjalanan, tingkat pelayanan dan kualitas arus lalu lintas dan kelambatan merupakan waktu yang hilang pada saat kendaraan berhenti, atau tidak dapat berjalan sesuai dengan kecepatan yang diinginkan karena adanya sistem pengendali atau kemacetan lalu lintas. Adapun rumusan masalah yang dapat diambil adalah sebagai berikut Bagaimana pengaruh hambatan samping terhadap kepadatan arus lalu lintas di jalan Sengkawit. Bagaimana pengaruh kecepatan terhadap hambatan samping. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu hambatan samping yang berpengaruh terhadap kepadatan arus lalu lintas di jalan Sengkawit adalah kendaraan parkir dengan 927 kend/jam, kendaraan lambat 240 kend/jam dan pejalan kaki 125 kend/jam. Dari hasil perhitutungan analisis kinerja jalan maka telah terjadi penurunan tertinggi disebabkan oleh kendaraan parkir yang mengantri bahan bakar minyak di jalan Sengkawit yaitu dengan nilai V (kecepatan) = 43 km/jam.
MUHAMMAD HAQQI
2021 · Thesis · Open Access
Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat. sehingga di beberapa ruas jalan Tanjung selor tidak lepas dari permasalahan kemacetan yang sering mengalami kemacetan hampir setiap hari khususnya pada jam-jam tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Kapasitas Ruas Jalan yang terjadi pada Jalan Suprapto Tanjung Selor sehingga dapat di jadikan referensi untuk penelitian selanjutnya, Dalam penelitian ini juga penulis akan mengetahui tingkat pelayanan ruas serta memberikan altenatif penangan berdasarkan Undang-Undang Lalu lintas Bedasarkan hasil dari perhitungan Kapasitas Ruas Jalan Suprapto Tanjung Selor adalah 1187.14 smp/jam, sehingga didapatkan nilai derajat kejenuhan adalah 0.212 dapat dipastikan tingkat pelayanan ruas jalan Suprapto adalah B Pemerintah harus mengkaji kembali masalah penertiban aktivitas pedagang kaki lima yang secara sengaja mengubah fungsi jalan menjadi pasar di sore hari
MAYA ADIMI PUTRI
2021 · Thesis · Open Access
Dalam hal perkiraan rencana anggaran biaya bangunan (RAB), di Indonesia menggunakan analisa satuan harga dan upah yang berpedoman pada metode BOW (Burgeslijke Openbare Werken) dan SNI (Standar Nasional Indonesia) yang mana metode SNI adalah penyesuaian dan pembaharuan dari analisa BOW yang merupakan analisa peninggalan Pemerintahan Belanda yang berisi sistem pekerjaan padat karya dan konvesional. Tujuan dari Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa rencana anggaran biaya bangunan Rumah Layak Huni (RAB) di Desa Pungit dengan menghitung ulang harga satuan pekerjaan menggunakan metode SNI dan BOW untuk wilayah Sekatak Kabupaten Bulungan.Sehingga hasil rencana anggaran biaya bangunan dari kedua metode tersebut dapat di bandingkan Hasil yang didapat dari analisa adanya perbedaan hasil akhir maupun tiap sub analisa pekerjaan dari kedua metode. Rencana anggaran biaya bangunan (RAB) dengan menggunakan metode SNI adalah Rp. 70.491.013 ( Tujuh puluh juta, empat ratus sembilan satu ribu,tiga belas rupiah) sementara dengan menggunakan metode BOW adalah Rp.72.143.407,83 (Tujuh puluh juta, seratus seratus empat puluh tigas ribu, empat ratus tujuh rupiah). Sehingga didapat selisih Rp.1.652.394 ( Satu Juta Enam Ratus Lima Puluh Dua Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Empat Rupiah)
NUR ANINDRA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Jalan Durian merupakan salah satu jalan di Kota Tanjung Selor yang menunjang akses infrastruktur pemerintahan, akses menuju area gedung kampus, area sekolahan, area perhotelan dan permukiman warga. Dengan kondisi existing sering terjadinya kemacetan di waktu – waktu tertentu yang disebabkan kondisi lalu lintas yang cukup tinggi dan hambatan samping yang cukup tinggi seperti adanya pedagang kaki lima dan kondisi existing yang tidak mempunyai bahu jalan sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di beberapa tempat. Maka perlu dilakukan analisis data yang ditinjau dari aspek karakteristik lalu lintas menggunakan metode MKJI 1997. Pada penelitian ini, pengambilan data diperoleh dengan melakukan survei selama 2 hari di jam – jam sibuk selama 6 jam per hari di satu titik pengamatan seperti survei volume lalu lintas,kecepatan lalu lintas,hambatan samping, dan geometri jalan. Selain itu, data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Dari hasil penelitian diperoleh volume kendaraan yang tercatat di titik lokasi pengamatan sebanyak 8.280 kendaraan. Survei volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari senin sebanyak 4.773 kendaraan. Volume jam puncak terjadi pada pagi hari pukul 07.00 - 08.00 Wita sebanyak 1.492 kendaraan. Hambatan samping sebesar 170,1 jumlah kejadian per 200 m/jam dan termasuk kategori kelas hambatan samping L (rendah). Untuk analisis kecepatan arus bebas (FV) sebesar 44,64 km/jam dan analisis kapasitas ruas jalan (C) sebesar 6.003 smp/jam. Dari perhitungan diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,14 smp/jam dengan kecepatan dan waktu tempuh rata – rata kendaraan sebesar 34,69 km/jam dan kecepatan rata – rata (V) yaitu : HV sebesar 31,25 km/jam, LV sebear 33,33 km/jam serta MC sebesar 38,46 km/jam. Analisis kepadatan didapatkan sebesar 43,01 smp/jam dan tingkat pelayanan jalan (LOS) termasuk kategori tingkat pelayanan B sebesar 0,249 yang artinya arus stabil tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan.
UMI SAIDAH
2021 · Thesis · Open Access
Jalan merupakan prasaran transportasi darat yang meliputi segala bagian area darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntuhkan bagi lalulintas, yang berada pada permukaan tanah. Sehingga perlu adanya jalan baik untuk menunjang jalur transportasi yang lancar dan nyaman. Apabila kondisi jalan rusak dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, yang memberikan dampak waktu tempu perjalanan menjadi lebih lama. Jalan yang baik membutuhkan struktur perkerasan yang baik, sehingga dapat mendukung jalan tersebut untuk menompang berat kendaraan yang melintasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tebal perkerasan lentur dengan menggunakan metode AASHTO 1993 Dari hasil analisa menggunakan metode AASHTO 1993 didapatkan volume lalulintas sebesar 3,0 x 〖10〗^4 dan beban gandar tunggal standar komulatif (Wt) sebesar 3,78 x 〖10〗^6. Bahan lapis permukaan menggunakan laston 744 kg. bahan lapis pondasi atas menggunakan agregat kelas A dan bahan lapis pondasi bawah menggunakan agregat kelas B. dari material tersebut kemudian didapatkan hasil perhitungan tebal lapis perkerasan sebesar 10 cm untuk lapis permukaan, 15 cm untuk lapis pondasi atas, 20 cm untuk lapis pondasi bawah.
MUHAMAD IRFANTRIATMADA
2021 · Thesis · Open Access
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Buaya merupakan salah satu instalasi pengolahan air yang di miliki PDAM Kota Tanjung Selor yang melayani kebutuhan air bersih di Kota Tanjung Selor. Supaya IPA tetap dapat beroperasi secara optimal dalam mengelola air, maka diperlukan evaluasi terhadap IPA ini. Penelitian bertujuan untuk : Mengetahui parameter kualitas air baku dan air hasil produksi pada Instalasi Pengolahan Air Minum dan Membandingkan kualitas air baku dan air minum dengan baku mutu. Adapun penelitian ini menggunakan metode wawancara ke pihak PDAM Danum Benuanta, Observasi ke IPA Sungai Buaya dan kuesioner yang diberikan secara langsung kepada masyarakat pengguna air PDAM Danum Benuanta khususnya IPA Sungai Buaya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kinerja IPA Sungai Buaya saat ini dapat dikategorikan cukup baik. Salah satunya jika ditinjau dari kualitas air produksi yang dihasilkan instalasi Sungai Buaya ini yang umumnya sesuai standar yang ditetapkan Permenkes No. 492 Tahun 2010. Dari data uji kualitas air Lab. Kesehatan Daerah tahun 2021, hanya parameter Suhu dan Total Coliform yang tidak memenuhi.
WAHIDAH
2021 · Thesis · Open Access
Ruas Jalan Pembangunan, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan merupakan salah satu jalan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat bahkan kendaraan berat seperti truck. Berbagai kendaraan dengan muatan berat dan ringan yang sering melintasi pada ruas jalan tersebut sehingga menyebabkan kerusakan pada jalan. Oleh karena itu evaluasi terhadap kondisi jalan perlu dilakukan tinjauan langsung kelapangan untuk mengetahui berbagai jenis penyebab kerusakan jalan tersebut. Pengamatan yang dilakukan pada ruas Jalan Pembangunan, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan dengan panjang ruas jalan1420 km dan lebar jalan 6 m ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan membagi jalan menjadi beberapa segmen yaitu tiap 50 m. Kemudian setiap segmen dilakukan pengamatan (secara visual) dan pengukuran untuk mengidentifikasi jenis kerusakan dan tingkat kerusakan. Dari hasil pengamatan diperoleh jenis kerusakan berupa retak kulit buaya, cekungan, amblas, retak pinggir, pinggir jalan turun vertikal, retak memanjang/melintang, lubang, sungkur, mengembang jembul, serta pelepasan butiran. Kemudian angka kerusakan pada penilaian kondisi jalan didapat dengan nilai rata-rata 54,53% yang masuk dalam tingkatan kerusakan sedang (fair). Maka berdasarkan acuan pengambilan keputusan metode PCI yang dikeluarkan oleh Shahin 1994 angka kerusakan tersebut masuk dalam teknik perbaikan 1-5 tahun lagi pemeliharaan sedangkan berdasarkan Perbaikan Standar Bina Marga 1995 masuk dalam perbaikan P1, P2, P3, P4, P5, dan P6 berdasarkan jenis kerusakannya.
MELA NURYANI
2021 · Thesis · Open Access
Jalan Semangka terletak di hilir sungai yang merupakan daerah yang rawan di genangi banjir hal ini diketahui berdasarkan peta garis kontur wilayah tersebut merupakan daratan rendah.Dimana banjir dan genangan sering terjadi karena saluran drainase yang berfungsi untuk menampung aliran air yang masuk ke saluran tidak mampu menampung debit yang mengalir hal itu di sebabkan oleh daya tampung saluran yang menurun dan debit aliran yang meningkat. Hasil evaluasi saluran drainase terdapat 20 saluran yang di tinjau, 18 saluran yang tidak aman dan 2 saluran yang aman, maka Pemilihan penanganan masalah pada lokasi studi yaitu untuk saluran yang dinyatakan aman hanya dilakukan normalisasi saluran dan untuk saluran yang tidak aman atau melimpas dilakukan perencaanaan ulang dimensi yaitu dimana bentuk penampang sebelumnya sebagian besar penampang trapesium, direncanakan menggunkan penampang persegi empat dengan ukuran dimensi tinggi (H) adalah 1,50 m dan lebar bawah (b) adalah 1,20 m
SYAID ABIZAR ALGIFARI
2021 · Thesis · Open Access
Dalam rangka kemajuan teknologi beton, khusunya pencapaian kualitas dan kuantitas mutu beton yang baik maka akan di arahkan pada pemanfaatan material pembentuk beton salah satunya adalah agregat yang berasal dari berbagai daerah. Agregat itu sendiri adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil proses pelapukan dan erosi, material-material tersebut terdorong dan bergerak ke suatu tempat, lalu terendapkan dalam jangka waktu sangat lama. Agregat sendiri terbagi menjadi dua yaitu agregat halus dan agregat kasar. agregat halus adalah agregat besar butir maksimum 4,75 mm berasal dari alam atau hasil alam yang merupakan bahan pengisi diantara agregat kasar sehingga menjadikan ikatan beton lebih kuat, sedangkan agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 4,75 mm sampai 40 mm. Untuk mengisi volume pada beton dibutuhkan agregat, tanpa agregat beton itu tidak akan terbentuk, maka agregat memilki fungsi dan peranan sendiri yang sangat penting pada pencapaian kualitas beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisis dari agregat kasar Kecamatan Peso, menentukan rancangan campuran beton (Mix Design) dengan menggunakan agregat kasar Kecamatan Peso, dan Membandingkan nilai kuat tekan beton agregat kasar Kecamatan Peso dengan agregat kasar Kecamatan Sekatak dan agregat kasar Kota Palu Dari penelitian ini, Dalam hasil uji kuat tekan beton dengan mutu K-250 dan mutu K-300 dalam jangka waktu umur 3 hari dan umur 28 hari, beton dengan menggunakan agregat kasar Peso, agregat kasar Sekatak, dan agregat kasar Palu memiliki nilai kuat tekan yang berbeda. Dalam agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 3 hari, agregat kasar Peso berada pada urutan ketiga dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu 116,32 Kg/Cm² dengan masing-masing nilai kuat tekan beton 119,19 Kg/Cm², 107,86 Kg/Cm² dan 121,91 Kg/Cm². Sedangkan agregat kasar Peso dengan mutu K-250 umur 28 hari memiliki nilai tertinggi kedua dengan nilai kuat tekan yaitu 254,04 Kg/Cm² dengan nilai masing-masing 256,06 Kg/Cm², 238,84 Kg/Cm² dan 268,29 Kg/Cm². Untuk mutu K-300 umur 3 hari sama hal nya dengan mutu K-250, dimana agregat kasar peso dalam mutu K-300 umur 3 hari masih pada nilai kuat tekan rata-rata ketiga , dan untuk mutu K-300 umur 28 hari agregat kasar Peso memiliki nilai rata-rata pada urutan tertinggi. Dalam kondisi ini agregat kasar Peso memiliki peningkatan nilai kuat tekan pada umur uji 28 hari dengan mutu K-250 maupun mutu K-300.
SUHARTONO AHIMSAKA SIMBUNG
2021 · Thesis · Open Access
Usaha peningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan air Irigasi yang sudah disiapkan pemerintah salah satunya yang terletak di Kabupaten Bulungan, Desa Kelubir Kecamatan Tanjung Palas Utara. Tetapi juga masih belum dirasa optimal oleh sebagian besar petani nya, Hal itu karena pada sawah yang telah aktif digunakan pemenuhan kebutuhan airnya masih sangat minim, walaupun jaringan irigasi sudah dibangun, tetapi pada kenyataannya masih belum berfungsi secara maksimal. Analisa yang di gunakan mengunakan untuk menncari kebutuhan air dengan Metode Penman Modifikasi dari hasil analisis didapatkan debit kebutuhan air untuk persiapan lahan pertanian, kebutuhan air lahan, dari musim pra taman hingga panen. Serta untuk pengukuran debit kebutuhan saluran pada irigasi mengunakan Analisa Hidrolika Efesiensi kebutuhan air irigasi, dimana bertujuan untuk menganalisa debit (Q) yang dapat di aliri oleh saluran irigasi. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan air untuk sawah pada periode tanam pertama NFR max 0,14 l/dt/ha dan periode ke dua NFR max 0,29 l/dt/ha. Dan debit jaringan irigasi sudah mampu melayani kebutuhan Air untuk kebutuhan sawah dimana debit air yang di hasilkan saluran 1 (satu) 6,55 m3/det, saluran 2 (dua) 11,50 m3/det dan saluran 3 (tiga) 14,34 m3/det dengan efisiensi saluaran 92 %. Dalam hal ini saluran dapat menampung dan menyalurkan air pada persawahan.
IRWAN
2021 · Thesis · Open Access
Proyek kontruksi merupakan keseluruhan aktivitas dengan menggunakan sumber-sumber daya yang tersedia dan anggaran dana,yang harus di selesaikan dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Dalam usaha pencapaian hasil pekerjaan kontruksi yang baik dibutuhkan berbagai macam elemen pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu dibutuhakan juga suatu manajemen pengelolaan baik itu manajemen pengelolaan perencanaan maupun manajemen pengelolaan pelaksanaan kontruksi. Manajemen pengelolaan Perencanaan meliputi mutu fisik kontruksi, biaya dan waktu sedangkan manajemen pengelolaan pelaksananaan meliputi manajemen pengelolaan material dan tenaga kerja. Penelitian ini menerapkan metode PERT (Program Evaluation and Review Technique). Memperpendek durasi proyek terhadap durasi normalnya memerlukan peningkatan sumber daya seperti tenaga kerja, material dan lain sebagainya. Optimalisasi perlu dilakukan untuk memperpendek durasi proyek dengan pengeluaran biaya seminimal mungkin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dengan mengevaluasi pengendalian biaya dan waktu dengan menggunakan metode PERT, paling cepat dapat diselesaikan selama 69 hari dengan kemungkinan 21 %, paling lambat dapat diselesaiakn selama 83 hari dengan kemungkinan 77 %, paling mungkin diselesaikan selama 76 hari dengan kemungkinan 50 %.
MUHAMMAD RIZQI
2021 · Thesis · Open Access
Ruas Jalan Poros Tanjung Selor Tanah Kuning Desa Wonomulyo, Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. merupakan Hal ini di sebabkan oleh banyaknya kendaraan barang dan angkutan bermuatan berat yang melalui ruas jalan tersebut, dijalan Desa Wonomulyo yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada lapis permukaan jalan. Ternyata ini memberikan pengaruh dan dampak yang merugikan bagi kemampuan pelayanan struktur jalan. Oleh karena itu perlu dilakukan tinjauan untuk mengetahui jenis kerusakan, tingkat kerusakan, pada setiap segmen jenis kerusakan.Hasil penelitian yang dilakukan pada ruas Jalan Poros Tanjung Selor Tanah Kuning Desa Wonomulyo, Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dengan panjang ruas jalan 2200 km dan lebar jalan 6 m ini bertujuan untuk melakukan penilaian kondisi jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan melakukan penelitian setiap segmen yaitu 50 m. Kemudian persegmen dilakukan perhitungan setiap kerusakan dan pengukuran untuk mengidentifikasi jenis kerusakan dan kelas kerusakan.Dari hasil pengamatan diperoleh Jenis kerusakan pada Ruas Jalan Poros Tanjung Selor Tanah Kuning Desa Wonomulyo, Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Terdapat Kerusakan : Amblas, Lubang, Sungkur,Retak Pinggir, Retak Kulit Buaya, Pengausan Agregat, Retak Kotak-Kotak, Pelepasan Butir. penebaran pasir (P1), labur aspal setempat (P2), melapis retak (P3), pengisian retak (P4), penambalan lubang (P5), dan perataan (P6). Hasil analisis nilai Pavement Condition Index (PCI) pada ruas Jalan Poros Tanjung Selor Tanah Kuning Desa Wonomulyo, Kabupaten Bulungan. Dari STA 0+000 s/d STA 2+200 sepanjang 2200 meter adalah sebesar 49,66 % yang tergolong sedang (Fair).
MASRAH
2021 · Thesis · Open Access
Ruas jalan poros Desa Gunung Seriang mengalamai kerusakan yang cukup parah dimana terjadi kerusakan baik kerusakan non struktural dan struktural. Kondisi ini berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam berkendara. Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Apa jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Poros Desa Gunung Seriang. Seberapa besar tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan poros Desa Gunung Seriang Kabupaten Bulungan menggunakan metode Bina Marga. Bagaimana sistem pemeliharaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Poros Desa Gunung Seriang berdasarkan Bina Marga, menghitung nilai kerusakan jalan dengan metode Bina Marga. Dari hasil analisis dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas Jalan Poros Desa Gunung Seriang antara lain: pelepasan butir, alur, lubang , retak buaya, dan amblas. Analisis dengan metode Bina Marga diperoleh nilai kondisi jalan 9,17 dengan angka nilai prioritas 3,83 Perlu di lakukan rekontruksi ulang dengan memperhatikan lalulintas harian rata-rata yang melewati ruas jalan Poros Desa Gunung Seriang.
RICKY KRISNAYANDA PUTRA
2021 · Thesis · Open Access
Dalam dunia proyek konstruksi keberhasilan dan kegagalan dalam sering dikaitkan dengan kurang telitinya pengawasan kinerja pelaksanaan perencanaan dalam melakukan pengendalian suatu proyek kosntruksi menyebabkan kurang efisien dan efektif sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pelaksaan suatu proyek konstruksi berlangsung. Manajemen proyek merupakan sebuah kedisiplinan keilmuan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengelolahan serta pengendalian untuk mencapai tujuan- tujuan dalam pelaksanaan proyek. Untuk meningkatkan suatu perencanaan dan pengendalian waktu dalam sebuah proyek konstruksi digunakan metode yaitu P E R T (Program Evaluation and Review Technique), Pada proyek konstruksi Pembangunan Gedung Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Selor memiliki 3 lantai pembangunan dari pondasi sampai atap. Alat bantu peneliti menggunakan Microsoft project 2007. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yaitu 3 orang yang berpengalaman dalam bidang konstruksi dalam mengasumsikan waktu kegiatan yaitu waktu optimis (a), waktu pesimistik (b), waktu paling mungkin (m). Jaringan kerja disusun berdasarkan urutan pengerjaannya yaitu dimana kegiatan pekerjaan pendahulunya (predeccessor) dan dikuti pekerjaan selanjutnya sampai selesai. Mencari jalur kritis dengan menggunakan rumus Expected Time (te), Standar Deviasi (Sd), dan Varians (V=Sd²) dan probabilitas yang di tunjukan dengan z . Hasil penelitian dalam mencari jalur kritis di uraikan dengan simbol A+ C + E + F + G + I + K + L + M. Dengan total waktu penyelesaian proyek (TE) yaitu jumlah (te) pada kegiatan kritis = 173.48 Hari. Varians (Sd²) dari kegiatan kritis pada uraian pekerjaan simbol A+ C + E + F + G + I + K + L + M, V=Sd² = √ 0.250 + 0.250 + 0.023 + 0.250 + 0.250 +0.250 + 0.250 + 0.250 + 0.028 =1.8 Hari. σ = √1.8 Hari = 1.342 Hari di bulatkan menjadi 2 hari. probabilitas yang di tunjukan dengan z = 8.58 adalah 0.9999 (pada tabel sebaran peluang kumulatif normal z).
JACKIE MATIAS
2021 · Thesis · Open Access
Irigasi merupakan usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian. Daerah penelitian berada di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Desa Gunung Putih merupakan salah satu desa yang memiliki letak geografis dekat dengan Kecamatan Tanjung palas. Berdasarkan luas wilayah daerah irigasi Desa Gunung Putih Desa berkisar ±74 Ha. Pada daerah irigasi Desa Gunung Putih permasalahan yang terjadi yaitu di mana kebutuhan air serta luas lahan persawahan yang akan di tanami padi tidak teraliri dengan baik. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui debit air yang ada pada saluran sekunder Desa Gunung Putih, desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif yaitu menjelaskan keadaan kebutuhan pemberian air di Desa Gunung Putuih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Data yang digunakan dalam analisis adalah kecepatan aliran air (VAv), luas penampang saluran (A), debit aliran di saluran (Q), kebutuhan air untuk tanaman dan kebutuhan air tiap area irigasi, dan efisiensi pemberian air irigasi pada setiap saluran (E). Hasil dari penelitian ini debit di saluran irigasi sekunder saluran 1 dan saluran 2 sudah memenuhi kebutuhan air di area irigasi dan saluran 3 belum mencukupi kebutuhan air di area irigasi di Desa Gunung Putih.
SALIM HIDAYATULLAH
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan maksimum keandaraan di ruas jalan perkotaan tanjung selor serta untuk mengetahui jenis kendaraan apayang bergerak dengan kecepatan maksimum pada saat melintasi ruas jalan perkotaan Tanjung Selor. Sebelum penilitian dilakukan, peneliti melakukan survey terlebih dahulu dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis kendaraan yang melewati lokasi penelitian dan Mengidentifikasi karakteristik jalan. Lokasi penelitian dilakukan diruas jalan sabanar lama, jalan duku, jalan rambutan, dan jalan S Parman yang terletak di tanjung Selor. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan di jalan Sabanar Lama Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 46.52 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 51.48 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 57.52 Km/Jam, kemudian dijalan S Parman Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 26.32 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 40.06 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 46.02 Km/Jam, lalu di jalan Duku Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 25.69 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 43.50 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 46.41 Km/Jam dan di jalan Rambutan Kendaraan Berat V (Kecepatan) = 37.56 Km/Jam untuk Kendaraan Ringan V (Kecepatan) = 42.95 Km/Jam sedangkan Sepeda Motor V (Kecepatan) = 55.71 Km/Jam dari hasil perhitungan kecepatan maka jenis kendaraan yang berjalan dengan kecepatan maksimum dijalan Sabanar Lama yaitu Sepeda Motor V (Kecepatan) = 57.52 Km/Jam, Jalan S Parman yaitu Sepeda Motor V (Kecepatan) = 46.02 Km/Jam, Jalan Duku Sepeda Motor 46.41 Km/Jam, Jalan Rambutan yaitu Sepeda Motor V (Kecepatan) = 55.71 Km/Jam. Dan diketahui bahwa jenis kendaraan yang paling bnyak melintasi ruas jalan tersebut adalah kendaraan ringan dan sepeda motor. Dari analisis yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa kecepatan maksimal kendaraan berada di ruas jalan Sabanar Lama dengan kecepatan kendaraan adalah 57.52 Km/Jam. Jenis kendaraan ringan dan sepeda motor adalah kendaraan yang cenderung berjalan menggunakan kecepatan maksimal.
DARMANSYAH
2021 · Thesis · Open Access
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang disingkat dengan BPJS Kesehatan merupakan bentuk kebijakan sosial yang dibuat oleh pemerintah. BPJS Kesehatan adalah program kesehatan pemerintah yang resmi beroperasi per 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan dibentuk pemerintah untuk memberikan Jaminan Kesehatan untuk Masyarakat. Didalam instansi pemerintahan sering merasa sulit dalam memilih penerima BPJS. Penyelenggaraan program jaminan sosial program pemerintah sekarang ini penerimaannya tidak sesuai dengan kondisi dilapangan banyak masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan tapi tidak dapat bantuan. Metode yang digunakan untuk memilih penerima BPJS kesehatan kurang mampu adalah metode Analitycal Hierarcy Process (AHP). Metode AHP merupakan model pendukung keputusan yang menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hierarki. Dari hasil perhitungan menggunakan metode AHP, diperoleh urutan peringkat penerima bantuan BPJS kesehatan kurang mampu Kabupaten Bulungan dari nilai terbesar hingga yang terkecil.
DWI KURNIADI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Keberhasilan perekonomian suatu bangsa dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengendalikan inflasi, yang mana merupakan salah satu indikator dalam memberikan informasi mengenai perkembangan harga barang/jasa yang dibayar konsumen. Untuk itu guna mengukur tingkat inflasi suatu daerah, maka dapat digunakan Indeks Harga Konsumen (IHK). Salah satunya dengan menggunakan metode double moving average yang dapat dihitung dengan program software Zaitun Time Series 0.2.1. Dari hasil pengolahan data dari penghitungan rata-rata bergerak sebanyak dua kali, yaitu menghitung Single Moving Average dan Double Moving Average. Kemudian dilanjutkan dengan Menghitung konstanta, slope, serta mencari model terbaik dengan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Diperoleh hasil peramalan IHK sebagai berikut, pada bulan Januari 2021 sebanyak 104,7275; Februari 2021 sebanyak 104,8425; Maret 2021 sebanyak 104,9575; April 2021 sebanyak 105,0725; Mei 2021 sebanyak 105,1875; serta Juni 2021 sebanyak 105,3025. Dari data ini diketahui bahwa hasil peramalan IHK Provinsi Kaltara untuk 6 bulan yang akan datang yaitu dari bulan januari sampai dengan juni 2021 mengalami peningkatan setiap bulannya.
HELMI SYAHPUTRA
2021 · Thesis · Open Access
PERAN BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL DALAM MENUNJANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA (STUDI SUB BAGIAN INFORMASI PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI) ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Informan kunci ((key person) dalam penelitian ini adalah pimpinan kantor Biro Humas dan Protokol sedangkan informan pendukung terdiri dari pegawai yang terpilih secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Menurut jenis data yang digunakan dan tingkat eksplanasinya, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulam/verifikasi. Berdasarkan hasil analisis hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa mengetahui peran biro hubungan masyarakat dan protokol dalam menunjang keterbukaan informasi publik cukup efektif. Namun masyarakat publik mengenai adanya keterbukaan informasi publik belum seutuhnya mengacu pada informasi dan manfaatnya. Sebagian masyarakat kurang memahami konteks dari adanya undang – undang KIP, bahkan hanya beberapa orang yang mengetahui adanya undang – undang KIP tersebut. Kemudian mekanisme keterbukaan informasi publik pada kantor Biro Humas dan Protokol menggunakan undang – undang nomor 14 tahun 2008 pasal 9 ayat 2 sebagai indikator dan alat ukur keterbukaan informasi publik yaitu: (1). Informasi yang berkaitan dengan badan publik. (2). Infromasi mengenai kegiatan dan kinerja badan publik terkait. (3). Informasi mengenai laporan keuangan. (4). Informasi lain yang diatur dalam perundang-undangan. Adapun faktor-faktor penghambat dan penunjang yang mempengaruhi Peran Biro Humas dan Protokol dalam keterbukaan informasi publik yaitu : faktor internal yang terdiri dari sumber daya, Sarana prasarana menunjang fungsi penyusunan dan penyebaran infrormasi.anggaran yang memadai, asesibilitas, eksternal dan internal, dukungan pemipin dan faktor eksternal terdiri dari masyarakat, dan peran media.