Penerapan Cluster Single Linkage dan Complete Linkage dalam Clustering Data Stunting di Kabupaten Bulungan
SRI INDRAYANI. Penerapan Cluster Single Linkage dan Complete Linkage dalam Clustering Data Stunting di Kabupaten Bulungan (dibimbing oleh St. Syahdan) Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah umur lima (5) tahun yang disebabkan kekurangan gizi pada waktu yang lama (kronis). Stunting di Kabupaten Bulungan meningkat pada tahun 2019 dan mengalami penurununan di tahun 2020, dimana dalam penanganannya pemerintah memiliki target di tahun 2024 diharapkan dapat menurun hingga 14%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil clustering dari data stunting di wilayah Kabupaten Bulungan dengan menggunakan metode single linkage dan complete linkage serta mencari metode mana yang terbaik dari kedua metode tersebut. Metode yang dapat digunakan untuk mengclusterkan wilayah stunting adalah metode single linkage dan complete linkage. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengclusteran menggunakan metode single linkage terbentuk 3 cluster dari 12 wilayah di Kabupaten Bulungan, yakni untuk cluster I (kategori rawan) terdiri atas Long Bia, cluster II (kategori sedang) terdiri atas Long Bang, Tanjung Palas, Antutan, Long Beluah, Pimping, Tanah Kuning, Bumi Rahayu, Salimbatu, Sekatak Buji, Bunyu dan cluster III (kategori aman) terdiri atas Tanjung Selor. Sedangkan hasil dari metode complete linkage juga terbentuk 3 cluster yaitu cluster I (kategori rawan) terdiri atas Long Bia dan Long Beluah, cluster II (kategori sedang) terdiri atas Long Bang, Tanjung Palas, Antutan, Pimping, Tanah Kuning, Bumi Rahayu, Salimbatu, Sekatak Buji, Bunyu dan cluster III (kategori aman) terdiri atas Tanjung Selor. Metode terbaik berdasarkan hasil analisis cluster dalam pengclusteran data stunting di Kabupaten Bulungan adalah metode single linkage.