ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sesuai penetapan Provinsi baru Kalimantan Utara pada tahun 2012 berdampak dengan meningkatnya jumlah penduduk serta mobilitas harian masyarakatnya. hal ini berpotensi menimbulkan masalah baru, salah satunya adalah meningkatnya tingkat jenuh dan stress pada masyarakatnya. Pada dasarnya Tanjung Selor meiliki banyak objek wisata yang berpotensi namun dengan jarak tempuh dari pusat kota yang cukup jauh. hal ini yang menjadi dasar kenapa Perencanaan dan Perancangan Bulungan Waterpark dilakukan. wisata dengan base air dipilih karena sifat air yang menengangkan dan mampu menurunkan tingkat stress pada manusia serta konsep indoor yang dipilih menjadikan wisata air ini tidak bergantung pada cuaca.
Lokasi Kota Tanjung Selor yang memiliki iklim tropis, namun dalam kenyataannya musim kian tidak menentu dan berubah ubah. Pengunjung cenderung menghindari cuaca hujan saat berkunjung di tempat wisata air, dan juga menghindari saat cuaca sedang terik. Desain perencanaan dan perancangan waterpark indoor dengan tema Arsitektur Techno Artistic dipilih, hal ini karena konsep Arsitektur Techno Artistic lebih mudah dieksplor terkait bentukannya dan kebutuhan bentangan bangunannya yang bervariasi karena bersifat pabrikasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
kualitas insfrastruktur yang memadai, merupakan aspek perkembangan pembangunan. Salah-satunya adalah lapangan basket indoor stadium, lapangan basket indoor stadium ini sangat dibutuhkan terutama oleh para atlet yang berada di Kalimantan utara. Dengan banyaknya peminat dari olahraga tersebut dan seringnya di adakan pertandingan di kalimantan utara tak sebanding dengan sarana fasilitas yang ada saat ini, karna diketahui Kalimantan utara hanya memiliki lapangan basket terbuka atau outdoor, berdasarkan hal itu. Penulis merancang dan merencanakan basketball indoor stadium dengan pendekatan arsitektur ekspresionisme. Metode penulisan yang dipilih adalah deskriptif analitis, adapun pengertian dari metode deskriptif analitis menurut Sugiono adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Tujuan dari karya tulis ini adalah bagaimana menyelesaikan masalah dalam sudut pandang arsitektur. Dapat ditinjau dari isu diperlukan nya sarana fasilitas lapangan basket indoor stadium. Disisi lain juga bagaimana penulis mengekspresikan gaya bangunan sesuai dengan pengertian dari arsitektur ekpresionisme yang sering dikaitkan dengan ungkapan gaya. ungkapan bahwa sebuah hasil perwujudan “mempunyai gaya”, oleh karna itu muncul pelaku perwujudan mengekspresikan emosi atau perasaannya melalui bentuk bangunan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gedung Olaharaga umumnya di sebut dengan ”Gelanggang”, merupakan sebuah wadah atau tempat yang dikhususkan untuk mewadahi sebuah kegiatan olahraga, salah satunya yaitu olahraga futsal yang sangat populer dan memiliki segudang prestasi di Indonesia. Konsep ini menjadi salah satu pemecahan arsitektur untuk dapat di terapkan pada Bangunan “Pusat Pengembangan dan Pelatihan Olahraga Futsal di Tanjung Selor”, dengan menerapkan pendekatan arsitektur Simbolis namun tetap menyesuaikan dengan perkembangan Teknologi yang semakin Modern dan terbarukan. Dan tidak tergerus oleh kebudayaan luar yang dapat menghilangkan identitas suatu daerah. Dalam Perencanaannya, menggunakan Metode deskriptif analitif, yaitu deskripsi atau paparan mengenai kondisi fenomena yang terjadi, didukung dengan analisis terhadap masalah dan studi literatur terhadap teori. Teknik Pengumpulan Data terkait Luas lahan, kondisi eksisting site dilakukan dengan melakukan survey dan untuk Teknik Penyajian hasil akhirnya yaitu dengan Teknik Analisis Grafis atau penyajian gambar perancangan. Jadi, hal yang sangat di perhatikan mengenai Standar Bangunan Gedung Olahraga yaitu harus memenuhi fasilitas-fasilitas penunjang yang sesuai dengan standar yang di tetapkan. Dengan menerapkan pendekatan arsitektur Simbolis. Kata Kunci: Gedung Lapangan Futsal Indoor, Arsitektur Simbolis.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract Pesatnya perkembangan yang terjadi di dunia Olahraga, telah memunculkan cabang olahraga yang bersifat indoor ataupun outdoor saat ini olahraga indoor sangat diminati karena memungkinkan para pemain untuk tetap merasa nyaman ketika berolahraga tanpa harus terpapar sinar matahari secara langsung. Dalam proses perancangan, dibutuhkan sebuah metode untuk memudahkan perancang dalam mengembangkan ide rancangannya. Salah satu metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, metode ini berisi tentang paparan/deskripsi atas fenomena yang terjadi. Pola pengembangannya yaitu dengan melakukan beberapa tahapan analisa disertai dengan studi literatur yang mendukung teori.Preseden dalam bidang arsitektur diartikan sebagai alat analisis untuk melatih penciptaan keseimbangan antara dua aspek arsitektur yaitu prinsip - prinsip desain yang pernah ada dan prinsip - prinsip desain baru/ inovasi.Gedung Olahraga Indoor mewadahi beberapa jenis cabang olahraga yang memfasilitasi: “Basket, Futsal, Volly, Badminthon, dan Tennis”. Gedung olahraga ini berkembang sebagai gedung olahraga terfaforit di Indonesia dan seiring dengan perkembangan gaya hidup sekarang, juga telah menjadi salah satu trend dan mulai menjadi aktifitas di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat perkotaan. Keberadaan gedung olahraga ini sangat dibutuhkan juga oleh masyarakat kaltara saat ini. Arsitektur Green Building ini memiliki beberapa manfaat diantaranya bangunan lebih tahan lama, hemat energi, perawatan bangunan lebih minimal, lebih nyaman ditinggali, serta lebih sehat bagi penghuni.