MISBA
2019 · Thesis · Open Access
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK MISBAH. 2019. Pengaruh Kompetensi SDM Terhadap Efektivitas Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Biro Humas dan Protokol Provinsi Kalimantan Utara. Skripsi. Jurusan Ilmu Administrasi Publik. Program S1 Ilmu Sosial dan Politik . Universitas Kalimantan Utara. Dosen Pembimbing : Burhanuddin,S.Sos,.M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi Kompetensi SDM yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap efektivitas kinerja pegawai negeri sipil Biro Humas dan Protokol Provinsi Kaliamantan Utara dan untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan berpengaruh terhadap efektivitas kinerja pegawai negeri sipil Biro Humas dan Protokol Provinsi Kaliamantan Utara. Sedangkan uji instrument yang digunakan adalah uji reabilitas, uji validitas, uji statistic (uji T test, F test dan uji R2/ koefisien determinasi) dan uji asumsi klasik (uji multikolinieritas, uji heteroskendastisitas, uji normalitas dan uji linieritas). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa dimensi kompetensi SDM yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan sikap berpengaruh positif dan signifikan secara sendiri-sendiri terhadap efektivitas kinerja pegawai negeri sipil Biro Humas dan Protokol Provinsi Kaliamantan Utara. Hal itu dapat dibuktikan dari perbandingan antara nilai t test yang lebih besar dari t table dan nilai sig. yang kurang dari 0,05 dari masing-masing variabel kompetensi SDM dengan efektivitas kinerja pegawai. Dengan demikian, hipotesis pertama yang diajukan terbukti kebenarannya. Pengetahuan, keterampilan dan sikap juga berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap efektivitas kinerja pegawai negeri sipil Biro Humas dan Protokol Provinsi Kaliamantan Utara, dapat lihat dari nilai F test yang lebih besar dari F table, oleh karena itu hipotesis keempat yang diajukan terbukti kebenarannya. Sedangkan dimensi kompetensi SDM (pengetahuan, keterampilan dan sikap) terhadap efektivitas kinerja pegawai negeri sipil Biro Humas dan Protokol Provinsi Kaliamantan Utara, terlihat bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh adalah ketrampilan , hal ini disebabkan karena variabel ketrampilan memiliki nilai beta terbesar dibandingkan variabel lain, selain itu memiliki nilai sig. yang terkecil dari variabel pengetahuan dan sikap. Dengan demikian hipotesis kelima yang diajukan tidak terbukti kebenarannya. Kata kunci: Pengetahuan, Keterampilan, Sikap dan Efeketivitas Kinerja
LATIFAH AL AMUDI
2019 · Thesis · Open Access
Skripsi ini membahas tentang Strategi Perpustakaan Keliling Pada Dinas Perpustakaan Arsip Dan Daerah Kabupaten Bulungan. Pokok permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana Strategi Perpustakaan Keliling Dalam Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa minat peningkatan minat baca siswa yang dilakukan oleh perpustakaan keliling dalam mengunjungi sekolah-sekolah yang ada dikabupaten Bulungan. Usaha yang dilakukan oleh perpustakaan keliling ialah mensosialisasikan kepada guru dan khususnya siswa sekolah dasar dalam manfaat membaca. pada dasarnya minat baca siswa sangat baik, namun untuk sekolah daerah yang jauh dari kota membuat siswa sekolah dasar sulit untuk berkunjung keperpustakaan daerah. Setiap sekolah tentunya memiliki perpustakaan, hanya saja suplay buku masih kurang. Untuk itu dengan hadirnya perpustakaan keliling ini sangat membantu siswa-siswi dalam mencari informasi yang mereka butuhkan.
FARIDA
2019 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI DESA MARA SATU KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN Rumusan masalah penelitian yaitu bagaimana partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan?, dan faktor apa saja yang menjadi penghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala Desa Mara Satu, Anggota BPD, Ketua RW/RT, Tokoh-tokoh masyarakat Desa Mara Satu, dan Masyarakat Adat.Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu pembangunan Desa Mara Satu khususnya pembangunan fisik, masyarakat sudah ikut berpartisipasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masyarakat, partisipasi tersebut terlihat dari aktifitas sebagai berikut: gotong royong di dalam perbaikan jalan, balai desa, jalur perhubungan (Jembatan), sedangkan pembangunan jalan-jalan yang menuju kecamatan di kerjakan oleh pemerintah.Dalam pembangunan non fisik seperti (menyumbangkan pendapat, pembinaan kesenian daerah dan menjaga keamanan dan ketertiban) masyarakat belum berpartisipasi secara optimal, hal tersebut disebabkan lemahnya sumber daya manusia dan masih berkembangnya pola pikir lama dalam kehidupan masyarakat. Hambatan pembangunan yang dihadapi Desa Mara Satu antara lain: Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa Mara Satu dalam hal pendidikan masih kurang maksimal oleh karena itu pemerintah harus memperhatikan hal tersebut guna meningkatkan mutu dan kualitas SDM yang ada, keterbatasan dana yang diberikan, Kurangnya sosialisasi yang diberikan khususnya dalam mengembangkan kesenian daerah yang ada. Kata Kunci: Partisipasi, masyarakat, pembangunan, dan desa vii ABSTRACT COMMUNITY PARTICIPATION IN DEVELOPMENT DESA MARA SATU KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT BULUNGAN DISTRICT The formulation of the research problem is how community participation in development in Mara Satu Village, West Tanjung Palas Sub-District, Bulungan Regency, and what factors are obstacles to community participation in development in Mara Satu Village, Tanjung Palas Barat District, Bulungan District. The research objective was to determine community participation in development in Mara Satu Village, West Tanjung Palas Sub-District, Bulungan Regency, and to find out what factors were obstacles to community participation in development in Mara Satu Village, Tanjung Palas District, West Bulungan District. His type of research is qualitative descriptive. Research information are the Village Head Mara Satu, BPD Member, Chairperson of the RW / RT, Mara Village One community leaders, and Indigenous Peoples. Data collection techniques are interview observation and documentation. While data analysis techniques include: data reduction, display data and draw conclusions. The results of the research are in the development of Mara Satu Village, especially physical development, the community has participated in accordance with the capabilities of the community, such participation can be seen from the following activities: mutual cooperation in road repairs, village halls, transportation lines (Bridges), and road construction the road to the sub-district is done by the government. In non-physical development such as (contributing opinions, fostering regional arts and maintaining security and order) the community has not participated optimally, this is due to weak human resources and the development of old mindsets in people's lives. Development barriers faced by Mara Satu Village include: Factors of Human Resources (HR) in Mara Satu village in terms of education is still not optimal, therefore the government must pay attention to this in order to improve the quality and quality of existing human resources, limited funds provided, Lack of socialization provided specifically in developing the existing regional arts. Keywords: Participation, community, development, and village viii
HASDIN PRAYUDA
2019 · Thesis · Open Access
POLA MIGRASI DI KABUPATEN BULUNGAN PASCA TERBENTUKNYAPROVINSI KALIMANTAN UTARA
BAMBANG KAROBET BRAHMA H W M
2019 · Thesis · Open Access
UPAYA PEMERINTAH DESA GUNUNG SERIANG DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS HIDUP MASYARAKAT NELAYAN (STUDI TERHADAP MASYARAKAT DESA GUNUNG SERIANG KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN
SUSANTI
2019 · Thesis · Open Access
ASusanti,2019. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIS) untuk Penentuan Kelas Kesesuaian Lahan Tanaman Kedelai di Kecamatan Peso Hilir. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. di bawah bimbingan Bapak Adymas Putro Utomo Kedelai merupakan salah satu bahan pokok bagi masyarakat yang sulit ditemukan saat ini. Konsumsi kedelai yang sangat besar menyebabkan Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri. Indonesia melakukan impor kedelai untuk mencukupi kebutuhan kedelai dalam negeri, sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga kedelai. Tujuan penelitian adalah menentukan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai dengan menggunakan analisis spasial atau non spasial, kemudian dicocokan karakteristik lahan dengan data syarat tumbuh yang bersumber dari Permentan No. 79 Tahun 2013 di kombinasi dengan Hasil Penelitian Universitas Sumatera Utara. Aplikasi SIG yaitu Arcview .3.3, adalah aplikasi yang digunakan untuk mengolah dalam proses Overlay maupun Matching sampai dengan penyajian Layout. Dengan Aplikasi ini pengguna dapat menampilkan berbagai peta seperti Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, Peta Suhu Udara, Peta Curah Hujan,Peta Kesesuaian Lahan Aktual, Peta Kesesuaian Lahan Potensial. Selain itu pengguna dapat mengakses informasi luasan kelas kesesuaian lahan serta serta karakteristik lahan di Kecamatan Peso Hilir. Demikian pihak pengambil kebijakan maupun masyarakat dapat menjadikannya dasar dalam perencanaan tata guna lahan, khususnya di komuniti tanaman kedelai.
MERI ASTIKA
2019 · Thesis · Open Access
MERI ASTIKA. Agroteknologi Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor Tahun 2019, Identifikasi Jenis Cacing Tanah Di Wilayah Bantaran Sungai Kayan Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat. (Dibimbing oleh Ibu Rina Lesmana, SP.MM) Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui jenis-jenis cacing tanah yang ada di wilayah bantaran sungai kayan berdasarkan penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Tanjung Palas Barat Provinsi Kalimantan Utara. Metode pengambilan sampel cacing tanah menggunakan metode hand sorting (sortir menggunakan tangan). Metode hand sorting merupakan salah satu metode penyortiran dengan tangan. Dimana metode ini menggunakan tangan untuk mengambil atau meneliti suatu sampel (Renny, 2012).Penentuan plot akan dipasang menggunakan metode purposiv sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau srata, melainkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu (Arikunto, 2006). Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada 3 (tiga) lokasi yaitu pada lahan hutan sekunder yang berjumlah 7 plot, jenis cacing tanah yang teridentifikasi adalah Genus Pheretima, sedangkan jenis cacing tanah yang teridentifikasi pada lahan pertanian yang berjumlah 11 plot, jenis cacing tanah yang teridentifikasi adalah Genus Pontoscolex, dan jenis cacing tanah yang teridentifikasi pada lahan pemukiman yang berjumlah 11 plot yaitu Genus Microscolex.
SITI AISYAH
2019 · Thesis · Open Access
Siti Aisyah, Program Sarjana Univeristas Kaltara Tanjung Selor. Pengaruh Pemberian Mulsa Plastik Dan Mulsa Alang-Alang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum Mill) Tanaman tomat (Solanum lycopersicum Mill) merupakan salah satu komoditas sayuran penting karena kandungan gizinya yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Permintaan tomat cenderung meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan meningkatnya rata-rata konsumsi tomat di beberapa negara dan meningkatnya jumlah penduduk. Tomat hibrida tymoti F1 dapat tahan dan beradaptasi di daerah yang sentra serangan virus.,Buah mempunyai ukuran 65 – 75 gram / buah dengan potensi tanaman 70 ton / ha. Tomat tymoti F1 dapat di panen saat tanaman berumur 60 HST. Tomat hibrida ( F1 ) Tymoti di rekomendasikan untuk dataran rendah sampai menengah. Tanaman tahan terhadap gemini virus dan cuaca panas dan tanaman toleran terhadap serangan layu jamur dan bakteri. Bibit tersedia dalam kemasan 1.750 butir / sachet dan dalam 1 ha membutuhkan sekitar 15 sachet. Varietas servo F1 tahan virus yang merupakan produksi dari East West Seed Indonesia. Tomat hibrida servo ini termasuk tomat varietas baru. Tomat hibrida servo lebih cocok di dataran rendah sampai menengah. Tomat hibrida servo terbukti tahan virus bila dibandingkan dengan tomat tymoti. Buah tomat tahan virus F1 servo berukuran 80 – 90 gram / buah. Hasil buah tomat servo pertanaman mencapai 4 kg / batang pada lingkungan yang endemik serangan virus. Bentuk buah bulat dengan warna hijau agak tua pada saat muda dan akan merah merata pada saat tanaman tua. Jumlah buah perdompol 6 – 7 buah dengan jumlah dompol pertanaman 12 - 14 dompol. Dan daun tomat servo cukup tahan terhadap serangan bercak daun di lokasi tanam dataran rendah. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemakaian mulsa plastik dan mulsa alang-alang terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman tomat. Penelitian dilakukan di kota Tanjung Selor pada bulan September sampai dengan Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun faktor-faktor sebagai berikut: Faktor 1: adalah Mulsa plastik (M1) dan mulsa alang-alang (M2) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu :M0 = Tanpa Mulsa (Kontrol), M1 = Mulsa Plastik dan M2 = Mulsa Alang-alang Faktor II: adalah varietas (V) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu : V1 = Tymoti F1 dan V2 = Servo F1 Dari analisa sidik ragam menunjukan bahwa Perlakuan mulsa plastik berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman. Hal ini karena mulsa plastik menbantu mempertahankanunsur hara yang cukup untuk pertumbuhanan perkembangan tanaman, terutaman unsur hara makro Nitrogen (N), Paspor (P) dan Kalium (K). Kandungan unsur hara yang rendah, tidak mencukupi bagi ketersediaan unsur hara pupuk kandang kambing pada umumnya lambat karena harus dirombak terlebih dahulu oleh mikroba untuk bisa menjadi senyawa yang dapat diserap oleh taanaman Perlakuan pemberian mulsa berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun. Hal ini diduga karena fase pertumbuhan jumlah daun, unsur hara yang tersedia dengan pemberian mulsa plastik dapat terjaga tersedia bagi tanaman. Sehinga unsur-unsur yang ada seperti Nitrogen, Phospor dan Kalium dapat diserap oleh tanaman.Ketiga unsur makro tersebut berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman Perlakuan pemberian mulsa alang-alang berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman. Hal ini karena mulsa alang-alang adalah mulsa organik yang mampu menambhah unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan an perkembangan tanaman, terutaman unsur hara makro Nitrogen (N), Paspor (P) dan Kalium (K). Kandungan unsur hara yang rendah, tidak mencukupi bagi ketersediaan unsur hara pupuk kandang sapi pada umumnya lambat karena harus dirombak terlebih dahulu oleh mikroba untuk bisa menjadi senyawa yang dapat diserap oleh tanaman dan Perlakuan pemberian mulsa alang-alang berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun. Hal ini diduga karena fase pertumbuhan jumlah daun, unsur hara yang tersedia pada mulsa alang-alang telah cukup tersedia bagi tanaman. Sehinga unsur-unsur yang ada seperti Nitrogen, Phospor dan Kalium dapat diserap oleh tanaman Interkasi Perlakuan mulsa plastik dan mulsa alang-alang berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Hal ini karena plastik dan mulsa alang-alang saling mendukung dan melindungi unsur hara yang cukup untuk pertumbuhanan perkembangan tanaman, terutaman unsur hara makro Nitrogen (N), Paspor (P) dan Kalium (K). Kandungan unsur hara yang rendah, tidak mencukupi bagi ketersediaan unsur hara mulsa alang-alang pada umumnya lambat karena harus dirombak terlebih dahulu oleh mikroba untuk bisa menjadi senyawa yang dapat diserap oleh taanaman.
DESI MARLENA ROBEN
2019 · Thesis · Open Access
Investivigasi Model Binary Logistic Regression untuk Prediksi Perubahan Tutupan Lahan di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
VINDA IRAHMIKA
2019 · Thesis · Open Access
Penyediaan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi kekritisan lahan di daerah Kecamatan Tanjung Selor sangat penting dalam rangka mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian. Salah satu aspek dari ekosistem vegetasi yang menjadi parameter tingkat kekritisan suatu lahan adalah informasi Leaf Area Index (LAI). LAI dapat digunakan sebagai parameter vegetasi, karena LAI berkaitan erat dengan jumlah pertukaran energi antara vegetasi dan atmosfer, serta faktor utama penentu tingkat kerapatan vegetasi. Sehingga penyediaan informasi spasial LAI secara eksplisit sangat penting untuk mendukung upaya pelestarian lahan. Sebelumnya telah dilakukan penelitian menggunakan citra penginderaan jauh untuk melihat tingkat kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor dengan menggunakan metode Normalizzed Defferent Vegetation Index (NDVI) dan menghasilkan beberapa perbedaan dalam luasan. Penelitian ini fokus pada metode LAI dengan menggunakan Citra Landsat 8 OLI TIRS dan menggunakan kanal 2, 3, 4 dan 5 untuk perhitungan tingkat kekritisan lahan dari parameter vegetasi. Kemudian kelas vegetasi dilakukan overlay dengan kelas tingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan. Tujuan penelitian ini, yaitu : (1) Untuk mengetahui sebaran spasial tingkat kelas kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor; (2) Untuk mengetahui sebaran spasial tingkat kelas kekritisan lahan pada desa di Kecamatan Tanjung Selor; dan (3) Untuk mengetahui sebaran luasan tingkat kelas kekritisan pada penggunaan lahan di Kecamatan Tanjung Selor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sebaran luas kekritisan lahan di daerah Kecamatan Tanjung Selor yaitu pada kelas tidak kritis 8.185,35 ha (15,29%), potensial kritis 40.620,82 ha (75,87%), agak kritis 3.630,13 ha (6,78), kritis 33,96 ha (0,06%) dan sangat kritis 72,83 ha (0,14%); (2) Sebaran luas kekritisan lahan pada desa di Kecamatan Tanjung Selor dengan nilai tertinggi terdapat pada kelas potensial kritis pada desa Tengkapak seluas 1.454,90 ha (24,25%), sedangkan kekritisan terendah terdapat pada kelas sangat kritis yang terdapat pada desa Tanjung Selor Hilir seluas 1,82 ha (0,03%); dan (3) Sebaran luas kekritisan lahan pada penggunaan lahan yang memiliki nilai tertinggi dan terendah terdapat pada penggunaan lahan sebagai hutan, yaitu kelas potensial kritis seluas 8.741,36 ha (80,22%) dan kelas sangat kritis seluas 0,12 ha (0,00%).
HIJRAH
2019 · Thesis · Open Access
HIJRAH, 201531008. Indentifikasi Morfologi 14 Kultivar Padi Lokal Di Kecamatan Tanjung Palas Utara. Di Bawah Bimbingan Tati Hariyati SP,. MP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 14 kultivar padi lokal di Kecamatan Tanjung Palas Utara dan untuk mengetahui morfologi 14 kultivar padi lokal di Kecamatan Tanjung Palas Utara. Penelitian dilaksanakan di dua Desa yaitu Desa Pimping dan Desa Kelubir, pada bulan Oktober - Maret 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah data kuantitatif dan kualitatif yaitu data yang diambil langsung dilapangan diantaranya tinggi tanaman, jumlah anakan, warna daun, panjang daun, lebar daun, bentuk daun, jumlah bulir bernas permalai, jumlah gabah hampah, berat bulir 1000 gram, panjang malai, umur berbunga, umur panen. Dari hasil penelitian 14 kultivar padi lokal meliputi (padi punan, padi keladi, padi seribu, padi miau,padi ketan putih, padi ketan Malaysia, padi ketan atin, padi roti, padi terong, padi ikan, padi bereh, padi adan, padi balik dan padi baung), memiliki morfologi tinggi tanaman rata – rata berkisar antara 132,4 – 182,2 cm, panjang daun berkisar antara 48,8 – 83,8 cm, lebar daun rata – rata berkisar antara 1,9 – 3,0 cm, bentuk daun berbentuk pedang dan pita, jumlah anakan rata – rata berkisar antara 2 – 11, umur berbunga berkisar 108 – 140 hari setelah tanam, umur panen berkisar 139 – 169 hari setelah tanam, panjang malai berkisar antara 30,7 – 41,7 cm, jumlah bulir bernas per malai berkisar antara 128 – 308, jumlah gabah hampah berkisar antara 7 – 127 % dan berat bulir 1000 gram berkisar antara 19 – 30 gram.
JEMS ANDRI YONATAN DAUD
2019 · Thesis · Open Access
ABSTRAK JEMS ANDRI YONATAN DAUD. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor Tahun 2019, Estimasi Sebaran Kawasan Lahan Gambut (Peat Land) Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 OLI TIRS (Dibimbing oleh Bapak Adymas Putro Utomo, S.P., M.T.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai validasi dengan menggunakan aplikasi statistik SPSS (KIA) dari beberapa hasil intepretasi kombinasi band yang terdapat pada citra satelit landsat 8 OLI TIRS yang nantinya akan digunakan untuk memprediksi sebaran gambut. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Salim Batu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Sampel yang diperoleh akan digunakan sebagai data acuan untuk memprediksikan sebaran gambut melalui citra satelit landsat 8 OLI TIRS. Pengolahan data dilakukan di laboratorium Pedologi Pengindraan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis (PPJSIG) Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Dari hasil intepretasi yang dilakukan pada 3 (tiga) kombinasi band yaitu pada kombinasi band 4-5-6, kombinasi band 4-3-2, dan kombinasi band 7-5-3 menghasilkan nilai validasi terbaik yang terdapat pada kombinasi band 7-5-3. Kombinasi ini memiliki nilai presentase tingkat akurasi sebesar 57,9 % dan nilai Kappa Indexs Agreement 0,165.
NUNUNG EKAWATI
2019 · Thesis · Open Access
Evaluasi Kelas Kesesuaian Lahan untuk pengembangan tanaman Jagung (Zea mays L) dengan Sistem Informasi Georgafis (SIG) dikecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
HERI KURNIAWAN
2019 · Thesis · Open Access
Heri Kurniawan. 201431023. Implementasi pupuk bokashi limbah pasar organik sabut kelapa (Cocos Nucifera) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsium Frutescens L) varietas Dewata 43 F1. Bimbingan Sabarudin, SP.,MM. Pertumbuhan tanaman sangat bergantung pada pupuk yang di aplikasikan. Petani sering kesusahan dalam memenuhinya, maka dengan pemanfaatan limbah pasar organik merupakan tindakan yang efisien, selain mengurangi pencemaran lingkungan juga bisa di olah menjadi pupuk bokashi. Salah satu limbah pasar organik yang dapat di olah menjadi pupuk bokashi ialah sabut kelapa, karena kandungan yang dihasilkan dapat memenuhi nutrisi yang di butuhkan oleh tanaman. Penelitian ini di lakukan dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa untuk di jadikan pupuk bokashi. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui bagaimana pengaruh pupuk bokashi sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit Dewata 43 F1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan yang sama yaitu pupuk bokashi dengan dosis 10 ton/ha (1kg), 15 ton/ha (1,5 kg), 20 ton/ha (2 kg), Dengan empat perlakuan dan empat ulangan.
OKTAVIANUS JALUNG
2019 · Thesis · Open Access
OKTAVIANUS JALUNG. 201431001. Implementasi Pupuk Bokashi Limbah Pasar Organik Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum Melongena L.) Varietas Mustang FI. Dibawah bimbingan Sabarudin, SP.,MM. Sampah organik pasar merupakan sisa bahan-bahan pasar yang pada umumnya tidak digunakan lagi, dan jika dibiarkan menumpuk akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu sampah organik yang banyak terdapat di pasar ialah kulit pisang kepok. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu adanya solusi untuk mengurangi sampah kulit pisang kepok, salah satunya dengan pembuatan pupuk bokashi. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan sampah kulit pisang kepok untuk dijadikan bokashi yang lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pupuk bokashi dari bahan kulit pisang kepok berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini diawali dengan pembuatan pupuk bokashi dari bahan sampah kulit pisang kepok dan kemudian akan di impelmentasikan ke tanaman terung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu perlakuan yaitu pupuk bokashi dengan empat taraf dosis, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha. Penelitian ini dilakukan dengan 8 kali ulangan.
IRPAN
2019 · Thesis · Open Access
In the current reform era, Indonesia is required to continue to improve development both in terms of infrastructure and superstructure. To realize an increase in national development, it must begin with an increase in regional development. Furthermore, the Regional RPJM is elaborated in an annual duration plan called the Local Government Work Plan (RKPD) which contains the design of the regional economic framework, regional development priorities, work plans, and funding, both implemented directly by the government and pursued by encouraging community participation. The Tourism Office of North Kalimantan Province is one of the regional apparatus that plays a role in carrying out the tasks of preparing, controlling and evaluating the implementation of regional development plans. The Tourism Office has the task of carrying out government affairs in the tourism sector which are the authority of the region based on the principle of autonomy and co-administration. This research was conducted to determine the role of development and development plans through the 2016-2021 North Kalimantan RPJMD and to find out the factors for Determining Strategic Issues and Problems in preparing the 2016-2021 RPJMD regional mid-term development plans in North Kalimantan Province. The results of the study show that the Strategic Planning of the Tourism Office of North Kalimantan Province provided direction and objectives for improving community welfare. strategic issues regarding the implementation of culture and tourism in the North Kalimantan Province are low tourist visits to North Kalimantan, inadequate accessibility of transportation to tourism objects in North Kalimantan, low availability of infrastructure and facilities on tourism objects in North Kalimantan, tourist attractions and attractions based on ecotourism has not been maximally explored, art and culture as a character of national identity has not been explored optimally, low investment in tourism in North Kalimantan, low marketing of domestic and foreign culture and tourism, low community participation in cultural and tourism development, and Human resources in culture and tourism are inadequate.
JUARITA
2019 · Thesis · Open Access
JUARITA.2013 31 069. Analisis Usaha Tani Lada Di Desa Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan (Di Bimbing oleh Nila Rusyanti). Penelitian ini bertujuan a) Untuk Mengetahui produksi Usaha Tani Lada Desa Gunung Seriang. b) Untuk mengetahui kelayakan usaha tani lada di Desa Gunung Seriang. Metode pengambilan data yakni primer dan sekunder dengan pengambilan sampel adalah petani lada di Desa Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode Sampling Jenuh (sensus).Samping Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. Pendapatan rata-rata petani lada di Desa Gunung Seriang Sebesar Rp.2,574,694/ha. Dengan Nilai R/C= 1,47. Menunjukan bahwa R/C >1, dari hasil penelitian disimpulkan Petani Lada di Desa Gunung Seriang layak untuk di usahakan di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
AMELIA ACHMADI
2019 · Thesis · Open Access
Amelia Achmadi, 2018 “ Aplikasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L,) Terhadap Tingkat Serangan Hama Penyakit, Pertumbuhan Dan Hasil 3 Varietas Tanaman Terung (Solanum Melongenal) dibawah bimbingan Bapak Sabarudin, SP., MM. Selaku dosen pembimbing I . Terong (Solanum Melongena L) merupakan tanaman asli daerah tropis yang cukup dikenal di Indonesia. Pasar dalam negeri adalah pasar potensial bagi pemasaran buah dan sayuran. Komoditas sayuran dan buah memang diarahkan untuk menggairahkan pasar dalam negeri, tetapi pasar tentu saja memerlukan persediaan barang yang diperlukan, baik secara kuantitas atau kualtaster. Untuk itu diperlukan sebuah pola pembudidayaan yang baik dan benar agar persediaan barang tersebut memenuhi cakrawala harapan banyak pihak terkait. Baik petani, tengkulak, pedagang, grosir hingga konsumen pada umumnya. Peningkatkan produksi tanaman biasa dilakukan dengan salah satu cara pemberian pestisida yang bertujuan agar tanaman tidak dirusak oleh hama dan penyakit. Pestisida dan nabati selain ramah lingkungan, pestisida dan nabati ini merupakan pestisida yang relatif aman dalam penggunaannya dan ekonomis. Tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida dan nabati adalah daun papaya tua yang masih berwarna hijau. Daun papaya banyak mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan berbagai macam lainnya seperti enzim papain. Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan satu perlakuan dengan sembilan ulangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daun papaya berpengaruh terhadap serangan hama penyakit dan pertumbuhan pada tanaman teron.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan eksrak daun pepaya tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 HST, 28 HST, dan 42 HST, daun yang terserang hama sangat berpengaruh nyata pada umur 25 HST, 29 HST, 33 HST dan tingkat serangan hama sangat berpengaruh nyata pada umur 25 HST, 35 HST, 45 HST, sedangkan berat buat tidak berpengaruh nyata.
SUPRATMI
2019 · Thesis · Open Access
Analisis pendapatan usaha Tani Sayuran Bayam, Kangkung, Sawi di desa Karang Jenawi dan Karang Anyar Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.
OKTAVIANI
2019 · Thesis · Open Access
Ketahanan pangan adalah kondisi tercapainya pangan dalam rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan yang cukup, baik dari segi mutu, aman, merata dan terjangkau bagi setiap anggota keluarga. Konsumsi pangan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap produktivitas seseorang dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Judul dari penelitian ini adalah “Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Ladang Berpindah di Kabupaten Bulungan Studi Kasus di Kecamatan Tanjung Palas Desa Pejalin dan Desa Antutan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi ketahanan pangan didaerah penelitian dan bagaimana ketahanan pangan rumah tangga didaerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang mana peneliti akan mendeskripsikan suatu fenomena yang terjadi pada ketahanan pangan rumah tangga petani ladang berpindah di desa Pejalin dan desa Antutan untuk kemudian digambarkan sebagaimana adanya dan dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi dan analisis dan menggunakan random sampling untuk menentukan responden dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketahanan pangan didaerah penelitian dapat dikatakan baik dikarenakan rata-rata ada pada kategori tahan pangan baik di Desa Pejalin maupun Desa Antutan. Hal tersebut didukung dengan budaya didaerah penelitian yang masih memanfaatkan alam dan hasil kebun sendiri untuk memenuhi kebetuhan pangan keluarga sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga.