Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.637 item publik

Publikasi

Halaman 20 dari 82

Kombinasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Kotoran Sapi Dalam Proses Pembuatan Pupuk Bokashi

ASMAR
2024 · Thesis · Open Access

ASMAR. 201731014. Kombinasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Kotoran Sapi Dalam Proses Pembuatan Pupuk Bokashi. Dibawah bimbingan Sabarudin, SP., MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pH Tanah, C-Organik, C/N rasio, serta unsur hara N, P, K dalam bokashi kombinasi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan kotoran sapi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Perlakuan 2 Faktorial dengan 9 perlakuan dan tanpa ulangan. T1S1 (2kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T1S2 (2kg TKKS+1kg kotoran sapi) T1S3 (2kg TKKS+1,5kg kotoran sapi), T2S1 (4kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T2S2 (4kg TKKS+1kg kotoran sapi), T2S3 (4kg TKKS+1,5kg kotoran sapi), T3S1 (6kg TKKS+0,5kg kotoran sapi), T3S2 (6kg TKKS+1kg kotoran sapi), T3S3 (6kg TKKS+1,5kg kotoran sapi). Hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan T3S3 merupakan perlakuan yang memiliki kandungan pH tanah tertinggi. Perlakuan T2S2 merupakan perlakuan yang memiliki kandungan C-Organik tertinggi. Dalam parameter C-Organik terdapat 3 perlakuan yang tidak memenuhi persyaratan minimum yaitu T1S1, T1S2, dan T1S3. Perlakuan T2S3 merupakan sampel yang memiliki kandungan C/N rasio tertinggi. Pada parameter hasil Nitrogen (N) hanya T2S2 dan T3S1 yang memenuhi persyaratan minimum. Perlakuan T3S3 merupakan perlakuan dengan nilai Fosfor (P) tertinggi. Sedangakan untuk parameter Kalium (K) semua perlakuan belum memenuhi persyaratan minimum dikarenakan Unsur K yang hilang melalui penguapan terjadi bersamaan dengan dilepaskannya panas pada saat terjadi proses pengomposan atau fermentasi berlangsung, semakin besar panas yang terbentuk maka semakin besar pula kalium menghilang.

Identifikasi Tingkat Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Di Desa Metun Sajau

JINNI FEBRIANTI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Identifikasi hama, penyakit dan tingkat serangannya telah dilakukan di Desa Metun Sajau dengan tujuan untuk mengetahui jenis hama dan penyakit kakao serta tingkat serangannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling. Kriteria lokasi sampel adalah: luas lahan ±0,5 ha dan umur tanaman kakao ±3 tahun. Jenis hama yang ditemukan di lokasi penelitian adalah: 1) Lokasi A . Penggerek Buah Kakao (PBK) (66,66%) dengan intensitas serangan (35,13%) Helopeltis spp. (76,34%) intensitas serangan (34,17%), tupai (12,72%) intensitas serangan (3,3%), penggerek batang/cabang (1,14%) intensitas serangan (0,38%. Penyakit yang menyerang yaitu Busuk buah (13,00%) intensitas serangan (2,41%). Sedangkan Lokasi B Penggerek Buah Kakao (PBK) (79,03%) intensitas serangan (49,34%), Helopeltis spp. (62,25%) intensitas serangan(13,69%), Tupai (26,63%) intensitas serangan (6,66%), Penggerek Batang/Cabang (3,50%) intensitas serangan (1,16%). Penyakit yang menyerang yaitu Busuk buah dengan persentase (12,17%) intensitas serangan (2,48%).

Pengaruh Self Efficacy terhadap Keberlangsungan Usaha dengan Komitmen Usaha sebagai variabel intervening.

NURFADILAH
2024 · Thesis · Open Access

UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan sebuah unit usaha produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh perorangan / badan usaha di seluruh sektor ekonomi. Imkm saat ini tengah menjadi sektor yang telah memberi dampak di kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Generasi Z. Generasi Z merupakan generasi yang lahir dalam rentang tahun kelahiran antara 1996-2010. Salah satu jenis usaha yang digelutii oleh Generasi Z adalah home industry dan UMKM. Generasi Z di Tanjung Selor kecenderungan tidak memiliki komitmen yang mendalam terhadap dirinya sendiri sehingga bedampak terhadap keberlangsungan usahanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komitmen usaha, keberlangsungan usaha terhadap self effycacy (studi kasus pada Generasi Z Kabupaten Bulungan Tanjung Selor).

Analisis kandungan Unsur Hara Makro Pupuk Organik Cair Dari Kayu Apu (Pistia Stratiotes dan Batang Pisang (Musa Paradisiaca)

ROBERTO CHARLOS
2024 · Thesis · Open Access

Roberto Charlos. 201731006 Uji Kandungan Unsur Hara Makro Pupuk Organik Cair Dari Kayu Apu (Pistia Stratiotes) Dan Batang Pisang (Musa Paradisiaca) Peneliian ini dilatarbelakangi banyaknya sampah organik yang seharusnya dapat dimanfaatkan lebih maksimal seperti kayu apu dan batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kandungan unsur NPK dan C-Organik pada bahan dasar kayu dan batang pisang, maupun perlakuan perbandingan yang berbeda beda. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Desa Jelarai Selor dan sampel dikirim ke Laboratorium Tanah Universitas Mulawarman Samarinda untuk dianalisa dilakukan pada bulan Juni 2024. Parameter yang diamati yaitu kandungan NPK dan C-Organik. Adapun pembanding dalam penelitian ini mengacu pada standar mutu Permentan Nomor 70/Permantan/SR.140/10/2011 Metode yang digunakan adalah analisis eksperimen kuantitatif, dimana uji kadar N dengan metode Kjeldahl, Fofor dengan metode spektrofotometer UV-Vis, Kalium dengan metode Flamephotometer, c organic dengan walkey and black Adapun beberapa perlakuan sebagai berikut : a. 1 kilo Kayu Apu, air 2 liter, gula aren 4 tutup botol, EM4 2 tutup botol (A) b. 1 kilo batang pisang, air 2 liter, gula aren 4 tutup botol, EM4 2 tutup botol (B) c. 1 kilo kayu apu : 1 kilo batang pisang, air 4 liter, gula aren 8 tutup botol, EM4 4 tutup botol. (C) d. 2 kilo kayu apu : 1 kilo batang pisang, air 6 liter air, gula aren 12 tutup botol, EM 4 6 tutup botol (D) e. 1 kilo kayu apu : 2 kilo batang pisang, air 6 liter air, gula aren 12 tutup botol, EM 4 6 tutup botol (E) Berdasarkan hasil uji laboratorium dan mengacu pada standar mutu POC KEMENTAN tahun 2011 bahwa dari 5 perlakuan diatas menunjukan kandungan organic unsur nitrogen yang masih rendah. namun unsur hara fosfor dan kalium terkandung cukup dan sangat banyak.

Efektivitas pelayanan persetujuan bangunan gedung (PBG) persetujuan bangunan gedung Di dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kabupaten bulungan provinsi kalimantan utara

RIDWAN SAPUTRA
2024 · Thesis · Open Access

Tujuan peneliti mengambil judul Efektivitas Pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (Pbg) Pertokoan Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara adalah untuk mengetahui sudah efektikkah sebuah pelayanan yang diberikan oleh DPMPTSP kepada masyarakat terutama pada perizinan persetujuan bangunan Gedung pertokoan diKabupaten Bulungan. Disini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif dengan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data Model Interaktif atau Model Miles dan Huberman. Menurut Ibrahim “analisis data model interaktif merupakan teknik analisis data yang paling sederhana dan banyak digunakan oleh peneliti kualitatif. Mulai dari Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik di Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kabupaten bulungan telah berjalan dengan baik atau efektiv, di ketahui melalui indikator, Tangible, Realiability, Responsivines, Assurance, Empathy. Dan terdapat faktor pendukung berupa penyediaan pelayanan keliling dan faktor penghambat ketidakpedulian masyarakat dalam mengurus perizinan.

Rekomendasi Pemupukan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L) Pada Fase Generatif Kepada Petani Binaan PT. PKN Di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara

LUSI ANDARI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK LUSI ANDARI. 202031023. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Kakao (Thebroma cacao L.) Pada Fase Generatif Kepada Petani Binaan Di DesaMetun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan,Provinsi Kalimantan Utara. Dibawah bimbingan Rina Lesmana, S.P., M.M. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemupukantanaman kakao petani Binaan PT.PKN di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Sampel tanah diambil menggunakan metode Simple Random Sampling dari15 titik dengan kedalaman 0- 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan tanah bervariasi di lahan tersebut. Nilai pH tanah berkisarantara 5,05 hingga 5,81 dengan rata-rata 5,38, termasuk kategori masam. Kandungan C-organik tanah bervariasi dari 0,93% hingga 2,24%, dengan rata-rata 1,45%. Rasio C/N tanah berkisar antara 4,08% hingga 12,93%, dengan rata-rata 8,3%. Kandungan nitrogen total berada dalam rentang0,12% hingga 0,29%, dengan rata-rata 0,19%. Fosfor tersedia berada di antara 6,47 ppm hingga 8,66 ppm, dan kalium berkisar dari 18,99 ppm hingga28,77 ppm, termasuk kategori sedang. Kapasitas tukar kation tanah berkisar antara 18,21 meq/100g hingga 24,21 meq/100g, dan tekstur tanah bervariasi dari lempung berdebu hingga lempung berliat. Berdasarkan ketersediaan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam tanah, dosis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kakao adalah sebagai berikut: Pupuk Ureauntuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 104,14 - 147,82 gram per pohon, danuntuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 144,14 - 187,82 gram per pohon. Pupuk NPK 15-15-15 untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 207 - 222 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 208 - 256 gram per pohon. Pupuk TSP untuk tanaman berusia 3-4 tahun danlebih dari 4 tahun adalah 59,54 - 168,96 gram per pohon. Pupuk KCl untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 2,19 - 5,51 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 37,19 - 40,51 gram per pohon.

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI HEWAN ENDEMIK KALIMANTAN UTARA DI KAWASAN KEBUN RAYA BUNDA HAYATI TANJUNG SELOR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMORFIK

NUR AHMAD ARYAJI
2024 · Thesis · Open Access

Pusat Konservasi Hewan Endemik saat ini penting baik bagi masyarakat Tanjung Selor, karena jika dikelola dengan baik dapat menjadi tempat wisata, penelitian serta pengembangbiakkan tanaman rawa gambut yang sesuai dengan tujuan Pusat Konservasi yang memiliki kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Pendekatan yang digunakan yaitu Arsitektur Biomorfik merupakan upaya untuk meminimalkan dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan dengan menggunakan efisiensi dan kebijaksanaan dalam aplikasi pemrosesan material, energi, dan ruang.

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANDAR UDARA KAYAN UTAMA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ECO-TEC

FAUZAN NUR
2024 · Thesis · Open Access

Tanjung Selor adalah ibu kota dari provinsi termuda yang ada di Indonesia yaitu Kalimantan utara, dan saat ini tengah berkembang menuju kota besar. Salah satu nya Kabupaten Bulungan berbagai sektor pembangunan sarana dan prasarana guna menunjang aktivitas dan kebutuhan di kota mulai di bangun di setiap titik kota tanjung selor dan wilayah sekitarnya. Dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menjadi kota besar ini, tentunya akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan bukan hanya dari dalam kota sendiri melainkan dari luar pulau Kalimantan bahkan tenaga kerja asing juga akan ikut berperan dalam hal ini, serta proses migrasi orang dari luar pulau kalimantan untuk masuk ke kota tanjung selor itu tentu saja tidak bisa dihindarkan.

PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BULUNGAN

BIMA STENUS
2024 · Thesis · Open Access

Rencana Pengembangan Daerah otonomi Baru (DoB) dikota Tanjung Selor sebagai kotamadya pada tahun 2019 berdampak pada berpindah pusat pemerintahan Kabupeten Bulungan yang saat ini berkedudukan di Kota Tanjung Selor segera dipindahkan di Kecamatan Tanjung Palas.Faktor budaya menjadi salah satu alasan dipilihnya Kecamatan Tanjung Palas sebagai lokasi pusat pemerintahan baru, karena penggunaan lahan dan transportasi mendukung prospek dan aksesibilitas (prestasi) ibu kota Kalimantan Utara. Untuk merencanakan Pusat Pemerintahan Kabupaten Bulungan di Tanjung Palas harus memenuhi kriteria otonomi daerah dan mampu menghasilkan kebutuhan tata ruang yang efektif Menurut peraturan pemerintahan terbaru yang mengatur tentang pemerintahan daerah nomor 23 tahun 2014 pemekaran daerah adalah pemecahan daerah provinsi atau Kabupaten/kota menjadi dua atau lebih daerah baru. Pemekaran suatu kabupaten atau Kota tentunya dibarengi dengan penyediaan infrastruktur untuk menunjang berfungsinya pemerintahan, salah satunya adalah Kantor DPRD. Adapun rencana yang diambil yakni dengan mengangkat tema arsitektur vernacular tradisional yaitu dengan mengangkat unsur-unsur yang menjadi ciri khas dari kabupaten bulungan.

Perencanaan dan Pendekatan Bulungan Water Park Under The Dome Dengan Pendekatan Arsitektur Tekno Artistik

RANITA KUSUMA WIDHI
2024 · Thesis · Open Access

Sesuai penetapan Provinsi baru Kalimantan Utara pada tahun 2012 berdampak dengan meningkatnya jumlah penduduk serta mobilitas harian masyarakatnya. hal ini berpotensi menimbulkan masalah baru, salah satunya adalah meningkatnya tingkat jenuh dan stress pada masyarakatnya. Pada dasarnya Tanjung Selor meiliki banyak objek wisata yang berpotensi namun dengan jarak tempuh dari pusat kota yang cukup jauh. hal ini yang menjadi dasar kenapa Perencanaan dan Perancangan Bulungan Waterpark dilakukan. wisata dengan base air dipilih karena sifat air yang menengangkan dan mampu menurunkan tingkat stress pada manusia serta konsep indoor yang dipilih menjadikan wisata air ini tidak bergantung pada cuaca. Lokasi Kota Tanjung Selor yang memiliki iklim tropis, namun dalam kenyataannya musim kian tidak menentu dan berubah ubah. Pengunjung cenderung menghindari cuaca hujan saat berkunjung di tempat wisata air, dan juga menghindari saat cuaca sedang terik. Desain perencanaan dan perancangan waterpark indoor dengan tema Arsitektur Techno Artistic dipilih, hal ini karena konsep Arsitektur Techno Artistic lebih mudah dieksplor terkait bentukannya dan kebutuhan bentangan bangunannya yang bervariasi karena bersifat pabrikasi.

Analisis Kandungan Unsur Hara Makro, Mikro pupuk Cair dari Fases Walet dan Kambing

IDRUS AL JUFRIE
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan terbaik pupuk organik cair dari feses walet dan kambing. Penelitian ini dilaksanakan di tanjung selor, dari bulan Februari hingga Juni 2024. Metode yang digunakan pada peneiitian ini rancangan acak kelompok dan analisis unsur hara pada pupuk organik cair dari feses walet dan kambing yang terdiri dari 3 perlakuan. Dimana dalam pelaksanaannya terdapat perlakuan yaitu 1 kg feses walet dengan 1 kg feses kambing, 1 kg feses walet dengan 2 kg feses kambing, dan 2 kg feses walet dengan 1 kg feses walet. Parameter yang diamati adalah kandungan unsur hara pupuk organik cair dari feses walet dan kambing meliputi N, P, K, dan C organik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pada perlakuan P2 memiliki unsur N tertinggi yakni total sebesar 0,21% berada di atas standar mutu, sedangkan analisis kandungan unsur P yang tertinggi terdapat pada perlakuan p1 dengan nilai yang sebesar 42,04% nilai tersebut berada di atas standar mutu, kemudian hasil analisis kandungan unsur K yang tertinggi terdapat pada perlakuan p1 dengan nilai sebesar 46,37 dan nilai tersebut berada di atas standar mutu.

PELAKSANAAN HAK INISIATIF DPRD KABUPATEN BULUNGAN DALAM MENYUSUN RANCANGAN PERATURAN DAERAH DI KABUPATEN BULUNGAN TAHUN 2023

MUHAMMAD RIFQI RAMADHAN
2024 · Thesis · Open Access

Salah satu unsur penting dalam struktur penyelenggaraan pemerintahan daerah pada konteks otonomi di Indonesia adalah mengenai keberadaan dan kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) sebagai konsekwensi dianutnya paham demokrasi dan desentralisasi yang luas, nyata, dan bertanggungjawab (staatskundige decentralisatie) dalam tatanan negara kesatuan (unitary state) (Achmad Ruslan 2003). Sebagaimana yang diatur secara khusus dalam Pasal 1 ayat (2) serta Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dengan adanya desentralisasi yang diikuti pula oleh otonomi daerah maka daerah memiliki kewenangan untuk mengurus dan mengatur urusan rumah tangganya sendiri. Pada konteks inilah DPRD bersama Pemerintah Daerah tampil menjadi lembaga daerah terdepan dalam merumuskan dan menyelenggarakan berbagai kewenangan yang dilimpahkan oleh Pemerintah Pusat tersebut. Pengaturan pada level konstitusi itu kemudian diikuti dengan berbagai produk hukum undang- undang di bawahnya yakni Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menggantikan Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang RI Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang merupakan pengganti Undang- undang RI Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan Kedudukan Majelis Permusyawaratn Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Salah satu substansi penting dari kedua produk undang-undang tersebut mengatur tentang kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang serta hak dan kewajiban DPRD yang diletakan dalam semangat membangun dan memperkuat desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan serta tumbuhnya demokrasi lokal yang dinamis di daerah.

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP KINERJA USAHA MITRA BUMDES MEKAR JAYA MANDIRI DI DESA BUMI RAHAYU

NOVITA INDRIASARI
2024 · Thesis · Open Access

Novita Indriasari, Pengaruh Motivasi Kerja Dan Komitmen Kerja Terhadap Kinerja Usaha Mitra BUMDes Mekar Jaya Mandiri Studi Kasus pada Desa Bumi Rahayu.”, dibawah bimbingan Bapak Yuliansyah, M.M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja Dan Komitmen Kerja Terhadap Kinerja Usaha Mitra BUMDes Mekar Jaya Mandiri. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mitra BUMDes Mekar Jaya Mandiri. Jumlah responden yang diteliti adalah sebanyak 39 responden. Pengumpulan data berupa kuisioner dan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS versi 25 Hasil penelitian ini adalah, pertama ditemukan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara variabel motivasi kerja terhadap kinerja usaha. Hasil ini didapat berdasarkan hasil uji persial(uji t). Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0.004 0.05 dan nilai t hitung 3.034 > t tabel 2.028, sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak, yang berarti bahwa motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja usaha mitra BUMDes Mekar Jaya Mandiri. Kedua, variabel komitmen kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha. Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0.283 > 0.05 dan nilai t hitung 1.090 t tabel 2.028, sehingga dapat disimpulkan bahwa variable komitmen kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja usaha mitra BUMDes Mekar Jaya Mandiri.

Partisipasi pemilih pemula dalam menggunakan hak pilih pada pemilu legislatif kabupaten bulungan tahun 2024

NURJANNAH
2024 · Thesis · Open Access

Pemilih pemula memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang-orang tua pada umumnya. Pemilih pemula cenderung kritis, mandiri, independen serta tidak puas dengan kemapanan, pro perubahan dan sebagainya. Karakteristrik itu cukup kondusif untuk membangun komunitas pemilih cerdas dalam pemilu yakni pemilih yang memiliki pertimbangan rasional dalam menentukan pilihannya. Misalnya karena integritas tokoh yang dicalonkan partai politik, track record atau program kerja yang ditawarkan. Karena belum punya pengalaman memilih dalam pemilu, pemilih pemula perlu mengetahui dan memahami berbagai hal yang terkait dengan pemilu.