Abstrak
Tanah merupakan dasar dari suatu konstruksi bangunan sipil yang menerima dan menahan beban dari suatu struktur di atasnya. Pada proses pembangunan suatu konstruksi seringkali ditemukan lokasi pembangunan memiliki kondisi tanah bermasalah, salah satu tanah yang dianggap bermasalah dalam dunia konstruksi adalah tanah lempung ekspansif, dimana tanah lempung ekspansif memiliki daya dukun yang rendah. Salah satu cara untuk menaikan daya dukung tanah adalah dengan cara stabilisasi. Penambahan bahan campuran berupa fly ash merupakan salah satu cara stabilisasi tanah lempung ekspansif. Pada peneletian ini ada dua jenis pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik tanah yang terdiri dari pengujian Volumetri-Gravimetri (kadar air, berat jenis, berat volume tanh), pengujian batas konsistensi (batas cair, batas plastis, indeks plastis), pengujian analisa saringan tanah, untuk pengujian sifat teknik dilakukan pengujian kuat tekan bebas tanah. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat fisik tanah lempung ekspansif, serta mengetahui peningkatan nilai kuat tekan bebas setelah di lakukan penambahan fly ash dengan variasi campuran fly ash 20%, 40, dan 60% dengan masa peram selama 20 hari, 30 hari, dan 40 hari. Setelah tanah distabilisasi dengan penambahan fly ash dapat menurunkan kadar air sebesar 76,86%, menaikkan berat jenis tanah sebesar 14,58%, menaikkan berat volume basa tanah sebesar 23,55%, serta menurunkan batas cair sebesar 16,17%, menaikkan batas plastis tanah sebesar 68,29%, menurunkan plastis indek sebesar 96,75%. Kemudian ditinjau dari sifat teknik tanah , campuran fly ash juga membuat nilai kuat tekan bebas tanah lempung eskpansif meningkat sebesar 9,55%. Perubahan daya dukung tanah yang optimum terjadi pada variasi campuran 60% fly ash dengan masa peram 40 hari.