ANALISIS PENDAPATAN HOME INDUSTRI TAHU TEMPE DI TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN
Kacang kedelai di Indonesia dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebanyak 50% dalam bentuk tempe, 40% dalam bentuk tahu, dan sisanya 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lainnya). Konsumsi tempe rata-rata per orang pertahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg. Penelitian ini bertujuan untunk mengetahui Analisis pendapatan Home Industri di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan menggunakan data primer dan sekunder pada bulan November 2018 dan alat analisis pengolahan data pada penelitian ini menggunakan program excel. Berdasarkan hasil penelitian, maka rata-rata total biaya yang dikeluarkan industri tempe Tahu di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dalam sebulan proses produksi adalah sebesar Rp. 5.655.000,- rata-rata penerimaan sebesar Rp. 6.500.000,- jadi rata-rata keuntungan perbulan dalam proses produksi adalah sebesar Rp. 845.000,- Dengan rata-rata harga jual yang diterima dalam usaha industri tempe Tahu sebesar Rp. 5.000,- maka kelayakan usaha atau R/C pada usaha industri tempe dengan nilai R/C ratio adalah 1,15. Artinya usaha industri tempe sudah layak dijalankan karena R/C = 1,15 > 1. Sedangkan titik impas (BEP) pada usaha industri tempe rata-rata BEP (Q) produksi adalah = 700 bungkus (BEP Q = 700 8.078), dan rata-rata BEP (P) harga adalah Rp. 1.131,- (BEP P = 1.1315.000,-).