ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditas perkebunan penting yang berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Namun, produktivitas karet rakyat masih tergolong rendah akibat berbagai kendala teknis, sosial ekonomi, serta keterbatasan pengetahuan dan teknologi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspek teknis budidaya dan aspek sosial ekonomi terhadap aspek pengetahuan dan teknologi petani dalam budidaya tanaman karet di Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 orang petani karet yang dipilih secara purposive sampling, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek teknis budidaya dan aspek sosial ekonomi secara simultan berpengaruh terhadap aspek pengetahuan dan teknologi petani dalam budidaya tanaman karet. Secara parsial, aspek teknis budidaya memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan aspek sosial ekonomi. Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi petani meliputi penerapan teknik penyadapan yang belum sesuai standar, usia tanaman yang relatif tua, fluktuasi harga karet, serta minimnya akses terhadap pelatihan dan penyuluhan pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan dan teknologi petani karet perlu didukung oleh perbaikan aspek teknis budidaya serta penguatan kelembagaan dan kondisi sosial ekonomi petani.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pariwisata merupakan salah satu industri baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan dalam mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan. kondisi Desa Gunung Sari yang terletak di Kecamatan Tanjung Selor Kalimantan Utara, merupakan desa yang masih dalam tahap pembangunan desa wisata. Namun, Desa tersebut memiliki potensi Madu Kelulut. Dalam penelitian ini Pondok Pesantren Fatimah Az Zahra merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengetahui respon dari masyarakat untuk menunjukkan keberhasilan proses mewujudkan desa wisata itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Pondok Pesantren Az Zahra dalam pengembangan wisata madu kelulut di Desa Gunung Sari dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan enghambat yang berpengaruh dalam pengembangan wisata madu kelulut Di Desa Gunung Sari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta teknik wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini Kepala Sekolah, Pengurus Pesantren, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua RT dan Masyarakat Desa, sedagkan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 20 (dua puluh) orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Peranan Pondok Pesantren Fatimah Az Zahra dalam mengembangkan budidaya madu kelulut di Desa Gunung Sari mendapatkan keutungan dari segi ekonomis yang sangat besar, hasil yang maksimal dari hasil produksi yang berkualitas, dan Mensejahterakan masyarakat Desa Gunung Sari. Faktor yang mendukung dalam mengembangkan madu kelulut ini kondisi lahan yang memadai serta sumber daya manusia yang ahli dibidang budidaya serta faktor penghambatnya ialah faktor cuaca, hama dan juga sistem panen yang belum maksimal. Walaupun demikian Pondok Pesantren Fatimah Az Zahra dan peternak tetap bersemangat serta berusaha dalam mengembangkan budidaya madu kelulut ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan Organisasi Karang Taruna ‘Makarti’ Dalam Mengembangkan Budidaya Madu Kelulut Di Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung dalam mengembangkan budidaya madu kelulut di Desa Gunung Sari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta teknik wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini Kepala Desa dan Sekretaris Desa, Ketua Karang Taruna beserta anggota karang taruna, Ketua RT dan Masyarakat Desa, sedangkan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 20 (dua puluh) orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Peranan Organisasi Karang Taruna ‘Makarti’ Dalam Mengembangkan Budidaya Madu Kelulut Di Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara sejauh ini sangat baik. Faktor pendukungnya yaitu kondisi lingkungan dan lahan yang memadai serta sumber daya manusia yang ahli dibidang budidaya. Sedangkan faktor yang menghambat dalam mengembangkan budidaya madu kelulut ini yaitu cuaca, dikarenakan cuaca yang tidak menentu. Walaupun demikian mkarang taruna dan peternak tetap semangat dalam mengembangkan budidaya madu kelulut ini.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DEWI NORHAYATI. Agroteknologi Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor Tahun 2018, Karakteristik Petani Padi Dalam Usaha Budidaya Tanaman Padi Studi Kasus di Desa Pimping, Panca Agung, Ruhui Rahayu Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. (Dibimbing oleh Ibu Nila Rusyanti, SP.,MP) Penelitian ini bertujuan a) Mengetahui karakteristik petani dalam usaha budidaya tanaman padi di Kecamatan Tanjung Palas Utara. b) Mengetahui pendapatan petani di Kecamatan Tanjung Palas Utara Tahun 2017. Metode pengambilan data yakni primer dan sekunder dengan penentuan sampel menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 80 responden berdasarkan persamaan Slovin. Analisis data yang digunakan untuk data primer yakni R/C Ratio dan Break even Poin(BEP).Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara acak sederhana (Sampel random sampling), yaitu Desa Pimping, Panca Agung, Ruhui Rahayu Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, dimana daerah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penulis ingin mengetahui dasar penentuan pendapatan petani. Karakteristik petani Desa Pimping masih menggunakan alat tradisional atau manual tanpa menggukan alat modern. untuk jenis padi yang dibudayakan adalah padi lokal dengan jumlah 23 orang dengan nilai persentase 76,6%, dan untuk pola tanam adalah polikultur, masa tanam yang digunakan Desa Pimping adalah 3 kali dalam satu tahun. Desa Panca Agung sudah menggunakan alat modern untuk jenis padi yang dibudidayakan adalah padi unggul dengan jumlah 25 orang dengan nilai persentase 83,3% untuk pola tanam menggunakan polikultur untuk masa tanam 4 kali dalam satu tahun. Sedangkan Desa Ruhui Rahayu alat yang digunakan adalah alat tradisional untuk jenis padi yang digunakan adalah padi lokal dengan jumlah 14 orang dengan nilai persentase 70% dan pola tanam yang digunakan adalah polikultur untuk masa tanam dilakukan 4 kali dalam satu tahun. Pendapatanrata-rata petani padi di Desa Pimping sebesar Rp.2.910.000/ha.dengan nilai R/C =1,93Desa Panca Agung sebesar Rp.3.150.000/hadengan nilai R/C = 1,95sedangkan Desa Ruhui Rahayu sebesar Rp.5.933.333/ha.dengan nilai R/C = 1,96. dari hasi penelitian disimpulkan bahwa ketiga desa tersebut yang ada di Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara layak untuk diusahakan.