SRI MARYATI
2018 · Thesis · Open Access
Pendistribusian barang atau jasa merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan sebuah instansi pemerintahan ataupun perusahaan tertantu. PT. Mega Elektra Persero Cabang Medan merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak dibidang Pendistribusian semen Padang. Perusahaan tersebut menyadari bahwa persaingan makin kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan tersebut. Salah satu strategi yang digunakan sebuah perusahaan untuk menang dalam persaingan adalah dengan menekan biaya seminimal mungkin. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang agar biaya transportasi yang dikeluarkan seefisien mungkin. Untuk meminimumkan biaya transportasi dalam pendistribusian produk dapat diselesaikan dengan metode transportasi dalam program linier. Tujuan penelitian ini untuk meminimumkan biaya transportasi dengan membanding metode north west corner dengan vogel’s approximation method dan mengetahui metode mana yang paling minimum dalam penyelesaian awal. Penelitian ini menggunakan metode north west corner dan vogel’s approximation method dengan perbadari kedua metode ini akan membantu menyelesaikan masalah biaya transportasi. Setelah kedua metode ini dikerjakan secara manual maka akan dilihat metode manakah yang dapat menekan biaya distribusi yang optimal. Setelah kedua metode ini dikerjakan secara manual, maka akan diselesaikan menggunakan bantuan program seperti Excel dan GUI (Graphical User Interface). Berdasarkan dari hasil perhitungan dengan north west corner dan vogel’s approximation method diperoleh perhitungan metode NWC Rp.885.7000.000 dan VAM Rp. 727.315.000. Dari kedua perhitungan tersebut maka metode VAM yang lebih optimal dan memiliki selisih Rp. 158.385.000 dari perhitungan kedua metode awal.
TAHAN
2018 · Thesis · Open Access
Berbagai percobaan dan pengujian dilakukan terhadap produk – produk kebaruan di sektor konstruksi dengan tujuan untuk menghasilkan produk konstruksi yang lebih baik, salah satunya pemanfaatan limbah abu terbang (fly ash). Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemanfaatan limbah fly ash sebagai bahan kombinasi semen pada pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur serta pola retak dari kombinasi fly ash pada beton dengan persentasi sebanyak 10%, 20%, 30%, 40% dari volume semen. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dan balok, mutu beton yang direncanakan diuji pada umur beton 28 hari. Benda uji masing-masing sampel sebanyak 5 buah benda uji. Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa nilai kuat tekan beton beton tertinggi pada campuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 262,856 kg/cm2 sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 255,30 kg/cm2, (TK 20) sebesar 229,62 kg/cm2, (TK 30) sebesar 209,98 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 129,92 kg/cm2. Pada uji kuat lentur diperoleh hasil kuat lentur tertinggi dicampuran kombinasi fly ash 10% (TK 10) yaitu sebesar 68,64 kg/cm2, sedangkan pada beton normal (TK 00) sebesar 65,26 kg/cm2, (TK 20) sebesar 65,93 kg/cm2, (TK 30) sebesar 58,25 kg/cm2 dan (TK 40) sebesar 56,45 kg/cm2. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa dengan kombinasi abu terbang ( fly ash) PLTU Sekayan sebesar 10% mempnyai kuat tekan dan kuat lentur lebih tinggi dari beton normal mutu K 250 dan kombinasi abu terbang ( fly ash) 20%, 30%, dan 40%.
HESTI HASMAWATI
2018 · Thesis · Open Access
Substitusi Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L Poir) pada pembuatan Roti Mantau
SRI RAHAYU
2018 · Thesis · Open Access
Substitusi Tepung Ubi Jalar Orange (Ipomoea Batatas L) pada pembuatan Roti Tawar ABSTRAK Sri Rahayu, 201431020. Substitusi tepung ubi jalar orange (Ipomeae batatas L) pada pembuatan roti tawar, dibawah bimbingan ibu Siti Masitha F. STP., MSc. Roti tawar merupakan produk yang dihasilkan dari sumber karbohidrat yang berasal dari gandum, produk dari sumber karbohidrat seperti roti tawar telah diterima secara luas di kebanyakan negara, termasuk negara bukan penghasil terigu seperti Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui subtitusi tepung ubi jalar orange pada pembutan roti tawar. Rancangan yang digunakan dalam penilitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 2 (dua) kali ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji daya kembang, uji organoleptik dan uji deskriptif. Uji daya kembang diperoleh hasil beda nyata dari 4 perlakuan. uji kesukaan yang disukai oleh panelis terdapat pada perlakuan 75 gram tepung terigu : 25 gram tepung ubi jalar orange pada kontrol dengan rata-rata 3 yaitu suka, dengan parameter warna (orange muda), aroma (cukup harum), tekstur (agak lembut) dan rasa (agak manis). Kata kunci: Ubi jalar, roti, daya kembang, organoleptik, deskriptif
RIA EVELINA SIHOMBING
2018 · Thesis · Open Access
Ria, 2018. Estimasi Tingkat Kekritisan Lahan dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kecamatan Tanjung Selor). Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara, Tanjung Selor. Bimbingan : Adymas Putro Utomo, S.P., M.P Berdasarkan data yang diperoleh dari Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kalimantan Utara tahun 2016 mencatat, luas lahan kritis di provinsi Kalimantan Utara mencapai 124.993,532 Hektar (Ha). Jumlah tersebut menyumbang sekitar 0,53 persen dari jumlah lahan kritis nasional yang mencapai 24 juta Ha. Luas lahan kritis di Kabupaten Bulungan seluas 7.398,22 Ha, dan memiliki lahan dengan status sangat kritis yakni seluas 232,68 Ha. Hal ini menunjukan bahwa lahan kritis telah terjadi hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bulungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sebaran luasan tingkat kekritisan lahan di daerah Kecamatan Tanjung Selor. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial atas berbagai parameter dengan menggunakan sistem informasi geografis. Hasil pemetaan kelas kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor diperoleh bahwa Lahan Kritis 33,96 Ha (0.06%), Lahan Agak Kritis 4,747.49 Ha (8.87%), Lahan Potensial Kritis 39,860.11 Ha (74.45%) dan Lahan Tidak Kritis 8,898 Ha (16.62%).
DWI ANTO NURHADI
2018 · Thesis · Open Access
Estimasi Sebaran Wilayah Rawan Longsor menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)
JULIANUS TEMO
2018 · Thesis · Open Access
JULIANUS TEMO. 201431031, Identifikasi Kenampakan fisik Tanah Gambut (Peat Soil) Di Kelurahan Tanjung Selor Timur Kecamatan Tanjung Selor Kebupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Dibawah Bimbingan Rina Lesmana Sp,. Mm. Pemaanfaatan lahan gambut saat ini mendapatkan perhatian besar, sebagai lahan potensial untuk dijadikan lahan pertanian. Berdasarkan keputusan presiden No. 32/1990, Tanah Gambut dengan ketebalan > 3 m diperuntukan sebagai kawasan konservasi. Menurut Agus et al. (2011), hutan gambut yang masih alami berperan sebagai penyerap gas CO2 dan menyimpan cadangan air. Tanah gambut memiliki cadangan karbon dalam tanah sebesar 300-700 t/ha. Berdasarkan sebaran tanah gambut di Kalimantan Timur seluas 696,9 ribu ha, maka dari itu Kalimantan Utara merupakan bagian dari luasan tanah gambut Kalimantan Timur tersebut. Namun saat ini belum tersedianya data sebaran tanah gambut di Kalimantan Utara secara keseluruhan sehingga perlu dilakukan Penelitian Identifikasi Kenampakan fisik Tanah Gambut Di Kelurahan Tanjung Selor Timu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, yang memiliki luas wilayah mencapai ±1.713 ha, dengan topogafi datar dengan lereng 0% . lahan di Kelurahan Tanjung Selor Timur merupakan lahan pasang surut yang memiliki potensi sebaran tanah gambut. Berdasarkan hasil penelitian dari 3 lokasi pengambilan sampel teridentifikasi tanah gambut di Kelurahan Tanjung Selor Timur pada lokasi 3 penelitian, dengan ketebalan 50-100 pada titik sampel 1,3,4, dan 5. Pada titik sempel 2 degan keteban gambut 100-150 cm, dengan kondisi lahan tergenang dan memilki kematangan gambut setenga matang (himik) dengan warna tanah coklat kehitaman.
NONI TRI APRIANTI
2018 · Thesis · Open Access
Pemekaran Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 25 Oktober 2012 memiliki Dampak Negatife dan Positif dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Utara. Penelitian dengan judul “Studi tentang Dampak Pasca Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Studi tentang Tingkat Kesejahteraan Masyarakat)" memiliki rumusan masalah untuk mengetahui apa Dampak yang dirasakan pasca terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara terkhususnya bidang Kesejahteraan Sosial serta Faktor apa saja yang menjadi penghambat dari usaha peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Kualitatif. Adapun data yang diambil berasal dari Penelitian Kepustakaan dan Penelitian Lapangan melalui Observasi dan Wawancara. analisis data yang digunakan adalah Analisis Data Interaktif. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan didapatkan Fakta setelah terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara, Program Pemerintah semakin banyak dalam hal Kesejehteraan Sosial dan memang terlihat bahwa jumlah Penduduk Miskin menurun setiap tahunnya dilihat dari persentase yang berarti bahwa Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Meningkat sejak dibentuknya Provinsi Kalimantan. Faktor yang menghambatnya sendiri adalah Kurangnya Media Informasi dan Partisipasi Masyarakat untuk ikut berkerjasama dengan Pemerintah dalam hal Kesejehteraan Sosial.
WIRANDA DWI PRANATA
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata daerah Kabupaten Bulungan yang diterapkan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan strategi pengembangan pariwisata daerah Kabupaten Bulungan yangditerapkan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan OlahragaKabupaten Bulungan. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif. Sedangkan analisis data penelitian menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992) yang terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diketahui strategi pengembangan pariwisata daerah oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan terdiri dari : melakukan analisis terhadap objek wisata bahari, alam, dan sejarah yang ada di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebutuhan pengunjung, memperbaiki dan meningkatkan sarana prasarana pendukung objek wisata bahari, alam, dansejarah yang ada di Kabupaten Bulungan seperti akses jalan, air bersih, toilet dan kamar mandi umum, dan lain-lain, melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar terciptanya sinkronisasi program pengembangan objek wisata bahari, alam, dan sejarah, melakukan pendekatan kepada warga masyarakat sekitaro bjek wisata serta melibatkan warga masyarakat tersebut untuk menjaga dan melestarikan objek wisata bahari, alam, dan sejarah, meningkatkan promosi objek wisat abahari, alam, dan sejarah agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, dan mengalokasikan dana/anggaran lebih untuk peningkatan objek wisata bahari, alam, dan sejarah. Faktor-faktor penghambat (kendala) dalam pelaksanaan strategi pengembangan objek wisata bahari, alam, dan sejarahadalah :anggaran pengembangan obje wisata yang terbatas, masalah pembebasan lahan dengan warga sekitar objek wisata, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat sekitar objek wisata, dan kurangny apromosi objek wisata bahari, alam, dan sejarah.
ADE SANJAYA
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, sedangkan analisis data penelitia nmenggunakan model analisis interaktif dari dari Miles dan Huberman (1992) yang terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Indikator pengukuran kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Tanjung Selor terdiri dari: sarana dan prasarana pelayanan, kebersihan peralatan pelayanan, kesesuaian pelayanan, kecepatan pelayanan, ketepatan pelayanan, pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan, sikap dan perilaku tenaga kesehatan, serta kemampuan memahami keinginan pasien. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan diketahui secara keseluruhan kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas Tanjung Selor tergolong baik dan efektif sehingga mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan di PuskesmasTanjung Selor terdiri dari: factor sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang memadai, kerjasama dari lintas sektoral terkait, dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
IBNU IKHSAN
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kinerja pegawai negeri sipil dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai negeri sipil dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tingkat eksplanasinya merupakan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi pemeran serta, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi.Sedangkan analisis data penelitian menggunakan analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992) terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pada penelitian ini indicator penilaian kinerja pegawai negeri sipil pada PuskesmasTanjung Selor yang digunaka nterdiri :kegiatan tugas jabatan, target, orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama, dan kepemimpinan. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diketahui bahwa secara keseluruhan kinerja pegawai negeri sipil dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung Selor tergolon gbaik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai negeri sipil dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung Selor terdiri dari: factor kerjasama, factor kepemimpinan, dan factor reward (penghargaan) dan punishment (hukuman).
SEMION
2018 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian yaitu Bagaimana pelaksanaan adat istiadat Suku Dayak Ga’ai dalam upacara menanm padi (kul mo) di desa long Buang Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan, dan apa saja makna yang terkandung dalam pelaksanaan upacara menanm padi (kul mo) di Desa Long Buang Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan. Manfaat penelitian yaitu untuk mengetahui pelaksanaan adat istiadat suku Dayak Ga’ai dalam upacara menanam padi (kul mo) di di Desa Long Buang Kecamatan Peso Hulu, dan mendeskripsikan makna-makna yang terkandung dalam upacara menamam padi (kul mo) di di Desa Long Buang Kecamatan Peso Hulu Kabupaten Bulungan. Jenis penelitian adalah deskriptif kulaitatif. Infomormen penelitian yaitu Kepala adat desa Long Buang, pengurus adat sebanyak, Kepala Desa Long Buang, dan Tokoh masyarakat. Teknik pengambilan data yaitu observasi wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Sedangkan teknik analisis data melitputi: pengumpulan data, reduks data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yaitu Pelaksanaan adat istiadat Dayak Ga’ai dalam upacara menanm padi (kul mo) di Desa Long Buang yaoitu perncanaan upacara menanam padi (kul mo) mencakup Perencanaan tentang bulan dan meimilih hair untuk pelaksanaan, perencanaan bibit unggul, pernecanaan bahan-bahan makanan, perencanaan membuka lahan, pernecanaan membentuk kelompok. Persiapan upacara menanam padi (kul mo) dilakukan masing-masing kepala keluarga yang terlibat dalam upacara menanam padi. Pelaksanaan upacara menanm padi (kul mo) sebelum melakukanupacara kepala suku dayak Ga’ai melakukan ritual memotong ayam di tengah lading dan menaruk telor di atas bibit, setelah ritual selelasi lalu pendeta membawa masyarakat berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk meminta pertolongan dlam upacara itu supaya dalam upacara itu selesai dengan baik dan tidak ada hambatan. Makna yang terkandung dalam pelaksanaan upacara menanam padi (kul mo) di Desa Long Buang yaitu makna aspek ekonomi, saling membantu sama lain, bertanggung jawa, makna dari aspek ekonomi tidak pengeluaran dana yang besar, makna dari aspek budaya melestarikan kebudayaan daerah, dan berkembang dalam praksis cultural. Makna dari aspek agamanya yaitu, supaya masyarakat selalu taat dan selalu mengandal Tuhan, Karena melakukan upacara harus meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Mahas Esa.
PUTRI CAHYANTI
2018 · Thesis · Open Access
Tujuan peneilitan ini yaitu bagaimana pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor dan apa saja kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor. Jenis penelitian adalah deskriptif keualitatif. Informormen penelitian yaitu Kepala Sekola, WK Kurikulum, Guru, Staf TU/Bendahara, Staf/TU bagian Sarana dan Prasarana. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi: reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh yaitu pengelolaa sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjug Selor dilaksanakan mulai dari perencanaan sarana dan prasarana pendidikan dengan melibatkan semua guru atau komite sekolah dengan tujuan aga kebutuhan sekolah dapat terpenuhi. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tajung Selor dilakukan untuk menyediakan semua jenis sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Inventarisasi merupakan bagian dari pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan untuk mengetahui daftar nama, jumlah sarana dan prasarana yang dimiliki. Penggunaan sarana dan prasarana di SMA AGAPE Tanjung Selor dapat digunakan oleh semua warga sekolah. Pemeliharaan yang dilaksanakan dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan barang. Kendala pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA AGAPE Tanjung Selor yaitu kurangnya dana untuk pengadaan barang sehingga kebutuhan sekolah akan sarana pembelajaran tidak terpenuhi. SMA AGAPE Tanjung Selor merupakan sekolah swasta yang dikelola oleh yayasan dan dalam operasionalnya kami sangat keterbatasan dana sehingga kebutuhan sarana dan prasarana tidak terpenuhi dengan baik. Kurangnya perhatian pemerintah membuat sekolah SMA AGAPE Tanjung Selor sering menombok dalam pembiayaan atau gaji guru dan tenaga kependidikan. Perhatian pemerintah terhadap sekolah swasata, khususnya SMA AGAPE Tanjung Selor masih kurang. Hal itu dapat kita lihat di lapangan bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan masih terbatas terutama lapangan olahraga yang tidak diperhatikan dan peralatan laboratorium IPA belum terpenuhi.
WAHIDA
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil akhir dari penggunaan aplikasi sistem informasi partai politik (sipol) pada KPU Kabupaten Bulungan yang mana dalam PKPU No.11 Tahun 2017 sipol dikeluarkan guna membantu dalam proses pendaftaran dan pemverifikasian peserta partai politik Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal 01 Mei 2018 sampai dengan 30 Juli 2018 pada Kantor KPU Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Metode Penelitian Deskriptif ini berusaha menggambarkan suatu, peristiwa yang terjadi pada saat sekarang atau masalah faktual. Sedangkan, Pendekatan Kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodelogi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Adapun responden dalam penelitian ini yaitu Komisioner serta Operator Sipol KPU Kabupaten Bulungan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari penggunaan aplikasi sipol dalam pemilihan umum Tahun 2019 terjadi tertib administrasi yang dilakukan oleh partai politik maupun komisi pemilihan umum dikarenakan baik partai politik maupun komisi pemilihan umum mengikuti semua aturan yang berlaku terkait dengan pendaftaran dan hasil pemverifikasian.
SITI KURNIA SARI
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui implementasi kebijakan pencairan dana bantuan hibah Organisasi Masyarakat pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Utara. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong dan menghambat implementasi kebijakan pencairan dana Bantuan Hibah Pada Organisas.Implementasi kebijakan adalah suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk mengoperasikan sebuah program dengan memperhatikan tiga aktivitas utama kegiatan, yaitu: 1) Organisasi, pembentukan atau penataan kembali sumber daya, unit-unit serta metode untuk menunjang agar program berjalan, 2) Interpretasi, menafsirkan agar program menjadi rencana dan pengarahan yang tepat dan dapa tditerima serta dilaksanakan, dan 3) Aplikasi (penerapan), berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan rutin yang meliputi penyediaan barang dan jasa. Program hibah dan bantuan sosial kemasyarakatan di Provinsi Kalimantan Utara memiliki unit kerja yang menangani program hibah dan bantuan sosial kemasyarakatan dalam bidang perekonomian, pendidikan, kesehatan, keagamaan, kesenian, adatistiadat, dan keolahragaan non-profesional. Proses pelaksanaan hibah dan bantuan sosial kemasyarakatan sudah sesuai dengan prosedur dan tujuan yang telah ditetapkan. Penerapan implementasi kebijakan penyaluran hibah dan bantuan sosial kemasyarakatan di Provinsi Kalimantan Utara Realisasi hibah berupa barang dan/atau jasa dikonversikan sesuai standar akuntansi pemerintahan pada laporan realisasi anggaran dan diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan dalam penyusunan laporan keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Koordinasi antara pelaksana program harus ditingkatkan, dengan cara melegalisasi tim koordinasi melalui pembuatan surat keputusan (SK). Koordinasi juga harus melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan perguruan tinggi, dan usahawan.
HALIMAH TUSA'DIAH
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Pelaksanaan Model Pelaksanaan Administrasi Kepegawaian Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bulungan. Penelitian ini merupakan penelitian Kualilatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah semua pihak yang dapat memberikan informasi lengkap mengenai latar belakang dan keadaan sebenarnya dari administrasi kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bulungan yaitu pegawai pada bagian perencanaan dan pengadaan pegawai. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) pelaksanaan administrasi kepegawaian yang dilakukan pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bulungan dimulai dari proses perencanaan, yang kedua Penempatan , yang ketiga Pembinaan, yang keempat Pengawasan dan yang terakhir pemberhentian. (2) pada pelaksanaan administrasi kepegawaian ada faktor-faktor yang mendukung yaitu sumber daya manusia, kerjasama antar pegawai dan sarana prasarananya. (3) pada pelaksanaan administrasi kepegawaian sering juga di jumpai faktor-faktor pengambat yang mengganggu pelaksanaan administrasi kepegawaian yaitu sarana prasarananya dalam kondisi kurang baik, pegawai yang menyerahkan materi pekerjaan terlalu lama, dankurangnyakomunikasiantarpegawai. (4) cara yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ada yaitu dengan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada, melengkapi sarana yang kurang dan mengerjakan pekerjaan di luar jam kantor.
HASNAINI
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan atau prosesi tradisi ritual adat birau pada keraton kesultanan bulungan dan upaya meningkatkan peran masyarakat asli untuk tetap melestarikan sebagai nilai-nilai budaya masyarakat di tanjung palas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian desriptif dengan analisis data yang menggambarkan suatu atau peristiwa yang terjadi dan menggunakan analisis model interaktif dari Miles dan Hubermen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui tradisi ritual adat birau pada keraton kesultanan bulungan di tanjung palas selalu dilaksanakan setiap tahun sekalisebagai acara hiburan masyarakat dan menggali potensi adat dan seni budaya asli dalam rangka memperingati hari jadi HUT Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober.
SYARIFAH NUR HAJIJAH
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap museum kesultanan Bulungan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diketahui bahwa masyarakat aktif dalam setiap kegiatan untuk pelestarian museum, namun masyarakat tidak dapat melakukan apa-apa pada museum karna semua keputusan terletak pada keluarga keraton/pemangku adat, dikarenakan kurangnya ilmu pengetahuan membuat pengurus museum menyalahkan pemerintah terhadap kerusakan yang ada pada museum. Metode Penelitian ini bersifat Kualitatif yaitu dengan menggunakan metode pengumpulan data penelitian lapangan dan melakukan kegiatan survey mengunakan wawancar, sedangkan sampel penelitian sebanyak (9) orang yang terbagi dalam seluruh pegawai pada Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan.
SULISTYOWATI
2018 · Thesis · Open Access
Sulistyowati. 2018. “Evaluasi Status Unsur Hara Tanah Ultisol Dengan Tanaman Uji Kembang Kol (Brassica Oleracae Var Botrytis L)“. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kaltara Tanjung Selor. Pembimbing : Rina Lesmana, SP., MM.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status unsur hara tanah ultisol dengan tanaman uji kembang kol (brassica oleracae var botrytis l). Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Glatik Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara dan sampel penelitian di ambil di Desa Tanjung Palas Tengah Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Penelitian dimulai pada bulan November sampai dengan bulan Februari 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu menggunakan tanah lapisan atas yang tergolong tipe tanah ultisol dengan menambahkan beberapa pupuk anorganik pada tiap perlakuan kecuali perlakuan tanpa unsur atau kontroldan menambahkan dosis yang berbeda-beda dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali.Adapun tanaman kembang kol merupakan sebagai tolak ukur pertumbuhan tanaman. Adapun dosis penambahan pupuk yang diberikan yaitu pemberiandosis pupuk Urea 46% kandungan N nya pertiap polybag sebanyak 0.6 gram/polybag, dosis kandungan pupuk SP-36 36% kandungan P nya sebanyak 1.6 gram/polybag, dan dosis KCl 60% kandungan K nya pertiap polybag sebanyak 0.5 gram/polybag. Adapun perlakuan yang diberikan pada setiap perlakuan yaitu Tanpa Unsur (Kontrol), Lengkap+NPK (Lengkap dengan penambahan unsur N, P, dan K, Lengkap-N (Lengkap penambahan unsur P dan K tetapi tanpa penambahan unsur N),Lengkap-P (Lengkap penambahan unsur N dan K tetapi tanpa penambahan unsur P), Lengkap-K (Lengkap penambahan unsur N dan P tetapi tanpa penambahan unsur K). Benih kembang kol yang digunakan adalah Varietas PM 126 F1. Parameter tanaman kembang kol yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter buah, dan berat buah. Pengamatan dilakukan pada setiap minggunya 1, 2, 3, dan sampai minggu ke-9 saat panen. Perlakuan dosis pupuk yang diberikan pada tanaman kembang kol tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 1 minggu, 2, 3, dan minggu ke-7 hari setelah tanam, dan berpengaruh nyata terhadap Tinggi tanaman, jumlah daun, pada umur 8 minggu sampai minggu ke-9,diameter buah pada perlakuan Lengkap+NPK, Lengkap-N dan berat buah. Dari hasil analisis sidik ragam yang diperoleh bahwa pengaruh terbaik terhadap pemberian dosis pupuk adalah perlakuan Lengkap+NPK dengan dosis pupuk N (0.6 gr/polybag), P (1.6 gr/polybag), dan K (0.5 gr/polybag). Pada perlakuan Tanpa unsur atau kontrol tidak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi buah kembang kol.
BADRADZAZIRRA HEPP
2018 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Pencari kerja di Tanjung Selor setelah terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara . Data – data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan observasi berdasarkan keadaan dilapangan serta teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bulungan. Populasi penelitian adalah pegawai pada Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bulungan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan cara konteks dari telaah pustaka dan analisis pernyataan dari hasil wawancara dari informan. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa menunjukan bahwa perkembangan pencari kerja di Kota Tanjung Selor setelah terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara bergerak positif serta mengalami kenaikan dan penurunan disebabkan oleh beberapa faktor penunjang.