Abstrak
Beton merupakan material bangunan yang sering digunakan pada pekerjaan struktur. Beton dapat ditingkatkan performa dan dalam pelaksanaan pekerjaannya. Penggunaan bahan tambah fly ash sebagai campuran beton dipakai sebagai salah satu cara untuk pemanfaatan limbah dari hasil pembakaran batu bara. Sedangkan untuk bahan tambah accelerator admixture merupakan bahan kimia campuran beton yang berfungsi untuk mempermudah pekerjaan dan pelaksanaan pengecoran di lapangan dimana dapat mempersingkat umur beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya apabila beton di campur dengan bahan tambah fly ash dan accelerator admixture ditinjau dari hasil pengujian kuat tekannya. Sedangkan manfaat yang diperoleh adalah dapat memberikan ilmu pengetahuan tentang bahan tambah beton, sehingga dapat menghasilkan beton yang baik dan diharapkan dapat diaplikasikan di lapangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji coba atau experimen dimana pembuatan beton normal dicampur dengan bahan tambah fly ash sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% terhadap jumlah semen dan ditambah dengan bahan kimia accelerator admixture. Sebelum penggunaan accelerator admixture di campur dalam satu campuran dengan fly ash, accelerator admixture di lakukan uji coba terlebih dahulu dengan dicampurkan pada beton normal. Pada label kemasan, penggunaan accelerator admixture sebesar 0,3% sehingga dibuat range 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5% terhadap jumlah semen. Didapatkan prosentase paling maksimum dari pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari sebesar 0,5 %. Dari penelitian ini, setelah beton dilakukan uji kuat tekan umur 28 hari didapatkan prosentase tertinggi dari penambahan fly ash dan accelerator admixture masing – masing yaitu pada 5% dan 0,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 30,18 Mpa dari kuat tekan rencana sebesar 25 Mpa.