ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanjung Selor, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara, mengalami pertumbuhan pesat yang menuntut ketersediaan infrastruktur publik yang memadai. Namun, fasilitas olahraga yang ada saat ini belum mampu mewadahi antusiasme masyarakat dan kebutuhan atlet prestasi, sebagaimana terlihat pada berbagai ajang olahraga daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Gedung Olahraga (GOR) yang memenuhi standar teknis organisasi olahraga nasional (KONI, PBSI, PERBASI, dan PBVSI) dengan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular. Metode perancangan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, meliputi tahap pengumpulan data, analisis tapak, serta sintesis konsep. Pendekatan Neo-Vernakular diterapkan melalui transformasi elemen arsitektur lokal Kalimantan Utara, seperti adaptasi bentuk atap Rumah Baloy dan penggunaan material kayu ulin modern, yang dipadukan dengan sistem struktur bentang lebar. Hasil perancangan ini berupa fasilitas olahraga multifungsi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis fungsional dan respons iklim tropis, tetapi juga menjadi ikon identitas budaya yang merepresentasikan jati diri Tanjung Selor di era modern.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Kualitas infrastruktur serta sarana dan prasarana transportasi darat yang memadai, merupakan aspek kelancaran pembangunan. Salah-satunya adalah terminal, terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia berkaitan dengan transportasi darat. Sebagai ibukota dari provinsi baru, Tanjung Selor tidak lepas dari kebudayaan yang berlimpah, suku-suku serta adat-istiadat yang beragam, menjadikan kota ini kaya akan kebudayaan. Bisa ditinjau dari beragamnya tradisi, budaya, hingga bangunan yang mencirikan setiap suku yang ada. Berdasarkan hal itu, konsep Neo Vernakular merupakan konsep yang cocok diusung pada perancangan ini karena sesuai dengan perkembangan dan kemajuan pada zaman sekarang, serta tidak melupakan unsur kebudayaan setempat. Metode yang dipilih adalah metode penulisan deskriptif analitis, dan metode perancangan C.J Jones. Merupakan suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Dari segi perancangan, semua informasi di analisis, lalu di sintesiskan untuk menghasilkan konsep-konsep tertentu sesuai gagasan awal dan kemudian di evaluasi. Tahap evaluasi akan menjadi pijakan untuk melakukan optimalisasi hingga ke desain perancangan. Tujuan dari karya tulis ini adalah bagaimana menyelesaikan masalah dalam sudut pandang arsitektur. Dapat ditinjau dari isu diperlukan nya sarana dan prasarana transportasi darat. Disisi lain juga unsur kebudayaan juga tidak bisa di lewatkan begitu saja, maka dari itu, hasil akhir karya tulis ini adalah merencanakan dan merancang terminal bus karena merupakan aspek utama pembangunan dari segi transportasi darat, dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular agar sesuai dengan perkembangan zaman serta tidak melupakan unsur kebudayaan yang ada.