Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.637 item publik

Publikasi

Halaman 71 dari 82

ZAHRA UMAR PUTRI

ZAHRA UMAR PUTRI
2019 · Thesis · Open Access

Seminar/Proses Bimbingan

Perencanaan Dan Perancangan Perpustakaan Umum Dan Kantor Kearsipan Tanjung Dengan Konsep Pendekatan Arsitektur Modern

NOVIA GUNARTI
2019 · Thesis · Open Access

Perencanaan dan Perancangan Perpustakaan Umum dan Kantor Kearsipan Tanjung Selor dilatar belakangi oleh rendahnya minat baca masyarakat, dukungan atas upaya pemerintah Kota Tanjung Selor dalam meningkatkan minat baca, serta dibutuhkannya fasilitas pendidikan berupa perpustakaan yang memadai di kota Tajung Selor. Tujuan dari perancangan ini adalah mendapatkan desain bangunan berupa fasilitas pendidikan yang dapat menjadi sarana kebutuhan informasi, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat kota Tanjung Selor dimana bangunan tersebut dapat menjaga keselarasan dengan lingkungan alam sekitarnya. Persoalan Desain adalah bagaimana merancangan Perpustakaan Umum Kota Tanjung Selor yang mampu mengakomondasi kebutuhan membaca masyarakat Kota Tanjung Selor dengan perwujudan penampilan bangunan dan ruang yang menerapkan Modern. Kosep pendekatan yang digunakan dalam menentukan desain adalah dengan menggunakan prinsip Modern yang berdasarkan teori Arsitektur modern. Dengan harapan agar dapat meningkatkan standar fasilitas sarana dan prasaranan perpustakaan umum dan kantor kearsipan tanjung selor. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan perpustakaan umum dan kantor kearsipan tanjung selor yaitu metode deskriptif adalah metode penulisan yang digunakan untuk membahas suatu permasalahan, menginterprensikan, hal yang dituliskan dengan pembahasan yang sistematis, ditutup dengan kesimpulan dan pemberian saran sesuai kebutuhan.

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL TIPE B DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR

RIDWAN PRATAMA
2019 · Thesis · Open Access

ABSTRAK RIDWAN PRATAMA, Program Sarjana Strata 1 Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara, Tanjung Selor, 2019. Perencanaan dan Perancangan Terminal Tipe B dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular. Dosen Pembimbing : Ir. H. Kurniadi, M.T. Terminal Umum adalah fasilitas umum, yaitu bangunan masa banyak yang menekankan aspek kenyamanan penumpang, kenyamanan pengunjung dan serta kenyamanan fasilitas dari segi insfrastrukur yang di bangun untuk memudahkan masyarakat untuk berpergian menggunakan fasilitas kendaraan yang berupa bus sebagai saranana untuk berpergian ke suatu tempat ke tempat lain melalui jalur darat. Dalam proses perencanaan dan perancangan ini menggunakan metode : Brifing, Analisis Sintesis, Evaluasi, Developing Arsitektur Neo Vernakuler merupakan suatau pendekatan yang mengarakan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungan dalam kaitanya iklim di suatu daerah tersebut. Penerapan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular pada desain bangunan yang sesuai lebih ditunjukan pada penggunaan gaya rumah adat dayak setempat yaitu rumah lamin. seperti pada atap bangunan terminal dan juga ukiran khas dayak pada bangunan tersebut.

Perencanaan dan Perancangan Kantor Sewa dengan pendekatan Arsitektur Tropis

ZUL AKBAR
2019 · Thesis · Open Access

Kantor Sewa merupakan salah satu solusi untuk Kegiatan kepemerintahan daerah yang semakin kompleks dengan infrastruktur yang kurang memadai, seperti kantor tetap yang tidak tersedia, hal ini menyebabkan beralihnya fungsi bangunan rumah tinggal masyarakat yang akan di gunakan sebagai kantor sementara. Karena itu perlunya merencanakan sebuah bangunan baru yang dapat memfasilitasi kebutuhan akan bangunan dengan fungsi kantor. Dalam proses perencanaan dan perancangan ini menggunakan metode : Briefing, Analysis, Synthesis, Evaluation, Developing. Arsitektur Tropis merupakan suatu pendekatan yang mengarah arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk dengan linkungannya dalam kaitannya iklim daerah tersebut. Pendekatan Aristektur Tropis yang diterapkan pada desain adalah membuat parameter ruang yang dangkal dan penerapan void sehingga keseluruhan dalam bangunan dapat dijangkau oleh angin dari luar bangunan dan sinar matahari, sehingga dalam penerapan pencahayaan buatan dan penghawaan buatan dapat di minimalisir untuk menurunkan sedikit beban operasional bangunan. untuk mengatasi sinar matahari berlebih yang masuk kebangunan menggunakan element tropis seperti penggunaan sunshading vertikal.

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN MANGKUPADI BEACH RESORT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMORFIK

MOHAMAD MALIKI
2019 · Thesis · Open Access

Mohamad Maliki,Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Kaltara Tanjung Selor, Februari 2019. Perencanaan dan Perancangan Mangkupadi Beach Resort dengan Pendekatan Arsitektur Biomorfik. Dosen Pembimbing : Hj. Sholehah, ST.,MT. Kata kunci : Perencanaan dan Perancangan, Beach Resort, Arsitektur Biomorfik Permasalahan yang mungkin timbul pada perencanaan pembangunan beach resort dengan view menghadap ke pantai ini adalah bagaimana merencanakan dan merancang fasilitas beach resort mulai dari view setiap type,sirkulasi,utilitas dan lain-lain. Tujuan yang ingin dicapai dalam proyek ini adalah : Merencanakan dan merancang Mangkupadi Beach Resort dengan pendekatan Arsitektur Biomorfik yang mampuh menampung semua kegiatan yang mendukung pariwisata yang bersifat fungsional, komersial dan rekreatif . Bangunan yang direncanakan adalah sebuah resort, dengan aspek fisik meliputi perencanaan lingkungan tapak,masa bangunan, pembetukan ruang dan arus sirkulasi dalam luar banguna maupun sirkulasi dalam lokasi tapak yang akan direncanakan. Tema yang akan digunakan dalam proyek Mangkupadi Beach Resort dengan pendekatan arsitektur biomorfik. Konsep biomorfik cocok diterapkan dalam sebuah perencanaan bangunan pendukung wisata. Karena, bentukan bangunan,struktur,maupun site plan bisa mengaplikasikan bentuk dari sebuah makhluk hidup, sehingga akan menciptakan suasana yang unik dan mudah di ingat. Lokasi terletak di Desa Mangkupadi Kecamatan tanjung palas timur, lokasinya sangat strategis, karena posisi tersebut adalah tempat wisata pantai bagi warga sekitar. Letak lokasi proyek berada pada area pantai kelapa. Untuk Luas lahan sendiri yang akan direncanakan untuk Lokasi proyek yang direncanaakan proyek ini adalah 90.000 m2 (9 hektar), dengan panjang pantai 450 m dan lebar pantai 200 m diukur dari titik gelombang tertinggi ke jalan utama. GSP 100 m dari bibir pantai, 450 m x 100 m = 45.000 m2 (4,5 hektar) . Jadi area yang bisa dibangun 45.000 m2 (4,5 hektar). Manfaat yang di dapat dalam pembangunan proyek beach resort di pantai kelapa desa mangkupadi ini bisa menambah pendapatan daerah, memberikan fasilitas bagi masyarakat yang ingin menginap dipantai dengan menikmati view alam yang ada di kawasan tersebut dan bisa Memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BINTANG 4 DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI TANJUNG SELOR

SITTI MUNIRA
2019 · Thesis · Open Access

Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Utara sedang dalam proses pembangunan dari segala sektor. Salah satu bangunan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan di ibukota adalah bangunan hotel sebagai hunian sementara masyarakat dari luar daerah yang memiliki kepentingan di Tanjung Selor. “Perencanaan dan Perancangan Hotel Bintang 4 dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer di Tanjung Selor” memiliki rumusan masalah bagaimana merencanakan dan merancang bangunan hotel yang mampu memberikan pelayanan dengan standar yang lebih baik dari yang sudah ada di Tanjung Selor dan mampu mengkoordinir segala bentuk kegiatan masyarakat dari luar daerah dan masyarakat setempat, dengan arsitektur yang mampu mencerminkan budaya lokal dan modern/kekinian. Tujuan perancangan adalah menghasilkan desain bangunan hotel dengan standar lebih tinggi yang mampu mengakomodir kegiatan masyarakat luar dearah dan masyarakat setempat serta mampu menampilkan budaya masyarakat lokal yang dipadu dengan perkembangan masyarakat modern / zaman sekarang. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah Metode Deskriptif yaitu dengan mengumpulkan data kemudian dianalisis dan disimpulkan. Teori-teori yang digunakan sebagai landasan perancangan adalah peraturan pemerintah terkait standar usaha hotel serta teori tentang Arsitekur Kontemporer oleh Egon Schirmbeck. Berdasarkan hasil tahapan-tahapan perencanaan dan perancangan, maka dapat disimpulkan bahwa bangunan hotel bintang 4 di Tanjung Selor akan mampu memberikan pelayanan dengan standar yang lebih tinggi dan mampu mewadahi segala bentuk aktivitas masyarakat baik dari luar daerah maupun masyarakat setempat. Dengan pengaplikasian desain Arsitekur Kontemporer, maka desain arsitektur yang menggambarkan budaya lokal akan dapat disandingkan dengan desain arsitektur lainnya sesuai dengan perkembangan zaman atau desain yang sedang tren di kalangan masyarakat.

xx

SUGENG
2019 · Thesis · Open Access

xxxxxx

STUDI TENTANG PENGURUSAN PENGUASAAN TANAH (SEGEL) DI DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

NURHAIDAH
2019 · Thesis · Open Access

Tujuan utama penelitian ini mengetahui sejauhmana ProsesPengurusan Tanah (Segel)Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Serta mengetahui Faktor penghambat dalam proses pengurusan penguasaan tanah (segel) di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan penelitian ini menggunakan Metode Pendekatan Deskriptif Kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah stakeholders Proses Pengurusan Tanah (Segel) Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, yaitu Kepala Desa, Ketua RT, dan masyarakat Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan . Maka analisis data ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisisdata yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikakan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa peraturanProses Pengurusan Tanah (Segel) Di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungandimana dapat dilihat Masyarakat sudah mengikuti peraturan yang di terapkan oleh Pemerintah Desa,Faktor penghambat tidak tertibnya administrasi, Kurang kesadaran dari Msyarakat itu sendiri.

TATA KELOLA PASAR INDUK KABUPATEN BULUNGAN

DESI MAHARANI
2019 · Thesis · Open Access

Tata Kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan Oleh: Desi Maharani NIM. 201351116 ABSTRAK Pentingnya keberadaan pemangku kepentingan bagi pasar induk di Kabupaten Bulungan menuntut perlunya perbaikan secara terus menerus terhadap pengelolaan pasar. Dalam hal ini, pemangku kepentingan tentunya memiliki persepsi tersendiri terhadap pengelolaan pasar induk di Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan tata kelola pasar induk di Kabupaten Bulungan, (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat tata kelola pasar induk di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan membahas obyek yang diteliti secara mendalam.. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bulungan, khususnya pada Pasar Induk Kabupaten Bulungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tata kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan dilaksanakan dalam 5 tahap, yaitu tahap perencanaan dengan penyusunan dokumen perencanaan, tahap pengorganisasian dengan melalui delegasi tugas pada setiap kelompok kerja, tahap pelaksanaan dengan melakukan tata kelola sesuai degan Peraturan Bupati Bulungan Nomor 28 Tahun 2009. Pengawasan dilaksanakan oleh beberapa pihak, yaitu Kepala UPTD pasar, Kepala Dinas Perindagkop & UKM Kabupaten Bulungan, Bagian Ekonomi Setkab. Bulungan. (2) Dalam pelaksanaan tata kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan masih ditemui beberapa faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung antara lain perencanaan dilaksanakan secara bersama-sama dengan semua kelompok kerja dengan meninjau hasil evaluasi dari tahun sebelumnya sehingga dapatmemperbaiki kekurangan dan kesalahan yang ditemui dalam pelaksanaan pengelolaan pada tahun sebelumnya, struktur organisasi sudah disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan, semua anggota Faktor penghambat tersebut antara masih kurangnya sumber daya manusia Kurangnya jumlah sumber daya manusia ini menyebabkan proses pengawasan dan evaluasi juga menjadi terhambat. Pengawasan menjadi terbatas karena secara rutin hanya dikerjakan oleh Kepala UPTD Pasar. Dalam hal evaluasi juga terdapat kelemahan karena kurangnya kemampuan untuk menindaklanjuti hasi evaluasi.. Kata kunci: tata kelola, pasar induk, pengelolaan pasar

PERIODESISASI KESULTANAN BULUNGAN TAHUN 1731–1958 (STUDI KESULTANAN BULUNGAN DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA)

DEWI KARTIKA
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periodesisasi Kesultanan Bulungan dari tahun 1731-1958 di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta teknik wawancara. Populasi penelitian adalah Ketua Yayasan Museum Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas, Sekretaris Dewan Adat Bulungan dan kerabat Kesultanan Bulungan. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa periodesisasi Kesultanan Bulungan tahun 1731-1958 mengalami banyak peristiwa sejarah yang bermacam-macam karena dalam periode tersebut telah banyak pergantian periode sultan seperti berikut Wira Amir alias Sultan Amiril Mukminin (1731-1777), Sultan Alimuddin (1777-1817), Sultan Muhammad Amiril Kaharuddin (1817-1862), Sultan Muhammad Djalaluddin (1862-1866), Sultan Amiril Kaharuddin (1866-1873), Sultan Alam Muhammad Adil (1873-1874), Sultan Kaharuddin II (1874-1889), Sultan Adzimuddin (1889-1899) Putri Sibut (Pengian Kesuma) (1899-1901), Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin (1901-1925), Datu Mansyur (pemangku jabatan Sultan) (1925-1930), Sultan Akhmad Sulaiman (1930-1931), Sultan Muhammad Djalaluddin (1931-1958). Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya diperbanyak tulisan atau buku-buku mengenai Kesultanan Bulungan agar sejarah tersebut dapat diketahui oleh banyak orang terutama generasi muda, karena ini merupakan kisah warisan budaya yang tidak ternilai harganya.

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH (Studi di SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan)

ZAHIRA
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan orang lain agar dengan penuh pengertian, kesadaran, dan senang hati bersedia mengikuti kehendaknya tersebut untuk mewujudkan suatu tujuan bersama. Gaya Kepemimpinan adalah sebuah salah satu cara yang dipergunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi, mengarahkan dan mengendalikan perilaku orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif kualitatif, focus penelitian yang dilakukan berfokus pada Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, dengan memilih informan yaitu Kepala Sekolah, guru-guru dan para staf lainnya. Dan menggunakan teknik mengumpulkan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah di SMK Negeri 1 Tanjung Selor Kabupaten Bulungan adalah demokratis.

PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL KANCET PAPATAI DI DESA TERAS NAWANG KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATENBULUNGAN (Studi Kajian Historis Terhadap Nilai-Nilai Budaya Lokal)

IVONNE PERONIKA
2019 · Thesis · Open Access

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian kancet pepatai di desa teras nawang dan untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh masyarakat dalam melestarikan tarian di desa Teras Nawang kecamatan tanjung palas kabupaten bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Informan penelitian yaitu Ketua Adat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat Desa Teras Nawang, Mayarakat yang mengetahui mengenai kancet pepatai. Hasil penelitian ini partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian kancet pepatai di desa teras nawang sangatlah berperan penting. Dalam bentuk uang, dan keterampilan agar berjalan sesuai apa yang di harapakan agar kancet pepatai ini tidak hilang dan juga dengan tarian yang lainnya. Dan melestarikan kancet pepatai dengan mempertahankan tradisi yang ada di desa teras nawang seperti acara adat, penyambutan tamu, musyawarah besar, pernikahan. Hambatan yang dialami masyarakat dalam melestarikan desa teras nawang yaitu : kurangnya anggaran yang diberikan dari pemerintah dan terhambat nya suatu pekerjaan dan pembangunan, kurangnya terekspos objek wisata desa teras nawang, sulitnya transportasi masyarakat di desa teras nawang sehingga masyarakat di sana juga kurang dengan fasilitas yang ada untuk sekarang.

STUDI TENTANG PROSEDUR PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BULUNGAN

DEWI ARPINA
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang prosedur pembuatan akta kelahiran pada dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten bulungan. Untuk mengetahui prosedur pembuatan akta kelahiran serta faktor penghambat dan pendukung dalam prosedur pembuatan akta kelahiran pada dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten bulungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatatif, dan pengambilan sumber data berasal dari data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui dokumen dan asrsip. Dengan memilih informan yaitu kasi sipil dan masyarakat dengan mengunakan tehnik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwa prosedur pembuatan akta kelahiran memiliki tahapan yaitu, pemohon mengisi dan menandatangani formulir surat keterangan kelahiran (F201) dan menyerahkan persyaratan kepada petugas, petugas melakukan verivikasi dan validasi terhadap pemohon dan persyaratan serta merekam data kelahiran dalam databse kependudukan, pejabat pencatatan sipil menandatangani dan menerbitkan register akta kelahiran dan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kelahiran diberikan kepada pemohon. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukan bahwa prosedur pembuatan akta kelahiran tidak berbelit-belit, karena sudah jelas dari masyarakat bahwa pada saat wawancara mengatakan tidak berbelit kalau berkas dan persyaratan sudah lengkap semua, meskipun ada faktor penghambat namun akan tetap dilewati bersama karena adanya faktor pendukung juga.

KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BULUNGAN

ILHAM AKBAR TANJUNG
2019 · Thesis · Open Access

Kepemilikan akta kelahiran sangat penting keberadaannya mengingat akta kelahiran adalah bentuk identitas seseorang, jika seseorang anak belum punya akta kelahiran maka secara hukum keberadaannya dianggap tidak ada oleh Negara. Tujuan penelitian ini ada untuk mengetahui kualitas layanan pembuatan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui factor-faktor yang menjadi penghambat pembuatan akta kelahiran.Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif teknik pemilihan informan adalah orang orang yang berkompeten dalam memberikan informasi atau data yang akurat dan akuntabel berkaitan dengan permasalahan peneliti .Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling, kemudian penelitiakan mengumpulkan data dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masih beberapa yang belum berkualitas yaitu dimensi tangible, reliability, responsiveness.

PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT MENJELANG PEMILIHAN KEPALA DESA ( STUDI PADA MASYARAKAT DESA GUNUNG PUTIH TAHUN 2014)

HULIFA NILAM SARI
2019 · Thesis · Open Access

Pemilihan kepala desa merupakan ajang demokrasi setiap desa dalam 6 tahun sekali. Kepala desa merupakan figur nomor 1 yang ada di setiap desa, kepala desa dipilih masyarakat melalui pemilihan kepala desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perubahan Perilaku masyarakat menjelang pemilihan kepala desa di Desa Gunung Putih. Dengan mengambil lokasi penelitian di Kantor Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dan menggunakan tehnik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan ( observasi) dan dokumentasi . Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Masyarakat pada saat menjelang pemilihan kepala desa pada tahun 2013 perubahan perilakunya banyak yang berubah ini dikarenakan masyarakat dibingungkan dengan banyaknya calon kepala desa dengan Visi Dan Misi yang berbeda. Dengan Visi dan Misi yang berbeda masyarakat harus memilih calon kepala Desa sesuai hati nurani tanpa harus memilih karena adanya hubungan keluarga. selain itu masyarakat juga harus ikut berkontribusi dalam pembangunan.

FAKTOR PENDUKUNG PERUBAHAN BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN KE BUDAYA PEKERJA KELAPA SAWIT DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN

SITI SYAFARIAH ABMANITA
2019 · Thesis · Open Access

FAKTOR PENDUKUNG PERUBAHAN BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN KE BUDAYA PEKERJA KELAPA SAWIT DI DESA SALIMBATU KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN . ABSTRAK Secara umum Penelitian ini difokuskan pada faktor pendukung perubahan budaya masyarakat nelayan ke budaya pekerja kelapa sawit di desa Salimbatu kecamatan tanjung palas tengah. Sedangkan secara khusus penelitian ini difokuskan pada Faktor Terjadinya Perubahan budaya masyarakat nelayan Salimbatu. Dengan Jenis Penelitian bersifat deskiptif kualitatif, maka analisis data penlitian menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga hal utama dalam menganalisis data yaitu: reduksi data,penyajian data,dan penarikan kesimpulan/verifikasi,adapun responden dalam penelitian ini yaitu stakeholder, Faktor Pendukung Perubahan Budaya Masyarakat Nelayan Ke Budaya Pekerja Kelapa Sawit yaitu :Kepala Desa dan Masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, diketahui bahwa faktor terjadinya perubahan budaya masyarakat nelayan di desa Salimbatu yaitu mempunyai 2 ( dua ) meliputi : Faktor Internal dan Faktor Eksternal, dimana faktor internal yang merupakan dari hasil tangkapan dan Pendapatan, faktor eksternal yaitu keadaan alam dan resiko kerja. Sedangkan faktor Pendukung terjadinya perubahan masyarakat nelayan ke pekerja sawit adalah: adanya keinginan yang kuat dari masyarakat untuk lebih maju dan berkembang mengikuti era globalisasi,tingkat pengetahuan dan wawasan masyarakat yang lebih meningkat. Adapun perubahan pendapatan masyarakat nelayan yang telah berpindah menjadi pekerja sawit dan telah merasakan kesejahteraan: bahwa masyarakat yang sebelumnya bekerja menjadi nelayan belum merasakan sejahtera dalam ekonomi nya tapi setelah berpindah pekerjaan menjadi pekerja sawit,kesejahteraan itu mulai terasa oleh mereka.

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA LONG BELUAH KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN

GANTA PARENDA PUMA
2019 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui pendapat masyarakat terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit di desa Long Beluah kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan dan untuk mengetahui dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di desa Long Beluah kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian kepala desa desa Long Beluah, Tokoh adat, Perangkat desa, Pemuda Karang Taruna, Masyarakat 4 orang (bekerja di kebun kelapa sawit), Pihak Perusahaan PT. Inti Selaras Perkasa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Persepsi masyarakat terhadap keberadaan perkebunan kelapa sawit di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat dari aspek kehidupan sosial ekonomi dinilai baik karena karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari aspek kehidupan sosial budaya, masyarakat desa Long Beluah menilai bahwa sosial budaya masyarakat mengalami perubahan, dimana budaya gotong-royong semakin berkurang. Dari aspek lingkungan alam, masyarakat desa Long Beluah mempersepsikan kurang baik karena menimbulkan pencemaran air bersih dan hilangnya satwa, dan semakin berkurangnya hutan. Dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Long Beluah dari sisi positif meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, membangun infrastruktur. Dampak negatif yang dirasakan masyarakat terjadinya banjir, hilangnya keragaman hayati, terjadinya erosi, banyaknya hama yang menyebabkan kesuburan tanaman masyarakat berkurang, air keru, dan terjadi konflik dalam masyarakat. Kata Kunci: persepsi, masyarakat, perkebunan kelapa sawit

ANALISIS KINERJA PEGAWAI KELURAHAN TANJUNG PALAS HILIR DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK

SITI HARIANTI
2019 · Thesis · Open Access

Permasalahan kinerja pegawai tentunya akan mempengaruhi kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada seluruh masyarakat. Kinerja yang baik dari pegawai tentunya berperan sangat penting dalam meningkatkan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pegawai pada kantor Kelurahan Tanjung Palas Hilir dalam meningkatkan pelayanan publik dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai Kelurahan Tanjung Palas Hilir dalam meningkatkan pelayanan publik. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Palas Hilir Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Informan atau narasumber penelitian ini terdiri dari Lurah sebagai pimpinan kantor Kelurahan Tanjung Palas dan para pegawai pada kantor Kelurahan Tanjung Palas Hilir Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sebagai penyelenggara lapangan yang memberikan pelayanan publik melalui kinerjanya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahap reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kinerja pegawai pada kantor Kelurahan Tanjung Palas Hilir Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan sudah dapat dikatakan baik. Hal ini dapat diketahui dari beberapa indikator. Indikator tersebut antara lain pemahaman atas tupoksi, inovasi, kecepatan kerja, keakuratan kerja dan kerjasama. Apabila ditinjau dari pelayanan publik maka dapat dikatakan bahwa pelayanan yang diberikan sudah sangat baik serta sesuai dengan harapan masyarakat.