Perencanaan dan Perancangan Bangunan dan Area Pendukung di Kawasan Desa Jelarai Selor sebagai Ecomuseum dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan
ABSTRAK Damar Satria Wardana, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara Tanjung Selor, Februari 2020. Perencanaan dan Perancangan Bangunan dan Area Pendukung di Kawasan Desa Jelarai Selor sebagai Ecomuseum dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan. Dosen Pembimbing : Sholehah, ST., MT. Kata kunci : Perencanaan dan Perancangan, Ecomuseum, Arsitektur Berkelanjutan Potensi masyarakat suku Dayak di Desa Jelarai Selor antara lain karya seni dan kegiatan kesenian baik dalam bentuk tarian, kerajinan tangan dan aktifitas kebudayaan lainnya. Namun seiring perkembangan jaman, dangan semakin dekatnya masyarakat desa dengan kehidupan perkotaan mengakibatkan terjadinya modernisasi sehingga tradisi dan kebudayaan masyarakat desa menjadi luntur. Dengan melihat kondisi tersebut, pengembangan Desa Jelarai Selor dapat diarahkan menuju ecomuseum budaya sehingga mampu melestarikan kebudayaan dan memberdayakan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, kompilasi dan menganalisa data yang diperoleh baik data primer maupun sekunder sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam menyusun program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Konsep Perancangan Ecomuseum ini merupakan desain ecomuseum yang mampu menghadirkan suasana khas suku dayak kenyah dengan mendukung nilai-nilai budaya suku ini. Dengan pemanfaatan potensi lokasi site yang dekat dengan sungai yang merupakan salah satu ciri khas suku dayak kenyah pada masa lampau yang selalu berorientasi dekat dengan sungai. Arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang, dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, dari satu kawasan ke kawasan lain dan paling baik bila ditentukan oleh masyarakat terkait.