Abstrak
ABSTRAK Ruas Jalan Poros Tanjung Selor–Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, mengalami peningkatan beban lalu lintas akibat Proyek Strategis Nasional Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), sehingga menimbulkan berbagai kerusakan perkerasan pada segmen STA 02+500–03+500. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kerusakan jalan serta menentukan prioritas penanganannya menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), mengacu pada teori klasifikasi jalan, jenis, dan faktor penyebab kerusakan perkerasan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan survei kondisi perkerasan yang dianalisis menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), serta matriks perbandingan berpasangan AHP yang diuji konsistensinya melalui Consistency Ratio. Hasil survei menunjukkan jenis kerusakan berupa retak kulit buaya, lubang, amblas, tambalan, dan kerusakan tepi jalan, dengan nilai PCI berada pada kategori baik hingga sedang; segmen dengan kondisi terendah adalah STA 03+200–03+300 dengan nilai PCI sebesar 48. Hasil AHP menunjukkan kriteria biaya penanganan memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,452, diikuti kondisi jalan 0,382, kepentingan ekonomi 0,098, dan volume lalu lintas 0,068. Berdasarkan sintesis global, prioritas utama penanganan adalah STA 03+200–03+300 (Segmen 8) dengan nilai 0,174, diikuti STA 03+000–03+100 (Segmen 6) dengan nilai 0,121, dan STA 02+800–02+900 (Segmen 4) dengan nilai 0,105. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode AHP mampu menghasilkan urutan prioritas penanganan jalan yang objektif dan sistematis, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pemeliharaan jalan yang lebih efektif dan tepat sasaran.