PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA (STUDI DESA BUMI RAHAYU KECAMATAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data yang ada di lapangan tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Bumi Rahayu. Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara survey, wawancara, observasi, kuesioner. Adapun jumlah sampel yang diambil dari penelitian ini yaitu 10% dari seluruh populasi masyarakat yang ada di Desa Bumi Rahayu. Hasil data yang dianalisis secara kualitatif dengan dukungan table-tabel frekuensi yang sederhana dan beberapa variabel indicator dalam penelitian ini. Dari penelitian ini ditemukan hasil tingkat partisipasi masyarakat dalam menyumbangkan ide / pikiran sebesar 64%, partisipasi masyarakat dalam bentuk uang sebesar 58%, partisipasi masyarakat dalam bentuk materi sebesar 53%, partisipasi masyarakat dalam bentuk fisik sebesar 36%. Dari data ini dapat diambil kesimpulan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan cukup besar terutama dalam hal menyumbangkan ide-idenya, hal ini tentu sangat berdampak positif dalam proses pembangunan yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah desa. Sedangkan partisipasi masyarakat dalam bentuk uang dan partisipasi masyarakat dalam bentuk materi lebih memilih untuk memberikan jawaban tidak setuju dikarenakan factor ekonomi masyarakat di Desa Bumi Rahayu yang masih dikategorikan rendah, mayoritas dari penduduk desa hanya berprofesi sebagai buruh. Masyarakat desa lebih mengandalkan dana ADD desa untuk melaksanakan program pembangunan, jumlah persentase yang didapat untuk bantuan materi sebesar 52% dan untuk bantuan uang sebesar 58%. Partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga mendapatkan jumlah persentase sebesar 32%, cukup besar dalam pelakasanaan program pembangunaan. Dengan hal ini kesadaran masyarakat berpartisipasi secara aktif dalam bentuk fisik untuk pembangunan desa cukup tinggi.