RAHMADANI
2020 · Thesis · Open Access
Rahmadani, analisis peningkatan hasil tambak ikan terhadap pendapatan pembudidaya di desa binai. ( dibimbing oleh Machmud Al Amrie ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ttingkat pendapatan pembudidaya tambak ikan di Desa Binai. Penelitian ini menggunakan data purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dapat dilakukan dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan tujuan penelitian. Metode penelitian yang di gunakan yaitu metode deskriftif analisis dimana untuk menelitih status kelompok manusia dalam berpola piker untuk masa yang sekarang dan akan dating. Serta mencari analisis biaya total/variable, analisis penerimaan serta analisis pendapatan.
FITRIYANI
2020 · Thesis · Open Access
Fitriyani, Analisis Pengaruh Jumlah Angkatan Kerja terhadap Pengangguran Terbuka di Kabupaten Bulungan tahun 2008-2018, dengan bimbingan Machmud Al Amrie. Tujuan penelitian adalah mengetahui apakah jumlah angkatan kerja berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terbuka di Kabupaten Bulungan tahun 2008-2018. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan jumlah pengangguran yang cukup tinggi. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan peluang kerja yang tersedia. Meskipun pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan untuk mengatasi pengangguran, namun tetap saja masalah tersebut belum dapat diatasi dengan baik. Karena jumlah angkatan kerja pasti akan terus bertambah seiring berkembangnya suatu daerah. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan alat statistik adalah regresi sederhana. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan dengan bentuk data yaitu data Time Series. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana dengan pengolahan data menggunakan SPSS 23. Hasil pengujian yang diperoleh bahwa jumlah angkatan kerja berpengaruh negatif terhadap pengangguran terbuka di Kabupaten Bulungan tahun 2008-2018.
SRI WULANDARI
2020 · Thesis · Open Access
Abstrak Pelabuhan Penyeberangan Ancam adalah jalur lintas penghubung antara Pulau Tanjung Selor dan Pulau Tarakan. Dengan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi antar pulau, diharapkan kelancaran pergerakan penumpang dan barang dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan penerapan manajemen yang baik, maka akan mengurangi waktu dan banyaknya antrean karena harus menunggu kapal ferry yang sedang bongkar muat. Bongkar muat yang lama/melebihi ketentuan akan membuat jarak tempuh/waktu tempuh menjadi panjang/lama. Oleh karena itu optimalisasi dari waktu bongkar muat perlu dilakukan untuk memperlancar arus penyeberangan dan antrean kendaraan. Dan juga perlunya penyeragaman kendaraan yang masuk ke dalam kapal agar tata letak kendaraan di dalam kapal menjadi mudah dan cepat sehingga efisien terhadap waktu. Kata kunci : Bongkar Muat, Port time, Kapal Ferry,penumpang , Abstrack The Ancam Crossing Harbor is a connecting lane between the islands Tanjung Selor and Tarakan Island. With its role as a driver of inter-island economic growth, it is expected that the smooth movement of passengers and goods can take place effectively and efficiently. By utilizing as much time as possible and implementing good management, it will reduce the time and the number of queues because they have to wait for the ferry that is loading and unloading. Long loading / unloading / exceeding provisions will make the mileage / travel time to be long / long. Therefore, optimization of loading and unloading time needs to be done to smooth the flow of crossings and vehicle queues. And also the need for uniformity of vehicles entering the ship so that the vehicle layout is on in the ship becomes easy and fast so it is efficient with time. Keywords: Unloading, Port time, Passenger,Ferry
HERY KURNIAWAN
2020 · Thesis · Open Access
Pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh moderenisasi kegiatan ekonomi. Untuk membantu pembangunan ekonomi di daerah munculah otonomi daerah. otonomi daerah memungkinkan pemerintah daerah dapat mengelola daerahnya dan membangun ekonomi daerahnya sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah tersebut. Akan tetapi daerah memiliki keterbatasan keuangan untuk melakukan pembangunan ekonomi, oleh karena itu pembangunan harus difokuskan pada sektor unggulan yang apabila dikembangkan akan memberikan multiplayer effect terhadap sektor-sektor lainnya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sektor-sektor unggulan yang ada di Kalimantan Utara yang dapat dijadikan prioritas dalam perencanaan pembangunan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Shift-Share. Dari tujuh belas sektor yang ada di Kalimantan Utara, dapat diketahui lima sektor yang dapat dikatakan sebagai sektor unggulan berdasarkan alat analisis. Lima sektor yang termasuk dalam sektor unggulan adalah sektor Perdagangan Besar dan ecer , sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, sekor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor kesehatan dan kegiatan social, sektor jasa lainnya. Sektor-sektor inilah yang dapat dijadikan sebagai prioritas dalam perencanaan pembangunan ekonomi di Kalimantan Utara Kata kunci: Sektor Unggulan, Perencanaan Pembangunan.
SARA NOFBERA
2020 · Thesis · Open Access
Sara Nofbera,PENGARUH TUMBUHAN EKONOMI DAN INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DIPROVINSI KALIMANTAN UTARA. Dengan bimbingan Adi Aspian Nur,
Kemiskinan merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh seluruh negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia.oleh karena itu, diperlukan adanya analisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemiskinan dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat inflasi, tingkat pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap kemiskinan di Indonesia. Analisa dilakukan melalui data panel 33 propinsi di Indonesia periode 2007-2013.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linier data panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM). Penelitian ini juga menggunakan analisis tipologi klassen untuk mengetahui gambaran tingkat kemajuan daerah provinsi-provinsi di Indonesia. Berdasarkan tipologi klassen masih cukup banyak provinsi di indonesia yang tergolong daerah relatif tertinggal dan sedikit sekali yang tergolong daerah maju.Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel tingkat inflasi dan tingkat pengangguran terbuka signifikan berpengaruh positif, dan pendapatan asli daerah signifikan berpengaruh positif terhadap kemiskinan di Indonesia. Sedangkan variabel pertumbuhan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia.
ANDI SANJAYA S W
2020 · Thesis · Open Access
MASITA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujungan untuk mengetahui fungsi Badan Permusyawaratan Desa pada Pemerintahan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam pelaksanaan fungsi pengawasan Pemerintah Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan sudah melakukan fungsinya cukup baik dalam mengawasi Pemerintahan Desa. Fungsi yang dijalankan oleh Badan Permusyawaratan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan antara lain sebagai : (1) Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam Menetapkan Peraturan Desa Bersama Kepala Desa. (2) Fungsi Badan Permusyawaratan Desa Long Beluah dalam Menempung dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Desa. (3) Fungsi Badan Permusyawaratan Desa Dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Kinerja Kepala Desa. Adapun faktor penghambat dan pendukung. Kemudian (4) adanya faktor pendukung dan penghambat, dari faktor pendukung ; (a) masyarakat (b) sistem pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa, dan faktor penghambat ; (a) pola komunikasi, (b) tidak memahami fungsi, (c) masih ada sebagian masyarakat kurang memahami fungsi Badan Permusyawaratan Desa dan (d) tidak ada sosialisasi dari Pemerintah Desa terkait dengan fungsi Badan Permusyawaratan Desa. Kata Kunci : Fungsi, Pengawasan, Badan Permusyawaratan Desa
KAMELIA
2020 · Thesis · Open Access
Gedung kesenian merupakan sarana yang memfasilitasi dan mengembangkan kegiatan kesenian. Selain merupakan sarana untuk kegiatan kesenian, gedung seni juga merupakan sarana edukasi tentang kesenian. Namun permasalahan yang terjadi adalah belum tersedianya atau tidak adanya sebuah gedung kesenian untuk mewadahi kegiatan kesenian yang ada di Tanjung Selor Kalimantan Utara.
Tujuan dari perancangan ini adalah “Merencanakan Dan Merancang Gedung Seni Pertunjukan di Tanjung Selor sebagai sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan edukasi tentang kesenian, dengan pendekatan arsitekur Hemat Energi.
Tema yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan gedung seni pertunjukan ini adalah pendekatan arsitektur hemat energi. Konsep Hemat Energi ini bertujuan untuk mengurangi pemanasan global (global warming) dengan memanfaatkan sumber yang dapat diperbaharui, seperti memanfaatkan sinar matahari yang dikonversikan menjadi energi listrik dengan penggunaan solar cell (perancangan aktif) dan penggunaan cross ventilation (perancangan pasif).
Lokasi terletak di jalan Sengkawit, kota Tanjung Selor. Lokasinya sangat strategis karena berada dekat dengan area historis dan juga pusat kota serta merupakan jalan akses utama ke pusat kota.
Manfaat dari perancangan gedung seni pertunjukan ini dapat melestarikan kesenian yang ada di Kalimantan Utara dan menambah pengetahuan masyarakat akan kesenian. Sehingga kesenian Kalimantan Utara dapat dikenal masyarakat luas dan menarik wisatawan luar.
ANGGANITA STHEFHANIE FRANCISCA
2020 · Thesis · Open Access
RINGKASAN
Angganita Sthefhanie F, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara Tanjung Selor, Januari 2020. Redesain Pasar Induk Kota Tanjung Selor dengan Pendekatan Arsitektur Tropis. Dosen Pembimbing : Eko Wahyudi, M.T.
Kata kunci : Redesain, Pasar Induk Kota Tanjung Selor, Arsitektur Tropis
Permasalahan yang melatarbelakangi redesain ini adalah masih kurangnya sarana prasarana penunjang, pola penzoningan tidak beraturan, drainase tidak beroperasional dengan baik, sirkulasi kendaraan dimanfaatkan sebagai area parkiran, keberagaman tampak fasade kurang serasi, bukaan pada bangunan utama menimbulkan efek pencahayaan yang berlebihan (silau) dan rembesan saat hujan.
Tujuan dalam redesain ini adalah merancang ulang desain Pasar induk Kota Tanjung Selor yang mampu mewadahi kebutuhan masyarakat, sesuai dengan fungsinya sebagai pasar tradisional, dengan pendekatan Arsitektur Tropis.
Tema yang digunakan dalam redesain ini adalah pendekatan arsitektur tropis. Arsitektur tropis dipilih karena karakteristik konsep arsitektur tropis mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan beriklim tropis sehingga nyaman digunakan bagi pengguna bangunan.
Bangunan yang direncanakan adalah bangunan utama pasar induk yang mampu menampung aktivitas, baik aktivitas pasar (pasar basah, semi basah dan kering) maupun aktivitas sarana pendukung (ATM Center, toko, gerai makanan, pos kesehatan, perbankan, dll), area parkiran, arus sirkulasi dalam tapak. Pasar unggas, tempat pembuangan sampah sementara dan musholla terpisah dari bangunan utama.
ANGGITA KURNIAWATY
2020 · Thesis · Open Access
Agrowisata merupakan salah satu destinasi wisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai daya tariknya, dengan tujuan menambah pengetahuan, sarana edukatif aktif dalam bertanam, rekreasi serta umumnya mempromosikan pertanian masyarakat setempat. Perancangan agrowisata di Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara memanfaatkan potensi pertanian pangan, dengan suasana alam yang asri, dan budaya masyarakat setempat. Dirancang untuk menjadi salah satu fasilitas rekreatif dan edukatif.
Selaras dengan tujuan agrowisata, aplikasi arsitektur organik dapat memberikan solusi terhadap perancangan. Arsitektur organik memanfaatkan potensi tapak yang berkontur dan terdapat aliran sungai. Aplikasi arsitektur organik terdapat pada perancangan fasilitas berupa fasad dan struktur. Arsitektur organik memberikan kesan kenyamanan pada lingkungan sekitar, dengan melibatkan masyarakat desa maupun pengunjung.
DAMAR SATRIA WARDANA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Damar Satria Wardana, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara Tanjung Selor, Februari 2020. Perencanaan dan Perancangan Bangunan dan Area Pendukung di Kawasan Desa Jelarai Selor sebagai Ecomuseum dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan. Dosen Pembimbing : Sholehah, ST., MT. Kata kunci : Perencanaan dan Perancangan, Ecomuseum, Arsitektur Berkelanjutan Potensi masyarakat suku Dayak di Desa Jelarai Selor antara lain karya seni dan kegiatan kesenian baik dalam bentuk tarian, kerajinan tangan dan aktifitas kebudayaan lainnya. Namun seiring perkembangan jaman, dangan semakin dekatnya masyarakat desa dengan kehidupan perkotaan mengakibatkan terjadinya modernisasi sehingga tradisi dan kebudayaan masyarakat desa menjadi luntur. Dengan melihat kondisi tersebut, pengembangan Desa Jelarai Selor dapat diarahkan menuju ecomuseum budaya sehingga mampu melestarikan kebudayaan dan memberdayakan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, kompilasi dan menganalisa data yang diperoleh baik data primer maupun sekunder sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam menyusun program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Konsep Perancangan Ecomuseum ini merupakan desain ecomuseum yang mampu menghadirkan suasana khas suku dayak kenyah dengan mendukung nilai-nilai budaya suku ini. Dengan pemanfaatan potensi lokasi site yang dekat dengan sungai yang merupakan salah satu ciri khas suku dayak kenyah pada masa lampau yang selalu berorientasi dekat dengan sungai. Arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang, dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, dari satu kawasan ke kawasan lain dan paling baik bila ditentukan oleh masyarakat terkait.
ARI ANGGRAINI
2020 · Thesis · Open Access
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA SILVA RAHAYU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Peneliatian ini di lakukan di desa Silva Rahayu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur di desa Silva Rahayu dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Penelitian ini di beri judul “Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur di Desa Silva Rahayu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan”. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di desa Silva Rahayu Kecamatan Tanjung Palas tengah Kabupaten Bulungan dan faktor lain yang menghambat serta mendukung proses pembangunan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi analisis kualitatif. data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. data primer diperoleh dari observasi dan wawancara beberapa responden yang tepat dan data sekunder diperoleh dari studi perpustakaan. itu juga menggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel. Hasil penelitian ini adalah bahwa partisipasi sangat sangat berpengaruh besar terhadap jalannya proses pembangunan di Desa Silva Rahayu, penyelenggaraan pembangunan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah desa saja tetapi juga tanggung jawab yang dimaksud adalah sikap mendukung dari anggota masyarakat desa terhadap penyelenggaraan pembangunan yang ditunjukan dengan adanya keterlibatan atau partisipasi aktif dari masyarakat. Pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan pembangunan infrastruktur di desa Silva Rahayu banyak mengalami berbagai kendala. Adapun beberapa kendala yang menghambat keikutsertaan warga dalam pembuatan keputusan tersebut yaitu, terkendala untuk mengikuti rapat perencanaan/pembuatan keputusan pembangunan infrastruktur di desa Silva Rahayu disebabkan terkendalanya masalah waktu dan latar belakang pendidikan.
ELITASARI
2020 · Thesis · Open Access
UPAYA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BULUNGAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR ABSTRAK Dinas lingkungan Hidup (DLH) adalah dinas pemerintahan yang bergerak di bidang lingkungan hidup daerah yang meliputi kegiatan dalam melakukan pengawasan, pengendalian, dan penertiban terhadap segala sesuatu mengenai lingkungan hidup di Kabupaten Bulungan. Dinas Lingkungan Hidup memiliki amanah untuk menjaga kualitas lingkungan hidup demi kehidupan dimasa depan. Oleh sebab itu, diperlukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh–sungguh dan konsisten oleh semua pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui faktor yang mempengaruhi Upaya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan Dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan di Kecamatan Tanjung Selor. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk mendeskripsikan Upaya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan Dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan di Kecamatan Tanjung Selor. Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan dengan jumlah Pegawai PNS dan PTT sebanyak 50 orang, selain pada DLH penelitian ini juga dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tanjung Selor. Data ini bersumber dari sumber data primer dan sumber data sekunder dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain Lofland (1982: 47). Responden dalam ini penelitian adalah OPD di DLH dan masyarakat yang ada di Kecamatan Tanjung selor dengan jumlah responden keseluruhan 58 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang dilakukan oleh DLH belum dapat meningkatkan kualitas lingkungan di Kecamatan Tanjung Selor, perlu adanya upaya dan program kedepan yang lebih maksimal dengan tujuan agar menimbulkan efek kepedulian terhadap kebersihan lingkungan bagi masyarkat.
ABDUL RAHIM
2020 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya melestarikan
kebudayaan kesultanan bulungan setelah indonesia merdeka di kecamatan
tanjung palas dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh
masyarakat dalam melestarikan kebudayaan di kecamatan tanjung palas
kabupaten bulungan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha
menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau
masalah faktual. Informan penelitian yaitu Ketua
Hasil penelitian ini upaya masyarakat dalam melestarikan
kebudayaan kesultanan bulungan setelah indonesia merdeka khususnya
masyarakat bulungan, tanjung palas sangat sangatlah berperan penting.
Dalam melestarikan melestarikan kebudayaan kesultanan dengan
mempertahankan tradisi yang ada di kabupaten bulungan khususnya
kecamatan tanjung palas bukan saja persoalan birau tetapi juga seperti
acara adat, penyambutan tamu, musyawarah besar, pernikahan.
Hambatan yang dialami masyarakat dalam melestarikan
melestarikan kebudayaan kesultanan bulungan yaitu : kurangnya anggaran
yang diberikan dari pemerintah dan partisipasi dari kalangan masyarakat
lainnya.
IIN NURHAYATI
2020 · Thesis · Open Access
Kota Tarakan merupakan kota kepulauan dimana terletak di sebelah timur pulau Kalimantan bagian utara dan mengalami pertumbuhan penduduk khusus di Kecamatan Tarakan Tengah sebesar 79.312 jiwa (BPS Kecamatan Tarakan Tengah, 2018). Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan air baku juga akan semakin meningkat. Saat ini pelayanan air bersih melalui (PDAM) Tirta Alam kota Tarakan baru menjangkau 45 persen penduduk kota Tarakan, dengan demikian perlu Perencanaan Pola Operasi Embung Binalatung 3 untuk Kebutuhan Air Baku Kecamatan Tarakan Tengah menggunakan Analisis Deterministik. Berdasarkan konsep dari analisis deterministik bahwa simulasi ini adalah suatu kondisi dimana pada perencanaan pola operasi embung dapat diterapkan berdasarkan kapasitas tampungan embung dan kondisi keandalan tampungan. Dari hasil perhitungan proyeksi penduduk Kecamatan Tarakan Tengah tahun 2018-2032 yaitu sebesar 122.378 jiwa pada tahun 2032, dengan kebutuhan air baku sebesar 0.212 m3/detik. Berdasarkan hasil keandalan tampungan untuk analisis deterministik pada Perencanaan Pola Operasi Embung Binalatung 3 Kecamatan Tarakan Tengah kondisi debit inflow pada debit air cukup, air normal, air rendah, dan debit air kering tahun (2022-2032) yaitu pada kondisi debit air cukup (26.02%) Q rata rata inflow sebesar 0.017 m3/detik dan Q total air baku keseluruhan sebesar 17.646 juta m3dengan persentase terlayani 86-100%, pada kondisi debit air normal (50.68%) Q rata rata inflow sebesar 0.021 m3/detik dan Q total air baku keseluruhan sebesar 17.646 juta m3dengan persentase terlayani 88-100%, pada kondisi debit air rendah (75.34%) Q rata rata inflow sebesar 0.022 m3/detikdan Q total air baku keseluruhan sebesar 17.646 juta m3dengan persentase terlayani 84-100%, adapun pada kondisi debit air kering (97.30%) Q rata rata inflow sebesar 0.024 m3/detik dan Q total air baku keseluruhan sebesar 17.646 juta m3dengan persentase terlayani 85-100%. Maka, dari Perencanaan Pola Operasi Embung Binalatung 3 untuk Kebutuhan Air Baku Kecamatan Tarakan Tengah menggunakan Analisis Deterministik bahwa kondisi keandalan tampungan untuk pemenuhan kebutuhan air baku yaitu terlihat pada persentase terlayani yang diterapkan menggunakan analisis deterministik.
CHAIRUNNISA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Desa Tanjung Buka terletak di dalam wilayah Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan dengan : - Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Salimbatu dan Laut Tarakan. - Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makassar - Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tanah Kuning Desa Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur. - Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Salimbatu, dan Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor. Luas wilayah Desa Tanjung Buka adalah +28.860 Ha dimana 50% berupa wilayah Pertanian Pasang surut dan yang sebagian 50 % dimanfaatkan sebagai lahan Pertambakan yang dimanfaatkan oleh orang luar Desa Tanjung Buka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem jaringan irigasi yang terdapat di daerah irigasi Tanjung Buka dan menganalisis kebutuhan air irigasi pada kondisi normal dengan tujuan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum pada daerah irigasi Tanjung Buka. Penelitian ini menganalisa kebutuhan air irigasi pada kondisi normal dengan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi pada pola tanam Padi-Padi yang dimulai awal bulan November maka pada kebutuhan air irigasi maksimum didapat sebesar 2,30 m³/dtk, sedangkan untuk kebutuhan air irigasi minimum 0.20 m³/dtk. Kebutuhan maksimum terjadi pada bulan kedua Januari sedangkan untuk yang minimum terjadi pada awal bulan Juni. Analisa ini didapatkan berdasarkan dari data 10 tahun terakhir. Dari penelitian ini sistem jaringan irigasi pada daerah Tanjung Buka menyatakan bahwa system jaringan irigasi masih dalam keadaan baik. Dimana kebutuhan air irigasi sebelumnya sebesar 2,76 l/dt/ha, menunjukkan bahwa tidak ada penurunan kebutuhan air irigasi yang signifikan.
MARIA ULO LAING
2020 · Thesis · Open Access
EFEKTIVITAS KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA STUDY KASUS DESA TERAS BARU KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pembangunan infrastruktur dalam merekonstruksi desa harus mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat, menerapkan peran aktif masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat agar tetap bersama sebagai warga desa. Pemerintah memiliki wewenang untuk mengelola kepentingan masyarakat, tetapi kegiatan infrastruktur yang telah direalisasikan dalam Teras Baru masih dipercayakan kepada sektor swasta sebagai pelaku. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas kepala desa dalam membangun infrastruktur di Teras baru, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan. juga, faktor lain yang menghambat proses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi analisis kualitatif. data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. data primer diperoleh dari observasi dan wawancara beberapa responden yang tepat dan data sekunder diperoleh dari studi perpustakaan. itu juga menggunakan purposive sampling dalam menentukan sampel. Hasil penelitian ini adalah efektivitas infrastruktur bangunan di Teras baru belum cukup baik. Itu bisa dilihat dari realisasi bangunan yang direncanakan hanya dilakukan dua macam. faktor-faktor yang mempengaruhi pemantauan adalah tanggung jawab dan kesadaran tentang pembangunan infrastruktur, kurangnya pembangun, dan sulit untuk mencapai lokasi. jadi, saran dalam hal ini adalah, karena lebih sedikit dana, perlu untuk memberikan pembagian kerja dengan jelas, transparansi antara pemerintah dan pihak lain yang terlibat dalam kebutuhan masyarakat. juga, mengoptimalkan perencanaan tentang pembangunan infrastruktur. pemerintah dapat memberikan penjelasan yang jelas tentang infrastruktur, sehingga kecamatan dapat mengontrol pemeliharaan infrastruktur.
MOHAMAD GUSTIANSYAH
2020 · Thesis · Open Access
Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat Desa Di Desa Wonomulyo Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan ABSTRAK Keberhasilan pembangunan desa salah satunya dipengaruhi oleh peran Kepala Desa, dengan demikian maka peran Kepala Desa menjadi penting yang sangat diperlukan dalam proses pembangunan desa guna untuk memperlancar pembangunan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hal ini menyoroti tentang Peran Kepala Desa terhadap swadaya masyarakat dalam pembangunan desa di Desa Monomulyo Kecamatan Tanjung selor Kabupaten Bulungan. Temuan menunjukan bahwa Kepala Desa sangat berperan dalam memberikan motivasi, fasilitas dan menggerakkan warga disetiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa. Dalam perannya temuan juga menunjukan bahwa peran Kepala Desa yang peling sering terlihat yaitu Kepala Desa sebagai fasilitator hal ini terlihat bahwa Kepala Desa sering memfasilitasi setiap kegiatan-kegiatan pembangunan desa di Desa penelitian yaitu di Desa Monomulyo. Faktor pendukung dan penghambat peran Kepala Desa dalam menggalang swadaya masyarakat juga di bahas dalam penelitian ini. Dalam perannya untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur, temuan juga menunjukan Kepala Desa dalam meningkatkan swadaya masyarakat sangat penting dalam mengadakan pendekatan dan menumbuhkan serta mengembangkan swadaya gotong-royong masyarakat untuk dapat merealisasikan pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
DEWI JUNIYATI
2020 · Thesis · Open Access
DINAMIKA POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN CALON LEGISLATIF DPRD DAERAH PEMILIHAN 1 (KECAMATAN TANJUNG SELOR DAN KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR) KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERIODE 2019-2024 DEWI JUNIYATI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS KALTARA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dinamika Politik Masyarakat dalam pemilihan Calon Legislatif DPRD Daerah Pemilihan 1 (Kecamatan Tanjung Selor dan Kecamatan Tanjung Palas Timur) Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Periode 2019-2024. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat yang berada di Kecamatan Tanjung Selor dan Kecamatan Tanjung Palas Timur, sedangkan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 25 (dua puluh lima) orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Dinamika Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Calon Legislatif DPRD Daerah Pemilihan I (Kecamatan Tanjung Selor dan Kecamatan Tanjung Palas Timur) Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Periode 2019-2024 terjadi berdasarkan tiga aspek. Pertama, Arah Kebijakan Politik yaitu pemilih dalam menentukan pilihannya didasarkan pada Visi Misi dan Program kerja yang ditawarkan seseorang calon legislatif yang nantinya akan dipilih. Kedua, Garis Primordialisme atau ikatan kedaerahan yaitu pemilih menjatuhkan pilihannya kepada seorang kandidat yang berasal dari daerahnya sendiri, suku yang sama dengan pemilih dan Keluarga mereka sendiri karena ketidakrelaan apabila anggota legislatif yang terpilih tersebut tidak berasal dari daerah, suku dan keluarga mereka. Ketiga, Ikatan Emosional yaitu pemilih dalam menentukan pilihannya tidak mudah dipengaruhi dan diubah. Ikatan emosional ini dapat timbul karena adanya hubungan kedekatan dengan pemilih seperti, teman dekat dan orientasi partai politik berbasis agama.
TEGUH SANTOSO
2020 · Thesis · Open Access
Teguh Santoso, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara Tanjung Selor, Januari 2020. Perencanaan dan Perancangan Rusunawa bagi Pedagang Pasar Induk Tanjung Selor dengan Pendekatan Arsitektur Hijau. Dosen Pembimbing : Eko Wahyudi, ST.,MT. Kata kunci : Rusunawa Tanjung Selor, Arsitektur Hijau Permasalahan yang mungkin timbul pada perencanaan pembangunan rusunawa ini belum adanya fasilitas hunian yang biaya sewa relatif murah, nyaman dan mampu menghadirkan bangunan yang peduli terhadap kelestarian alam. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah : Untuk merencanakan dan merancang rusunawa bagi pedagang pasar induk yang nyaman dan peduli terhadap kelestarian alam dengan pendekatan Arsitektur Hijau. Bangunan yang direncanakan adalah sebuah rusunawa, dengan aspek fisik meliputi perencanaan lingkungan tapak, masa bangunan, pembetukan ruang dan arus sirkulasi dalam luar bangunan maupun sirkulasi dalam lokasi tapak yang akan direncanakan. Tema yang akan digunakan dalam proyek Rusunawa bagi Pedagang Pasar Induk Tanjung Selor dengan pendekatan arsitektur hijau. Lokasi terletak di Jl. H. Thamrin Tanjung Selor, lokasinya sangat strategis, karena posisi tersebut berada di belakang pasar induk. Untuk luas lahan sendiri yang akan direncanakan untuk lokasi kegiatan ini adalah 21.000 m2 (2.1 hektar), dengan panjang 150 m dan lebar 140 m. Manfaat yang di dapat dalam pembangunan proyek rusunawa bagi pedagang pasar induk Tanjung Selor ini sebagai hunian pada kota yang mempunyai masalah keterbatasan penyediaan lahan tentang bangunan rusunawa dengan pendekatan arsitektur hijau.