ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengolahan sampah adalah proses untuk mengurangi jumlah dan dampak negatif sampah agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kelurahan Tanjung Selor Timur belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Sebagian masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam mengelola sampah, seperti melakukan pemilahan, pengomposan, pemanfaatan kembali barang bekas, serta pengurangan penggunaan plastik. Namun, masih terdapat masyarakat yang belum konsisten, seperti tidak melakukan pemilahan dan membuang sampah tanpa pengolahan. Faktor pendukung meliputi peran aktif RT dan RW serta kondisi geografis yang memudahkan pengangkutan sampah. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana prasarana, dan lingkungan yang belum mendukung pengelolaan sampah secara optimal.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sebauah prilaku Masyarakat Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Dalam Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik yang mana terdapat permasalahan di Desa tersebut yakni seringnya Masyarakat yang membuang sampah di Sungai dan menimbun sampah disamping hutan yang ada di Desa tersebut. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini antara lain dalam mengelola sampah organik dan anorganik menimbulkan perilaku yang bermacam-macam antara lain melakukan pembakaran sampah-sampah kering, kemudian melakukan pegomposan terhadap sampah organik, serta pemanfaatn Kembali sampah dan pemisahan sampah yang tidak dilakukan secara pengelolaan dengan baik bahkan bisa dikatakan tidak dilaksanakan secara terstruktur. Hanya kesadaran secara mendiri yang mengelola sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan Kembali seperti pupuk organik untuk sampah basah dan kerajinan tangan untuk sampah kering tersebut. Serta terdapat faktor pendukung yakni faktor aspek sosial dan faktor geografis serta terdapat faktor penghambat yakni faktor individu, faktor lingkungan dan faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedianya tong sampah untuk memisahkan sampah, tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara dan tidak adanya angkutan untuk mengangkut sampah di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sebauah prilaku Masyarakat Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Dalam Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik yang mana terdapat permasalahan di Desa tersebut yakni seringnya Masyarakat yang membuang sampah di Sungai dan menimbun sampah disamping hutan yang ada di Desa tersebut. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif teknik wawancara dan observasi lapangan. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan serta mengkaji data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview), observasi, maupun data dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini antara lain dalam mengelola sampah organik dan anorganik menimbulkan perilaku yang bermacam-macam antara lain melakukan pembakaran sampah-sampah kering, kemudian melakukan pegomposan terhadap sampah organik, serta pemanfaatn Kembali sampah dan pemisahan sampah yang tidak dilakukan secara pengelolaan dengan baik bahkan bisa dikatakan tidak dilaksanakan secara terstruktur. Hanya kesadaran secara mendiri yang mengelola sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan Kembali seperti pupuk organik untuk sampah basah dan kerajinan tangan untuk sampah kering tersebut. Serta terdapat faktor pendukung yakni faktor aspek sosial dan faktor geografis serta terdapat faktor penghambat yakni faktor individu, faktor lingkungan dan faktor sarana dan prasarana yang tidak tersedianya tong sampah untuk memisahkan sampah, tidak adanya tempat pembuangan sampah sementara dan tidak adanya angkutan untuk mengangkut sampah di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Implementasi merupakan serangkaian tindakan berdasarkan proses perencanaan matang dan terperinci yang telah dibuat oleh pihak yang berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah di Kabupaten Bulungan sudah sesuai atau belum dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pengelolaan sampah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan jumlah narasumber sebanyak 16 orang. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi guna mendapatkan data dan informasi secara tepat dan jelas. Analisis data dalam penelitian ini meliputi Reduksi Data, Model Data (Data Display), dan Verifikasi (Conclusion Drawing). Dalam penelitian ini pula peneliti menggunakan metode triangulasi dalam melakukan teknik validitas data. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyimpulkan bahwa Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Bulungan Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga sudah berusaha dijalankan sebagaimana mestinya namun memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu, 1) Faktor Pendukung : Adanya Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mengimplementasikan Perda Kabupaten Bulungan Nomor 8 Tahun 2015, Adanya Komunitas Peduli Lingkungan yang Siap Memberikan Edukasi Kepada Masyarakat, Adanya Program Bank Sampah. 2) Faktor Penghambat : Masih Kurangnya Pengetahuan dan Pemahaman Masyarakat Terhadap Perda Kabupaten Bulungan Nomor 8 Tahun 2015, Masih Kurangnya Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Terhadap Sampah, Masih Seringnya Terjadi Toleransi Kepada Masyarakat yang Kurang Peduli Terhadap Sampah, Jangkauan Wilayah yang Diberi Pelayanan Sampah Masih Terbatas, dan Sarana dan Prasarana yang Masih Kurang Memadai.