Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Penulis: DIMAS BAGUS NUGROHO
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN MUTU PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG ASRAMA DIKLAT PROVINSI KALIMANTAN UTARA (TAHAP 3)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan suatu proyek konstruksi tidak hanya diukur dari aspek biaya dan waktu, melainkan juga dari pemenuhan standar mutu yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penerapan sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015 (Klausul 7, 8, 9, dan 10) serta mengukur tingkat kesesuaian teknis antara implementasi di lapangan dengan spesifikasi teknis dan shop drawing pada Proyek Konstruksi Gedung Asrama Diklat Provinsi Kalimantan Utara (Tahap 3), khususnya pada item pekerjaan Ground Water Tank (GWT) dan tempat wudhu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan langsung dan wawancara interaktif dengan informan kunci, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumen seperti spesifikasi teknis dan laporan pengujian material. Pengukuran tingkat penerapan manajemen mutu dilakukan menggunakan instrumen skala Likert yang dianalisis dengan metode analisis kesenjangan (Gap Analysis) dan diperdalam menggunakan analisis akar masalah (5-Why Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase total penerapan sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015 pada proyek ini mencapai 74,28%, yang termasuk dalam kategori "masih perlu dilakukan perbaikan". Secara rinci, capaian per klausul adalah Klausul 7 (Support) sebesar 64%, Klausul 8 (Operation) sebesar 77,5%, Klausul 9 (Performance Evaluation) sebesar 76%, dan Klausul 10 (Improvement) sebesar 80%. Kesenjangan (gap) terbesar ditemukan pada Klausul 7 dan 8, dengan akar masalah utama berupa keterbatasan personel di mana fungsi pengendalian mutu (Quality Control) masih dirangkap oleh pelaksana lapangan, serta belum sistematisnya pencatatan hasil pengujian mutu secara dokumenter. Secara teknis, mutu material yang diuji telah memenuhi spesifikasi (mutu beton K-250 dan besi tulangan Ø10-20cm). Adapun beberapa ketidaksesuaian dimensi aktual pada panjang dinding tempat wudhu telah dinyatakan sah dan memenuhi syarat kontraktual karena telah diakomodasi secara resmi melalui mekanisme Change Contract Order (CCO) dalam dokumen adendum kontrak.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail