ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Bulungan.
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah adanya fluktuasi tingkat
pengangguran dan kemiskinan selama periode 2018–2024 yang menunjukkan
adanya keterkaitan antara kedua variabel tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa
tingkat pengangguran terbuka dan tingkat kemiskinan Kabupaten Bulungan periode
2018–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis yang
digunakan adalah regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Bulungan. Hal ini
mengindikasikan bahwa peningkatan pengangguran akan diikuti oleh peningkatan
tingkat kemiskinan. Temuan ini sejalan dengan teori ekonomi pembangunan yang
menyatakan bahwa pengangguran dapat menurunkan pendapatan masyarakat
sehingga meningkatkan risiko kemiskinan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan
ilmu ekonomi pembangunan serta menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah
daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam mengurangi
pengangguran dan kemiskinan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fitriyani, Analisis Pengaruh Jumlah Angkatan Kerja terhadap Pengangguran Terbuka di Kabupaten Bulungan tahun 2008-2018, dengan bimbingan Machmud Al Amrie. Tujuan penelitian adalah mengetahui apakah jumlah angkatan kerja berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terbuka di Kabupaten Bulungan tahun 2008-2018. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan jumlah pengangguran yang cukup tinggi. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan peluang kerja yang tersedia. Meskipun pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan untuk mengatasi pengangguran, namun tetap saja masalah tersebut belum dapat diatasi dengan baik. Karena jumlah angkatan kerja pasti akan terus bertambah seiring berkembangnya suatu daerah. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan alat statistik adalah regresi sederhana. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan dengan bentuk data yaitu data Time Series. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana dengan pengolahan data menggunakan SPSS 23. Hasil pengujian yang diperoleh bahwa jumlah angkatan kerja berpengaruh negatif terhadap pengangguran terbuka di Kabupaten Bulungan tahun 2008-2018.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sara Nofbera,PENGARUH TUMBUHAN EKONOMI DAN INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DIPROVINSI KALIMANTAN UTARA. Dengan bimbingan Adi Aspian Nur,
Kemiskinan merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh seluruh negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia.oleh karena itu, diperlukan adanya analisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemiskinan dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat inflasi, tingkat pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap kemiskinan di Indonesia. Analisa dilakukan melalui data panel 33 propinsi di Indonesia periode 2007-2013.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linier data panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM). Penelitian ini juga menggunakan analisis tipologi klassen untuk mengetahui gambaran tingkat kemajuan daerah provinsi-provinsi di Indonesia. Berdasarkan tipologi klassen masih cukup banyak provinsi di indonesia yang tergolong daerah relatif tertinggal dan sedikit sekali yang tergolong daerah maju.Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel tingkat inflasi dan tingkat pengangguran terbuka signifikan berpengaruh positif, dan pendapatan asli daerah signifikan berpengaruh positif terhadap kemiskinan di Indonesia. Sedangkan variabel pertumbuhan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia.