ANALISIS BESAR MUATAN ANGKUTAN SEDIMEN DASAR (BEAD LOAD)SUNGAI SELOR (LOKASI : JEMBATAN MERANTI) KECAMTAN TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
ABSTRAK Sungai Selor sangat penting dalam sistem penata air di area Kelurahan Tanjung Selor Hilir di mana panjang sungai tersebut 6.7 km yang melewati daerah Bulu Perindu sampai Tanjung Rumbia. Dengan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sangat memprihatinkan akibat penumpukan sedimen, menimbulkan banyak dampak bagi masyarakat sekitar. oleh sebab itu dibuatlah analisis besar muatan sedimen dasar dengan mengunakan metode Mayer Petter Muller. Metode M-P-M ini menggunakan data yang diambil dari suatu pengukuran pada satu penampang basah, kedalaman air rata-rata, kecepatan rata-rata, kemiringan dasar sungai dan diameter butiran sedimen dasar (bed load)hasil perhitungan sedimen dasar (bed load). Dengan pengambilan sampel sedimen dasar dan pengujian sampel di laboratorium, diperoleh data kadar air sedimen, berat jenis sedimen dan analisa saringan, maka besarnya sedimen dasar dapat diketahui sebesar dengan diameter butiran D90 Dari perhitungan analisa saringan lolos saringan No.4 (4,750 mm) adalah 98,4% sedangkan pada lolos saringan No.90 (0,175) adalah 23,33%,maka besar muatan angkutan sedimen dasar pada sungai Selor dengan Lokasi Jembatan Meranti menggunakan pendekatan Mayer Petter Muller yaitu debit sedimen dasar dalam jangka waktu satu hari sebesar 5,9616 ton/hari, debit sedimen dasar dalam jangka waktu satu tahun sebesar 2.175,984 ton/tahun, dan debit sedimen dasar pada jangka waktu 15 tahun sebesar 32.639,76 ton.