Perencanaan dan Perancangan Pemadam Kebakaran Tipe B di Tanjung Selor Dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual
Pemadam kebakaran adalah petugas atau dinas yang dilatih dan bertugas untuk menanggulangi kebakaran. Petugas pemadam kebakaran selain terlatih untuk menyelamat kantor dari kebakaran, juga dilatih untuk menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas, dan gedung runtuh. UPTD pemadam kebakaran dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) adalah unsur pelaksana pemerintah yang diberi tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas penanganan masalah kebakaran dan bencana yang termasuk dalam dinas gawat darurat atau penyelamatan (Rescue) seperti Ambulans dan Badan SAR Nasional. Petugas Pemadam Kebakaran dilengkapi dengan pakaian tahan panas atau tahan api, helm serta sepatu boot khusus dalam melaksanakan tugas, dan biasanya pakaianya dilengkapi dengan reflektor berwarna putih mengkilat agar dapat terlihat pada saat pelaksanaan tugas. Arsitektur Kontekstual merupakan suatu perencanaan dan perancangan arsitektur, yang memperhatikan permasalahan kontinuitas visual antar bangunan baru dengan nuansa lingkungan yang ada di sekitarnya, dan melakukan studi terhadap kesulitan-kesulitan yang timbul dalam menciptakan keserasian antar bangunan yang berbeda jaman dan gaya, dalam suatu lokasi yang berdekatan (Brolin, 1980). Keterkaitan visual antara bangunan baru dengan lingkungan terdekat dapat dibentuk melalui aspek-aspek pembentuk bangunan.