Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.637 item publik

Publikasi

Halaman 12 dari 82

PENGARUH ASPEK TEKNIS BUDIDAYA DAN ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP ASPEK PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET (Hevea Brasiliesis) DI DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

QODRAT BAGUS
2026 · Thesis · Open Access

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan komoditas perkebunan penting yang berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Namun, produktivitas karet rakyat masih tergolong rendah akibat berbagai kendala teknis, sosial ekonomi, serta keterbatasan pengetahuan dan teknologi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspek teknis budidaya dan aspek sosial ekonomi terhadap aspek pengetahuan dan teknologi petani dalam budidaya tanaman karet di Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 orang petani karet yang dipilih secara purposive sampling, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek teknis budidaya dan aspek sosial ekonomi secara simultan berpengaruh terhadap aspek pengetahuan dan teknologi petani dalam budidaya tanaman karet. Secara parsial, aspek teknis budidaya memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan aspek sosial ekonomi. Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi petani meliputi penerapan teknik penyadapan yang belum sesuai standar, usia tanaman yang relatif tua, fluktuasi harga karet, serta minimnya akses terhadap pelatihan dan penyuluhan pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan dan teknologi petani karet perlu didukung oleh perbaikan aspek teknis budidaya serta penguatan kelembagaan dan kondisi sosial ekonomi petani.

PENATAAN RUANG DAN SIRKULASI PADA PASAR AGROTANJUNG SELOR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU

SITI AULIA AZMA
2026 · Thesis · Open Access

Pasar agro pasar induk Tanjung Selor merupakan pasar yang terletak di ibukota provinsi Kalimantan Utara yang dimana merupakan salah satu pusat perbelanjaan bahan makanan yang cukup murah sehingga menarik banyak pengunjung untuk berbelanja di pasar agro pasar induk ini,luasan lapak pedagang yang tidak memnentu memakan sirkulasi untuk pengguna pasar sehingga menghambat sirkulasi pada pasar agro . selain itu pengelolaan limbah sisa pedagang yang kurang diperhatikan sehingga masih tersisa hingga sore hari, dengan menggunakan pendekatan arsitektur hijau dalam meningkatkan efisiensi pasar agro di pasar induk Tanjung Selor dapat memberikan kenyamanan dan keamanan pada pengguna pasar agro pasar induk Tanjung Selor.

KOMBINASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (ELAIS GUINENSIS JACQ) DAN FESES AYAM DALAM PROSES PEMBUATAN PUPUK BOKASHI

WELLY HO
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik tandan kosong kelapa sawit dan feses ayam dalam proses pembuatan pupuk bokashi. Penelitian dilaksanakan di Tanjung Selor, pada bulan November-Desember 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan metode analisis unsur hara pada pupuk bokhasi dari kombinasi tandan kosong kelapa sawit dan feses ayam yang terdiri dari 3 perlakuan. di mana dalam pelaksanaannya terdapat perlakuan pertama yaitu 15Kg tandan kosong kelapa sawit dan 10Kg feses ayam, perlakuan kedua yaitu 10Kg tandan kosong kelapa sawit dan 15Kg feses ayam, dan perlakuan ketiga 7,5Kg tandan kosong kelapa sawit dan 7,5Kg feses ayam. Parameter yang diamati yaitu kandungan pupuk Bokhasi kotoran walet meliputi N, P, K, pH, rasio C/N, C-organik, dan Kadar air bokashi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan P2 yaitu terdiri kombinasi 10Kg tandan kosong kelapa sawit dan 15Kg feses ayam yang menghasilkan kandungan pupuk bokhasi terbaik.

PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN RUMAH SUSUN DI LAHAN BASAH (Studi Kasus Lahan Kota Baru Mandiri - KBM Provinsi Kalimantan Utara)

ASHABUL KAHFI BUGIS
2026 · Thesis · Open Access

Perancangan struktur beton bertulang pada bangunan rumah susun di lahan basah kawasan Kota Baru Mandiri, Provinsi Kalimantan Utara, dilakukan untuk menghasilkan sistem struktur yang aman, stabil, dan sesuai dengan kondisi geoteknik setempat. Lahan basah umumnya memiliki daya dukung tanah yang rendah serta berpotensi mengalami penurunan dan deformasi, sehingga diperlukan perencanaan struktur yang tepat dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang struktur atas dan struktur bawah bangunan rumah susun dengan mempertimbangkan karakteristik tanah lunak serta beban-beban yang bekerja pada struktur.Perancangan struktur atas dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 25 untuk memodelkan pembebanan dan respons struktur secara akurat. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa kolom utama dengan identitas K1 direncanakan memiliki dimensi 60 cm × 60 cm. Balok struktur direncanakan dengan dimensi B1 sebesar 35 cm × 60 cm, B2 sebesar 25 cm × 40 cm, dan B3 sebesar 12 cm × 25 cm. Pelat lantai direncanakan memiliki ketebalan 12 cm dengan mutu beton struktur atas sebesar 33 MPa.Struktur bawah bangunan terdiri dari pilecap dan tiang pancang. Pilecap direncanakan berukuran 260 cm × 200 cm × 60 cm, sedangkan tiang pancang direncanakan dengan kedalaman 30 meter untuk menjamin kestabilan bangunan terhadap kondisi tanah lunak. Seluruh perencanaan struktur mengacu pada Standar Nasional Indonesia, yaitu SNI 2847-2019, SNI 1727-2020, SNI 1726-2019, SNI 1729-2020, dan SNI 2052-2017. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan bangunan rumah susun pada lahan basah dengan tingkat keamanan dan keandalan struktur yang memadai.

Peran Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanjung Selor.

RAJMAH RAVITA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung Selor. Penelitian ini berfokus pada penyediaan pelayanan, penyediaan koleksi, serta penyediaan sarana dan prasarana perpustakaan dalam mendukung kegiatan literasi siswa di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari kepala sekolah, pengelola perpustakaan, guru, dan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tanjung Selor yang dipilih berdasarkan keterkaitannya dengan fokus penelitian. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan, serta penelusuran data pendukung. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa telah berjalan melalui penyediaan layanan dasar seperti layanan peminjaman buku, layanan baca di tempat, serta dukungan terhadap program literasi sekolah. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena pelayanan masih didominasi oleh kebutuhan akademik dan bersifat instruksional, serta belum disertai layanan bimbingan pemustaka dan rekomendasi bacaan secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelayanan dan strategi perpustakaan agar mampu menumbuhkan minat baca dan kebiasaan membaca mandiri siswa secara berkelanjutan.

Pengaruh lingkungan keluarga dan self Efficacy terhadap minat berwirausaha pada generasi Z di tanjung selor

AUDREY BELINDA
2026 · Thesis · Open Access

Audrey, 2025 Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Self Efficacy terhadap Minat berwirausaha, dibawah bimbingan Ibu Dewi Qomariah Imelda, SE., MM., Ak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Self Efficcacy terhadap Minat Berwirausaha. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Mikro Generasi Z di Tanjung Selor. Teknik pengambilan sempel menggunakan Probability Sampling (Simple random Sampling) dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM). Seluruh instrumen telah diuji reliabilitas (hasil Alpha Crobanch > 0,06), dan validitas (hasil Korelasi Pearson > 0,03) sehingga seluruh isntrumen dinyatakan reliabel dan valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Lingkungan Keluarga (X1) berpengaruh positif dan Tidak signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y), hal ini terlihat dari p value sebesar 0.433 alfa (0.05), sehingga dengan ini hipotesis atau Ha ditolak. (2) Self Efficcacy (X2) berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y), hal ini terlihat dari P-Value, sebesar *** alfa (0.05), sehingga dengan ini hipotesis atau Ha diterima. (3) Lingkungan Keluarga (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y). Hal ini terlihat dari P-Value, sebesar 0.408 alfa (0.05), sehingga dengan ini hipotesis atau Ha ditolak.

Analisis resiko kecelakaan kerja pada proyek pembangunan asrama diklat provinsi Kalimatan Utara tahap 2 dengan metode fine

RANI HANDAYANI
2025 · Thesis · Open Access

Salah satu faktor utama dalam sektor infrastruktur adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang dimana pada pelaksanaannya masih sering diabaikan. Pembangunan infrastruktur, terutama pada pekerjaan konstruksi, memiliki risiko kerja yang cukup tinggi yang apabila faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak diperhatikan oleh pengelola proyek, dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Penelitian ini mengambil studi kasus Analisa Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Diklat Asrama Provinsi Kalimatan Utara Tahap II. Pada pelaksanaannya dilakukan pengengidentifikasian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mungkin terjadi pada pekerjaan tersebut. Kemudian dilakukan analisis risiko menggunakan metode Fine. Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang paling sering terjadi pada pekerjaan konstruksi gedung berdasarkan penilaian dari personel yang terlibat dalam pembangunan gedung. Responden dalam penelitian ini adalah pemimpin proyek, mandor, operator, serta ahli konstruksi. Dari kesimpulan pelaksanaan penelitian ini adalah dilakukannya pengendalian risiko. Dari pendapat para responden, faktor yang memiliki risiko tertinggi adalah risiko terkena bahan kimia dan iritasi pada kulit. Faktor tersebut memiliki nilai risiko sebesar 44,81 dan level risikonya dikategorikan Priority 1 atau Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah menghentikan aktivitas sementara waktu sampai risiko dapat mencapai batas aman, serta menerapkan pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat dengan menggunakan APD sesuai standar pekerjaan konstruksi.

UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 1 TANJUNG PALAS

ABDUL KARIM
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah perkembangan seorang tenaga pendidikan atau yang kita kenal dengan sebutan guru. Diera yang juga memiliki teknologi yang semakin canggih bukan hanya dalam bidang pertahanan, perekonomian, dan lain-lain, termasuk juga dalam sistem pendidikan sebagaimana seorang pendidik harus mengikuti perkembangan zaman yang semakin berkembang baik dari pelatihan maupun kompetensi diri. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada setiap guru yang ada di SMK NEGERI 1 TANJUNG PALAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat guru-guru yang telah tersertifikasi pendidik yang memang layak menjadi pendidik dan memiliki kompetensi kemampuan dalam mendidik

PENGARUH PERAN PEMERINTAH TERHADAP KINERJA USAHA DENGAN INTERVENING KOMPETENSI SDM (STUDI KASUS USAHA MIKRO DI TIDENG PALE DAN TIDENG PALE TIMUR)

MUHAMMAD ALFIANSYAH
2025 · Thesis · Open Access

Pengaruh Peran Pemerintah Terhadap Kinerja Usaha Dengan Intervening Kompetensi SDM (Studi Kasus Pelaku Usaha Mikro Di Tideng Pale Dan Tideng Pale Timur). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha dengan intervening Kompetensi SDM pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 264 pelaku usaha mikro dan sampel yang digunakan berjumlah 160 pelaku usaha mikro di Tideng Pale dan Tideng Pale Timur. Pengumpulan data berupa kuesioner, Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS dan SEM AMOS. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Peran Pemerintah berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Kinerja Usaha. (2) Peran Pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap Kompetensi SDM. (3) Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Usaha. (4) Peran Pemerintah terhadap Kinerja Usaha melalui Kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan.

STUDI PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC -RAS ( STUDI KASUS : SUNGAI SELOR STA. 0+000 - 0+400)

ANDRIANSYAH BENY SYAHPUTRA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Kabupaten Bulungan, khususnya wilayah hilir Sungai Selor di Dusun Buluh Perindu, memiliki risiko banjir yang tinggi akibat topografi dataran rendah, kondisi tanah lempung lunak, serta pengaruh pasang surut air laut. Faktor penyebab banjir meliputi curah hujan tinggi, penyempitan penampang sungai akibat sedimentasi, serta infrastruktur pengendali banjir yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir pada Sungai Selor dengan periode ulang 25 tahun (Q25th) serta menentukan metode penanggulangan banjir yang paling efektif untuk wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis hidrolika berbasis komputasi. Pemodelan matematis dilakukan menggunakan perangkat lunak Hydrologic Engineering Center's River Analysis System (HEC-RAS) untuk mensimulasikan aliran sungai secara efisien dan akurat. Analisis difokuskan pada evaluasi kapasitas penampang sungai eksisting terhadap debit rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampang eksisting Sungai Selor dengan lebar rata-rata 32,77 m, dan kedalaman rata-rata 2,05 m, sebelum dilakukannya normalisasi, terjadi luapan banjir pada STA. 0+050 hingga STA. 0+400 berdasarkan simulasi yang dilakukan menggunakan software HEC – RAS v.6.3.1 dengan debit rencana periode Q25 tahun sebesar 16,146 m3/detik. Dan dengan diterapkannya metode perbaikan berupa normalisasi penampang sungai dengan lebar galian 40 meter, kedalaman 3 meter, serta kemiringan 1:3, maka Sungai Selor sudah dapat berfungsi dengan normal dan baik dalam menampung debit banjir pada kala ulang 25 tahun (Q25th).

ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA PROYEK PEMBANGUNAN STADION MINI TANJUNG PALAS

FATMAWATI
2025 · Thesis · Open Access

Proses pembangunan konstruksi pada umumnya merupakan kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya yang dalam pelaksanaanya mempunyai tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian diawal sebelum pekerjaan dimulai untuk menghindari kecelakaan kerja. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Pembangunan Stadion Mini Tanjung palas tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui factor-faktor risiko kecelakaan kerja pada setiap tahapan pekerjaan mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi dan menentukan strategi usulan pengendalian risiko. Data penelitian ini didapat melalui penyebaran kuesioner kepada kontraktor dan jasa konstruksi yang terdiri atas site manager, quality control, drafter, administrasi, logistik, pelaksana, k3, konsultan pengawas, sub kon, mandor, kepala tukang, pekerja untuk menentukan klasifikasi risiko low, medium, High, Very High dilakukan penilaian kemungkinan terjadi dampak risiko melalui hasil kuesioner dan diambil persentasi tertinggi. Nilai kemungkinan terjadi risiko akan dianalisis mengunakan matriks analisis risiko dengan mengunakan metode JSA (Job Safety Analysis). Hasil analisis dengan 7 tahapan pekerjaan diperoleh Pekerjaan dengan kategori level risiko medium ada 4 yaitu pada Pekerjaan Angkur Baja M16 & Baut Baja, Pekerjaan Pelat Baja Tebal 10 mm & 6 mm, Pekerjaan Baut Baja M12 (Antara CNF dan Kuda-kuda Baja WF 350.175.7.11 mm), Pekerjaan Trekstang Ø12, Pengikat Angin Ø12 & Turnbuckle Ø12. Pekerjaan dengan kategori level risiko Medium dan high ada 1 yaitu Kuda Pekerjaan Baja WF.350.175.7.11 mm). pengendalian penggunaan perancah yang memenuhi standar, pemasangan pagar pengaman, dan pengamanan alat kerja. penyusunan prosedur kerja aman, pemasangan rambu keselamatan, serta pelaksanaan briefing keselamatan atau toolbox meeting sebelum pekerjaan dimulai dan Pengunaan APD. Pihak kontraktor dan manajemen proyek disarankan untuk memberikan prioritas pengendalian pada pekerjaan yang termasuk dalam kategori risiko tinggi.

ANALISIS RISIKO KERJA DENGAN METODE FMEA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BULUNGAN

AHMAD JAMALUDIN
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Pembangunan gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan terletak di Jalan Kolonel Soetadji nomor 46 Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan pembangunan gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan adalah untuk menghasilkan pembangunan yang dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi kriteria teknis bangunan negara yang layak secara mutu, biaya dan kriteria administrasi bagi bangunan negara, akan tetapi setiap pembangunan proyek konstruksi pasti memiliki risiko kecelakaan kerja sehingga perlu dilakukan manajemen risiko untuk diidentifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap aktivitas konstruksi. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui respon yang sesuai untuk meminimalisir ataupun meniadakan dampak negatif yang diberikan oleh risiko aktivitas konstruksi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei menggunakan kuisioner. Analisis dimulai dari identifikasi risiko melalui studi literatur, lalu dilakukan penyebaran kuisioner kepada 17 responden untuk menguji validitas dan reliabilitas, pertanyaan kuisioner disebarkan kebeberapa proyek yang ada di Kabupaten Bulungan. Selanjutnya analisis risiko dilakukan mancari nilai yang mewakili jawaban yang berasal dari 8 responden, kepada para pekerja pembangunan gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan menggunakan metode metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dihitung dengan mengalikan nilai hasil severity index, keparahan (Severity), kejadian (Occurance) dan deteksi (Detection) untuk mengetahui nilai Risk Priority Numbers (RPN) nilai tertinggi dan kategori tingkat keparahan. Hasil penelitian dan pengujian yang di lakukan pada proyek pembangunan gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan berdasarkan nilai RPN (Risk Priority Numbers) nilai tertinggi jenis pekerjaan diperoleh pada pemancangan tiang pancang beton (Minipile) 25 x 25 cm K-400 mengakibatkan failure mode atau mode kegagalan kebisingan dan getaran mempengaruhi bangunan yang ada di sekitar lokasi, seling drop hammer putus, retak atau pecah kepala tiang pancang saat dipukul, terdorong atau masuk jauh dari perkiran dan terpercik oli pancang sebesar 210.919,033. Berdasarkan kategori keparahan dari 38 jenis pekerjaan terdapat 24 tingkat risiko rendah, tingkat risiko 2 sedang dan 12 tingkat risiko tinggi.

Percepatan pekerjaan proyek pembangunan gedung serba guna polda kaltara dengan menggunakan metode time cost trade off (TCTO)

ALFONSUS TANDIPADA
2025 · Thesis · Open Access

Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara merupakan salah satu proyek strategis yang berfungsi mendukung kegiatan porasional dan kedinasan kepolisian. Dalam pelakanaanya proyek ini menglami keterlambatan yang di sebabkan oleh berbagai faktor, sperti cuaca yang tidak menentu, keterbatasan tenaga kerja, serta keterlambatan material, sehingga berdampak pada waktu penyelesaiaan proyek. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan pekerjaan agar proyek dapat diselesaiakan sesuai dengan target rencana Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bersarnya percepatan waktu dan biaya proyek Pembangunan Gedung serba guna Polda Kaltara dengan menggunakan metode time cost trade off (TCTO). Analisis dilakukan pada pekerjaan struktur dengan menfokuskan pada aktifitas yang berada pada jalur kritis. Percepatan dilakukan melalui penembahan jam kerja menjadi 3 (tiga) shift kerja, sedangkan harga satuan pekerjaan dianggap tetap selama pelaksanaan proyek. Pengolaan data dan penjadwalan proyek dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project. Hasi Analisa menunjukkan bahwa penerapan metode time cost trade off (TCTO) mampu memberikan alternatif percepatan waktu pelaksanaan dari 118 hari menjadi 87 hari dengan kata lain diperoleh percepatan sebesar 31 hari dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp 123.142.920 dari total biaya sebelumnya sebesar Rp. 2.350.800.000,00 menjadi Rp 2.462.858.406 yang masi dapat di kendalikan. Metode ini efektif dalam menentukan kombinasi waktu dan biaya yang optimal, sehingga keterlmbatan proyek dapat di minimalkan secara makimal. Dengan demikian metode time cost trade off (TCTO) dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan manajemen proyek yang efisien dalam menangani keterlambatan pda proyek kontruksi

PENGARUH LAMA FERMENTASI LIMBAH KULIT KAKAO (Thebroma cacao L) TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK PADAT (POP) DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

SITI AYU WANIRA
2025 · Thesis · Open Access

Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu bahan organik potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik padat melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan unsur hara (C-organik, N, P, K), rasio C/N, dan pH dalam pupuk organik padat, serta menilai kesesuaiannya terhadap standar mutu teknis pupuk organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Penelitian dilaksanakan pada bulan (bulan mei tahun 2025) bertempat di (Tanjung selor bulungan) Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu fermentasi, yaitu P1 (28 hari), P2 (35 hari), dan P3 (42 hari), dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh sembilan percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan P2 (35 hari) memberikan hasil terbaik dengan kandungan C-organik 32,17%, N-total 1,06%, rasio C/N 30,41, serta nilai pH 6,07 yang mendekati netral. Berdasarkan SNI 19-7030-2004, seluruh perlakuan telah memenuhi syarat minimum mutu pupuk organik padat, namun perlakuan P2 menghasilkan kualitas terbaik secara keseluruhan. Oleh karena itu, fermentasi selama 35 hari merupakan waktu yang paling optimal untuk menghasilkan pupuk organik padat dari limbah kulit kakao.(theobroma cacao L)