ANALISIS KINERJA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG TERHADAP BEBAN GEMPA DENGAN METODE BEBAN DORONG STATIK NON-LINIER (PUSHOVER) (STUDI KASUS : BLUD RSD DR. H. SOEMARNO SOSTROATMODJO TANJUNG SELOR)
Indonesia merupakan salah satu negara rawan gempa yang ada di dunia. Berdasarkan tragedi yang pernah terjadi, keruntuhan bangunan akibat bencana gempa bumi dapat menelan korban jiwa dan kerugian materi dalam jumlah yang cukup besar. Untuk itu diperlukan suatu analisa terhadap suatu bangunan konstruksi untuk mengetahui kinerja struktur saat menerima beban gempa, guna menjamin keselamatan gedung dan pemakainya. Salah satu metode pendekatan untuk analisis beban gempa yaitu analisa beban dorong (Pushover) berdasarkan ATC-40 dengan bantuan program SAP2000 V.19 . Penelitian dilakukan pada Rumah Sakit Daerah Tanjung Selor, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja struktur gedung beton bertulang BLUD RSD dr. H. Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor dengan metode beban dorong (Pushover). Hasil analisis pushover adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara gaya geser dasar (base shear) dan simpangan atap (roof displacement). Berdasarkan pushover analysis yang telah dilakukan, didapat performance point pada saat tercapai titik kinerja nilai gaya geser dasar sebesar 11233,178 kN dan simpangan sebesar 180,954 mm untuk arah-X, dan gaya geser dasar sebesar 10545,258 kN dan simpangan sebesar 173,675 mm untuk arah-Y. Kinerja struktur berdasarkan ATC-40 menunjukkan bahwa gedung IBS RSD dr. H. Soemarno Sostroatmodjo Tanjung Selor untuk arah-X termasuk dalam kategori IO (Immediate Occupancy) dengan nilai simpangan total maksimum untuk arah-X maupun arah-Y 0,008, sedangkan simpangan inelastis maksimum termasuk dalam kategori Damage Control dengan nilai 0,006 untuk arah-X dan arah-Y. Kinerja IO dan Damage Control masih masih dalam kondisi plastis, dimana jika gempa rencana dalam skala maksimum berdasarkan zona wilayah di Kalimantan Utara Tanjung Selor terjadi, struktur masih mampu menahan gempa tersebut, struktur tidak mengalami kerusakan struktural, dan dapat langsung difungsikan.