Abstrak
Keruntuhan/kelongsoran tebing yaitu tanah yang dapat bergerak kebawah. Untuk mencegah hal itu terjadi maka diperlukan suatu konstruksi dinding penahan tanah yang diharapkan mampu menahan tebing dari keruntuhan. Terdapat beberapa jenis konstruksi dinding penahan tanah yang biasa digunakan dalam penanganan keruntuhan tebing, antara lain : kantilever beton, tipe gravitasi, batu curah, bronjong kawat, krib, geotekstil, dan sheet pile. Sheet pile adalah dinding yang dibuat memakai tiang pancang khusus yang terbuat dari kayu, baja ataupun beton prategang. Untuk menentukan dimensi dan posisi serta kontrol stabilitas sheet pile maka perlu mencari nilai faktor keamanan (SF) dan bidang keruntuhan (critical point) dari tebing sungai, untuk mempercepat hal tersebut maka digunakan program bantu berupa aplikasi Geostudio Slope/W. Yang dimana diharapkan mampu mempercepat analisa stabilitas pada tebing sungai yang mengalami keruntuhan salah satunya Sungai Sajau Hilir. Berdasarkan Penyelidikan tanah di lapangan, parameter tanah yang di dapatkan berdasarkan data sondir, uji laboratorium dan korelasi nilai N-SPT diolah dan dianalisa sehingga didapatkan Faktor keamanan (SF) kodisi eksisting pada Lereng Sungai Sajau Hilir Kondisi asli mempunyai nilai SF sebesar 1.032 1.5 (tidak aman), pemilihan sheet pile W-350 dengan moment crack = 15.60 T.m dapat menahan stabilitas tebing sungai dengan nilai SF = 3.856, yang dimana itu lebih besar dari batas SF untuk menyatakan kestabilan tebing sungai yaitu 1.5.