Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.637 item publik

Publikasi

Halaman 52 dari 82

ANALISIS PENDAPATAN AIR MINUM ISI ULANG DIKECAMATAN SEKATAK

LATIFAH NUR
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul : “ANALISIS PENDAPATAN AIR MINUM ISI ULANG DIKECAMATAN SEKATAK” Penelirian ini dilatar belakangi oleh pengamatan penulis mengenai perkembangan usaha air minum isi ulang dikecamatan sekatak dengan segala faktor pendukunng dan penghambat yang ada.penulis mengambil lokasi dikeccamatan sekatak kabupaten bulungan karena pada lokasi tersebut sedang berkembang usaha air minum isi ulang sebagai salah satu usaha masyarakat sebagai salah satu usaha masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi. Faktor yang mempengaruhi pemilik DAMIU memiliki sertifikat laik sehat, yaitu faktor ketenangan, faktor resmi, faktor kebutuhan dan faktor kendala. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pemilik DAMIU tidak memiliki sertifikat laik sehat, yaitu faktor ketidaktahuan, faktor tidak ada pemberitahuan, faktor malas, faktor baru buka usaha, dan faktor hrapan masyarakat.

EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PCI DAN BINA MARGA ( STUDI KASUS : JALAN TRANS KALIMANTAN KAB. TANA TIDUNG )

MIDZUAN MIRANDI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penilaian kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan untuk menentukan jenis program reevaluasi yang perlu dilakukan. Dua metode yang dapat digunakan dalam melakukan penilaian kondisi jalan adalah metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai kondisi ruas jalan Trans Kalimantan Kab. Tana Tidung berdasarkan kedua metode tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan data primer berupa hasil survey kerusakan jalan. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Bina Marga didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih dari 7, sedangkan metode PCI merangking kondisi perkerasan dari nilai 0 hingga 100. Hasil evaluasi kondisi ruas jalan Trans Kalimantan Kab. Tana Tidung dengan metode PCI ternyata menghasilkan penilaian yang relatif sama, yaitu kondisi ruas jalan tersebut dalam kondisi Sangat Baik (Very Good) dan memerlukan program pemeliharaan berkala. Sedangkan untuk metode Bina Marga didapatkan persamaan pemeliharaan kedua ruas jalan tersebut, yaitu untuk jalan Trans Kalimantan Kabupaten Tana Tidung menggunakan pemeliharaan Rutin dengan urutan prioritas >7 (11).

ANALISIS BEBAN PENCEMARAN AIR SUNGAI JELARAI DESA JELARAI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN DITINJAU DARI PARAMETER HASIL LIMBAH DOMESTIK

SITI MARHANA
2020 · Thesis · Open Access

ANALISIS BEBAN PENCEMARAN AIR SUNGAI JELARAI DESA JELARAI KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN DITINJAU DARI PARAMETER HASIL LIMBAH DOMESTIK Siti Marhana (npm.201612017) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Kaltara ABSTRAK Sungai Jelarai merupakan salah satu sungai di Kabupaten Bulungan yang melewati Desa Jelarai dan digunakan sebagai keperluan masyarakat sehari-hari sehingga kualitas airnya juga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat disekitarnya. Saat ini belum ada informasi mengenai beban pencemar terhadap Sungai Jelarai yang ditinjau dari parameter hasil limbah domestik. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh aktivitas masyarakat Desa Jelarai terhadap kualitas air Sungai Jelarai serta mengetahui pencemaran yang terjadi di Sungai Jelarai dan menghitung Beban Pencemar Maksimum (BPM) dan Beban Pencemar Terukur (BPT) serta Potensi Beban Pencemaran (PBP) yang ditinjau dari parameter hasil limbah domestik di sungai jelarai. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survey lapangan dan wawancara. Adapun data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari survey lapangan dan wawancara serta data sekunder yang diperoleh dari kantor Desa Jelarai dan Dinas Lingkungan Hidup. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa aktivitas masyarakat disekitar sungai mempengaruhi kualitas air sungai dilihat dari hasil wawancara banyaknya masyarakat yang membuang sampah disungai dan kegiatan lainnya yang dapat dikatakan berpengaruh pada kualitas air sungai karena ada beberapa parameter yang sudah melebihi Baku Mutu tahun terakhir (2019) yakni pada Titik 1 COD dan pada Titik 2 BOD dan COD hal ini berpengaruh untuk hasil perhitungan pada Titik 1 BPTCOD = 1 549 728.62 kg/hari melebihi BPMCOD = 161 430.07 kg/hari, pada Titik 2 BPTBOD = 65 211.51 kg/hari melebihi BPMBOD = 36 118.26 kg/hari, pada Titik 2 BPTCOD = 1 733 676.25 kg/hari melebihi BPMCOD = 180 591.28 kg/hari. Dari besarnya Beban Pencemar Terukur di Sungai Jelarai besarnya Potensi sumbangan Beban Pencemaran di Sungai Jelarai dari sektor domestik rumah tangga tahun 2018-2022 meningkat setiap tahunnya. Kata Kunci : Beban pencemaran, Sungai Jelarai, Aktivitas Masyarakat, Survey dan Wawancara

Analisis Pengaruh Kerusakan Jalan Terhadap Kecepatan Kendaraan

SURYADI
2020 · Thesis · Open Access

Ruas jalan poros Desa Gunung Seriang merupakan jalan kolektor dengan kelas jalan IIIC, jalan ini juga salah satu alternatif yang digunakan oleh masyarakat sebagai sarana pergerakan lalu lintas untuk melakukan aktifitas dari suatu daerah ke daerah lain.Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Seberapa besar tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan poros Desa Gunung Seriang Kabupaten Bulungan. Bagaimana pengaruh kecepatan kendaraan terhadap kerusakan jalan yang terjadi, menghitung nilai kerusakan jalan dengan metode PCI dan Menghitung Kecepatan Kendaraan akibat kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis tingkat kerusakan jalan poros Desa Gunung Seriang Kecamatan tanjung selor dan untuk mengetahui laju kecepatan kendaraan terhadap kerusakan jalan Dari hasil analisis dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas Jalan Poros Desa Gunung Seriang antara lain: pelepasan butir, alur, lubang , retak buaya, dan amblas. Analisis dengan metode Pavement Condition Index ( PCI ) diperoleh angka kerusakan dengan nila rata – rata 40 yang masuk dalam tingkatan kondisi Jelek (Foor), dan perhitungan kecepatan kendaraan mengalami pengurangan kecepatan yang artinya jalan Poros Desa Gunung Seriang cukup dimasukan dalam program pemeliharaan rutin. Jenis pemeliharaan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat pelayanan jalan antara lain dengan memberi lapis tambahan, serta lapis perkerasan dibongkar dan kemudian dilapis kembali dengan bahan yang sama.

PENDAPATAN PEMERINTAH TERHADAP PENERBITAN SERTIFIKAT HAK MILIK PAJAK BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) DI KABUPATEN BULUNGAN TAHUN (2015-2019)

JURNAPIS
2020 · Thesis · Open Access

Pajak BPHTB merupakan pajak pengalihan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Pengalihan ini merupakan langkah maju yang dilakukan Negara Indonesia dalam penataan system perpajakan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh penerbitan sertifikat hak milik terhadap pajak BPHTB di Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan kegiatan penelitian data yang mendukung melalui literatur serta catatan atau laporan yang berhubungan dengan penelitian ini dengan pendataan ini pada daftar isian D.I.301 daftar permohonan pendaftaran tanah yaitu pada Instansi Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan jenis time series data yang digunakan dalam bentuk tahunan di mulai dari tahun 2013 sampai 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerbitan sertifikat HM mempunyai pengaruh positif terhadap pajak BPHTB.

KUALITAS PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR MELALUI LAYANAN SAMSAT PAYMENT POINT DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

MUHAMMAD RHODI RABBANI NOR
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Samsat Payment Point membantu masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor. Pemprov Kalimantan Utara berharap mekanisme Samsat Payment Point bisa mendorong pertumbuhan pajak kendaraan bermotor untuk pendapatan daerah.. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor melalui layanan Samsat Payment Point di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, dan (2) mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat pelayanan pajak kendaraan bermotor melalui layanan Samsat Payment Point di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Apabila dilihat dari jenis datanya maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Samsat Payment Point di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas pelayanan Samsat Payment Point Tanjug Palas cukup bagus dan cepat. Kualitas pelayanan Samsat Payment Point Tanjug Palas memudahkan masyarakat karena tidak perlu pergi jauh untuk melaukan pembayaran pajak, dan (2) 2. Faktor pendukung dari pelayanan adalah karena keunggulan pelayanan yang memberikan kemudahan akses lokasi dan kecepatan pelayanan dari Samsat Payment Point Tanjung Selor. Ada beberapa faktor yang menghambat pelayanan kepada masyarakat oleh Samsat Payment Point Tanjung Palas. Faktor penghambat tersebut pada dasarnya bersumber dari sarana dan prasarana seperti halnya ruangan yang sempit karena digabung denggan Bank BPD Kaltimtara, tidak adanya printer dan mesin EDC. Selain itu jga tidak ada papan persyaratan dan brosur mengenai tata cara pelayanan. Faktor penghambat lainnya juga terkait dengan kurangnya petugas. Kata kunci: pelayanan pajak, kualitas pelayanan, wajib pajak

ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA DAN BIAYA PELAKSANAAN PEMBUATAN PELAT LANTAI BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELAT BOUNDECK DAN METODE PELAT KONVENSIONAL (Studi Kasus Rehab Gedung Kantor BMKG Tanjung Harapan).

JUMEDI
2020 · Thesis · Open Access

Jumedi Dosen Pembimbing NPM : 201512040 Enny Harviyanti S.T., M.T. Departemen Teknik Sipil ANALISIS PERBANDINGAN METODE KERJA DAN BIAYA PELAKSANAAN PEMBUATAN PELAT LANTAI BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE PELAT BOUNDECK DAN METODE PELAT KONVENSIONAL (Studi Kasus Rehab Gedung Kantor BMKG Tanjung Harapan) ABSTRAK Tanjung Selor sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara termuda di Indonesia, kedepannya tak akan bisa lepas dari pembangunan gedung-gedung besar bertingkat. Kehadiran pelat boundeck, bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat dalam pelaksanaan pembuatan pelat lantai beton pada gedung bertingkat, dimana pelat boundeck memiliki fungsi ganda yaitu sebagai bahan pengganti bekisting kayu (bekisting tetap) sekaligus pengganti besi tulangan positif. Untuk mengetahui apakah penggunaan metode boundeck ini lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan pelat konvensional yang selama ini banyak digunakan. Oleh karena itu, perlu adanya analisis perbandingan mengenai efektifitas metode kerja dan efisiensi biaya dari kedua metode tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan metode kerja dan biaya pelaksanaan pembuatan pelat lantai beton dengan menggunakan metode pelat boundeck dan metode pelat konvensional. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah memberikan informasi tentang pelat boundeck dan pelat konvensional serta metode-metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton, sehingga dapat dijadikan referensi kedepannya dalam memilih metode pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton sesuai dengan fungsi bangunannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana analisis penyelidikan dilakukan secara mendalam terhadap metode kerja dan biaya pelaksanaan pekerjaan pelat lantainya yang berpatokan kepada AHS Cipta Karya Kementrian PUPR No 28 Tahun 2016, dengan asusmsi adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton seluas 216,5 m² pada rehab gedung BMKG Tanjung Harapan bahwa metode/cara pelaksanaan pekerjaan pembuatan pelat lantai beton dengan menggunakan metode boundeck memang lebih efektif, hal ini dilihat dari kemudahan tahap pembuatan perancah sampai pembongkarang bekisting pendukung, begitupun analisis perbandingan biaya pelaksanaan, juga diperoleh hasil bahwa metode boundeck jauh lebih efisien, dimana jumlah biaya pelat boundeck hanya Rp 145.185.589,13 sedangkan jumlah biaya pelat konvensional jauh lebih tinggi sebesar Rp 201.474.026,03. Perbedaan efisiensi biayanya mulai dari pekerjaan tulangan ( wiremesh / ulir biasa ), bekisting/boundeck, pembetonan, dan pembongkaran bekisting pendukung. Dengan demikian menggunakan pelat boundeck efisiensi biaya per m² terhadap pelat konvensional sebesar Rp. 259.992,78 , atau efisiensi 27,94 %.

ANALISA RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) TERHADAP RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP) PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL TRANSMIGRASI DENGAN PERBANDINGAN HARGA SATUAN BAHAN LAPANGAN

ANDI OKTAVIA SARY
2020 · Thesis · Open Access

Pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Bulungan khususnya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulungan melaksanakan Program Transmigrasi berdasarkan dana sharing APBD dari Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan permukiman transmigrasi di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah sebanyak 100 KK di UPT. Tanjung Buka SP. 10. Sebagai dasar pelaksanaan proyek pembangunan permukiman transmigrasi diperlukan perhitungan banyaknya biaya bahan dan upah, serta biaya tidak langsung yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan yang dikenal dengan sebutan Rencana Anggaran Biaya (RAB). sebelum pengajuan tender, kontraktor dapat membuat Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Berdasarkan penjelasan di atas dibutuhkan sebuah penelitian agar dilakukan studi analisa perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pembangunan permukiman transmigrasi dengan perbandingan harga satuan di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan nilai harga satuan pekerjaan di lapangan (biaya nyata) antara upah dan bahan. Dari hasil wawancara, analisa data dan perhitungan, terdapat selisih biaya yang cukup signifikan antara RAP dan RAB, dimana rencana anggaran pelaksanaan (RAP) lebih kecil dari pada rencana anggaran biaya (RAB) berdasrkan Standar Satuan Harga (SSH) Daerah Kabupaten Bulungan dengan selisih harga sebesar Rp9.314.000,00. Berdasarkan identifikasi biaya menggunakan metode diagram pareto’s dapat diketahui bahwa pekerjaan yang menyebabkan pengeluaran biaya terbesar yaitu Pekerjaan Rangka Kayu.

ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN ATAP

SRI OCTAVIA
2020 · Thesis · Open Access

Proyek rumah tinggal merupakan salah satu jenis proyek konstruksi. Tentunya dalam setiap proyek konstruksi prinsip ekonomis sangat berperan penting terutama dalam sebuah proyek rumah tinggal, setiap proyek konstruksi harus mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal. Maka dipandang perlu untuk melakukan analisis produktivitas tenaga kerja yang bertujuan utntuk mengetahui waktu dan nilai produktivitas tenaga kerja pada Proyek perumahan Putri Tunggal Mandiri yang merupakan proyek pembangunan rumah tinggal lantai 1 dengan tipe 51 Jalan Sabanar Lama Kelurahan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelilitian dilakukan dengan mengamati pekerjaan tukang I dan tukang II pada proses pekerjaan atap dan analisis data yang digunakan menggunakan metode work sampling dan work study kemudian dibantu program komputer. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat produktivitas tukang I selama 3 hari sebesar 183 kali dan non produktif 27 kali sedangkan untuk tukang II tingkat produktivitasnya selama 3 hari adalah 154 kali dan non produktif 56 kali. Untuk menyelesaikan pekerjaan atap pada rumah tinggal lantai 1 diperlukan waktu baku sebesar 5.84 menit/m2 dan nilai produktivitas yang dibutuhkan setiap tukang adalah 5.45 m2 untuk menyelesaikan pekerjaan atap per-hari

SISTEM PERTANIAN PERLADANGAN BERPINDAH (Shifting Cultivation) PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK GA’AI DI DESA LONG BUANG KECAMATAN PESO HULU KEBUPATEN BULUNGAN

HERIANTO
2020 · Thesis · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pertanian perladangan berpindah pada masyarakat suku Dayak Ga’ai di Desa Long Buang Kecamatan Peso Hulu dan untuk mengetahui pemahaman masyarakat lokal tentang dampak kondisi lingkungan akibat kegiatan perladangan berpindah di Desa Long Buang Kecamatan Peso Hulu

Analisis pengembangan Agribisnis Padi Sawah di Daerah Pasang Surut di Kawasan Delta Kayan Kabupaten Bulungan (Studi Kasus di desa Teras Nawang kecamatan Tanjung Palas)

PENINA LUHUNG
2020 · Thesis · Open Access

Sektor pertanian memiliki peran yang cukup tinggi dalam meningkatkan perekonomian negara, potensi pengembangana agribisnis padi khususnya di Kabupaten Bulungan cukup besar Melihat luas lahan yang sangat memadai dan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Bulungan, maka hal ini menjadi peluang bagi sektor pertanian khususnya tanaman pangan untuk lebih ditingkatkan baik dari segi produksi maupun kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhui pengembangan agribisnis padi sawah di Desa Teras Nawang dan untuk mengetahui keuntungan atau kerugian petani padi sawah di Desa Teras Nawang dan untuk menentukan strategi pengembangan agribisnis padi di Desa Teras Nawang. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak bulan bulan April 2020 sampai dengan juni 2020. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel acak dengan jumlah responden 50 orang petani. Data dianalisis menggunakan analisis Break Even Point (BEP), B/C Ratio (Benefit Cost Ratio) dan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats), hasil penelitian menunjukan bahwa, keuntungan rata-rata yang dihasilkan responden adalah Rp. 8.200.000 dan hasil ini menunjukan bahwa usaha tani responden layak untuk dikembagkan, dengan memperhatikan faktor internal dan eksternalnya.