Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: pengelolaan pasar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD)PASAR INDUK TANJUNG SELOR DALAM PENGELOLAAN PASAR SUBUH DI KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Peran UPTD Pasar dalam Pengelolaan Pasar pada Pasar Induk Tanjung Selor, yang berdasarkan 7 indikator tugas pokok UPTD Pasar dalam Peraturan Bupati Bulungan No. 4 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Unit pelaksana Teknis Daerah Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bulungan, Serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kepustakaan. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, dengan analisis di awali tahap Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian UPTD Pasar telah menjalankan peran secara teknis operasional pada seluruh lingkup aspek tugas pokok yang tertuang dalam Peraturan Bupati Bulungan No. 4 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal, yang mana masih terdapat pelanggaran-pelanggaran operasional yang ditemukan. Serta masalah penaataan yang tak kunjung tuntas pada cakupan pasar induk secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peran UPTD Pasar sangat dipengaruhi pada partisipasi aktif seluruh stakeholder terkait, bukan hanya kapasitas internal UPTD Pasar. Disarankan adanya penguatan pendekatan partisipatif, peningkatan ketegasan penertiban, serta penetapan lokasi permanen yang sesuai karakteristik pedagang yang telah terbangun sebelumnya.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

TATA KELOLA PASAR INDUK KABUPATEN BULUNGAN

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tata Kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan Oleh: Desi Maharani NIM. 201351116 ABSTRAK Pentingnya keberadaan pemangku kepentingan bagi pasar induk di Kabupaten Bulungan menuntut perlunya perbaikan secara terus menerus terhadap pengelolaan pasar. Dalam hal ini, pemangku kepentingan tentunya memiliki persepsi tersendiri terhadap pengelolaan pasar induk di Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan tata kelola pasar induk di Kabupaten Bulungan, (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat tata kelola pasar induk di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan membahas obyek yang diteliti secara mendalam.. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bulungan, khususnya pada Pasar Induk Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tata kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan dilaksanakan dalam 5 tahap, yaitu tahap perencanaan dengan penyusunan dokumen perencanaan, tahap pengorganisasian dengan melalui delegasi tugas pada setiap kelompok kerja, tahap pelaksanaan dengan melakukan tata kelola sesuai degan Peraturan Bupati Bulungan Nomor 28 Tahun 2009. Pengawasan dilaksanakan oleh beberapa pihak, yaitu Kepala UPTD pasar, Kepala Dinas Perindagkop & UKM Kabupaten Bulungan, Bagian Ekonomi Setkab. Bulungan. (2) Dalam pelaksanaan tata kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan masih ditemui beberapa faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung antara lain perencanaan dilaksanakan secara bersama-sama dengan semua kelompok kerja dengan meninjau hasil evaluasi dari tahun sebelumnya sehingga dapatmemperbaiki kekurangan dan kesalahan yang ditemui dalam pelaksanaan pengelolaan pada tahun sebelumnya, struktur organisasi sudah disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan, semua anggota Faktor penghambat tersebut antara masih kurangnya sumber daya manusia Kurangnya jumlah sumber daya manusia ini menyebabkan proses pengawasan dan evaluasi juga menjadi terhambat. Pengawasan menjadi terbatas karena secara rutin hanya dikerjakan oleh Kepala UPTD Pasar. Dalam hal evaluasi juga terdapat kelemahan karena kurangnya kemampuan untuk menindaklanjuti hasi evaluasi.. Kata kunci: tata kelola, pasar induk, pengelolaan pasar

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail