Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
KARAKTERISTIK BETON RINGAN DENGAN CAMPURAN SERAT BAMBU DAN ECENG GONDOK
Peningkatan pembangunan mendorong kebutuhan material konstruksi yang ringan, ramah lingkungan, dan berkinerja baik, salah satunya melalui pengembangan beton ringan dengan pemanfaatan serat bambu dan serat eceng gondok sebagai bahan penguat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisis dan mekanik beton ringan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan matriks beton berkomposisi semen, pasir, dan air sebesar 1:2:0,4, serta variasi campuran serat bambu dan serat eceng gondok yang terdiri dari lima komposisi, yaitu 50%:50%, 20%:80%, 80%:20%, 70%:30%, dan 30%:70%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji daya serap air, densitas, dan kuat tekan sesuai dengan standar SNI yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya serap air beton ringan berada pada rentang 2% hingga 18%, nilai densitas berkisar antara 1.702–2.000 kg/m³, dan nilai kuat tekan berada pada kisaran 3,200–11,283 N/mm². Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran serat bambu 80% dan serat eceng gondok 20%, sedangkan nilai daya serap air terendah diperoleh pada campuran serat bambu 30% dan serat eceng gondok 70%. Berdasarkan hasil pengujian, sampel memenuhi persyaratan beton ringan non-struktural karena memiliki nilai daya serap yang semua sampel berada di bawah batas yang standar, densitas sampel A, B, C dan D tergolong beton ringan, sementara sampel E berada pada batas maksimum, dan kuat tekan seluruh sampel telah memenuhi nilai minimum, dengan sampel C dan D menunjukkan kinerja terbaik.
Pengaruh Serat Bambu Terhadap Sifat Fisik Dan Mekanik Papan Beton Ringan
Pengaruh serat bambu terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton ringan